Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perbaikan Proses Produksi Part Body Casing Meter Air Untuk Meminimasi Waste Waiting Di Pt. Multi Instrumentasi Dengan Menggunakan Pendekatan Lean Six Sigma Viorina Rachminda Putri; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abs trak PT. Multi Ins trumentas i adalah s ebuah perus ahaan indus tri manufaktur yang memproduks i peralatan ukur yaitu Meter Air (Water Meter). Objek yang diteliti dalam penelitian adalah part body casing meter air. Dalam pros es produks i part body casing, ditemukan waste waiting yang mempengaruhi product delivery. Berdas arkan data perus ahaan diketahui bahwa downtime mes in yang terdapat pada pembuatan part body casing cukup tinggi dan berpengaruh terhadap ketidaks es uaian target dan has il produks i s ehingga mengakibatkan pengiriman produk yang tidak tepat waktu pada periode Januari-Des ember 2014. Dalam meminimas i waste waiting digunakan metode lean six sigma. Langkah yang perlu dilakukan dalam metode ini yaitu dengan tahap define, measure, analyze, dan improve pada DMAIC s erta menggunakan tools pada lean untuk melakukan perbaikan pros es produks i part body casing meter air. Tahap define, dilakukan penggambaran diagram SIPOC dan VSM untuk mengidentifikas i dan mendefinis ikan mas alah yang terjadi. Tahap measure, dilakukan penentuan CTD dan penentuan KPI pada waste waiting. Tahap analyze, dilakukan analis is akar penyebab waste waiting. Kemudian tahap akhir yaitu tahap improve, dilakukan us ulan perbaikan dari akar permas alahan pada tahap s ebelumnya yang bertujuan un tuk meminimas i cycle time. Berdas arkan has il pada tahap define, waste yang akan diminimas i adalah waste waiting dalam pros es produks i part body casing meter air. Pada tahap measure didapatkan nilai OEE s ebes ar 38.10% dengan equipment failure s ebagai kerugian terbes ar dalam pros es produks i. Pada tahap analyze diketahui akar penyebab mas alah waste waiting adalah kerus akan pada spare part, administrative delay, pencatatan kerus akan mes in yang tidak maks imal, dan jumlah karyawan maintenance terbatas . Pada tahap improve terdapat beberapa us ulan yang diberikan dalam meminimas i waste waiting diantaranya adalah analis is mengenai kerus akan mes in menggunakan perhitungan software pareto, merancang s ys tem andon, melakukan pencatatan kerus akan mes in s ecara lebih maks ima l dan detail, dan mengimplementas ikan autonomous maintenance. Kata kunci : Lean Six Sigma, Waste, Waiting, Downtime, Overall Equipment Effectiveness, Pareto Diagram, Visual Control, Autonomous Maintenance
Penerapan Metode Six Sigma Dengan Pendekatan Dmaic Pada Proses Tabbing Untuk Mengurangi Cacat Crack (micro Crack) Pada Produk Modul Surya 260wp Di Pt Xyz Rizka Malia Khulda; Agus Alex Yanuar; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengembangkan bisnis dan produk dalam bidang elektronika. Salah satu proyek yang dijalankan pada tahun 2017 adalah Modul Surya 260Wp dengan jumlah pesanan sebanyak 3500 unit. Berdasarkan data perusahaan pada periode Oktober hingga Desember 2017 mengalami ketidaktercapaian produksi dengan nilai rata-rata ketidaktercapaiannya mencapai 1,45% yang disebabkan karena adanya produk cacat yang dihasilkan pada proses tabbing, matrixing, terminating, lay up, dan laminating dengan jenis cacat berupa cacat dari pabrik, crack (micro crack), sel pecah, dan pecah karena mesin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode six sigma melalui pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tahap define untuk mengidentifikasi CTQ (Critical to Quality) dengan jumlah CTQ yang diperoleh sebanyak empat dan mengetahui alur proses produksi menggunakan diagram SIPOC, tahap measure untuk menghitung stabilitas proses (peta kendali-p) dan mengukur kapabilitas proses (DPMO dan level sigma) sehingga diperoleh nilai level sigma sebesar 4,2571, tahap analyze untuk menganalisis akar penyebab permasalahan menggunakan tools diagram fishbone dan 5 why’s dengan penyebab cacat yang terjadi adalah besar suhu solder yang digunakan tidak sesuai, operator tidak dapat memenuhi target di setiap sesinya, dan area penyimpanan untuk material string ribbon berada di ruang terbuka sehingga menimbulkan korosi pada string ribbon, serta menentukan prioritas perbaikan menggunakan tools FMEA, tahap improve yaitu memberikan rancangan usulan untuk meminimasi produk cacat, dan tahap control untuk mengimplementasikan hasil perubahan yang telah dibuat pada tahap improve. Usulan perbaikan yang diberikan berupa pengoptimuman besar suhu pada solder, pembuatan check sheet sebagai pengontrol operator agar dapat menghasilkan jumlah produk sesuai target, dan memberikan karakteristik untuk menyimpan material string ribbon agar tidak mengalami korosi. Kata Kunci: CTQ, DMAIC, Modul Surya 260Wp, Six Sigma, Tabbing Abstract PT XYZ is one of the State-Owned Enterprises (BUMN) companies that develops its business and products of electronics. One of projects in 2017 is Solar Module 260Wp with total order 3500 units. Based on the company data in the period up from October to December 2017, it experiences the failure of product achievement with average value of failure is 1,45% it is caused by the defect product produced on tabbing, matrixing, terminating, lay up, and laminating process. The types of defect that happens are defect from supplier, crack (micro crack) broken cell, and broken because of the machine. This research is done by using Six Sigma method through DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach. Define step to identify CTQ (Critical to Quality) with the total CTQ obtained is 4 and to know the flow of product process using SIPOC Diagram, measure step to calculate process of stability (Control Chart p) and measuring of process capability (DPMO and Level Sigma) and the value of sigma level is 4,2571, analyze step to analyze root cause of the problems by using the Fishbone Diagram and 5 Why’s tools with the cause of defect happened are the value of temperature solder used improperly, operator can’t fulfill the target at every session, and the storege for string ribbon material is open air so that causing corrosion on string ribbon, also to determine priority of improvement by using FMEA tools, improve step to give proposal to minimize the defect, and the control step to implement the result of change made on the improve step. Proposal of improvement which is given in the form of optimalization of temperature on solder, making a check sheet as operator controller in order to be able to produce the total product agree with the target, and gives characteristics to store string ribbon material in order not to experience with corrosion. Keyword: CTQ, DMAIC, Solar Module 260Wp, Six Sigma, Tabbing
Minimasi Waste Defect Pada Proses Produksi Distributor Valve Di Pt Pindad (persero) Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Khairul Abrar; Marina Yustiana Lubis; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pindad (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi alat pertahanan (militer) dan beberapa produk komersial. Salah satu produk komersial yang diproduksi adalah distributor valve. Dalam proses produkisnya, perusahaan sering mengalami keterlambatan pengiriman kepada konsumen. Penyebab utama keterlambatan ini adalah kedatangan komponen penyusun dari supplier yang tidak tepat waktu. Perusahaan telah melakukan beberapa kebijakan untuk mengatasi permasalahan keterlambatan. Namun kebijakan tersebut belum dapat mengatasi masalah keterlambatan pengiriman kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usualan perbaikan terhadap proses produksi distributor valve agar dapat meminimasi terjadinya keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah lean six sigma. Langkah yang digunakan adalah dengan tahap DMAI yaitu define, measure, analyze, dan improve. Tahap define dilakukan dengan diagram SIPOC dan VSM. Kemudian pada tahap measure diketahui bahwa proses telah stabil dengan level sigma sebesar 4,14. Selanjutnya pada tahap analyze diketahui terdapat tiga jenis defect dominan dan dilakukan analisa dengan menggunakan fishbone diagram dan 5 why. Pada tahap improve dilakukan perancangan usulan perbaikan yaitu revisi dimensi diameter komponen nozzle U dan chock chamber, menerapkan metode inspeksi liquid penetrant pada incoming quality control, dan mengganti tempat penyimpanan pelumas dengan paste dispenser machine. Kata Kunci: Lean Six Sigma, E-DOWNTIME, DMAI, SIPOC, VSM
Perancangan Prosedur Untuk Meminimasi Risiko K3 Berdasarkan Hasil Hirarc Serta Memenuhi Requirement Ohsas 18001:2007 Klausul 4.3.1, 4.4.6 Dan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012 Di Rumah Batik Komar Ari Hendriyanto; Marina Yustiana Lubis; Atya Nur Aisha
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Batik Komar merupakan perusahaan yang memproduksi kain batik asli Indonesia. Pada saat ini, Rumah Batik Komar telah berupaya menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan menyediakan alat pelindung diri (APD). Namun seluruh APD yang disediakan Rumah Batik Komar tidak digunakan karena tidak adanya prosedur tertulis untuk wajib menggunakan APD. sehingga sering mengalami kecelakaan kerja terhadap pekerjanya seperti, terkena tumpahan cairan lilin malam panas yang membuat pekerja terkena luka bakar di tangan. Penelitian ini menggunakan metode HIRARC, metode tersebut melakukan identifikasi terhadap seluruh aktivitas yang dapat menimbulkan potensi kecelakaan kerja, setelah mengidentifikasi akan dilakukan penilaian terhadap risiko kecelakaan dan menentukan pengendaliannya. Hasil identifikasi bahaya terdapat 124 potensi bahaya, kemudian dilakukan rekapitulasi terhadap penilaian potensi bahaya sehingga terdapat 5 High Risk, yaitu 1 aktivitas pada proses pembuatan batik cap, 4 aktivitas pada proses pembuatan batik tulis dan 70 Significant Risk, yaitu 15 pada proses pembuatan batik cap, 6 aktivitas pada proses pembuatan batik tulis, 18 aktivitas pada proses pembuatan cap, 15 aktivitas pada proses pewarnaan, 10 aktivitas pada proses pelorodan, dan 6 aktivitas pada proses pembuatan lilin. Oleh karena itu penelitian ini merancang prosedur tertulis untuk meminimasi risiko K3 berdasarkan requirement OHSAS 18001:2007 klausul 4.3.1, 4.4.6 dan PP No. 50 Tahun 2012. Kata Kunci : HIRARC, OHSAS 18001:2007, PP No. 50 Tahun 2012, K3
Minimasi Penyebab Produk Cacat Pada Workstation Production Di Pt. Xyz Dengan Pendekatan Metode Six Sigma Fransiscus Sucipto; Marina Yustiana Lubis; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi komponen-komponen otomotif berbahan karet. Salah satu komponen otomotif yang diproduksi adalah Cushion Seat Mount FU 150 (45149-25G00). Komponen ini cukup banyak dipesan dan menghasilkan banyak produk cacat sehingga merugikan pihak perusahaan dan konsumen. Berdasarkan data produksi dan jumlah cacat komponen Cushion Seat Mount FU 150 (45149-25G00) periode Maret 2014-Februari 2015, produk cacat yang dihasilkan selama setahun berada diatas batas toleransi yang ditetapkan perusahaan yaitu 0,5%. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi faktor-faktor penyebab produk cacat dan pemberian usulan perbaikan yang dapat meminimasi atau menghilangkan penyebab produk cacat di PT. XYZ. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode six sigma yang terdiri dari lima tahap, yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Pada tahap define dilakukan identifikasi CTQ dan pemetaan proses produksi. Pada tahap measure dilakukan pengukuran stabilitas dan kapabilitas proses. Pada tahap analyze ditemukan empat penyebab produk cacat yang akan diberikan usulan perbaikan. Usulan perbaikan yang diusulkan pada tahap improve yaitu pengadaan digital thermometer kecil didalam pabrik, pengadaan display petunjuk penyesuaian waktu press, pengadaan display sebagai pengingat operator agar membersihkan mold dengan baik, sosialisasi mengenai cara bumping yang baik, dan membuatkan pintu pada pabrik dan menutup lubang pada dinding. Kata kunci: produk cacat, six sigma, DMAIC
Minimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Distributor Valve Di Pt Pindad Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Tyas Danny Setyaningrum; Marina Yustiana Lubis; Muhammad Iqbal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pindad merupakan perusahaan yang memproduksi produk militer dan beberapa produk komersial. Salah satu produk yang dihasilkan yaitu distributor valve yang merupakan salah satu komponen pendukung air brake system. Berdasarkan data historis, perusahaan sering mengalami keterlambatan pengiriman produk ke konsumen. Oleh karena itu, dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan proses produksi distributor valve dengan menggunakan pendekatan lean six sigma.Waste motion teridentifikasi dalam proses produksi distributor valve. Data produksi kemudian diproses dengan menggunakan tahap DMAI (Define, Measure, Analyze, dan Improve). Diagram SIPOC dan Value Stream Mapping (VSM) digunakan untuk mengidentifikasiproseskunci dalam proses produksi.Process Cycle Efficiency (PCE) dihitung pada tahap measure, dimana PCE saat ini sebesar 54.21% dan total lead time 272.64 menit. Fishbone diagram digunakanuntuk melakukan analisis akar penyebab waste motion. Berdasarkan fishbone diagram diketahui bahwa penyebab waste motion pada proses produksi terdiri dari faktor manusia, alat, material dan lingkungan. Akar penyebab waste ini diminimasi dengan menerapkan prinsip 5S pada lantai produksi dan membuat toolbox dan tempat penyimpanan untuk komponen. Usulan ini dapat mengurangi lead time sebesar 20.26 menit. Kata Kunci: Lean Six Sigma, E-DOWNTIME, SIPOC, VSM, 5S
Usulan Perbaikan Untuk Mengurangi Defect Belang Pada Proses Pencampuran Produk Grip Panjang Dengan Menggunakan Pendekatan Six Sigma Di Cv. Gradient Riska Renata Yasin; Agus Alex Yanuar; Marina Yustiana Lubis
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. Gradient merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis produk, diantaranya yaitu produk berbahan dasar plastik seperti grip panjang sebagai pelindung shock breaker. Rata-rata total produksi harian grip panjang mencapai 35000 unit produk. Berdasarkan data historis perusahaan pada bulan Januari 2016 hingga Februari 2018, terdapat beberapa jenis defect yang terjadi pada produk grip panjang yaitu short mold, belang, silver, kempot, crack, dan berair. Toleransi jumlah produk defect yang ditetapkan perusahaan adalah sebesar 0.2% per bulan, namun jumlah produk defect yang terjadi setiap bulannya selalu melebihi toleransi perusahaan. Salah satu jenis defect dengan persentase tertinggi adalah belang yaitu sebanyak 21% dari total produk yang terjadi pada proses pencampuran. Penelitian ini menggunakan metode six sigma untuk mengurangi defect belang dengan tahapan DMAIC dimana teridentifikasi terdapat 3 jenis CTQ potensial pada proses produksi grip panjang. Setelah dilakukan perhitungan kapabilitas proses, diketahui nilai DPMO adalah 548 dengan level sigma sebesar 4.766. Berdasarkan analisis akar penyebab masalah, diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi defect belang adalah material dan machine. Oleh karena itu diberikan usulan perbaikan berupa pengadaan rak penyimpanan material, penerapan sistem FIFO (First In First Out), dan penambahan proses inspeksi. Kata Kunci: Defect, Grip Panjang, Proses Pencampuran, Belang, Six Sigma Abstract CV. Gradient is a company that produces various types of products, including plastic-based products such as long grip as shock breaker protector. The average total daily production of long grip is reaching 35 thousand units of products. Based on the company's historical data from January 2016 to February 2018, there are several types of defects that occur in long grip products which are short mold, stripe, silver, hollow, crack, and watery. The tolerance of the defect products set by company is 0.2% per month, but the number of defect products always exceed the company's tolerance. One type of defect with the highest percentage is stripe which is 21% of defect products. This research uses six sigma method to reduce stripe defect with DMAIC stage where identified that there are three types of potential CTQs in the long grip production process. Based on calculation of capability process, known that the DPMO score is 548 and the sigma level is 4.766. From the root cause analysis, known that some factors that affect stripe defect are material and machine. Therefore, the given improvement are provision of material storage shelves, application of FIFO system, and the addition of the inspection process. Keywords: Defect, Long Grip, Mixing Process, Stripe, Six Sigma
Usulan Perbaikan Proses Produksi Part Body Casing Meteran Air Untuk Meminimasi Waste Environment, Health, Dan Safetydi Pt. Multi Instrumentasi Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Cut Chaerani Amanda; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Multi Instrumentasi adalah sebuah perusahaan industri manufaktur yang memproduksi alat ukur yaitu Meter Air (Water Meter). Produk ini terdiri dari empat part utama penyusun meter air yaitu body casing, head casing, tube fixed coupling dan nut fixed coupling. Part yang diproduksi oleh PT. Multi Instrumentasi hanya dua yaitu part body casing dan head casing, sedangkan untuk dua part lainnya didapatkan dari supplier dan diasumsikan dalam keadaan baik. Dalam memproduksi kedua part utama tersebut sering terdapat produk yang reject. Berdasarkan data reject periode 2014, part yang lebih banyak reject adalah Body Casing. Oleh karena itu, body casing dipilih sebagai objek penelitian. Dalam upaya meminimasi waste Environment, Health, Safety, digunakan metode lean six sigma dengan tahapan DMAI yaitu define, measure, analyze dan improve. Selain tahapan DMAI digunakan pula tools lean untuk perbaikan proses produksi body casing. Pada tahap define dilakukan pemetaan value stream dan pembuatan diagram SIPOC untuk menggambarkan aliran proses yang terjadi dan pengukuran kondisi lapangan Tahap measure, dilakukan penentuan CTQ, pengkategorian kecelakaan kerja . Tahap analyze, menentukan akar penyebab masalah dengan fishbone diagram, 5 Why, FMEA dan pokayoke. Tahap improve diberikan usulan perbaikan dari hasil FMEA. Beberapa usulan yang diberikan yaitu, membuat papan himbauan mengenai kewajiban penggunaan alat keselamatan kerja, menambah pendingin ruangan atau kipas angin, memperbesar ventilasi atau ruangan yang menghasilkan panas terbesar, membuat box khusus untuk penyimpanan alat keselamatan kerja Kata Kunci : Lean six sigma, DMAIC, waste ehs
Penerapan Alat Bantu Untuk Meminimasi Produk Defect Pada Proses Produksi Rubber Bellow Di Pt Agronesia (divisi Industri Teknik Karet) Aida Mahdyana; Marina Yustiana Lubis; Poeri Suryadhini
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Agronesia (Divisi Industri Teknik Karet) adalah perusahaan industri manufaktur dengan merk dagang “Inkaba” yang memproduksi produk karet teknik untuk kebutuhan industri. Jenis produk yang diteliti dalam penelitian ini fokus pada jenis rubber bellow. Dalam proses produksi rubber bellow, ditemukan adanya produk defect yang dapat mempengaruhi kualitas produk. Berdasarkan data perusahaan pada periode Januari – Desember 2016, defect rate yang terjadi adalah 24,3% (Batas toleransi perusahaan yaitu dibawah 10%). Maka, perlu dirancang suatu perbaikan dalam upaya meminimasi produk defect. Penelitan ini menggunakan metode six sigma untuk mengurangi produk defect. Tahapan pada six sigma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada Tahap Define dilakukan identifikasi CTQ dan pemetaan proses produksi dengan menggunakan diagram SIPOC. Pada tahap Measure mengukur stabilitas proses (Peta Kontrol P) dan kapabilitas proses (DPMO dan level sigma), dengan hasil diperoleh bahwa terdapat proses yang keluar dari kontrol. Setelah mengetahui informasi bahwa terdapat proses yang tidak terkontrol maka dilakukan tahap Analyze untuk menentukan jenis defect tertinggi pada produk dengan menggunakan pareto diagram dan melakukan analisis faktor penyebab defect dengan menggunakan fishbone diagram, dan 5 why’s, serta menentukan prioritas untuk usulan perbaikan dengan menggunakan FMEA. Tahap improve dilakukan pembuatan rancangan usulan perbaikan berupa alat bantu dan penjadawalan pergantian part pada interval waktu tertentu. Kata kunci : Defect, Six Sigma, DMAIC, CTQ
Penerapan Metode Helgeson-birnie Untuk Meminimasi Waste Waiting Pada Proses Produksi Pintu Bagian Depan Komodo Mbda Di Departemen Fabrikasi Pt Pindad (persero) Mira Eka Annisa; Marina Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, berfokus pada part dari kendaraan Komodo MBDA yaitu Pintu Bagian Depan Komodo MBDA. Pada proses produksinya, terdapat aktivitas yang tidak bernilai tambah, salah satunya yaitu aktivitas menunggu perbaikan mesin dan menunggu kedatangan komponen yang termasuk dalam waktu menunggu (waste waiting). Berdasarkan permasalahan yang terjadi, diperlukan rancangan perbaikan untuk meminimasi waste waiting dengan pendekatan lean manufacturing. Tahap awal dalam penelitian ini adalah mengolah data primer untuk menggambarkan value stream mapping (VSM) dan process activity mapping (PAM). Tahap berikutnya yaitu mengidentifikasi penyebab akar masalah waste waiting menggunakan fishbone diagram lalu dilakukan pembobotan menggunakan pareto diagram untuk melihat penyebab masalah yang dominan. Setelah mendapatkan hasil pembobotan dari pareto diagram yaitu mencari akar masalah menggunakan 5 why terhadap faktor dominan. Tahap selanjutnya adalah analisis 5W1H untuk penjabaran permasalahan yang ditemukan secara detail dan menentukan rancangan usulan perbaikan. Hasil yang didapatkan dari rancangan usulan perbaikan yaitu penyeimbangan lini menggunakan metode Helgeson-Birnie dan pembuatan lembar pemeliharaan mesin. Kata kunci : Lean Manufacturing, Waste Waiting, Penyeimbangan Lini
Co-Authors Adinegoro, Ghifary Aditya Candradesta Aditya Rifqi Pratama Agus Alex Yanuar Aida Mahdyana Amalina, Yenny Nurul Amroh, Nadya Almira Andwi Wulansari Aqilaghazi , Hafizha Ari Hendriyanto Arnis Arisma Putri Asyifa Fadhila Rizki Atya Nur Aisha Ayuningtyas, Ganis Woro Bela Pitria Hakim Bella Hestina Putri Christian Dhimas Maharddhika Cut Chaerani Amanda Deandra Nobela Yahya Deden Guna Sasmitha Elvan Pratama Endang Budiasih Ergiana Reiza Ramdani* Fajrin, Juan Naufalda Falah, Hanif Rizqi FANDI ACHMAD Fany Putri Novitasari Firda Maulida Fitria Fithratur Rahmi Fransiscus Sucipto Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Hadi Susanto Hana Qatrunnada Hanny Setyaningrum Hendy Kurnia Heriyono Lalu Husein Bimantoro Husna, Amani Aulia Hutari, Nur Afiah Intan Geovani Irsyad, Amanullah Ivano, Chandika Izzati, Fajrina Nurkhalisha Jamil, Farhana Haifa Putri Khairul Abrar Kusumaningputri, Rindha Ayu Labibah Isnaini Choeronissa Madya, Gelar Aditya Meita Ratna Sari Sagala Meldi Rendra Mira Eka Annisa Muhammad Fauzi Aulia Rahman Muhammad Iqbal Muhammad Kinan Ammar Nabilatushalihah Rahandari Heruputri Nadella Yusfarani Nadhifah, Nida Syifa Nadia Fairuz Havi Nino Setyo Utomo Nugrahaini , Yunita Nugrahaini, Yunita Nur Fauziah Karin Nur Intan Dhewanty Mayangsari Octavia Ratna Dewi Permana, Muhamad Candra Permitasari , C. Digna Arga Poeri Suryadhini Pramudya, Hafizh Pratya Poeri Suryadhini Puspa Oktaviani Putra, Muhammad Satria Putria Dhiakanza Purwinto Qonitah Zahidah Rahmah, Nabila Rahmi Nur Afifah Ramadhan , Muhamad Rafi Ramadhan, Rafli Rizky Ramdani*, Ergiana Reiza Ratih Larasati Rio Aurachman Riska Renata Yasin Riska Safira Permatasari Rizka Malia Khulda Rizki Nur Rachman Rizky Ibnu Abi Cahyono Roberta Nidia Risandha Putri Ryan Rachmadian Salma Fauzia Sarah Ni'ma Shafira Saskia Latifah Choir Sheila Amalia Salma Sheila Sekar Soka Shiela Azmy Simbolon Agnes Gracecia Sinaga, Yoseph Caesario Nugroho Sri Widaningrum Suci Rachma Sari Susanto , Hadi Tito Try Arto Tyas Danny Setyaningrum Utami Wulandari Varyna Ayu Rahmalisa Wibowo Vicky Nurdiawati Viorina Rachminda Putri Widia Juliani Winta Pingkan Wiyono Yoga Cahyo Wibowo Yudhistya, Daneswari Yumna Sabila Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Yunita Nugrahaini Safrudin Zalfa Husnul Afifah