Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perencanaan Karir Siswa Agustina Ibrahim; Maryam Rahim; Irpan Kasan
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (Oktober 2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v2i1.1341

Abstract

Abstrak Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan Karir siswa di SMA Negeri 1 Tilamuta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan karir siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Tilamuta yang berjumlah 150 siswa sedangkan pengambilan sampel penelitian dengan teknik random sampling berjumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dengan analisis persentase menunjukkan bahwa dari faktor yang mempengaruhi perencanaan karir di kelas X SMA Negeri 1 Tilamuta diperoleh hasil sebagai berikut: faktor internal yaitu nilai-nilai kehidupan, bakat, minat, sifat, pengetahuan, dan keadaan jasmani memiliki persentase sebesar (75,7%), dan faktor eksternal yaitu masyarakat, taraf sosial ekonomi kehidupan keluarga, orang-orang yang tinggal serumah, pendidikan sekolah, dan pergaulan dengan teman sebaya memiliki persentase sebesar (78,68%), faktor yang mempengaruhi perencanaan karir yang paling dominan adalah faktor eksternal yang memperoleh persentase tertinggi. Kata kunci: Perencanaan Karir, Faktor Mempengaruhi, Siswa Abstract This descriptive quantitative study explores the factors affecting tenth grade students’ career planning. It was conducted in SMA 1 state senior high school in Tilamuta. The objective of this research was to explore contributing factors of students’ career planning. Among 150 students of the total population, 30 were selected as the sample randomly. The study shows two affecting factors: internal and external factors. The internal factors include life values, talents, interests, traits, knowledge, and physical condition (75.7%). In addition to that, the external factors consist of the community, socioeconomic level of family life, people who live in the same house, school education, and association with peers (78.68%). The most dominant factor influencing career planning is the external factor, which is the highest percentage Keywords: Career Planning, Affecting Factors, Students
Deskripsi Interaksi Sosial Siswa SMA Se-Kota Gorontalo di Masa Pandemi Covid-19 Firman Taki; Maryam Rahim; Meiske Puluhulawa
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (Oktober 2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v2i1.1426

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini adalah interaksi sosial siswa SMA se-kota Gorontalo di masa pandemi covid-19, sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial siswa SMA se-kota Gorontalo di masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yaitu mengkaji interaksi sosial siswa SMA se-kota Gorontalo di masa pandemi covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA se-kota Gorontalo kelas X dengan anggota populasi 1764 siswa yang dijadikan anggota sampel sebanyak 10% atau 209 siswa, teknik pengumpulan data menggunakan angket, data dianalisis dengan menggunakan analisis persentase Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa interaksi sosial siswa SMA se-kota di masa pandemi covid-19 menunjukkan 19,14% pada kategori tinggi, 73,21% pada kategori sedang, 7,66% pada kategori rendah. Rata-rata persentase interaksi sosial SMA se-kota gorontalo di masa pandemi covid-19 67.61%. Dengan demikian interaksi sosial siswa SMA se-kota Gorontalo dikategorikan dalam kategori sedang. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Masa Pandemi Covid-19, Siswa ABSTRACT The Problem addressed in this study is the social interaction of senior high school students throughout Gorontalo City during the covid-19 pandemic. Thus, this present study aims to determine the social interaction of senior high school students throughout Gorontalo City during the covid-19 pandemic. This quantitative descriptive study examines the social interactions of senior high school students throughout Gorontalo City during the covid-19 pandemic. Therefore, the population in this study is senior high school students throughout Gorontalo Coty in class X, amounting to 1764 students, with a sampel of 209 students taken from 10% of the population. The data collection technique used in this stdy is questionnaires, while the data analysis is done through percentage analysis. The finding of this study is the social interaction of senior high school students throughout Gorontalo City during the COVID-19 pandemic obtains a perentage of 19.14% in the high category, 73.21% in the medium category, and 7.66% in the lo category. The average percentage of this study is the social interaction of senior high school students throughout Gorontalo City during the covid-19 pandemic is 67.61%. Thus, the social interaction of senior high school students throughout Gorontalo City is included in the medium category. Keywords: Social Interaction, Covid-19 pandemi Period, Students
PENGARUH KONSELING KELOMPOK SELF MANAGEMENT TERHADAP KONSEP DIRI NEGATIF SISWA SMP Sintiya Moomin; Maryam Rahim; Salim Korompot; Nurul Maulida Alwi
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 8, No 2 (2022): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v8i2.6482

Abstract

Self Management dapat dilakukan melalui layanan konseling kelompok, salah satu masalah yang terjadi dalam kesulitan mengelola diri yaitu konsep diri negatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok self management terhadap konsep diri negatif siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan rancangan One-Group Pre test-Post test Design. Variabel X adalah konseling kelompok self management dan konsep diri negatif merupakan variabel Y. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo yang berjumlah 10 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre test 154,90 dan nilai rata-rata post test 101,50. Hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 22,557>3,25. Dapat disimpulkan hipotesis dalam penelitian ini yakni terdapat pengaruh konseling kelompok self management terhadap konsep diri negatif siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo, dalam arti bahwa konseling kelompok self management dapat diterima dan dapat meminimalisir konsep diri negatif.____________________________________________________________________Self-management can be accomplished through group counseling services; one of the issues that arise in self-management difficulties is students' negative self-concept. This study aims to see how self-management group counseling affects the negative self-concept of class VIII students at SMP Negeri 1 Gorontalo. This type of research is a pre-experimental study with a one-group pre test-post test design. Self-management group counseling is variable X, and negative self-concept is variable Y. This study's research subjects were class VIII students from SMP Negeri 1 Gorontalo City, who recruited 10 students. The sampling technique used was purposive sampling. The results showed the average pre test score was 154.90 and the post test average was 101.50. The results of hypothesis testing obtained tcount > ttable that is 22.557> 3.25. The keyword in this research is that the influence of self-management group counseling on the self-concept of class VIII students at SMP Negeri 1 Gorontalo City, in the sense that self-management group counseling is acceptable and can minimize the negative self concepts. 
Efikasi Program Konseling Pranikah untuk Kesiapan Menikah dan Hidup Berkeluarga di Perguruan Tinggi Mohamad Awal Lakadjo; Maryam Rahim; Tuti Wantu
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6190

Abstract

Persiapan pernikahan dan hidup berkeluarga perlu dipahami dan dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk penyelesaian dan pencapaian tugas perkembangan, keinginan hidup bahagia dan mencegah serta meminimalisir persoalan ketidaksiapan menikah perlu dipersiapkan melalui penyelidikan kepribadian individu, karakteristik pasangan, dan kematangan emosional sehingga terjadi terhadap penyesuaian diri dan pasangan. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan efikasi (kemanjuran) program konseling pranikah di perguruan tinggi dalam rangka mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga bagi mahasiswa. Metode penelitian menggunakan studi efikasi untuk melihat apakah program konseling pranikah dapat bekerja dalam keadaan ideal, populasi yaitu mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo berjumlah 438 mahasiswa dengan non probability sampling dengan bentuk purposive sampling, sampel kelompok eksperimen berjumlah 17 orang mahasiswa dan kelompok kontrol berjumlah 24 orang mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program konseling pranikah tidak memiliki efikasi (kemanjuran), meskipun adanya perbedaan peningkatan kesiapan menikah dan hidup berkeluarga antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rasionalitas program konseling pranikah tidak memiliki efikasi ialah pemahaman mahasiswa belum mendalam terkait kesiapan menikah sebelum intervensi dilakukan, dan belum memiliki perbandingan dengan kerangka teoritis maupun hasil riset terhadap indikator bahasan kesiapan menikah. Kata Kunci: Konseling pranikah, Efikasi program, Kesiapan menikah. Preparation for marriage and family life needs to be understood and carried out by students as a form of completion and achievement of developmental tasks. The desire to live happily and prevent and minimize the problem of unpreparedness for marriage needs to be prepared through an investigation of individual personality, partner characteristics, and emotional maturity so that it occurs in self-adjustment and couples. This article aims to describe the efficacy of premarital guidance programs in universities to prepare for marriage and family life for students. The research method uses an efficacy study to see whether the premarital guidance program can work in ideal conditions, the population is 438 students of the Faculty of Education, the State University of Gorontalo totaling 438 students with non-probability sampling in the form of purposive sampling, the experimental group sample totaling 17 students and the control group totaling 24 student people. The results showed that the premarital counseling program had no efficacy, although there were differences in the increase in readiness for marriage and family life between the experimental class and the control class. The reason the premarital counseling program is not effective is that students' understanding of marriage readiness was not deep before the intervention was carried out, and there was no comparison with the theoretical framework or research results on indicators to discuss marriage readiness. Keywords: Pre-marital counseling, Program efficacy, Marriage readiness.
Percaya Diri dan Hubungannya dengan Kemampuan Komunikasi Interpesonal Siswa Marsanda Polumulo; Maryam Rahim; Sukma Nurilawati Botutihe
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 Nomor 2 (April 2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v2i2.1865

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang memiliki masalah dalam kemampuan komunikasi interpersonal dan percaya diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan percaya diri dengan kemampuan komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini, sebanyak 330 siswa dan sampel 33 siswa, teknik pengambilan data menggunakan purvosive sampling. Analilis data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu pengujian normalitas data, pengajuan hipotesis, pengujian koofisien korelasi. Hasil Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang positif antara percaya diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal siswa SMP VIII Negeri 2 Gorontalo. dengan persamaan regresi Y=93,17+0,17X artinya setiap kenaikan satu unit pada variable x(percaya diri) diikuti dengan kenaikan variable y(kemampuan komunikasi interpersonal)denga nilai korelasi yang di dapat yaitu sebesar r=0,579 maka koofisien(r2)variable X(percayaa diri) dengan variabel Y (kemampuam komunikasi interpersonal) sebesar 0,5792=0,335x100%=33,5% dengan demikian dapat dikatakan 0,335% variable percaya diri mempengaruhi variable kemampuan komunikasi interpersonal, dan 66,5% sisanya dijelaskan oleh variable lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Yang artinya hal ini dapat disimpulkan bahwa percaya diri sangat berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Jika semakin baik percaya diri siswa maka semakin meningkat komunikasi interpersonal siswa. Sebaliknya jika percaya diri siswa kurang baik maka semakin rendah pula komunikasi interpersonal siswa.
Penggunaan Smartphone Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Pohuwato Moh. Indra Giu; Maryam Rahim; Murhima A. Kau
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 Nomor 2 (April 2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v2i2.2168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui penggunaan Smartphone pada Siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Pohuwato. Populasi penelitian 125 orang siswa, dengan jumlah sampel 56 orang siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritpif kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket penggunaan smartphone. Menggunakan analisis persentase untuk setiap pernyataan dari indikator penggunaan smartphone. Berdasarkan analisis terhadap empat indikator penggunaan smartphone diperoleh persentase rata-rata indikator pertama smartphone sebagai media belajar mencapai 57,92%, indikator kedua smartphone sebagai pusat informasi bagi siswa mencapai 55,29%, indikator ketiga smartphone sebagai alat komunikasi bagi siswa mencapai 60,33%, indikator keempat smartphone alat untuk menambah wawasan mencapai 63,21%. Penggunaan smartphone pada siswa kelas XI MAN 1 Pohuwato untuk menambah wawasan seperti, wawasan pengembangan diri, keagamaan dan entertaiment.
Peningkatan Jiwa Enterpreneurship untuk mewujudkan Kemandirian Ekonomi pada Generasi Muda Desa Mananggu Kabupaten Boalemo Wilayah Pesisir Teluk Tomini Wenny Hulukati; Maryam Rahim; Idriani Idris; Rena Madina
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v12i2.17371

Abstract

Young people in rural regions need to possess an entrepreneurial spirit as a mental strength that motivates them to be capable of starting a business. It can evade the unemployment problem, which the solutions has not found yet until present day. The goal of this community service program is to foster an entrepreneurial spirit in the youth of Mananggu Village, Boalemo Regency, Tomini Bay Coastal Region, in an effort to achieve economic independence. This program's particular objectives include encouraging young people to be more entrepreneurial by training them with skills based on village potential and providing an opportunity for students participating in the Developing Village Thematic KKN to solve societal issues. The outcomes of this activity include: (1) enhancing the youthful generation of Mananggu Village, Boalemo Regency, and Tomini Bay Coastal Region's entrepreneurial spirit and productive skills based on local potential; and (2) providing students participating in the Thematic Village Community Service Program with experience solving community problems.
PELATIHAN SELF MANAGEMENT UNTUK MENCEGAH PERILAKU BUNUH DIRI DI KALANGAN REMAJA Wenny Hulukati; Maryam Rahim; Nurul Maulida Alwi; Rena Madina
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v6i2.2950

Abstract

Suicide is often used as a way to cope with problems. This case often occurs in various circles, including adolescents. In an effort to prevent suicidal behavior among adolescents, a self-management training was conducted among adolescents in Kramat Village, Mananggu Subdistrict, Boalemo Regency. The training was conducted using demonstration and peer-counseling methods. The results of this training activity were: (1) increased participants' understanding of the importance of self-management and (2) increased skills in self-management among adolescents. The understanding of the importance of self management and the skills to do self management are expected to prevent adolescents from committing suicidal behavior and other dangerous and despicable acts in overcoming the problems they face.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Orangtua dengan Perilaku Prososial pada Siswa Adeswita Mooduto; Maryam Rahim; Irpan Kasan
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 ( Oktober 2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v3i1.1854

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya perilaku prososial siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan perilaku prososial pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 188 siswa dan sampel berjumlah 33 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan perilaku prososial pada siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo dengan persamaan Ŷ = 8,286 + 0,843X artinya setiap kenaikan satu unit pada variabel X (dukungan sosial orangtua) diikuti dengan kenaikan variabel Y (perilaku prososial siswa) sebesar 0,843. Dan telah teruji keberartiannya a = 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 0,801. Hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan perilaku prososial pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo diperoleh koefisien korelasi r = 0,801 dengan koefisien determinasi = x 100% = 64,2%. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa 64,2% dukungan sosial orangtua dapat mempengaruhi perilaku prososial siswa sedangkan sisanya sebesar 35,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini dan nilai t = 7,463. Kesimpulanya bahwa hipotesis ini terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan perilaku prososial pada siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Artinya semakin baik dukungan sosial orangtua, maka semakin baik pula perilaku prososial pada siswa.
Deskripsi Pemilihan Karir siswa Adelin Tosubu; Maryam Rahim; Meiske Puluhulawa
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 3 No 2 (2024): Volume 3 Nomor 2 ( April 2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v3i2.2396

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan pemilihan karir siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Telaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan karir siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Telaga. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Telaga yang berjumlah 30 siswa sedangkan pengambilan sampel penelitian dengan teknik total sampling berjumlah 30 siswa dan teknik analisis data menggunakan analisis persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dengan analisis persentase menunjukkan bahwa dari pemilihan karir siswa dengan indikator pemahaman diri dengan persentase 71% berada pada kategori rendah, pemahaman dunia kerja dengan persentase 56% berada pada kategori sangat rendah, perencanaan karir dengan persentase 60% berada pada kategori sangat rendah, pemilihan karir dengan persentase 77% pada kategori sedang, dan keputusan karir dengan persentase 76% pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan karir siswa kelas XI IPA 5 SMA Negeri 1 Telaga 68% pada kategori rendah