Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Buana Informatika

Analisis Perbandingan Ketahanan Metode Steganografi LSB dan BPCS Menggunakan Metode Steganalisis Binary Similarity Measures Sanjaya ER, Ngurah Agus; Suardiyana Putra, I Putu Edy
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Least significant bit (LSB) and Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) are two of the most commonly used steganoraphy methods. LSB is relatively simple and can be quickly implemented while BPCS offers an advantage in the capacity of storing hidden messages. These two methods are considered good if and only if the hidden messages in each of them are robust from a steganalysis implementation. This research specifically performs the robustness checks for both methods by using the Binary Similarity Measures (BSM). BSM measures the correlations between bits in a bit-plane to detect the message hidden in an image. Our test results show that the larger the size of the message hidden by using the BPCS method, the smaller is its detection probability. On the contrary, the size of the hidden message is directly proportional to its probability of being discovered in the LSB method. Keywords: steganography, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, steganalysis, Binary Similarity Measures Abstrak. Least Significant Bit (LSB) dan Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) merupakan dua metode steganografi yang umum digunakan. LSB dapat diimplementasikan secara cepat dan sederhana sedangkan BPCS menawarkan kelebihan dalam penampungan kapasitas pesan rahasia. Agar dapat dikatakan sebagai metode steganografi yang baik maka kedua metode tersebut harus dapat mempertahankan pesan yang disisipkan dari serangan metode steganalisis. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketahanan dari masing-masing metode menggunakan metode steganalisis Binary Similarity Measures (BSM). BSM mengukur korelasi antar bit-bit dalam suatu bit-plane untuk mengetahui keberadaan pesan pada citra. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa semakin besar pesan yang disisipkan pada suatu citra menggunakan metode BPCS, maka kemungkinan terdeteksinya pesan akan berkurang. Hal ini berbanding terbalik dengan metode LSB dimana ukuran pesan yang disisipkan berbanding lurus dengan kemungkinan terdeteksinya pesan tersebut.Kata Kunci: Steganografi, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, Steganalisis, Binary Similarity Measures
Analisis Perbandingan Ketahanan Metode Steganografi LSB dan BPCS Menggunakan Metode Steganalisis Binary Similarity Measures Sanjaya ER, Ngurah Agus; Suardiyana Putra, I Putu Edy
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.317

Abstract

Abstract. Least significant bit (LSB) and Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) are two of the most commonly used steganoraphy methods. LSB is relatively simple and can be quickly implemented while BPCS offers an advantage in the capacity of storing hidden messages. These two methods are considered good if and only if the hidden messages in each of them are robust from a steganalysis implementation. This research specifically performs the robustness checks for both methods by using the Binary Similarity Measures (BSM). BSM measures the correlations between bits in a bit-plane to detect the message hidden in an image. Our test results show that the larger the size of the message hidden by using the BPCS method, the smaller is its detection probability. On the contrary, the size of the hidden message is directly proportional to its probability of being discovered in the LSB method. Keywords: steganography, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, steganalysis, Binary Similarity Measures Abstrak. Least Significant Bit (LSB) dan Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) merupakan dua metode steganografi yang umum digunakan. LSB dapat diimplementasikan secara cepat dan sederhana sedangkan BPCS menawarkan kelebihan dalam penampungan kapasitas pesan rahasia. Agar dapat dikatakan sebagai metode steganografi yang baik maka kedua metode tersebut harus dapat mempertahankan pesan yang disisipkan dari serangan metode steganalisis. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketahanan dari masing-masing metode menggunakan metode steganalisis Binary Similarity Measures (BSM). BSM mengukur korelasi antar bit-bit dalam suatu bit-plane untuk mengetahui keberadaan pesan pada citra. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa semakin besar pesan yang disisipkan pada suatu citra menggunakan metode BPCS, maka kemungkinan terdeteksinya pesan akan berkurang. Hal ini berbanding terbalik dengan metode LSB dimana ukuran pesan yang disisipkan berbanding lurus dengan kemungkinan terdeteksinya pesan tersebut.Kata Kunci: Steganografi, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, Steganalisis, Binary Similarity Measures
Analisis Perbandingan Ketahanan Metode Steganografi LSB dan BPCS Menggunakan Metode Steganalisis Binary Similarity Measures Ngurah Agus Sanjaya ER; I Putu Edy Suardiyana Putra
Jurnal Buana Informatika Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jbi.v3i1.317

Abstract

Abstract. Least significant bit (LSB) and Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) are two of the most commonly used steganoraphy methods. LSB is relatively simple and can be quickly implemented while BPCS offers an advantage in the capacity of storing hidden messages. These two methods are considered good if and only if the hidden messages in each of them are robust from a steganalysis implementation. This research specifically performs the robustness checks for both methods by using the Binary Similarity Measures (BSM). BSM measures the correlations between bits in a bit-plane to detect the message hidden in an image. Our test results show that the larger the size of the message hidden by using the BPCS method, the smaller is its detection probability. On the contrary, the size of the hidden message is directly proportional to its probability of being discovered in the LSB method. Keywords: steganography, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, steganalysis, Binary Similarity Measures Abstrak. Least Significant Bit (LSB) dan Bit Plane Complexity Segmentation (BPCS) merupakan dua metode steganografi yang umum digunakan. LSB dapat diimplementasikan secara cepat dan sederhana sedangkan BPCS menawarkan kelebihan dalam penampungan kapasitas pesan rahasia. Agar dapat dikatakan sebagai metode steganografi yang baik maka kedua metode tersebut harus dapat mempertahankan pesan yang disisipkan dari serangan metode steganalisis. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui ketahanan dari masing-masing metode menggunakan metode steganalisis Binary Similarity Measures (BSM). BSM mengukur korelasi antar bit-bit dalam suatu bit-plane untuk mengetahui keberadaan pesan pada citra. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa semakin besar pesan yang disisipkan pada suatu citra menggunakan metode BPCS, maka kemungkinan terdeteksinya pesan akan berkurang. Hal ini berbanding terbalik dengan metode LSB dimana ukuran pesan yang disisipkan berbanding lurus dengan kemungkinan terdeteksinya pesan tersebut.Kata Kunci: Steganografi, Least Significant Bit, Bit Plane Complexity Segmentation, Steganalisis, Binary Similarity Measures
Co-Authors Abel Gilang Saputra Abimanyu, Cokorda Gde Aditya Nugraha, Anak Agung Aditya Premana Putra Adu, Enga Prinda Afandi, M Faisal Agus Muliantara Agus Muliantara Agustiana, Ni Putu Arisya Albertus Ivan Suryawan Anak Agung Aditya Nugraha Anak Agung Istri Ngurah Eka Karyawati Anak Agung Sinta Trisnajayanti Anggita S, Ni Putu Ayu Sherly Arimbawa, I Gede Ayu Kadek Nadya Oktaviana Budiantari, Ni Made Julia Candra Mahatagandha, Pijar Cokorda Gde Abimanyu Cokorda Pramartha Cokorda Rai Adi Pramartha Darmayasa, I Nengah Oka Farin Istighfarizky Firman Ali Eka Atmojo Fortunawan, I Putu Diska Gede Krisna Surya Artajaya Gede Nicholas Tejasukmana Putra Gede Sukadarmika Gemuh Raharja RL, I Wayan Gede Giri, Gst. Ayu Vida Mastrika Gst. Ayu Vida Mastrika Giri Gusti Ayu Vida Mastrika Giri Gusti Ayu Vidjaretha Wardana Gusto Gibeon Ginting Hairul Lana HARI MULYAWAN I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan I Dewa Made Candra Wiguna Marcelino I Dewa Made Candra Wiguna Marcelino I Gede Arta Wibawa I Gede Santi Astawa I Gede Wira Kusuma Jaya I Gst. Bgs. Arya Yudiastina I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra I Kadek Agus Andika Putra I Kadek Gowinda I Ketut Gede Suhartana I Ketut Satriawan I Komang Ari Mogi I Komang Surya Adinandika I Made Ady Wirawan I Made Ari Widiarsana I Made Satria Bimantara I Made Widiartha I Made Widiartha I Nengah Oka Darmayasa I Putu Diska Fortunawan I Putu Edy Suardiyana Putra I Putu Gede Hendra Suputra I Wayan Gede Gemuh Raharja R.L. I WAYAN SANTIYASA I Wayan Sugiana Ida Bagus Gede Dwidasmara Ida Bagus Gede Dwidasmara Ida Bagus Made Mahendra Ida Bagus Made Surya Widnyana Karel Leo Rivaldo Komang Krisna Jaya Nova Antara Kurniadi, Kenny Luh Arida Ayu Rahning Putri Luh Gede Astuti Luh Gede Astuti Luh Gede Tresna Dewi Luh Putu Eka Nadya Wati LUH PUTU IDA HARINI Made Agus Hendrayana Made Darma Yunantara Made Hanindia Prami Swari Made Widiartha Negara, I Made Wahyu Guna Ni Luh Komang Indira Pramesti Ni Made Alisya Putri Hapsari Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti Ni Made Ayu Wirasih Ni Made Dian Kurniasari Ni Made Julia Budiantari Ni Putu Ambalika Dewi Ni Putu Intan Cahyani Ni Putu Vina Amandari Nirmala, Ni Made Gita Satviki Palguna, I Made Surya Adi Palla, Hans Rio Alfredo Pertiwi, Luh Arimas Pijar Candra Mahatagandha Pradana, I Putu Aditya Pradiptha, I Gde Made Hendra Putra, Gede Bagus Prawira Putri, Riana Pramesti Putu Ardi Sudarmika Raharja, Made Agung Riana Pramesti Putri Safira Sinta Wahyuni, Ni Made Suryawan, Albertus Ivan Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Yasa, I Gede Cahya Purnama