Claim Missing Document
Check
Articles

Development of A Career Understanding Application for Elementary School Students Based on Augmented Reality Maryam Rahim; Wenny Hulukati; Salim Korompot; Tuti Wantu; Mohamad Awal Lakadjo
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 10, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i3.12186

Abstract

This research aims to develop an augmented reality-based career understanding of media for elementary school students. The research and development procedure consists of 7 steps out of 10 main steps, namely: (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) product/design revision, (6) products trial, (7) product revisions. Data were collected using a questionnaire consisting of (1) an expert validation questionnaire (guidance and counseling media expert, career guidance and counseling expert, Indonesian language expert), and (2) a small group trial questionnaire (elementary school teachers). Data analysis uses qualitative analysis to analyze data from expert validation and small group trials distributed through the instrument. The research results show that the research product in the form of augmented reality-based career understanding media containing content from 17 professional fields is suitable for use to improve elementary school students' career understanding, considering that this product has been validated through expert validation and small group trials. The implications of the results of this study emphasize the importance of career understanding in elementary schools, to shape children's future aspirations based on augmented reality (AR) as an interactive media for career guidance services in schools, thereby increasing students' interest in various job professions that change career guidance service methods to be more modern as well as developing students' technological competencies in facing the digital era as part of Generation Z and Alpha. Practically, guidance and counseling teachers can improve students' understanding of various professions through AR technology that facilitates understanding of the duties and responsibilities of job professions, schools can also integrate this application into a technology-based curriculum, encourage project-based learning, and inspire students' creativity and innovation in exploring and designing future careers.
Analisis Awal Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dalam Membantu Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Damhil Puluhulawa, Meiske; Hulukati, Wenny; Rahim, Maryam; Wantu, Tuti
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2: November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v4i2.2888

Abstract

Pendidikan untuk anak usia dini merupakan tahap awal dalam proses pendidikan yang sangat penting. Pada tahap ini, anak-anak usia dini mulai mengembangkan berbagai keterampilan dan kemampuan yang akan membantu mereka dalam perkembangan selanjutnya. Perkembangan sosial emosional anak usia dini penting untuk dipahami karena fase ini merupakan periode kritis dalam perkembangan anak. Pada usia dini, anak sedang mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk sosial dan emosional. Perkembangan sosial anak usia dini melibatkan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain, memahami norma sosial, dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya. Salah satu layanan yang perlu dilakukan dalam membantu perkembangan anak tersebut adalah kegiatan bimbingan dan konseling. Sebagai sebuah layanan yang sifatnya membantu, bimbingan dan konseling merupakan bagian dari keseluruhan kegiatan pendidikan selain kegiatan pengajaran dan pelatihan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan perkembangan sosial emosional anak usia dini dan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di TK Damhil Universitas Negeri Gorontalo. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang bagaimana perilaku anak dalam kegiatan belajar dan bermain. Observasi juga digunakan untuk mengamati bagaimana cara guru mengatasi apabila terjadi masalah di sekolah. Sedangkan metode wawancara digunakan untuk memperoleh data akurat tentang jumlah anak yang menunjukkan perilaku sosial emosional dalam kegiatan belajar dan bermain. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa anak TK Damhil Universitas Negeri Gorontalo di beberapa aspek telah mampu berhubungan sosial dan mengendalikan emosi dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar termasuk bergaul dengan guru dan teman sebaya. Namun ada beberapa juga masih menunjukkan perilaku perkembangan sosial emosi yang belum optimal. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah belum optimal. Jika ada anak yang bermasalah seperti berkelahi, mem-bully, tantrum dan berperilaku bermasalah lainnya, guru akan segera menangani secara insidental/pada saat itu juga. Sekolah tidak memiliki program yang berkelanjutan yang membantu dalam pencegahan masalah anak. Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling, Perkembangan Sosial Emosional, Anak Usia Dini
Tari dan Lagu Tradisional Daerah Gorontalo sebagai Teknik Bimbingan dan Konseling Rahim, Maryam; Wantu, Tuti; Bin Smith, Mardia
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v5i1.3050

Abstract

Keterlibatan siswa/konseli secara aktif dalam mengikuti layanan bimbingan dan konseling memerlukan upaya yang sungguh-sungguh dari guru bimbingan dan konseling/konselor. Upaya ini dapat dilakukan melalui penggunaan teknik layanan yang bervariasi sebagai hasil dari kreativitas guru itu sendiri. Tari dan lagu tradisional daerah dapat dikreasikan oleh guru bimbingan dan konseling/konselor menjadi teknik layanan bimbingan dan konseling. Daerah Gorontalo memiliki banyak tarian dan lagu daerah yang dapat digunakan sebagai teknik layanan bimbingan dan konseling. Tarian tersebut antara lain: tari Dana-Dana, tari Saronde, dan tari Elengge di samping itu lagu daerah, antara lain: Hulontalo Lipu’u, Ati Olo Ti Mama, Bulalo Lo Limutu, Binte Biluhuta, Wanu Moleleyangi. Artikel ini merupakan kajian tentang penggunaan tari dan lagu daerah Gorontalo sebagai teknik layanan bimbingan dan konseling.
Penggunaan Self Expression Card Melalui Layanan Bimbingan Klasikal Untuk Meminimalisir Perilaku Bullying Verbal Yulita, Metri; Rahim, Maryam; Puluhulawa, Meiske
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v5i1.3074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan self expression card melalui layanan bimbingan klasikal dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode pra-eksperimen dengan one-group pre-test dan post test design. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrument yang digunakan adalah skala bullying verbal yang berjumlah 43 item yang sudah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan teknik paired sampel t-test dengan bantuan aplikasi SPSS 20. Adapun Tema yang digunakan dalam layanan bimbingan klasikal teknik self expression card dirancang berdasarkan tema analisis kebutuhan, yaitu: name calling, taunting dan belittling, cruel criticsm dan personal defamation, racist slurs dan sexually suggestive. Hasil dari gambaran sebelum diberikan teknik self expression card bahwa hasil rata-rata skor pre-test sebesar 121.35 dan hasil dari sesudah diberikan teknik self expression card rata-rata skor post-test sebesar 96.75 yang mengambarkan penurunan skor rata-rata perilaku bullying verbal. Hasil analisis paired sampel t-test nilai Asymp.sig (2 tailed)/ signifikan adalah 0.003 ataupun probabilitas dibawah 0.05, besaran t sebesar 3.138. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik self expression card melalui layanan bimbingan klasikal ini efektif untuk mengurangi perilaku bullying verbal siswa. Hal ini menunjukkan bahwa teknik self expression card dapat digunakan oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengurangi bullying verbal pada siswa dari negative menjadi positif
Penerapan Profil Pelajar Pancasila Dalam Meningkatkan Pemahaman Kekerasan Seksual Pada Siswa Tekka, Muhammad Alim; Rahim, Maryam; Puluhulawa, Meiske
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v5i1.3095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Profil Pelajar Pancasila melalui layanan informasi dalam upaya mengatasi kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode pra eksperimen dengan one-group pre-test dan post-test design. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang di gunakan adalah skala kekerasan seksual yang berjumlah 15 item yang sudah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan teknik paired sampel t-test dengan bantuan aplikasi SPSS 2.0 Adapun teman yang digunakan dalam penerapan Profil Pelajar Pancasila dalam mengatasi kekerasan sekolah dirancang berdasarkan tema analisis kebutuhan, yaitu: cara mencegah kekerasan seksual, membangun kesadaran kritis terkait kekerasan seksual, pelecehan seksual menurut pandangan agama, langkah-langkah membantu korban kekerasan seksual. Hasil dari gambaran sebelum diberikan layanan informasi kekerasan seksual bahwa hasil rata-rata skor pre-test sebesar 44.48 dan hasil dari sesudah diberikan layanan informasi rata-rata skor post-test sebesar 65.28 yang mengambarkan penurunan skor rata-rata kekerasan seksual. Hasil analisis paired sampel t-test nilai Asymp. Sig (2 tailed)/ signifikasi adalah 0.000 ataupun probabilitas dibawah 0.05, besaran t sebesar -23.370. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peranan Profil Pelajar Pancasila efektif mengurangi perilaku kekerasan seksual siswa. Hal ini menunjukan bahwa penerapan Profil Pelajar Pancasila dapat digunakan oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengatasi kekerasan seksual pada siswa dari negatif menjadi positif
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Rolinsa Madina, Novita; Lamatenggo, Nina; Husain, Rustam; Rahim, Maryam; Ningrayati Amali, Lanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v4i2.317

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana hasil belajar siswa dapat dikembangkan melalui pengembangan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang berencana menghadirkan media pembelajaran yang cerdas dalam melihat alur cerita yang mudah dipahami untuk lebih mengembangkan hasil belajar siswa. Dalam ulasan ini, dua metode pemeriksaan informasi digunakan, khususnya strategi penyelidikan subjektif yang mencerahkan dan pemeriksaan kuantitatif yang memukau secara subjektif. Teknik pemilahan data dalam penelitian ini adalah rapat, survei, dan instrumen. Populasi dalam penelitian ini adalah SDIT Az-Zahra Kota Gorontalo. Model yang digunakan adalah 46 siswa. Instrumen data peristiwa sosial dalam kajian ini menggunakan pengesahan materi Pendidik, pengesahan Respons Belajar Pendidik Media dan tes prestasi belajar. Untuk menentukan keabsahan media pembelajaran cerdas ini, dipelajari dari evaluasi ahli media dan ahli materi dengan rata-rata skor 4,30 dan 4,40 dalam karakterisasi yang sepenuhnya dapat dilakukan. Hal yang layak dinilai berdasarkan reaksi siswa dengan rata-rata skor 91,53% pada kelas fungsional, dan rata-rata reaksi pendidik 94,49% pada kelas wajar. Media pembelajaran cerdas juga dinilai menarik dilihat dari hasil pretest dan posttest dengan skor normal pretest 54,57 dan skor normal posttest 82,83.
Self-Management Technical Modules As Personal Guidance and Counseling Media For High School Students Tuti Wantu; Maryam Rahim; Arwildayanto; Idriani Idris; Nurul Maulida Alwi; Mohamad Awal Lakadjo; Melsin Dunggio
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v6i3.67703

Abstract

The current phenomenon shows that there are still many students who still need to gain a higher level of self-management. It shows the importance of improving high school students' self-management. This research aims to produce a self-management technique module that is suitable for use as a medium for personal guidance and counseling for high school students. This research uses the Research and development (R&D) method with the following stages: potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, and product revision. The expert test subjects consisted of media guidance and counseling experts, personal guidance and counseling experts, and Indonesian language experts. This research involved a small group consisting of four Guidance and Counseling teachers as experimental subjects. Questionnaires were used for data collection. Data from expert validation and small group testing were analyzed qualitatively. The results of expert validation and product testing concluded that "the self-management techniques module is suitable for use by high school students as a personal guidance and counseling tool." Thus, this self-management module can be recommended for application as a medium for personal guidance and counseling for high school students.
Pengembangan Instrumen Asesmen Diagnosis Perilaku Bullying Peserta Didik pada Tingkat SMA Sederajat Said, Syahrul Ramadhan; Rahim, Maryam; Yusuf, Sitry; Puluhulawa, Meiske; Korompot, Salim
Student Journal of Guidance and Counseling Vol 4 No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (Oktober 2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjgc.v4i1.3101

Abstract

Jurnal ini memaparkan langkah-langkah dalam pengembangan instrumen asesmen diagnosis perilaku perundungan peserta didik pada tingkat SMA sederajat, khususnya terkait dengan penentuan aspek bentuk-bentuk perilaku perundungan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam merumuskan indikator-indikator asesmen diagnosis perilaku perundungan peserta didik pada tingkat SMA sederajat tersebut. Adapun aspek-aspek bantuk–bentuk perilaku perundungan/bullying yang digunakan sebagai dasar dalam pengembangan instrumen asesmen diagnosis tersebut, meliputi: bullying fisikal, bullying verbal, bullying sosial, dan bullying cyber/elektronik. Berdasarkan keempat aspek tersebut, selanjutnya dirumuskan indikator-indikator instrumen asesmen diagnosis perilaku perundungan peserta didik pada tingkat SMA sederajat. Akhirnya, indikator-indikator itulah yang dipakai sebagai dasar untuk merumuskan butir-butir pernyataan dalam suatu angket sebagai instrumen untuk mendiagnosis perilaku perundungan pada peserta didik. Instrumen asesmen diagnosis tersebut berupa angket diagnosis. Berdasarkan hasil pengujian pada ahli, ternyata instrumen diagnosis perilaku perundungan pada peserta didik dapat dikembangkan dan djiadikan sebuah angket diagnosis perilaku perundunga peserta didik pada tingkat SMA sebagai hasil dari desain invansi penulis. Abstract This journal describes the steps in developing an assessment instrument for the diagnosis of bullying behavior of students at the high school and equivalent level, especially related to determining aspects of forms of bullying behavior that can be used as a basis for formulating indicators for the assessment of the diagnosis of bullying behavior of students at the high school and equivalent level. the. The aspects of bullying behavior that are used as a basis for developing diagnostic assessment instruments include: physical bullying, verbal bullying, social bullying, and cyber/electronic bullying. Based on these four aspects, indicators for an assessment instrument for diagnosing bullying behavior of students at the high school and equivalent level were formulated. Finally, these indicators are used as a basis for formulating statement items in a questionnaire as an instrument for diagnosing bullying behavior in students. The diagnostic assessment instrument is in the form of a diagnostic questionnaire. Based on the results of expert testing, it turns out that an instrument for diagnosing bullying behavior among students can be developed and used as a questionnaire to diagnose bullying behavior among students at the high school level as a result of the author's innovative design.
Pengaruh Kegiatan Menggunting Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B di TK Negeri Pembina KH Dewantoro Kota Selatan Kota Gorontalo Desvianti Damaling; Maryam Rahim; Pupung Puspa Ardini
Ta'rim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 4 (2024): November : Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pendidikan Ilmu Qur'an Baubau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tarim.v5i4.1679

Abstract

This study aims to investigate the effect of cutting activities on the fine motor skills of Group B children at TK State Pembina KH Dewantoro Kindergarten, South City, Gorontalo City. An experimental method with a one-group pretest-posttest design was used. The study was conducted over two months, involving 21 children as the sample. Data collection was carried out using a performance test. A pre-test was performed to measure fine motor skills before the intervention, followed by the implementation of a cutting activity with paper for eight sessions. After the intervention, a post-test was conducted to assess changes in the children's fine motor skills. The results showed that the average score of fine motor skills before the intervention was 56.75, which increased to 88.76 after the intervention. The t-test revealed a t-statistic value of -24.720 and a p-value of 0.000, indicating that the p-value is less than the established significance level (0.05). Thus, the null hypothesis is rejected, and the alternative hypothesis is accepted, indicating that the cutting activity had a significant effect on improving the children's fine motor skills. These findings confirm that the cutting activities applied were effective in improving the fine motor skills of children at TK State Pembina KH Dewantoro Kindergarten.
Memberdayakan Remaja Melalui Bimbingan Pranikah Untuk Mencegah Pernikahan Dini Di Desa Piloliyanga Rahim, Maryam; Hulukati, Wenny; Lakadjo, Mohamad Awal
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i1.1203

Abstract

Pernikahan dini merupakan isu sosial yang berdampak pada kesejahteraan remaja dan ketahanan keluarga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bimbingan persiapan pernikahan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini dan kesiapan berumah tangga. Metode yang digunakan adalah pelatihan dilakukan melalui empat tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut, dengan partisipasi 35 remaja di Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan berdasarkan analisis skor pre-test dan post-test. Bimbingan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap dampak pernikahan dini, meskipun tantangan sosial dan budaya tetap ada. Diperlukan intervensi komunitas yang lebih holistik untuk meningkatkan efektivitas program. Pengabdiak kepada masyarakat ini merekomendasikan integrasi bimbingan persiapan pernikahan dalam sistem pendidikan formal dan nonformal sebagai strategi preventif dalam menekan angka pernikahan dini serta membangun keluarga yang stabil dan berketahanan.