Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Inovasi Dan Desain Turbin Hidrokinetik Darrieus Berdasarkan Bentuk Distribusi Kecepatan Aliran Citra Sari Wardani; Dwi Anung Nindito; Allan Restu Jaya
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2020): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v9i1.1771

Abstract

Darrieus turbine use blades with a hydrofoil shape, so the rotational ability is influenced by lift force. This caused the initial rotation capability to be very low when compared to the drag turbine type. The flow velocity distribution in the vertical direction indicates a small cross-sectional speed of flow approaching the base of the flow channel, then rising towards the surface. Darrieus Spinning Top turbine is the result of innovation and design based on the concept of flow velocity distribution. Darrieus Spinning Top turbine’s blade shapes are circular-arc and straight-line, adjusting flow velocity distribution of 0.2H, 0.6H and 0.8H from the top of the turbine. In this study, a performance comparison was conducted between Darrieus turbine and Spinning Top Darrieus. Darrieus turbines produce RPM and torque values of 54.59 – 67.90 and 0.014 – 0.029 Nm, respectively. Darrieus Spinning Top turbines produce RPM values and torque of 69.24 – 82.02 and 0.012 – 0.020 Nm respectively. RPM improvements in Darrieus Spinning Top turbine design increase the influence of lift force (increased λ value). This results in a high lap rate, but requires a high self starting to perform the turbine rotation cycle.
PENGARUH PEMASANGAN MODEL TIANG BERBAHAN BAMBU KUNING DI HILIR PINTU AIR TERHADAP ENERGI SPESIFIK Agnes Rafelia; I Made Kamiana; Dwi Anung Nindito
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5282

Abstract

Energi spesifik loncatan hidraulik yang terjadi di hilir pintu air menjadi salah satu faktor penyebab gerusan di saluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formasi model tiang di hilir pintu air yang paling signifikan berpengaruh terhadap energi spesifik. Penelitian ini dilakukan pada flume kaca dengan panjang 6 m; lebar 0,2 m; dan tinggi 0,40 m. Dasar flume dilapisi kayu. Model tiang dibuat dari bambu kuning yang diraut. Diameter model tiang 0,2 cm. Tinggi model tiang 7 cm dan 12 cm. Pola model tiang adalah paralel. Pemasangan model tiang di hilir pintu air dilakukan dalam delapan formasi. Debit yang dialirkan ke flume yaitu0,00774 m3/dt dan 0,00191 m3/dt. Pengukuran kedalaman aliran dilakukan pada16 titik, yaitu di titik pintu air, dan di titik-titik lainnya yang tersebar di hulu formasi model tiang, di tengah formasi model tiang, dan di hilir formasi model tiang. Hasil penelitian menunjukkan, formasi model tiang di hilir pintu air dapat memperbesar energi spesifik. Formasi model tiang yang paling signifikan berpengaruh terhadap energi spesifik adalah formasi dengan pola paralel penuh, tinggi model tiang 12 cm atau 3/10 dari tinggi flume, dan jarak antar model tiang1/8 dari lebar flume.Kata kunci: energi spesifik, formasi tiang, hilir pintu air
Uji Eksperimental Pengaruh Kecepatan Aliran dan Tinggi Muka Air terhadap Stabilitas Model Fisik Sekat Kanal yang terbuat dari Material Beton Aura Mayasti Hidayah Utami; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito
Buletin Profesi Insinyur Vol 5, No 2 (2022): Buletin Profesi Insinyur (Juli-Desember)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v5i2.166

Abstract

Sekat kanal adalah salah satu konstruksi yang berfungsi untuk mempertahankan tinggi muka air supaya kondisi lahan tetap terjaga kelembabannya, hal ini bertujuan agar dapat mencegah kebakaran pada lahan gambut yang diakibatkan adanya kekeringan lahan saat musim kemarau. Sekat kanal biasanya banyak dibangun pada saluran-saluran yang telah dibuka terutama pada lahan gambut. Studi ini mengamati pengaruh pola variasi tinggi muka air dan kecepatan aliran air yang bertujuan untuk mengetahui stabilitas dari sekat kanal yang terbuat dari bahan konstruksi beton, sehingga menghasilkan desain yang optimal. Studi ini menggunakan pemodelan distorsi yang dibentuk menyerupai sekat kanal di lapangan dengan skala horizontal 1:10 dan vertikal 1:5, akan diuji pada saluran. Hasil uji eksperimental menunjukkan bahwa kedalaman air di bagian hulu sekat kanal mempengaruhi besarnya nilai rembesan. Semakin bertambah kedalaman air di bagian hulu, seiring bertambahnya waktu maka semakin besar nilai rembesan yang terjadi. Selain itu juga ketinggian muka air di bagian hilir sekat mempengaruhi besar kecilnya nilai angka gerusan dengan bertambahnya ketinggian air di hilir maka angka gerusan akan semakin mengecil dan kecepatan aliran air mempengaruhi besarnya nilai gerusan, dengan meningkatnya kecepatan aliran dari arah hulu maka akan terjadi gerusan.Kata kunci: kecepatan aliran, model distorsi, sekat kanal beton, stabilitas
UJI MODEL FISIK GERUSAN AKIBAT PENGARUH WAKTU, KECEPATAN DAN TINGGI MUKA AIR DI HILIR SEKAT KANAL Arnoldus Erikson Hasiholan Manik; Haiki Mart Yupi; Dwi Anung Nindito
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1787

Abstract

Bencana kebakaran hutan dan lahan gambut tropis sering diakibatkan karena lahan gambut tropis menjadi kering akibat perubahan kondisi tata air. Sehingga perlu dilakukan pembasahan lahan gambut dengan membuat sekat kanal yang bertujuan untuk menjaga kondisi tata air lahan gambut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji model fisik sekat kanal, untuk mengetahui stabilitas sekat kanal terhadap gerusan, yang terjadi akibat kecepatan aliran air yang melewati bangunan sekat kanal untuk waktu tertentu, dengan memvariasikan tinggi muka air pada bagian hilir sekat kanal, dan muka air di hulu sekat dalam kondisi tetap. Pada penelitian ini, dilakukan dengan 2 skema pengujian pada model fisik sekat kanal dari beton. Pada skema 1, tinggi muka air di hulu sekat kanal (H1) = 22 cm dan tinggi muka air di hilir sekat kanal (h1) = 10,2 cm, untuk variasi kecepatan aliran (v1) = 0,01 m/dt, (v2) = 0,02 m/dt, serta untuk variasi waktu (t1) = 3 jam, (t2) = 6 jam. Pada skema 2, (H1), (h), (v1), (v2), (t1), (t2), nilainya sama pada parameter skema 1, yang berbeda hanya tinggi muka air pada bagian hilir sekat kanal (h2) = 22 cm. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah kedalaman gerusan yang terjadi di bagian hilir sekat kanal dari beton, sangat dipengaruhi oleh tinggi muka air di hilir, kecepatan aliran air dan waktu.
Pengenalan Teknologi Repeated Processing Septic Tank (RPS) Kepada Pelajar Di Kawasan Permukiman Spesifik Berair Untuk Mengurangi Perilaku BABs Nindito, Dwi Anung; Suyanto, Hendro; Kamiana, I Made; Jaya, Allan Restu; Yupi, Haiki Mart; Saputra, Raden Haryo; Nomeritae, Nomeritae
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Diteksi, Vol. 2, No. 1, Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v2i1.12611

Abstract

Karakter permukiman tepian sungai di beberapa ibukota kabupaten di Kalimantan Tengah adalah rumah panggung dan rumah apung. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa beberapa sungai masih menjadi tempat pembuangan limbah rumah tangga dari aktifitas manusia. Kotoran manusia (tinja) pun dibuang secara langsung ke sungai karena jamban rumah panggung tepian sungai tidak memiliki fasilitas septictank. Permasalahan yang dijumpai adalah selain air sungai masih dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, juga dimanfaatkan sebagai sumber air minum. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan solusi berupa pengenalan teknologi sanitasi Repeated Processing Septictank (RPS) untuk rumah panggung kepada siswa-siswi sekolah dengan tujuan agar nantinya bisa mengetahui dan menerapkan teknologi tersebut di masyarakat sehingga mengurangi perilaku BABs. Metode/ strategi pendekatan yang digunakan meliputi : a). Menjelaskan permasalahan konkret dan prioritas, yaitu : adanya jamban rumah panggung tanpa septictank, b). Mengenalkan ide dan gagasan tentang teknologi Repeated Processing Septictank dan c). Menyampaikan contoh keberhasilan teknologi Repeated Processing Septictank di beberapa daerah permukiman tepi sungai. Target khusus yang telah dicapai adalah mengenalkan teknologi Repeated Processing Septictank (RPS) kepada siswa-siswi SMUN 2 Kahayan Tengah Desa Bukit Rawi Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Muatan kegiatan yang telah diberikan yaitu mengajarkan teknologi Repeated Processing Septictank serta menyampaikan visualisasi pembuatan dan pemasangan yang pernah ada di lapangan serta contoh keberhasilan teknologi ini. Telah terjadi proses pembelajaran secara : 1). Kognitif, yaitu siswa mengetahui teknologi Repeated Processing Septictank dan 2). Afektif, yaitu terjadi perubahan emosi pentingnya menggunakan septictank. Diharapkan terjadi transfer pengetahuan tentang sanitasi dari siswa-siswi sekolah kepada masyarakat secara berkelanjutan.
PENGARUH PERBEDAAN LUAS PERMUKAAN LUBANG FILTRASI ALAT PENJERNIH AIR BIO-MULTIFILTER TERHADAP pH DAN TDS Nindito, Dwi Anung; Radha'ah, Fatimatur; Jaya, Allan Restu
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v11i1.288

Abstract

Pertumbuhan penduduk berdampak pada kebutuhan air bersih, baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitas. Permasalahan air baku di permukiman sekitar lahan gambut yang tidak terjangkau PDAM adalah kandungan keasaman dan tingkat kekeruhan air yang tinggi akibat sedimentasi sungai. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan Teknologi Tepat Guna (TTG) pengolah air dengan sistem sederhana yang bisa diterapkan di masyarakat perdesaan, antara lain penjernih air berjenis filtrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain alat penjernih air berjenis filtrasi (multifilter) dengan memvariasi luas permukaan lubang filtrasi, sehingga diketahui seberapa besar pengaruhnya terhadap parameter keasaman (pH) dan Total Dissolved Solids (TDS). Metode eksperimental dilakukan menggunakan penjernih air bio-multifilter dengan memvariasi luas permukaan filtrasi yang berbeda, yaitu 25%, 50% dan 75% terhadap luas permukaan total. Dimensi penjernih air berukuran 2R/3, R dan 4R/3, dengan R adalah jari-jari ketebalan lapis filtrasi. Media filter yang digunakan adalah karang jahe, batu zeolit dan bio filter serat ijuk yang diujikan dengan kerapatan media filter yang konstan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penjernih air bio-multifilter yang paling optimal dalam menaikkan derajat keasaman (pH) adalah penjernih air berukuran jari-jari 4R/3 yang memiliki luas permukaan lubang filtrasi sebesar 75%, dengan kenaikan sebesar 36,28%. Penjernih air berukuran jari-jari 2R/3 yang memiliki luas permukaan lubang filtrasi sebesar 50% mampu menstabilkan nilai TDS, dengan kenaikan kadar TDS sebesar 11,11%. Luas permukaan lubang filtrasi memengaruhi kinerja alat penjernih air bio-multifilter untuk menaikkan pH dan menstabilkan TDS. Kata kunci : TDS, pH, Filtrasi, Penjernih Air
PENGARUH JENIS MEDIA FILTER ALAMI ALAT PENJERNIH AIR BIO-MULTIFILTER TERHADAP PERUBAHAN pH DAN TDS Kristina, Mei Yulia; Jaya, Allan Restu; Nindito, Dwi Anung
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v10i2.20684

Abstract

Permasalahan terkait air baku bagi masyarakat yang bermukim di lahan rawa gambut adalah rendahnya nilai pH air tanah dan keruhnya air permukaan akibat proses sedimentasi di sungai. Alternatif solusi dari permasalahan tersebut adalah membuat alat penjernih air bio-multifilter yang mampu menaikkan pH dan menurunkan kekeruhan dengan memanfaatkan media filter alami ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh jenis media filter alami alat penjernih air bio-multifilter terhadap perubahan pH dan TDS. Metode uji eksperimental terhadap penjernih air bio-multifilter dilakukan menggunakan kombinasi media filter yaitu batu zeolit pada lapisan dalam, karang jahe di lapisan tengah dan media filter alami di lapisan luar. Media filter alami divariasi menggunakan serat goni, serat daun nanas, serabut kelapa, daun purun dan kulit jagung. Air baku yang diujicobakan adalah air tanah dengan pH rendah yang dicampur dengan tanah lempung sehingga menyerupai air sungai yang keruh dengan tingkat keasaman seperti air di lahan rawa gambut. Kerapatan media filter dan campuran tanah lempung awal dikondisikan konstan pada tiap percobaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi jenis media filter memberikan pengaruh yang beragam terhadap parameter pH dan TDS yang dihasilkan. Filter alami serabut kelapa memiliki kemampuan biosorben lebih baik dalam menaikkan pH dan menstabilkan TDS dibandingkan dengan media filter lainnya.
ANALISIS JUMLAH PENDUDUK DAN KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA PURUK CAHU KABUPATEN MURUNG RAYA Apriadi, Zainul; Jaya, Allan Restu; Nindito, Dwi Anung
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v12i2.2517

Abstract

Puruk Cahu City is the capital of Murung Raya Regency which is geographically located in the position of 0˚51˝ South Latitude - 0˚47˝ North Latitude and 113˚12˝-115˚08˝ East Longitude with an area of 191 km2 and has a population of 20542 people in 2021. As the population increases, the need for clean water will also increase. Therefore, it is necessary to analyze the population and demand for clean water, especially for the next 10 years, namely in 2032 which can be used as a basic reference for calculating the dimensions of clean water treatment plants. To obtain a water demand debit, it is necessary to project the population as well as analyze the water demand for the domestic and non-domestic sectors. In this study, the projection of the population using the least square method in 2032 is 24297 people with a total water demand from both the domestic and non-domestic sectors, namely 42.131 ltr/sec, the maximum daily requirement is 50.588 ltr/sec, and the water demand in the peak hour is 84.263 ltr/sec. This data can be used as a reference for calculating the dimensions of IPA units.
Potensi Urban Farming di Kawasan Tepian Sungai Kota Palangka Raya Hamidah, Noor; Syahrozi, Syahrozi; Nindito, Dwi Anung; Santoso, Mahdi; Kudadiri, Puput Khairani; Sulistiawati, Putri; Hasanah, Siti Fadillah; Zaini, Akhmad; Rusanisari, Anna
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Diteksi, Vol. 2, No. 2, November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v2i2.15549

Abstract

Food security starts from availability on a small scale, namely households. Utilizing the function of the yard as a medium used by the community to grow their daily needs of vegetables. Urban farming as a strategic concept in meeting household needs and food security for village communities. Urban farming is an implementation of the Community Empowerment Assistant Lecturer Program of the Faculty of Engineering of Palangka Raya University in partnership with the Religious Women of RW 02/RW 03, Pahandut Seberang Subdistrict. Urban farming is located in a residential area on the banks of the Pahandut Seberang River, Pahandut District, Palangka Raya City. The service aims to stimulate riverside communities to use the area in their yards to grow vegetables as a pilot project carried out in the courtyard of the Daruth Tayyibah Mosque. The method uses qualitative methods from the results of interviews with residents' needs and consultations with residents. The result of the service was the implementation of urban farming in the courtyard of the Daruth Tayyibah Mosque, Pahandut Seberang Subdistrict, from the initial stage, discussion activities were carried out with the Head of RT.03/RW. 02 and the community, conducting outreach to the women of Koran regarding the introduction of hydroponics through, and it is hoped that the results of the urban farming pilot project can be used by women in their home gardens to grow vegetables for daily needs, and in the long term as a business opportunity for riverside communities.
UJI EKSPERIMENTAL EFEK TWIST 180˚ TERHADAP PERFORMA TURBIN HIDROKINETIK SAVONIUS TORNADO Punu, Andri Krismantoro; Nindito, Dwi Anung; Kamiana, I Made
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, Oktober 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jt.v8i1.10917

Abstract

The problem of increasing energy demand must be balanced with energy production. The development of water-powered energy is one alternative solution for the sustainability of life on earth. The Savonius Hydrokinetic Turbine is a type of hydroelectric power plant that can convert kinetic energy into electrical energy. River currents as a renewable energy source can rotate the turbine and convert it into electricity through a generator. This study aims to determine the effect of a 180˚ twist change on the Savonius Tornado Helical Hydrokinetic Turbine with a variation of the lower end plate smaller than the upper end plate. The research method was carried out by testing 4 turbine variations, namely the Savonius Hydrokinetic Turbine and the Savonius Tornado Helical Hydrokinetic Turbine D / 2, 3D / 4 and 4D / 4, where D is the diameter of the turbine end plate. The testing process was carried out in an open prismatic channel with variations in flow speed of 0.331 m / s, 0.396 m / s and 0.486 m / s. The results of the study showed that the Savonius Hydrokinetic Turbine produced a Cp (Coefficient of power) value of 0.114 - 0.226 and a TSR (Tip Speed ​​Ratio) of 1.550 - 1.775. The performance of the Savonius Tornado Helical Hydrokinetic Turbine with end plate D / 2 was significantly higher than the Savonius Hydrokinetic Turbine, with an increase in Cp value of 11% and TSR of 12.6%. The Savonius Tornado Helical Hydrokinetic Turbine with end plate 3D / 4 increased the Cp and TSR values ​​by 6.6% and 10%. While the Savonius Tornado Helical Hydrokinetic Turbine with end plate 4D / 4 was able to increase the Cp value by 0.4% and TSR by 2.4%.