Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN KEKERASAN BERBASIS GENDER DI SURAT KABAR HARIAN SUARA MERDEKA Yuliyanto Budi Setiawan
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Komunikasi MAKNA Vol. 2 no. 1, Pebruari 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.2.1.13-20

Abstract

Instead of giving empathy to the victims, newspapers tended to wrongly illustrate the violence as such that they were likely placing women in disgrace. The media described the women as the object of sexual fantasy, harassment, and violence. The problem was how the media presented the violence in their news. There seemed no empathy to the victims of violence against women. Such paradigm brought the victims into a symbolic violence. A critical discrouse analysis was necessary to fi nd out textual aspects, production, consumption, and socio-cultural contexts of gender-based violence news on a newspaper, like what this study had performed to Suara Merdeka daily. Using a qualitative descriptive technique with critical perspective, this study analyzed the qualitative data according to Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Having explored texts presented on the news on Suara Merdeka daily, the study found a gender bias. This study suggested that most journalists in Suara Merdeka hardly found opportunities to attend gender-related workshops, so that the news output they produced did not cover both side of story. Instead, the news presented were likely having a mindset that all the readers were males. Suara Merdeka had unfairly informed the news of the violence against women, placing them as the object who suffered by implicitly showing the superiority of men over them. Such mischief could have had been avoided had Suara Merdeka already performed in-depth training and knowledge improvement to the journalists in such that they became aware of women’s position in the gender-based violence.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI Yuliyanto Budi Setiawan
Jurnal Transformatika Vol 5, No 2 (2008): January 2008
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/transformatika.v5i2.26

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi di dunia (termasuk Indonesia) dapat membuat perubahan pada sikap dan perilaku penggunanya. Hal ini memunculkan dampak positif dan negatif. Untuk contoh dampak positif: jika pengguna ingin mencari informasi, mereka hanya perlu browsing di internet. Hal ini membuat aktivitas mereka menjadi lebih mudah dan sederhana. Untuk contoh dampak negatifnya: anak-anak dapat mengakses situs porno. Hal ini membuat degradasi/turunnya kepribadian mereka. Jadi, kita harus bijaksana saat menggunakan teknologi.
Transgender Narrative in Public Service Announcement Anna Puji Lestari; Yuliyanto Budi Setiawan
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1477.319 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v5i2.706

Abstract

After changing its city branding several times, Semarang now has a new city branding, namely "Semarang Variety of Culture." However, the city branding reaped contra from academics and cultural figures because Semarang was considered not sufficient yet in terms of representing its cultural diversity. Responding to this, the Semarang City Government and the Semarang City Public Works Department created a public service advertisement on CCTV socialization for flood control in the city of Semarang with a transgender figure as the ad star. This research was qualitative research designed with Seymour Chatman's Narrative Analysis. The research found a commodification and objectification of transgender people who imitated the feminine style of women in the advertisement. In other words, the public service announcement of Semarang CCTV socialization lowered the femininity, which is synonymous with women.The public service advertisement also violated the moral codes adopted by the majority of the Indonesian people.
Komunikasi dan strukturasi gender petani di era revolusi industri 4.0 Anna Puji Lestari; Yuliyanto Budi Setiawan
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.775 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v8i2.25732

Abstract

Selama ini, struktur komunikasi antara buruh tani perempuan dan laki-laki masih bias. Hal ini mengakibatkan kesejahteraan buruh tani perempuan sangat jauh dibandingkan buruh tani laki-laki. Hal tersebut berakar dari struktur dominasi komunikasi laki-laki dalam pengelolaan dan penggarapan lahan Pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini menghadirkan pengalaman pengelola lahan pertanian perempuan sebagai wujud pemberdayaan petani perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Fenomenologi digunakan untuk mengetahui pengalaman sadar seorang perempuan dalam mengelola lahan pertanian terkait struktur atau aturan yang dibuatnya bagi buruh perempuan petani yang bekerja di bawahnya. Teori yang digunakan adalah Strukturasi Gender dan Ekofeminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunikasi asimetris merupakan penyebab utama perempuan pengelola lahan pertanian masih mengadopsi pola pikir patriarki. Informan dalam penelitian memiliki pekerja laki-laki dan perempuan. Namun, laki-laki diberi peran lebih banyak dalam pengolahan lahan bertanian sehingga mendapatkan insentif lebih besar dari pekerja perempuan. Selain itu, status informan yang seorang perempuan dan tidak lagi memiliki suami ternyata membuatnya tidak memiliki kepercayaan diri dalam mengelola lahan pertanian tanpa memberikan akses lebih kepada para petani laki-laki. Informan yang merupakan perempuan ternyata menganggap buruh tani perempuan lemah. Dengan demikian, struktur komunikasi asimetris memberikan kekuasaan lebih pada petani laki-laki dikarenakan bias bahasa yang mengangap perempuan lemah sehingga berimplikasi pada pembagian pekerjaan dan penciptaan teknologi pertanian yang hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki.
Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Guna Mendukung Zero Waste Satria Pinandita; Supari Supari; Andhy Tri Adriyanto; Yuliyanto Budi Setiawan
Journal of Community Empowerment Vol 3 No 2 (2023): Journal of Community Empowerment
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jce.v3i2.74915

Abstract

Abstrak. Penggunaan minyak goreng masyarakat desa Pertaharjo Kelurahan Tambakharjo terus meningkat. Namun pada saat ini harga minyak goreng melambung tinggi dan mengakibatkan adanya keinginan untuk menggunakan minyak goreng bekas (minyak jelantah) secara terus menurus. Padahal penggunaan minyak jelantah kurang baik bagi kesehatan. Sedangkan pembuangan minyak jelantah menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu diperlukan penanganan limbah minyak jelantah dengan baik. Salah satunya mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tinggi untuk mendukung zero waste. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan pemahaman dan pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tinggi guna mendukung zero waste di Dapur Pertaharjo Kelurahan Tambakharjo. Sasaran dari kegiatan ini adalah 30 ibu-ibu kelompok UMKM. Adapun kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode diskusi, pelatihan dan pendampingan langsung (praktik). Diharapkan pelatihan-pelatihan dalam pengolahan limbah rumah tangga terutama minyak jelantah dapat menambah pengetahuan, wawasan, kreativitas dan menambah kesadaran akan kebersihan serta dapat mengetahui bahaya penggunaan minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, menunjukkan mayoritas peserta memberikan respons yang baik dan berpartisipasi secara langsung dalam pembuatan lilin aroma terapi, lilin, cetakan lilin dari semen putih, pupuk organik dan sabun padat, serta menghasilkan produk yang dapat bernilai ekonomi dan bernilai jual tinggi. Abstract. The use of cooking oil in Pertaharjo village, Tambakharjo Village, continues to increase. However, at this time the price of cooking oil soared and resulted in the desire to use used cooking oil (used cooking oil) continuously decreased. Though the use of used cooking oil is not good for health. While the disposal of used cooking oil causes environmental pollution. Therefore, it is necessary to handle used cooking oil waste properly. One of them is processing used cooking oil waste into high-value products to support zero waste. The purpose of this community service activity is to provide understanding and training on processing used cooking oil waste into high-value products to support zero waste in Dapur Pertaharjo, Tambakharjo Village. The target of this activity is 30 mothers of MSME groups. The community service activities use discussion, training and direct mentoring methods (practice). It is hoped that trainings in household waste treatment, especially used cooking oil, can increase knowledge, insight, creativity and increase awareness of cleanliness and can find out the dangers of using used cooking oil for health and the environment. Based on the results of the service activities that have been carried out, it shows that the majority of participants gave a good response and participated directly in making aroma therapy candles, candles, wax molds from white cement, organic fertilizer and solid soap, as well as producing products that can be of economic value and high selling value.
Pendampingan Pembuatan Foto Produk sebagai Strategi Promosi untuk Meningkatkan Brand dari Produk UMKM di Kelurahan Sendangmulyo Pamungkas, Yoma Bagus; Fanani, Fajriannoor; Setiawan, Yuliyanto Budi; Hapsari, Richiana
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.15907

Abstract

Background: UMKM di Indonesia menyumbang sekitar 60% dari PDB dan menyerap lebih dari 97% angkatan kerja, namun banyak di antaranya masih menghadapi tantangan dalam pemasaran digital, khususnya di Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang. Pelaku UMKM di wilayah ini belum maksimal memanfaatkan media sosial dan fotografi produk yang berkualitas untuk promosi. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada UMKM dalam pembuatan foto produk menarik sebagai bagian dari strategi pemasaran digital. Metode: Metode yang digunakan meliputi analisis situasi, pemaparan materi, pendampingan foto dan editing, serta evaluasi hasil. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25-26 Mei 2024 dengan peserta sebanyak 15 orang dari pelaku UMKM Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Hasil: Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas foto produk, dengan perbaikan pada pencahayaan, komposisi, dan ketajaman gambar. Feedback dari peserta positif, menunjukkan peningkatan kemampuan dan hasil yang lebih baik dalam promosi melalui media sosial.memotivasi mitra untuk menjalankan usaha mandiri di bidang ini. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan UMKM dalam fotografi produk, membantu mereka lebih kompetitif di pasar digital, dan diharapkan pelatihan digital marketing lainnya seperti desain kemasan, konten video, dan periklanan juga dilakukan untuk memperkuat kompetensi UMKM di era digital.
Pembelajaran Kreatif Siswa SMA Sint Louis Semarang Melalui Pelatihan Konten Capcut Fitrianti, Ayang; Setiawan, Yuliyanto Budi; Pramucitra, Sinta; Bagus P, Yoma; Rahmawati, Rahmawati; Ramadhani, Ajeng
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6764

Abstract

Pada era digital, kemampuan membuat konten kreatif menjadi keterampilan penting, terutama bagi generasi muda. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan konten Capcut dalam meningkatkan pembelajaran kreatif siswa SMA St. Louis Semarang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 40 siswa kelas XI yang mengikuti serangkaian pelatihan pembuatan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil menstimulasi kreativitas siswa dalam aspek storytelling, penggunaan efek visual, dan narasi, serta mengembangkan keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis. Pelatihan ini juga terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa karena metodenya yang relevan dan menyenangkan. Kesimpulannya, pelatihan konten Capcut merupakan media yang inovatif dan efektif untuk menumbuhkan kreativitas dan keterampilan digital siswa, memberikan rekomendasi untuk mengintegrasikan kegiatan serupa ke dalam kurikulum sekolah.
Penjagaan Keamanan Digital Bagi Perempuan di Era Kemajuan Teknologi Komunikasi Dhavin Shaaka Abiyoga; Yuliyanto Budi Setiawan; Raihan Wreksa Dimeitri; Muhammad Syauki As Syahid
Semar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2025): Semar: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54732/semarjpkm.v1i2.1

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini membahas pentingnya keamanan digital bagi perempuan di era kemajuan teknologi komunikasi, mengingat pesatnya perkembangan digitalisasi dan potensi dampak negatif yang ditimbulkannya seperti pelecehan seksual, doxing, phishing, peretasan, penguntitan, dan peniruan identitas. Pengguna yang tidak bijak dalam menggunakan teknologi berisiko mengalami dampak tersebut. Oleh karena itu, sosialisasi keamanan digital menjadi krusial, khususnya bagi komunitas Sekartaji, sebuah komunitas penyintas kekerasan terhadap perempuan yang berwirausaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner , yang diberikan sebelum (pra-sosialisasi) dan sesudah (pasca-sosialisasi) pelatihan untuk mengukur peningkatan kewaspadaan peserta. Sosialisasi dilaksanakan pada 19 Juni 2025, bertempat di Gedung G.3.5 Fakultas Hukum Universitas Semarang, dengan 10 peserta wanita berusia 40 tahun ke atas. Materi disampaikan melalui ceramah interaktif dengan presentasi PowerPoint, menunjukkan website dan aplikasi pengaman data diri. Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kewaspadaan peserta terhadap ancaman digital setelah sosialisasi. Awalnya banyak peserta kurang waspada, namun setelah pelatihan, pemahaman mereka tentang jenis-jenis ancaman seperti penipuan online, virus, dan penguntitan online meningkat pesat. Sosialisasi ini berhasil meningkatkan kesadaran audiens untuk lebih bijak dan waspada dalam bermedia sosial, sehingga mampu terhindar dari berbagai ancaman dan bahaya digital.
PENINGKATAN KOMPETENSI JURNALISTIK BERBASIS KOMUNIKASI RISIKO DAN RAMAH GENDER PADA SUKARELAWAN PMI KOTA SEMARANG Syamsiyah Lestari Sjafiie, Sri; Budi Setiawan, Yuliyanto; Ayu Febriana, Kharisma; Rahmah, Hilda; Bagus Pamungkas, Yoma
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.950-957

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi dalam bidang penulisan dan jurnalistik pada para sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang. Hal ini penting dilakukan karena PMI perlu melakukan publikasi terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan untuk membangun solidaritas dalam masyarakat. Untuk itulah dilakukan pelatihan penulisan agar sukarelawan dan pegawai PMI bisa menulis dan mempublikasi kegiatan dengan baik. Kegiatan diawali dengan analisa kebutuhan yakni melihat situasi dan kesulitan apa saja yang sebenarnya dirasakan oleh PMI. Setelah melihat permasalahan, tim PKM menetapkan desain dan materi pelatihan. Pelatihan diberikan pada sebanyak 20 orang yang terdiri dari pegawai dan sukarelawan. Sebelum pelaksanaan pelatihan didahului dengan pretest untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum pelatihan. Selanjutnya paparan matei. Evaluasi dilakukan dengan post test dan mengolah hasil post test tersebut. Keberhasilan diukur melalui pretest dan post test peserta pelatihan
MEMAHAMI KOMUNIKASI KELOMPOK DALAM PENDAMPINGAN KORBAN KEKE.RASAN BERBASIS JENDER Yuliyanto Budi Setiawan
JURNAL ILMU SOSIAL Vol 5, No 2 (2006)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4924.613 KB) | DOI: 10.14710/jis.5.2.2006.67-76

Abstract

Through this study, some topics which were ever communicated by participants together in a meeting of Support Group, examples violence cases expe-rienced by each member, and the form of gender emancipation. The process of com-munication taking place in the Support Group has resulted in producing members who are able to overcome their problem. One of the results can be detected from the members' attitude, when communicating in the forum, namely dare to tell their problems. Essentially, the success of realizing a therapy in group depended on the communication competence and the commitment having to be possessed by those discussion participants.