Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Bentuk dan Fungsi Spasial Rumah di Permukiman Tepian Sungai Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Nindito, Dwi Anung; Hamidah, Noor; Syahrozi, Syahrozi; Santoso, Mahdi; Maulana, Muhammad Iqbal; Rusdanisari, Anna; Mahmudah, Noor
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 8 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v8i2.27201

Abstract

Kajian rumah di tinjau dari bentuk fisik saja, sedangkan ada fungsi tambahan rumah di tinjau dari sisi ekonomi dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi spasial rumah sebagai tempat tinggal secara fisik dan ruang ekonomi. Pola ruang diidentifikasi dari rumah-rumah yang terletak di tepian Sungai Kahayan, Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan data primer yaitu observasi dan kuesioner dengan responden pemilik rumah yang memiliki bentuk dan fungsi spasial sebagai rumah tinggal dan fungsi usaha. Data sekunder dari artikel jurnal, buku terkait bentuk dan fungsi bangunan rumah. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi rumah di Kelurahan Pahandut Seberang mempunyai bentuk dan ruang spasial. Bentuk yaitu rumah lanting dan rumah panggung. Fungsi spasial yaitu rumah dan ruang usaha, sedangkan tinjauan aktivitas antara lain: ruang bersama, ruang bermain, dan ruang usaha.
PEMAHAMAN TENTANG PEMANENAN HUJAN BAGI SISWA PESERTA SOSIALISASI DI SMAN 10 PALANGKA RAYA Kamiana, I Made; Jaya, Allan Retu; Yupi, Haiki Mart; Nindito, Dwi Anung; Saputra, Raden Haryo; Nomeritae, Nomeritae
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.26349

Abstract

Pemanenan hujan merupakan bagian integral dari upaya konservasi air baku. Cara-cara pemanenan hujan perlu dikenalkan dan didorong untuk dilakukan oleh semua pihak, termasuk para siswa. Hal ini penting karena para siswa termasuk bagian dari generasi yang akan menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber air baku yang ketersediaannya semakin terbatas dan kritis, akibat berbagai faktor seperti pertumbuhan populasi dan perubahan iklim. Sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman tentang ketersediaan dan permasalahan sumber air baku, serta cara-cara dan manfaat pemanenan hujan, maka pada tanggal 21 Februari 2024 dilakukan kegiatan pengenalan pemanenan hujan di SMAN 10 Palangka Raya dengan metode sosialisasi, dan diikuti oleh 21 siswa yang dipilih secara acak. Siswa diberikan pre-tes sebelum acara sosialisasi, dan post-tes diberikan setelah sosialisasi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa rata-rata jumlah peserta sosialisasi yang jawabannya benar sebesar 58,57% sebelum sosialisasi dan sebesar 86,57% setelah sosialisasi. Dengan kata lain, terdapat perubahan tingkat pemahaman siswa peserta sosialisasi tentang materi sosialisasi dari kategori 'cukup' menjadi kategori 'baik' dalam skala Guttman.  
Strategi Pemanfaatan Lahan Di Ruang Terbuka Tepian Sungai Kahayan: Land Utilization Strategy in Open Spaces on the Banks of the Kahayan River Hamidah, Noor; Frieda, Frieda; Santoso, Mahdi; Nindito, Dwi Anung; Nazwa, Nazwa; Kudadiri, Puput Khairani
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.24085

Abstract

The use of open space on riverside has different characteristics from open space on land. Pahandut Seberang Village is the location of the research on land use in open spaces. The Pahandut Seberang Village area is one of the villages in Pahandut District located on the Kahayan Riverside area. Pahandut Seberang Village can be reached by land transportation or by river. The purpose of this study is to analyze land use strategies in open spaces on the Kahayan Riverside area. The research method uses qualitative methods based on literature studies, surveys, and interviews with residents and key persons. The strategy analysis identified the function of open spaces in the riverside area. The results of the analysis show that land use during high tide and low tide is different in terms of physical spatial functions, and community social activities in the open space. The results of this analysis can be used as a reference in the development of spatial areas on riverside.
Pengaruh Variasi Dosis Tawas dan Debit pada Penjernih Air Multifilter Sarang Tawon terhadap Kekeruhan Kumala, Fioniselly Djocie; Jaya, Allan Restu; Nindito, Dwi Anung
Rekayasa Vol 18, No 3: Desember, 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v18i3.31670

Abstract

The increase in population in peat swamp areas, especially in Central Kalimantan, has led to an increase in the demand for clean water for household needs and daily activities. The geographical conditions of peat swamps cause river water to become turbid due to sedimentation. Several efforts to purify water have been made, including the use of coagulation and filtration methods. This study aims to determine the effect of alum dose variation and water discharge on turbidity parameters, which were tested using the Sarang Tawon multifilter water treatment. The experimental method was used to test the Sarang Tawon multifilter water treatment, which combines alum as a coagulant with filtration media in the form of coral chips, ferrolite, and silica sand. The alum dose variations used were the normal alum dose (per volume of water), half and twice the normal alum dose, using four variations of water discharge. The results showed that alum, used as a coagulant in the Sarang Tawon multifilter water treatment, can significantly reduce turbidity parameters. The use of half of the alum dose with low water discharge is more optimal in reducing turbidity parameters, which is 66.376%. The significance of this research lies in the potential for using the Sarang Tawon multifilter water treatment with optimized water discharge settings to reduce the need for alum. The use of half a dose of alum at low water discharge can yield results comparable to using twice the dose of alum at high discharge. Further research recommendations may utilise pyrite water as a source of raw water, which is commonly found in peatlands.
PROFIL DISTRIBUSI KECEPATAN ALIRAN DI DUA KANAL BERBEDA PADA LAHAN GAMBUT TROPIS Stefanus Aditya Nugraha; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito
CRANE: Civil Engineering Research Journal Vol 6 No 1 (2025): CRANE
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/crane.v6i1.15379

Abstract

Kecepatan aliran bidang vertikal di lahan gambut memiliki karakteristik unik dan berbeda dengan sungai, yang dipengaruhi oleh topografi, morfologi, dan hidrometri saluran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil distribusi kecepatan aliran bidang vertikal dan kecepatan aliran rerata yang dilakukan pada 2 saluran dengan variasi lebar dan kedalaman. Pengukuran kecepatan dilakukan pada potongan melintang yang dibagi menjadi 7 rai (B/2, B/4, B/8, B/16) pada kiri dan kanan serta tengah, dimana (B) adalah lebar saluran. Pada setiap rai, kecepatan diukur pada sepuluh titik kedalaman dengan pengulangan 5 hingga 16 kali. Hasilnya menunjukkan pola distribusi kecepatan yang sama pada beberapa rai di kedua saluran, khususnya (B/2 di tengah, B/4 kiri, B/8 kiri, B/4 kanan, dan B/8 kanan). Pada rai ini, kecepatan besar di permukaan dan menurun mendekati dasar. Namun, di tepi saluran 1 (B/16 kiri, B/8 kanan), saluran 2 (B/16 kanan), pola distribusi menunjukkan kecepatan aliran bertambah besar di dasar saluran. Rerata kecepatan aliran mencapai 0,041 m/dt di saluran 1 (B/16 kanan) dan 0,048 m/dt di saluran 2 (B/2 tengah), dengan kedalaman rerata 0,4 sampai 0,6 h. Hal ini disebabkan pada lahan gambut terdapat akar dan serat, membentuk pori-pori yang mempercepat pergerakan aliran air tanah menuju saluran khususnya bagian tepi.
Analisis Debit Aliran pada Saluran Utama di Lahan Gambut Tropis serta Pengaruhnya Terhadap pH dan Nitrat Muhammad Naufal Raihansyah; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1327

Abstract

Abstrak   Desa Kalampangan terletak di kawasan lahan gambut tropis. Lahan gambut memiliki fungsi sebagai penyimpan air dan karbon, namun sebagian besar lahan gambut di Indonesia terdapat saluran drainase. Keberadaan saluran ini berpotensi menimbulkan masalah terhadap aliran dan permukaan air tanah. Selain itu, saluran ini berpotensi membawa air limpasan dari lahan gambut yang tercemar limbah perkebunan di sekitar saluran. Nitrat merupakan salah satu hasil dari limbah perkebunan yang dapat merusak lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis debit aliran dan pengaruhnya terhadap tingkat pencemaran air dengan parameter pH dan nitrat. Debit aliran dihitung berdasarkan data pengukuran kecepatan aliran dan profil saluran, sedangkan data kualitas air diperoleh dari hasil pengujian lapangan dan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tinggi muka air berbanding lurus dengan kenaikan debit aliran pada saluran. Debit aliran merupakan salah satu faktor dominan yang memengaruhi variasi konsentrasi nitrat (NO3-N), namun tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai pH air di lahan gambut tropis.   Kata kunci: Lahan gambut tropis, debit aliran, tinggi muka air, kualitas air, saluran lahan gambut     Abstract   Kalampangan Village is located in a tropical peatland area. Peatlands serve as water and carbon storage, however most peatlands in Indonesia have drainage channels. The existence of these channels has the potential to cause problems with groundwater flow and surface water. In addition, these channels have the potential to carry runoff water from peatlands contaminated with plantation waste around the channels. Nitrate is one of the products of plantation waste that can damage the environment. The purpose of this study is to analyze the flow discharge and its effect on water pollution levels using pH and nitrate parameters. Flow discharge were calculated based on flow velocity measurements and channel profiles, while water quality data were obtained from field and laboratory tests. The results showed that an increase in water level was directly proportional to an increase in flow discharge in the channels. Flow discharge is one of the dominant factors affecting nitrate (NO3-N) concentration variation, but it does not have a significant effect on water pH in tropical peatlands.   Keywords: Tropical peatlands, flow discharge, high water level, water quality, peat channel
Prototipe Papan Partikel Tahan Air Berbahan Baku Limbah Kayu Sebagai Material Partisi Ruang: Waterproof Particleboard Prototype Made from Wood Waste as Room Partition Material Mahdi Santoso; Noor Hamidah; Dwi Anung Nindito; Adhitya Gantin Ranu; Ilham Qodir Siregar; Jon Riston Saragih; Wahyunita; Bahrul Yoga
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 21 No 1 (2026): Volume 21 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v21i1.24009

Abstract

This study aims to evaluate the effects of ammonium dihydrogen phosphate (ADP) additive content, particle type, and layering technique on bonding properties of particleboard of white meranti (Shorea spp.) sawdust. The first stage examined the influence of ADP addition at concentrations of 0%, 5%, and 10% on the bonding properties of particleboard. The results indicated that all physical properties satisfied the requirements of SNI 03-2105:2006 and FAO:1966 standards; however, most mechanical properties did not meet the SNI standard, presumably due to the interference of ADP with adhesive bonding between particles. The second stage analyzed the effects of particle type and layering technique by increasing the polyurethane adhesive content to 20% without additive addition. This treatment significantly improved the mechanical properties, particularly for sawdust-based particleboard with a three-layer structure, enabling compliance with SNI 03-2105:2006 requirements. The third stage produced a particleboard prototype as an interior partition module, which exhibited physical and mechanical properties that met the applicable standards. Particleboard manufactured from white meranti sawdust bonded with 20% polyurethane adhesive is suitable for interior non-structural applications such as furniture and space partitions
Analisis Debit Aliran pada Saluran Utama di Lahan Gambut Tropis serta Pengaruhnya Terhadap pH dan Nitrat Muhammad Naufal Raihansyah; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1327

Abstract

Abstrak   Desa Kalampangan terletak di kawasan lahan gambut tropis. Lahan gambut memiliki fungsi sebagai penyimpan air dan karbon, namun sebagian besar lahan gambut di Indonesia terdapat saluran drainase. Keberadaan saluran ini berpotensi menimbulkan masalah terhadap aliran dan permukaan air tanah. Selain itu, saluran ini berpotensi membawa air limpasan dari lahan gambut yang tercemar limbah perkebunan di sekitar saluran. Nitrat merupakan salah satu hasil dari limbah perkebunan yang dapat merusak lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis debit aliran dan pengaruhnya terhadap tingkat pencemaran air dengan parameter pH dan nitrat. Debit aliran dihitung berdasarkan data pengukuran kecepatan aliran dan profil saluran, sedangkan data kualitas air diperoleh dari hasil pengujian lapangan dan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tinggi muka air berbanding lurus dengan kenaikan debit aliran pada saluran. Debit aliran merupakan salah satu faktor dominan yang memengaruhi variasi konsentrasi nitrat (NO3-N), namun tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai pH air di lahan gambut tropis.   Kata kunci: Lahan gambut tropis, debit aliran, tinggi muka air, kualitas air, saluran lahan gambut     Abstract   Kalampangan Village is located in a tropical peatland area. Peatlands serve as water and carbon storage, however most peatlands in Indonesia have drainage channels. The existence of these channels has the potential to cause problems with groundwater flow and surface water. In addition, these channels have the potential to carry runoff water from peatlands contaminated with plantation waste around the channels. Nitrate is one of the products of plantation waste that can damage the environment. The purpose of this study is to analyze the flow discharge and its effect on water pollution levels using pH and nitrate parameters. Flow discharge were calculated based on flow velocity measurements and channel profiles, while water quality data were obtained from field and laboratory tests. The results showed that an increase in water level was directly proportional to an increase in flow discharge in the channels. Flow discharge is one of the dominant factors affecting nitrate (NO3-N) concentration variation, but it does not have a significant effect on water pH in tropical peatlands.   Keywords: Tropical peatlands, flow discharge, high water level, water quality, peat channel
ANALISIS POLA ALIRAN AIR TANAH PADA LAHAN GAMBUT TROPIS DI SEKITAR SALURAN BERSEKAT KOTA PALANGKA RAYA Azizi Rizaldy; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito
CRANE: Civil Engineering Research Journal Vol 5 No 1 (2024): CRANE
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/crane.v5i1.12364

Abstract

Lahan gambut tropis di Desa Kalampangan merupakan semak belukar yang tumbuh setelah kebakaran lahan. Air tanah pada lahan gambut tropis mempunyai peran penting untuk menjaga kondisi lahan tetap basah. Fluktuasi muka air di saluran berkaitan dengan kondisi air tanah di sekitarnya. Untuk mengetahui aliran air tanah di sekitar saluran bersekat, maka dilakukan penggambaran peta pola aliran air tanah. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data tinggi muka air tanah pada 66 titik, dalam plot berukuran 100 m x 50 m. Pipa-pipa dibenamkan ke dalam tanah dengan posisi vertikal hingga mencapai tanah keras, selanjutnya dilakukan pengukuran. Tinggi muka air di saluran juga diukur, yaitu di bagian hulu dan hilir sekat. Pengukuran ketinggian muka air tanah dilakukan sebanyak 6 kali, saat musim kemarau. Hasil penelitian menunjukkan, pola aliran air tanah di sekitar saluran bersekat cenderung mengalir dari lahan ke arah bagian hilir. Tinggi muka air di saluran bagian hulu sekat, lebih tinggi dibandingkan dengan tinggi muka air tanah pada lahan, yang menunjukkan sekat kanal membantu menjaga ketinggian muka air tanah pada lahan. Namun tinggi muka air di hilir sekat lebih rendah dibandingkan dengan tinggi muka air tanah pada lahan, sehingga arah aliran air tanah mengalir dari lahan ke bagian hilir saluran bersekat.