Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Fluida Mata Air Panas di Kabupaten Tanah Datar Fajrin, Muhammad; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.212-218.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengdentifikasi karakteristik fluida pada 6 (enam) titik mata air panas di Kabupaten Tanah Datar terkait asal usul fluida panas bumi, pengenceran fluida panas bumi dan kesetimbangan fluida panas bumi. Konsentrasi Li, B, Na, K, dan Mg pada masing-masing sampel diukur dengan menggunakan Inductively Coupled Plasma Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES) dan konsentrasi Cl diukur menggunakan dengan metode titrasi. Diagram segitiga Cl-Li-B menunjukkan seluruh sampel didominasi oleh Cl yang mengindikasikan bahwa mata air panas di Kabupaten Tanah Datar berasal dari sumber panas bumi dan terjadi sedikit pengenceran batuan sedimen organik. Plot diagram  segitiga Na-K-Mg menunjukan seluruh sampel berada pada daerah immature water yang mengindikasikan fluida panas bumi Kabupaten Tanah Datar bercampur dengan air permukaan yang cukup banyak. This study aims to identify the characteristics of the fluids at 6 (six) hot springs in Tanah Datar Regency regarding the origin of geothermal fluids, dilution of geothermal fluids and equilibrium of geothermal fluids. The concentrations of Li, B, Na, K, and Mg in each sample were measured using Inductively Coupled Plasma Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES) and Cl concentrations were measured using the titration method. Based on these results, the Cl-Li-B triangle diagram shows that all samples are dominated by Cl, which indicates that the hot springs in Tanah Datar Regency originate from geothermal sources and there is a slight dilution of organic sedimentary rocks. The plot of the Na-K-Mg triangle diagram shows that all samples are in the immature water area, which indicates that the geothermal fluid in Tanah Datar is mixed with quite a lot of surface water.
Pemodelan Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Metode Seismik Refraksi Pada Prospek Panas Bumi Nagari Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar Niroha, Olong; Putra, Ardian; Pohan, Ahmad Fauzi
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.4.525-531.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan penampang seismik melalui pemodelan struktur dan kecepatan gelombang bawah permukaan  Nagari Aie Angek menggunakan metode seismik refraksi sebagai sumber data awal dalam menentukan potensi sumber daya alam pada daerah penelitian. Hasil penelitian diperoleh berupa data kecepatan gelombang pada tiap lintasan, dimana untuk lintasan 1, diperoleh nilai v1 sebesar 1820 m/s yang diinterpretasikan sebagai material aluvial dan lempung, nilai v2 sebesar  1293 m/s yang diinterpretasikan sebagai material lempung dan pasir dengan kedalaman 3,06-10,59 m. Untuk lintasan 2, diperoleh nilai v1 sebesar 1820 m/s yang diinterpretasikan sebagai material aluvial dan lempung, nilai v2 sebesar  1293 m/s yang diinterpretasikan sebagai material lempung dan pasir dengan kedalaman 0.72-4,46 m. Hasil dari pemodelan bawah permukaan lintasan 1 diketahui bahwa permukaan tanah pada lapisan 1 mengalami penurunan muka tanah yang disebabkan oleh aktifitas vulkanik dan tektonik.
Pemetaan Struktur Bawah Permukaan di sekitar Manifestasi Panas Bumi Desa Sungai Tutung Kerinci Menggunakan Metode Geomagnetik Suci, Ratika Tri; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.4.540-547.2021

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan di Desa Sungai Tutung menggunakan metode geomagnetik. Data diukur menggunakan magnetometer dalam area berdimensi 1100 m × 1100 m pada 115 titik ukur dengan panjang dan lebar antar titik adalah 100 m. Data dikoreksi dengan koreksi harian, IGRF, dan topografi. Selanjutnya, dilakukan reduksi ke kutub dan filter kontinuasi ke atas. Hasil penelitian didapatkan nilai anomali magnetik sekitar -2554 nT hingga 3578 nT yang didominasi oleh nilai negatif diduga karena adanya demagnetisasi batuan di bawah permukaan. Pemodelan 2D dilakukan dengan menganalisa anomali medan magnetik hasil filter kontinuasi ke atas pada ketinggian 100 m. Berdasarkan pemodelan 2D, didapatkan tiga struktur utama sistem panas bumi. Struktur pertama didominasi oleh batuan sedimen yang diindikasikan sebagai lapisan caprock dengan kedalaman 500 m hingga 850 m. Struktur kedua didominasi oleh batupasir, alterasi lempung, dan intrusi lava dasitik yang diindikasikan sebagai reservoir dengan kedalaman ±850 m hingga 1160 m. Struktur ketiga didominasi batuan beku dan magma basaltik yang diduga merupakan kemenerusan dari Gunung Api Lumut dan diindikasikan sebagai hot rock yang berada di kedalaman di bawah ±1160 m.
Analisis Kecepatan Gelombang Primer dan Sekunder Pada Batuan Gunung Api di Sekitar Daerah Kabupaten Solok Selatan Hastuti, Nofriza; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.119-125.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengukuran kecepatan gelombang primer dan sekunder pada sampel batuan gunung api di sekitar daerah Kabupaten Solok Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kecepatan gelombang primer dan sekunder dari sampel batuan. Sampel batuan diambil pada 12 titik daerah di Kabupaten Solok Selatan dengan masing-masing titik diambil sebanyak 3 buah sampel batuan. Sebelum dilakukan pengukuran kecepatan gelombang primer dan sekunder, batuan diprepasi terlebih dahulu dengan memotong batuan menggunakan alat gerinda batu. Pengukuran kecepatan gelombang primer dan sekunder dilakukan dengan menggunakan alat sonic wave analyzer (SOWAN). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa batuan yang diambil di daerah Kabupaten solok selatan merupakan  batuan beku andesit dan basalt. Daerah penelitian dibagi menjadi dua zona yakni daerah yang dekat dengan manifestasi panas bumi dan daerah yang cukup jauh dari manifestasi panas bumi. Pada penelitian perbedaan karakteristik batuan pada dua zona daerah ini terdapat pada nilai kecepatan gelombang primer dan sekunder yang merambat pada batuan. Batuan yang memiliki kecepatan gelombang primer dan sekunder yang paling besar merupakan batuan yang berada cukup jauh dari daerah manifestasi panas bumi sementara itu batuan di daerah yang dekat manifestasi panas bumi memiliki kecepatan gelombang primer dan sekunder yang lebih kecil.
Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Gunung Tandikat Menggunakan Metode Gravitasi Berdasarkan Data Satelit Trimulyati, Wildah; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.366-372.2022

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan identifikasi struktur bawah permukaan sekitar Gunung Tandikat dengan metode gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis batuan dan patahan bawah permukaan dengan anomali bouguer lengkap. Data yang digunakan merupakan data Free Anomaly Air (FAA) dan topografi dari web TOPEX dengan total titik pengamatan berjumlah 49 titik. Data FAA dan Topografi diolah menggunakan software global mapper, oasis montaj dan Ms. Excel. Hasil dari slicing 2D daerah penelitian terdiri dari batuan dasar dan akibat aktivitas vulkanik.  Batuan tesebut terdiri dari batuan andesit Kaldera Maninjau dengan densitas 2,4 g/cm3, tuff lapili dengan densitas 2,12 g/cm3, batuan lavas atau breksi gunung api dengan densitas 2,9 g/cm3, batuan Sekis dengan densitas 2,64 g/cm3, batuan Limestone dengan densitas 1,93 g/cm3. Dugaan keberadaan panas bumi berada pada sekitar titik A, terdapat batuan breksi gunug api dengan jarak wisata air panas 3,5 km. Analisis derivative dilakukan untuk menentukan jenis dan lokasi patahan pada tiga lintasan. Hasil lintasan digitasi pada First Horizontal Derivative dan Second Vertical Derivative didapat empat patahan, dengan tiga patahan normal dan sisanya merupakan patahan naik.
Analisis Sebaran Hiposenter Gempa Vulkanik Gunung Marapi Menggunakan Metode Geiger’s with Adaptive Damping (GAD) Hamdiyessi, Sri; Marzuki, Marzuki; Putra, Ardian; Indrastuti, Novianti
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.4.414-420.2022

Abstract

Telah dilakukan Telah dilakukan penelitian tentang klasifikasi gempa dan sebaran hiposenter gempa Gunung Marapi. Penentuan distribusi hiposenter menggunakan Geiger’s method with Adaptive Damping (GAD). Prinsip yang digunakan dalam metode GAD adalah menghitung selisih antara waktu pengamatan dan waktu perhitungan Berdasarkan klasifikasi dan sebaran hiposenter gempa Gunung Marapi dapat disimpulkan bahwa pada bulan Januari-April gempa Vulkanik tidak dapat dianalisa. Gempa dominan terjadi pada bulan mei yang merupakan  kenaikan aktivitas dari Gunung Marapi. Sebaran Hiposenter berada pada kedalaman 2600 – 4700 m. Episenter tersebar mengelilingi puncak Gunung Marapi dimana jarak antar episenternya mengelilingi puncak kawah, jarak episenter 1 – 7 km dari puncak kawah. Hiposenter dan episenter memiliki sebaran yang tidak beraturan dan magma bergerak dari Barat Laut ke Tenggara. Sebaran hiposenter ini cukup dekat dari kawah Gunung sehingga ada kemungkinan untuk terjadi erupsi.Hal ini mengindikasi bahwa terjadi lonjakan aktivitas Gunung Marapi hanya saja tidak ada kenaikan level aktivitas gunung.
Interpretasi Sebaran Anomali Magnetik di Daerah Prospek Panas Bumi Sumani, Sumatera Barat Refiani, Syafira Aulina; Pohan, Ahmad Fauzi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.387-393.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran anomali magnetik di daerah panas bumi Jorong Padang Belimbing dengan menggunakan metode geomagnet.  Pengambilan data dilakukan menggunakan magnetometer dengan titik amat di 186 titik pengamatan dengan 14 lintasan dan jarak antar titik adalah 100 m. Data anomali magnetik yang didapatkan dikoreksi dengan koreksi harian dan koreksi IGRF, selanjutnya dilakukan reduksi ke kutub dan kontinuasi ke atas. Setelah dilakukan proses pengolahan data, didapatkan nilai anomali total di daerah penelitian antara -1682,8 nT hingga 6739,9 nT yang memiliki beberapa nilai di bawah IGRF.  Hal ini diduga karena adanya demagnetisasi batuan akibat adanya sumber panas di bawah permukaan.  Pemodelan 2D dilakukan dengan menganalisa anomali medan magnet hasil kontinuasi ke atas dengan ketinggian 100 m. Berdasarkan pemodelan menunjukkan terdapat empat lapisan pada daerah penelitian.  Lapisan pertama diindikasikan sebagai aluvium, lapisan kedua diindikasi sebagai aliran piroklastik, lapisan ketiga diindikasikan sebagai satuan lava dan vulkanik tersier yang merupakan batuan penudung (cap rock) dengan kedalaman rata-rata 225 meter hingga 1465 meter di bawah permukaan dan lapisan terakhir diindikasikan sebagai reservoir yang didominasi oleh satuan meta batu gamping.  Sumber panas di daerah Padang Belimbing diduga berasal dari aktivitas vulkanik bukit Tinjau Laut.
Interpretasi Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Data Anomali Medan Magnet Daerah Manifestasi Panas Bumi Sampuraga Kabupaten Mandailing Natal Tanjung, Rita Ummi Sahida; Pujiastuti, Dwi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.554-560.2023

Abstract

This research was conducted to identify the distribution of magnetic field anomalies to determine the subsurface structure of the area around Sampuraga hot springs. Magnetic field data was measured using a magnetometer in an area with dimensions of 1400 m x 1100 m with 154 points. The measurement data is a total magnetic field, and to obtain magnetic field anomaly values, corrections are made for diurnal variation and IGRF correction. Magnetic field anomaly values range from 353,1 nT to 7622,0 nT. Magnetic field anomaly data were processed using the Oasis Montaj software by reducing to the poles, upward continuation, and 2D modeling. The 2D modeling results show three layers of soil in the study area. The upper part (first and second layers) is interpreted as a caprock. This layer consists of sedimentary rock types of sandstone and clay and igneous rock in the form of granite at a depth of up to 1700 m. The lower part (third layer) is interpreted as a reservoir. This layer consists of metasedimentary volcanic rock, clay alteration, andesitic lava, and dacitic lava with a depth of up to 2030 m from the ground surface. The results of this model also interpret the fault zone as an outflow zone so that it forms manifestations on the surface. These three geothermal system components show that the Sampuraga area can be further developed and explored.
Pemodelan Anomali Magnetik Untuk Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Bumi Di Nagari Cupak Kabupaten Solok Furqan, Ahmad; Pujiastuti, Dwi; Puryanti, Dwi; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.4.476-482.2024

Abstract

This research was conducted to determine the distribution of magnetic anomalies in the geothermal area of Nagari Cupak, Solok Regency using geomagnetic methods. Data was collected using a magnetometer at 144 observation points with a distance of 300 m between points. The magnetic anomaly value is obtained from the correction of daily variation’s total magnetic data and correction to the magnetic field value of the 13th generation IGRF (International Geomagnetic Reference Field) reference model. Furthermore, reduction to the poles and continuation upwards with a height of 200 m are carried out to remove noise and separate local and regional magnetic anomalies. After data processing, the total magnetic anomaly value in the area ranges from 1252.8 nT to 2969.4 nT which is categorized as low. The low anomaly value is thought to be caused by the demagnetization of rocks due to the influence of geothermal sources in the subsurface. Furthermore, 2D modeling is carried out by analyzing the magnetic anomaly data and making a cross-sectional incision of the model on the contour of the magnetic field anomaly that has been processed above. Based on the modeling results, the subsurface geothermal system of Nagari Cupak, Solok Regency, consists of a cover rock layer, reservoir layer, and hot rock layer which is suspected to be the heat source of the geothermal system of the study area.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdurrachman, Mirzam Aditiya Yolanda Wibowo Aditiya Yolanda Wibowo Afdal Afdal Afdal Fajri Salim Afdal Fajri Salim Ahmad Fauzi Pohan Alexandros Andreas Alfianto Perdana Putra Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin Almuhsinin, Almuhsinin Andre Mahendra Andre Mahendra Andreas, Alexandros Anwar, Andi Rahayu Arif Budiman Arif Safitra Arwati, Sitti Astuti - Astuti Astuti Daud Satria Putra Daud Satria Putra, Daud Satria Devi Marisa Dona, Rezi Marva Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Eko Budi Nugroho Eko Budi Nugroho, Eko Budi Eldiani Arifya Fadilla Monica Fatmasari, Reni Febri Melta Mahaddilla Febri Melta Mahaddilla Friska, Vira Furqan, Ahmad Hafizul Amri Hafizul Amri, Hafizul Hamdiyessi, Sri Hanif Hidayat Harmen Zanur Hastuti, Nofriza Hendro Susilo Hidayat, Hanif Humaedi, Muhammad Tamrin Ikhwan Fikri Maulidan Ikhwan Fikri Maulidan Ilham, Rahmat Indrastuti, Novianti Irsamukhti, Robi Jantiur Situmorang Jasmita, Murda Marisa, Devi Martikno, Rudy Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Maulidan, Ikhwan Fikri Merlinda Febri Merlinda Febri, Merlinda Mirzam Abdurrachman Mohamad Ali Shafii Mohamad Ali Shafii Muhammad Fajrin Muhammad Fajrin, Muhammad Muhammad Tamrin Humaedi Muldarisnur, Mulda Murda Jasmita Mutya Vonnisa Niroha, Olong Nofriza Hastuti Novia Dwi Agusri Novianti Indrastuti Nurul Aini Olong Niroha Permanda, Randa Putra, Alfianto Perdana Putri, Sauri Aulia Putri, Tania Dian Qodri, Rahmat Ravvi Rahmat Arrahman Rahmat Arrahman, Rahmat Rahmat Ilham Rahmat Ilham Rahmat Ravvi Qodri Rahmatul Hidayat Rahmatul Hidayat, Rahmatul Randa Permanda Ratika Tri Suci Ratika Tri Suci Refiani, Syafira Aulina Rezi Marva Dona Rhomar, Zeflianto Ridhovi Endovani Ridhovi Endovani, Ridhovi Rizky Ramadhan Rizky Ramadhan, Rizky Robi Irsamukhti Rudy Martikno Safitra, Arif Salim, Afdal Fajri Sarwadi - Sarwadi -, Sarwadi Sauri Aulia Putri Situmorang, Jantiur Solly Aryza Sri Hamdiyessi Suci, Ratika Tri Sucy Lestari Wirma Susilo, Hendro Syafira Aulina Refiani Syafitri Syafitri Syafitri, Syafitri Tania Dian Putri Tania Dian Putri Tanjung, Rita Ummi Sahida Trengginas Eka Putra Sutantyo Tri Suci, Ratika Trimulyati, Wildah Utami, Zulinira Dwi Vira Friska Wildah Trimulyati Yoci Darwita Putri Zanur, Harmen Zeflianto Rhomar Zeflianto Rhomar Zulinira Dwi Utami