Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Buku Saku Perilaku Empati sebagai Media Bimbingan dan Konseling Pribadi bagi Siswa Labindjang, Gebi Natasya; Rahim, Maryam; Korompot, Salim
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v5i1.2675

Abstract

Permasalahan yang menjadi fokus penelitian ini adalah apakah buku saku tentang perilaku Empati dapat digunakan sebagai media Bimbingan dan Konseling pribadi pada siswa di SMP Negeri 2 Kota Gorontalo? Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu mengembangkan dan menghasilkan produk buku saku tentang pentingnya empati sebagai media dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling pribadi pada siswa di SMP Negeri 2 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) model Sugiyono yang terdiri dari 10 tahapan, tetapi pengembangan ini hanya sampai pada tahap 6 untuk uji coba produk buku saku sebagai media bimbingan dan konseling, karena pada tahapan tersebut sudah melakukan uji kelayakan produk. Adapun langkah-langkah penelitian yang dilakukan sebagai berikut: (a) Potensi dan masalah; (b) Pengumpulan data (c) Desain produk; (d) Validasi desain; (e) uji coba produk. Berdasarkan hasil penilaian ahli desain diperoleh skor rata-rata 4 yang termasuk dalam kategori layak, ahli bahasa indonesia diperoleh skor rata-rata 4,7 termasuk dalam kategori sangat layak, ahli bimbingan dan konseling diperoleh skor rata-rata 4 termasuk dalam kategori layak. Hasil uji coba produk skala kecil pada 5 orang siswa diperoleh skor rata-rata 4,8 termasuk dalam kategori sangat layak dan hasil penilaian guru bimbingan dan konseling diperoleh skor rata-rata 4,2 termasuk dalam kategori sangat layak. Dapat disimpulkan bahwa buku saku pentingnya berempati telah masuk dalam kategori sangat layak digunakan sebagai media bimbingan dan konseling pribadi pada siswa di SMP Negeri 2 Kota Gorontalo.
Needs Analysis of Multicultural-Based Character Education in The Nusantara Dance I Course at The Department of Performing Arts Education Djafar, Nurlia; Rahim, Maryam; Bouti, Suleman; Zubaidi, Mohamad
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.355

Abstract

This study aims to analyze students’ learning needs and perceptions in the Tari Nusantara 1 course at Universitas Negeri Gorontalo, focusing on the integration of multicultural and character-based education through traditional dance. Using a mixed-methods approach combining quantitative surveys and qualitative interpretation, data were collected from 16 respondents through questionnaires. The findings reveal that all students (100%) demonstrate a strong motivation to understand Indonesia’s cultural richness, develop traditional dance skills, and strengthen their moral and cultural identity. Students perceive dance not merely as artistic performance but as a medium for building self-confidence, discipline, and pride in national heritage. Overall, the study concludes that Tari Nusantara 1 should be designed as a holistic, multicultural learning space that balances cognitive, affective, and psychomotor development. Such an approach fosters character formation, cultural awareness, and professionalism, preparing students as future cultural preservers in the global era.
HUBUNGAN PERILAKU SOPAN SANTUN DENGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Minggato, Sri Iyutri M.; Rahim, Maryam; Djibran, Moh. Rizki; Siregar, Ilham Khairi; Lakadjo, Mohamad Awal
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i2.1465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku sopan santun pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Pulubala. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku, termasuk sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada 35 siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi sederhana, korelasi Pearson, dan koefisien determinasi dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kedua variabel berdistribusi normal, sehingga layak dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil regresi sederhana menghasilkan persamaan ? = 0,415 + 0,961X, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial TikTok dengan perilaku sopan santun. Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,992 dengan signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif antara kedua variabel. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,984 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial TikTok memberikan kontribusi sebesar 98,4% terhadap variasi perilaku sopan santun siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial TikTok memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan perilaku sopan santun siswa kelas X SMK Negeri 1 Pulubala. Kata Kunci: Perilaku sopan pantun, Penggunaan media sosial TikTok, Remaja
Development of A Multicultural Based Character Education Learning Module in The “Nusantara Dance I” Course, Department of Dance Drama Music Education, Faculty of Arts and Culture, Universitas Negeri Gorontalo Djafar, Nurlia; Rahim, Maryam; Bouti, Suleman; Zubaidi, Mohamad
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026 ( Indonesia - Uzbekistan )
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v7i1.1024

Abstract

This study aimed to develop a Multicultural-Based Character Education Learning Module through the Tidi Lo Polopalo dance in the Nusantara Dance I course at the Department of Dance–Drama–Music Education, Faculty of Arts and Culture, Universitas Negeri Gorontalo. The study employed a Research and Development (R&D) method using Sugiyono’s stages, namely: identifying potentials and problems, data collection, product design, expert validation, design revision, limited try-out, product revision, and broader field implementation. A mixed-methods approach was applied: qualitative methods were used to explore character values and the multicultural context embedded in the Tidi Lo Polopalo dance, while quantitative methods were used to test module effectiveness through descriptive statistics and t-tests (independent and paired). The participants were students enrolled in the Nusantara Dance I course, divided into an experimental group using the module and a control group using conventional teaching materials. The results indicated that the developed module was rated highly valid by content, language, media experts, and cultural practitioners, with average scores above 85%. Practicality testing through lecturer and student questionnaires showed the module was “highly practical” (85–100%). Effectiveness analysis using a paired t-test yielded t = 10.16 > ttable = 2.093 (α = 0.05), indicating a significant improvement between pretest and posttest scores in the experimental group. Descriptively, the average learning outcome increased from 31.5 to 69.9 after module implementation. The module was proven valid, practical, and effective in enhancing students’ understanding of character values (discipline, cooperation, responsibility, religiosity, tolerance) and their multicultural awareness through the local cultural context of Gorontalo. The final product is a contextual dance learning module rooted in local wisdom as an implementation of culture-based character education.