Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Panduan Praktikum Bioteknologi Berbasis Project Based Learning (PjBL) Hotimah, Yuniyatul; Ibana, Lukluk; Haikal, Moch
Biology and Education Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Biology and Education Journal (BaEJ)
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/baej.2025.24917

Abstract

Panduan praktikum bioteknologi yang dibangun dengan pemdelatan project based learning (PjBL) disusun sebagai instrument pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif sekaligus menghadirkan pengalaman kontekstual bagi siswa kelas XII di MA Miftahul Ulum Betet Pamekasan. Permasalahan dilapangan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran cenderung model ceramah dan sumber ajar yang digunakan hanya terbatas buku paket dan LKS, sehingga diperlukan sumber ajar dan model pembelajaran yang lebih melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan model Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE), namun implementasinya difokuskan dari tahap analisis hingga pengembangan. Uji kelayalan dilakukan melalui penilaian ahli media dan ahli materi, yang menghasilkan skor validitas masing-masing 0,74 dan 0,83; nilai tersebut termasuk kategori valid hingga sangat valid. Uji kepraktisan terhadap guru pertama dan kedua menunjukkan 97,9 dan 93,8, termasuk kategori sangat praktis dan guru ketiga menunjukkan 77,1 termasuk kategori praktis, dan angket respon siswa menunjukkan berkisar antara 67,5 hingga 95,0 menunjukkan produk memenuhi kriteia kepraktisan. Hasil tersebut menegaskan bahwa panduan praktikum berbasis PjBL layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran bioteknologi. 
Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Kolaborasi dan Pemecahan Masalah Siswa XI Sumber Bungur Pakong Animatus Sa’diyah; Akhmad Fathir; Lukluk Ibana
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.564

Abstract

Pembelajaran di kelas XI MA Sumber Bungur Pakong menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi dan keterampilan pemecahan masalah siswa masih belum berkembang secara optimal. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan belum sepenuhnya mendukung penguatan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning terhadap keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan merupakan Quasi experiment dengan desain Posttest-only non-equivalent control group. Dalam rancangan ini, subjek dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning , sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Keterampilan kolaborasi diamati selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan kemampuan pemecahan masalah diukur melalui posttest setelah perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji Non-parametrik Mann-Whitney U. Subjek penelitian siswa kelas XI MA Sumber Bungur Pakong tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah siswa. Hal ini dinyatakan oleh hasil uji Mann-Whitney U dengan nilai U = 90.0, p < 0,001, r = −0.700 untuk kolaborasi, dan U = 21.5, p < 0,001, r = −0.928 untuk pemecahan masalah. Nilai effect size tersebut menunjukkan pengaruh yang besar.Dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning dinyatakan efektif dalam peningkatan keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah. Dengan demikian, PBL dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang mendukung kompetensi abad 21 di sekolah
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERBASIS INKUIRY TERBIMBING TERHADAP SISWA KELAS XI SMA NURUL HIKMAH PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN Zainurrahman Zainurrahman; Akhmad Fathir; Lukluk Ibana; Linda Tri Antika
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v10i2.1688

Abstract

Rendahnya semangat siswa dalam proses pembelajaran di Indonesia menuntut pendidik untuk melakukan inovasi pembelajaran dengan menghadirkan media pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa agar tidak merasa bosan. Salah satu media pembelajaran yang berpotensi untuk meningkatkan semangat siswa adalah media pembelajaran dengan menggunakan google sites berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah merancang Google Site yang memadukan inquiri terbimbing sebagai alat pengajaran. Metode yang dipakai adalah Pengembangan (R&D) dengan model 4-D dengan tahapan: Define, Design, Develop and Desemminte. Pengumpulan data kelayakan menggunakan lembar validasi yang di isi 4 validator ahli, angket kelayakan yang di isi 2 guru dan 14 siswa. Berdasarkan hasil analisis data serta diskusi, media Google Sites yang dibuat sangat efektif dan layak digunakan, dari segi materi diperoleh skor rata-rata (87,5%) dan segi desain google site memperoleh skor rata-rata (89%), guru biologi (97,5%) dan respon siswa (90%). Dengan demikian, media google site di nilai layak diterapkan dalam pembelajaran oleh guru dan peserta didik.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran Fisika Muslimah Muslimah; Jasilah Jasilah; Lukluk Ibana; Mabruratul Hasanah; Siddiq Hidayat
Kappa Journal Vol 9 No 2 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i2.30899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X G SMA Negeri 2 Pamekasan, khususnya dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Metode penelitian ini menggunakan PTK, penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 35 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen yang memuat pertanyaan deskriptif yang disusun sesuai dengan indikator berpikir kritis yang diuraikan oleh Ennis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL menghasilkan peningkatan yang nyata dalam keterampilan berpikir kritis siswa. Pada siklus pertama, tingkat ketuntasan belajar mencapai 62,85% dengan skor rata-rata 71,14. Kemajuan yang lebih tinggi terlihat pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan belajar meningkat menjadi 74,29% dan skor rata-rata naik menjadi 80,85. Seluruh indikator berpikir kritis mengalami perkembangan positif, meliputi kemampuan memberikan penjelasan tambahan, mengembangkan keterampilan dasar, merumuskan penjelasan sederhana, menarik kesimpulan, serta merancang strategi dan taktik. Upaya peningkatan kinerja pada siklus kedua, seperti integrasi media interaktif berupa video kontekstual serta penguatan manajemen kelas, turut berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan capaian belajar siswa secara keseluruhan. Akibatnya, model PBL telah menunjukkan efektivitasnya dalam menumbuhkan pemikiran kritis, mempromosikan suasana belajar yang menarik dan kontekstual, dan menyelaraskan dengan persyaratan Kurikulum Merdeka dan kompetensi abad ke-21. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran ini dapat menjadi strategi alternatif yang layak untuk mengajar Fisika di tingkat pendidikan menengah.
Penerapan Model Pembelajaran Numbered Heads Together dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Materi Gelombang pada Kelas XI-A1 SMAN 2 Pamekasan Sofweturrohmah; Fatihatur Rizqi; Suprianto; Lukluk Ibana; Khalifatur Rahman; Hairuni Indrasari
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2118

Abstract

This study aims to enhance students’ learning activities through the implementation of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model in physics classes. This study is a classroom action research conducted in two cycles, each consisting of the planning, implementation, observation, and reflection stages. The implementation of the NHT model involves four main steps: numbering, posing questions, group discussion, and presenting answers. The research subjects were students in Class XI A1 at SMAN 2 Pamekasan. Data were collected using an observation sheet for student learning activities, which included indicators of verbal activity, listening activity, writing activity, mental activity, and emotional activity. The data were analyzed using quantitative descriptive methods by calculating the percentage of student learning activities in each cycle. The results of the study indicate that the implementation of the NHT cooperative learning model was able to enhance students’ learning activities. The average learning activity score increased from 39 in Cycle I which fell into the “fair” category to 53 in Cycle II, which fell into the “good” category. Improvements were also observed across all learning activity indicators, particularly in oral and mental activities, indicating that student engagement improved throughout the learning process. Thus, the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model is effective in enhancing student learning activities in physics instruction.
Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Materi Sumber-Sumber Energi di Kelas X J SMAN 2 Pamekasan Maysarotul Sholehah; Suprianto; S. Ida Kholida MS; Mabruratul Hasanah; Lukluk Ibana
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2141

Abstract

Abstract: This study aims to improve students' problem-solving abilities through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model in the energy resources curriculum for grades 10 X-J at SMAN 2 Pamekasan. This study uses a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, which includes the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 33 students involved in two learning cycles, with each cycle carried out in one session for 3 × 45 minutes. Data collection was carried out through observation, testing, and documentation. The testing instrument was designed based on Polya's problem-solving ability indicators, namely understanding the problem, formulating a plan, implementing the plan, and reviewing the results. Data analysis used a quantitative descriptive method to test the development of students' skills in each cycle. The results showed an increase in problem-solving abilities after the application of PBL, as evidenced by an increase in the average score from 81.15 in the pre-cycle to 96.20 in Cycle I and 97.03 in Cycle II. The percentage of learning completion also increased from 63.64% in the pre-cycle to 93.94% in the first cycle and reached 97% in the second cycle. Thus, it can be concluded that the PBL model is effective in improving students' problem-solving abilities in physics learning.
Penerapan Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dalam Materi Sistem Reproduksi Kelas XIA3 SMA Negeri 2 Pamekasan Maisaroh, Maisaroh; Rohman, Abdur; hidayanti, Auliya; Ibana, Lukluk; Chamroh, Siti
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Discovery Learning pada materi sistem reproduksi di kelas XIA3 SMA Negeri 2 Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengukur keaktifan siswa dan tes evaluasi untuk mengetahui hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif berdasarkan persentase keaktifan dan ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Persentase keaktifan siswa meningkat dari 44% pada pra siklus menjadi 56% pada siklus I dan meningkat menjadi 83% pada siklus II. Selain itu, ketuntasan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 28% pada pra siklus menjadi 61% pada siklus I dan mencapai 86% pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa model Discovery Learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan bermakna sehingga siswa lebih mudah memahami materi sistem reproduksi. Dengan demikian, penerapan model Discovery Learning efektif digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI A3 SMA Negeri 2 Pamekasan.
Implementasi Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Mikrobiologi di Kelas X-D SMA Negeri 2 Pamekasan Hasanah, Mamluatul; Aziz, Abd.; Anam, Khoirul; Oktavia, Santi; Ibana, Lukluk
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6424

Abstract

This study aims to improve students' understanding of concepts and learning outcomes through the implementation of the Discovery Learning model in microbiology material for class X-D at SMA Negeri 2 Pamekasan. This research is a Classroom Action Research (CAR) carried out in two cycles by adapting the Kemmis and Taggart model, which includes the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The research subjects consisted of 34 students, including 19 boys and 15 girls. Data collection was done through tests and observations. The data were analyzed descriptively, both quantitatively and qualitatively, to find out the improvement in students' understanding of concepts and learning outcomes. The research results show that applying the Discovery Learning model can improve students' conceptual understanding. On average, students' concept understanding increased from 35.29 in the pre-cycle stage to 53 in cycle I and then increased again to 85 in cycle II. In addition, students' learning outcomes also improved, as shown by the higher number of students achieving good and very good categories in each cycle. The application of the Discovery Learning model also enhances students' activeness in the learning process through activities like observing, discussing, collecting information, and discovering concepts independently. Thus, the Discovery Learning model is effective for improving students' conceptual understanding and learning outcomes in microbiology material in class X-D at SMA Negeri 2 Pamekasan.
Pengembangan Panduan Praktikum Bioteknologi Berbasis Project Based Learning (PjBL) Hotimah, Yuniyatul; Ibana, Lukluk; Haikal, Moch
Biology and Education Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Biology and Education Journal (BaEJ)
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/baej.2025.24917

Abstract

Panduan praktikum bioteknologi yang dibangun dengan pemdelatan project based learning (PjBL) disusun sebagai instrument pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif sekaligus menghadirkan pengalaman kontekstual bagi siswa kelas XII di MA Miftahul Ulum Betet Pamekasan. Permasalahan dilapangan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran cenderung model ceramah dan sumber ajar yang digunakan hanya terbatas buku paket dan LKS, sehingga diperlukan sumber ajar dan model pembelajaran yang lebih melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan model Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE), namun implementasinya difokuskan dari tahap analisis hingga pengembangan. Uji kelayalan dilakukan melalui penilaian ahli media dan ahli materi, yang menghasilkan skor validitas masing-masing 0,74 dan 0,83; nilai tersebut termasuk kategori valid hingga sangat valid. Uji kepraktisan terhadap guru pertama dan kedua menunjukkan 97,9 dan 93,8, termasuk kategori sangat praktis dan guru ketiga menunjukkan 77,1 termasuk kategori praktis, dan angket respon siswa menunjukkan berkisar antara 67,5 hingga 95,0 menunjukkan produk memenuhi kriteia kepraktisan. Hasil tersebut menegaskan bahwa panduan praktikum berbasis PjBL layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran bioteknologi. 
Analysis of Student Responses at MA Al-Djufri to the Use of PhET Media as a Virtual Laboratory for Electromagnetic Induction Mahrus Mahrus; Nurul Hasanah; Abdul Qodir Jailani; Lukluk Ibana
DIDAKTIKA Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Lombok Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63757/jptk.v2i1.20

Abstract

This study aims to analyze student responses to using the PhET simulation application in electromagnetic induction laboratories at MA Al-Djufri Blumbungan. A descriptive quantitative methodology was employed, with data collected through a survey using a questionnaire that gathered written verbal feedback from 17 twelfth-grade science students. The findings indicate that the PhET application was well-received by students and proved beneficial in enhancing their understanding of electromagnetic induction through virtual laboratories. Over 83% of the students agreed or strongly agreed on the effectiveness of the PhET application in the laboratory, demonstrating a high acceptance of this learning medium. This research supports the integration of virtual laboratories in science education as an effective way to improve student learning experiences and develop their conceptual understanding.