Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengembangan Kompetensi Guru melalui Pemanfaatan Media Interaktif dalam Pembelajaran Anshari Anshari; Muh. Bahly Basri; Sakaria Sakaria; Asis Nojeng; Iin Nur Yasinta
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2308

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif melalui pelatihan penggunaan JeopardyLabs. Pelatihan ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Mandai, Maros. Sebanyak 25 guru berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelatihan ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu: (a) pemaparan materi seputar konsep gamifikasi dan pengenalan fitur JeopardyLabs, (b) praktik langsung membuat kuis interaktif menggunakan aplikasi tersebut, dan (c) simulasi pengoperasian JeopardyLabs dalam konteks pembelajaran di kelas. Hasil evaluasi menunjukkan aspek pemahaman materi (93%), kemudahan penggunaan aplikasi (94%), motivasi menggunakan media digital (92%), kesiapan implementasi (94%), serta kualitas penyajian pelatihan (95%). Hasil tersebut menegaskan bahwa JeopardyLabs dinilai sebagai media yang mudah digunakan, menarik, dan efektif dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik. Secara keseluruhan, pelatihan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi digital dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis gamifikasi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Peningkatan Keterampilan Berpidato dengan Menerapkan Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Campalagian Marwah Al Mukarramah; Anshari Anshari; Sakaria Sakaria
Cakrawala Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v11i1.2387

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpidato siswa melalui penerapan metode demonstrasi. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini mengacu pada teori keterampilan berbicara dan berpidato yang dikemukakan oleh Henry Guntur Tarigan, Safari, serta teori metode demonstrasi menurut Joyce & Weil. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 32 siswa kelas VIII C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes keterampilan berpidato. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada keterampilan berpidato siswa. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa mencapai 70,96 dengan tingkat ketuntasan sebesar 37,50%. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan yang lebih baik, dengan nilai rata-rata 82,18 dan ketuntasan belajar mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi efektif dalam membantu siswa meningkatkan penguasaan materi, intonasi, ekspresi, kelancaran berbicara, serta rasa percaya diri saat berpidato.
CRITICAL THINKING AND PROBLEM-SOLVING SKILLS OF MAKASSAR YOUNG LEARNERS: AN EXPLORATION OF THE ROLES OF LITERACY, GENDER, AND SOCIOECONOMIC STATUS Suriana Suriana; Anshari Anshari; Mantasiah R.; M. Saleh
Jurnal Gramatika Vol 11, No 2 (2025): Autumn Issue (October–March)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2025.v11i2.10462

Abstract

Critical thinking and problem-solving are key 21st-century competencies that determine students’ academic success and life readiness. Although numerous studies have been conducted, most have focused on dispositional aspects and learning strategies, whereas the dimensions of self-confidence and systematic thinking have remained relatively underexplored. This study addresses this gap by examining differences in critical thinking and problem-solving skills based on literacy, gender, socioeconomic status (SES), and maternal educational background. Using a cross-sectional survey design, data were collected from 1,797 junior secondary students in Makassar, Indonesia. Statistical analyses using t-tests and one-way ANOVA were employed to examine mean differences across groups. Results revealed that students with higher reading–writing literacy demonstrated greater self-confidence and more systematic thinking. Female students outperformed males in reflective aspects of critical thinking and problem-solving, whereas SES differences appeared only in the essential systematicity of thinking. No significant differences were found based on maternal education. These findings highlight literacy as the strongest differentiating factor in students’ critical thinking and problem-solving skills. In practice, the study underscores the importance of interdisciplinary, literacy-based instruction to strengthen students’ higher-order thinking skills. Future research should employ longitudinal and mixed-method approaches to explore the mediating role of the cultural environment in shaping young learners’ critical cognition in developing countries.
Diskursus Kekuasaan dalam Novel Negeri Senja Karya Seno Gumira Ajidarma dan Novel Dari Rahim Ombak Karya Tison Sahabuddin Bungin: Analisis Wacana Norman Fairclough Dwi Rahayuninsi; Anshari Anshari; Aslan Abidin
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8349

Abstract

This study aims to examine the discourse of power formed and presented in the novel Negeri Senja and the novel Dari Rahim Ombak through Norman Fairclough's critical discourse analysis approach. This study is a qualitative study that emphasizes the deep meaning of literary texts as symbolic representations of power. The analytical method used refers to the three dimensions of Fairclough's model, namely: text analysis (description), discourse practice (interpretation), and social practice (explanation). The main data in the form of quotations in the novel that show the discursive practice of power, supported by secondary data such as theoretical literature, scientific journals, and socio-political contextual studies. The results of the study show that the two novels represent the ideology of power differently. Negeri Senja presents oppressive power that is legitimized through myth and violence, with fear as a tool of domination. In contrast, Dari Rahim Ombak criticizes the exploitation of resources and economic domination through a development narrative that appears progressive but is full of power interests, and emphasizes the importance of environmental conservation. In terms of social relations, Negeri Senja shows a hierarchical and closed structure, forming an alienated subject who loses agency. Meanwhile, Dari Rahim Ombak presents a more dialogical social relationship, although it remains controlled by traditional norms and state authority, and presents a subject who builds identity through ecological concern and collective responsibility. This finding confirms that literary texts function as symbolic fields that not only reflect socio-political realities, but can also reveal and critique the mechanisms of power hidden in narrative structures. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diskursus kekuasaan dibentuk dan dihadirkan dalam novel Negeri Senja dan novel Dari Rahim Ombak melalui pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menekankan pada pemaknaan mendalam terhadap teks sastra sebagai representasi simbolik kekuasaan. Metode analisis yang digunakan merujuk pada tiga dimensi model Fairclough, yaitu: analisis teks (deskripsi), praktik wacana (interpretasi), dan praktik sosial (eksplanasi). Data utama berupa kutipan-kutipan dalam novel yang menunjukkan praktik diskursif kekuasaan, didukung oleh data sekunder seperti literatur teori, jurnal ilmiah, dan kajian kontekstual sosial-politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel tersebut secara berbeda merepresentasikan ideologi kekuasaan. Negeri Senja menampilkan kekuasaan opresif yang dilegitimasi melalui mitos dan kekerasan, dengan ketakutan sebagai alat dominasi. Sebaliknya, Dari Rahim Ombak mengkritik eksploitasi sumber daya dan dominasi ekonomi melalui narasi pembangunan yang tampak progresif namun sarat kepentingan kekuasaan, serta menekankan pentingnya konservasi lingkungan. Pada aspek relasi sosial, Negeri Senja memperlihatkan struktur yang hierarkis dan tertutup, membentuk subjek yang teralienasi dan kehilangan agensi. Sementara itu, Dari Rahim Ombak menampilkan relasi sosial yang lebih dialogis, meskipun tetap dikendalikan oleh norma tradisional dan otoritas negara, serta menampilkan subjek yang membangun identitas melalui kepedulian ekologis dan tanggung jawab kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa teks sastra berfungsi sebagai medan simbolik yang tidak hanya merefleksikan realitas sosial-politik, tetapi juga dapat mengungkap dan mengkritisi mekanisme kekuasaan yang tersembunyi dalam struktur naratif.
Gender Roles in Dahlia Rasyad’s Novel Perempuan Yang Memetik Mawar: Talcott Parsons’ Perspective Andi Indah; Anshari Anshari; Usman Usman; N. Ifga Gunawan
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 15, No 1 (2026): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v15i1.8553

Abstract

The purpose of this study is to analyze the constructed gender roles in Dahlia Rasyad’s novel Perempuan yang Memetik Mawar using a gender sociology perspective, specifically structural-functional theory (Parsons, 1949; Parsons & Bales, 1995). This study employs a qualitative research design with a descriptive method. The data in this study consist of words, phrases, and sentences from the primary data source, namely Dahlia Rasyad’s novel Perempuan yang Memetik Mawar, collected through the read-and-record technique. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, which were then verified using source and theoretical triangulation. The results of the study indicate that this novel constructs traditional gender roles, in which women perform expressive roles (domestic, nurturing, providing emotional support) and men perform instrumental roles (public, earning a living). However, the study also identified representations of masculine women who work hard and earn a living, as well as feminine men who perform domestic work and provide emotional support. This study contributes to the field of gender sociology while serving as a vehicle for social critique of gender inequality in Indonesian society, particularly within the context of the local culture of South Sumatra. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis peran gender yang dikonstruksikan dalam novel Perempuan yang Memetik Mawar karya Dahlia Rasyad menggunakan perspektif sosiologi gender, yaitu teori struktural fungsional oleh Parsons (1949) dan Parsons & Bales (1995). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat dari sumber data utama, yaitu novel Perempuan yang Memetik Mawar, yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Analisis dengan cara reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan kemudian diverifikasi menggunakan triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengonstruksikan peran gender tradisional di mana perempuan menjalankan peran ekspresif (domestik, mengasuh, memberi dukungan emosional) dan laki-laki menjalankan peran instrumental (publik, mencari nafkah). Namun, ditemukan pula representasi perempuan maskulin yang bekerja keras dan mencari nafkah, serta laki-laki feminim yang melakukan pekerjaan domestik dan memberi dukungan emosional. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam studi sosiologi gender, sekaligus menjadi sarana kritik sosial terhadap ketidaksetaraan gender dalam masyarakat Indonesia, khususnya dalam konteks budaya lokal Sumatera Selatan.
SELF-PERCEIVED TPACK COMPETENCE OF INDONESIAN LANGUAGE TEACHERS IN A PROFESSIONAL EDUCATION PROGRAM FOR TECHNOLOGY-ENHANCED LEARNING Anshari Anshari; Sakaria Sakaria; Iin Nur Yasinta
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 1 February 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v0i0.89333

Abstract

This study examined Indonesian language teachers' perceptions and understanding of the integration of technological pedagogical content knowledge (TPACK) in language instruction during the Teacher Professional Education (Pendidikan Profesi Guru [PPG]) program at Universitas Negeri Makassar. A quantitative descriptive survey was conducted with all 40 teachers in the cohort. Data were collected using a five-point Likert questionnaire covering content knowledge (CK), pedagogical knowledge (PK), and technological knowledge (TK) and were analyzed using descriptive statistics. The results indicated high perceived competence across all three domains. CK recorded the highest overall mean (M = 3.95), followed by TK (M = 3.88) and PK (M = 3.87). Teachers reported particular strength in contextualizing Indonesian language content, using online learning applications, and selecting instructional strategies. Comparatively lower-rated areas included diagnosing students' learning difficulties, designing critical-thinking activities, conducting language assessment, evaluating the affordances and limitations of digital media, and adapting to emerging technologies. These findings indicate a positive foundation for technology-enhanced Indonesian language instruction while underscoring the need for practice-based professional development that integrates content, pedagogy, and technology.