Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

IMPROVING KNOWLEDGE AND SKILLS ON MEDICAL NUTRITION THERAPY IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS IN AGRICULTURAL COMMUNITIES Angraini, Dian Isti; Carolia, Novita; Mayasari, Diana; Imantika, Efriyan
Community Development Journal Vol 9 No 1 (2025): Community Development Journal
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v9i1.7090

Abstract

The prevalence of type 2 Diabetes Mellitus continues to increase, including in agricultural communities (farmers). Low treatment compliance can result in increased complications, morbidity and mortality. Medical nutrition therapy is one of the recommended diabetes control measures. Lack of education, understanding of diet, and family support causes many DM patients to not comply with diet therapy recommendations. The purpose of this activity is to provide health education (health promotion) regarding medical nutrition therapy for DM treatment to type 2 DM patients in the agricultural community, conduct a meal planning simulation (DM diet) that is in accordance with the condition of type 2 DM patients, and increase the knowledge and skills of type 2 DM patients in medical nutrition therapy. The method that will be used is health education (promotion) on medical nutrition therapy for type 2 DM patients and a meal planning simulation regarding the DM diet. The results of the evaluation of the implementation of community service showed that there was an increase in the knowledge of participants by 90% to a good knowledge, 10% of participants had a moderate knowledge, and no participants had a poor knowledge of the definition of DM, symptoms and signs, risk factors, treatment/therapy, disease prevention, prevention of complications, medical nutrition therapy/DM diet, exchange foods, recommended and not recommended foods for DM patients and myths and facts about type 2 DM. The average pre-test result was 52.5 and increased in the post-test result of 82. Based on the analysis using the Wilcoxon test, it was found that there was a statistically significant difference in the pre-test and post-test values ​​of community service participants (p = 0.000). The activity of increasing knowledge and skills regarding medical nutrition therapy for type 2 diabetes mellitus patients in the agricultural community is a way to improve the ability of the community, especially type 2 DM patients, in managing medical nutrition therapy for type 2 DM, as an effort to prevent worsening and complications. The activity of increasing understanding and skills regarding medical nutrition therapy for type 2 diabetes mellitus patients in the agricultural community has proven effective.
Pelatihan Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Ibu Hamil Risiko Tinggi (Risti) Di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Angraini, Dian Isti; Apriliana, Ety; Imantika, Efriyan; Mayasari, Diana; Wijaya, Sofyan Musyabiq
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2532

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi. Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu adalah kehamilan berisiko tinggi yang tidak terdeteksi.Antenatal Care (ANC) sangat penting karena selain untuk memeriksakan keadaan ibu dan janin juga untuk medeteksi apabila terdapat risiko-risiko yang mungkin timbul dalam kehamilan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kader posyandu dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi, pemutaran video, pembagian leaflet, dan simulasi penggunaan kartu skor poedji rochdjati (KSPR). Pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi disertai dengan pembagian leflet dan pemutaran video pada sesi terakhir. Simulasi penggunaan KSPR dengan memberikan skenario kasus sebagai pemicu dan kemudian peserta mengisi langsung KSPR. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2017 pada pukul 08.00 sampai dengan selesai. Tempat kegiatanpengabdian ini adalah di ruang aula Puskesmas Karang Anyar kabupaten Lampung Selatan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman setelah diadakan pelatihan yaitu peserta pelatihan yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 0%menjadi90%. Dari keseluruhan peserta masih terdapat peserta yang cukup paham sebesar10%. Kesimpulan: peningkatan peran kader kesehatan dalam upaya deteksi dini dan rujukan kasus kesehatan ibu dan anak terutama pada kasus rujukan persalinan dalam rangka kesiapan dan kesiagaan komplikasi bagi ibu dan bayi baru lahir diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan anak.Kata Kunci: kader, kehamilan resiko tinggi
‘Metabolic Syndrome Criteria’ Berdasarkan Panel III AHA sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Metabolik pada Wanita Menopause Imantika, Efriyan; Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2536

Abstract

Menopause merupakan masa dimana terhentinya siklus menstruai pada wanita secara permanen yang terjadi secara alami. Di Indonesia, diperkirakan terdapat 30.3 juta wanita menopause pada tahun 2020. Penelitian terkini menyatakan bahwa terhentinya aktivitas folikular ovarium menyebabkan penurunan produksi estrogen secara signifikan pada wanita menopause dan berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit metabolik. Estrogen memiliki reseptor hampir diseluruh organ tubuh wanita yang artinya Estrogen berperan dalam seluruh proses metabolism sel didalam tubuh meskipun mekanismenya belum jelas. Transisi ke masa menopause selalu diikuti dengan obesitas sentral berupa peningkatan lemak intra abdominal. Sel lemak inilah yang memproduksi subsatnsi yang dikenal sebagai adipokines yang menimbulkan respon inflamasi, resistensi insulin, peningkatan oxidative stress, koagulasi dan memicu terbentuknya atherosklerosis.. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan edukasi mengenai risiko penyakit metabolik serta upaya penapisan (screening) melalui pemeriksaan kesehatan adanya risiko penyakit metabolik menggunakan kriteria yang dikeluarkan oleh Panel III AHA (American Heart Association) pada wanita menopause. Diharapkan risiko tersebut dapat diturunkan atau segera mendapatkan penanganan jika sudah terdiagnosis salah satu penyakit metabolic. Metode yang akan dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan Kriteria Penyakit Metabolik Panel III AHA. Wanita menopause yang mengikuti kegiatan pengabdian di Desa Bandarkagungan Raya dan Desa Tanjung Iman Kabupaten Lampung Utara yang sebanyak 54 orang. Peserta yang besrisiko tinggi menderita sindrom metabolik sebanyak 25 orang (46.3 %). Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai perubahan sistem reproduksi dan risiko terjadinya sindrom metabolik pada wanita menopause, pemahaman masyarakat Desa Bandarkagungan Raya dan Desa Tanjung Iman Kabupaten Lampung Utara mengalami peningkatan.Kata Kunci : Penyakit Metabolik, Metabolik Sindrom, Wanita menopause
Pelatihan “SHASIBU” bagi Kader Posyandu dalam Upaya Meningkatkan Cakupan Peserta Keluarga Berencana Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongtataan Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Carolia, Novita; Imantika, Efriyan; Apriliana, Ety; Warganegara, Efrida; Carolia, Imelda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2794

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang relatif tinggi dapat diatasi dengan program Keluarga Berencana (KB). Ledakan penduduk akan menyebabkan tidak tersedianya sumber daya makanan dan energi yang cukup sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kader posyandu dalam melakukan KIE mengenai KB dan kontrasepsi. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gedongtataan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi, pembagian leaflet dan modul pelatihan, dan simulasi dengan metode role play. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2019 pada pukul 08.00 sampai dengan selesai. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah di ruang aula Puskesmas Gedongtataan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman setelah diadakan pelatihan yaitu peserta pelatihan yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 3,33% menjadi 90%. Dari keseluruhan peserta masih terdapat peserta yang cukup paham sebesar 10% . Kesimpulan: peningkatan peran kader kesehatan dalam melakukan KIE mengenai kontrasepsi pada pasangan usia subur dapat meningkatkan cakupan peserta aktif program KB.Kata Kunci: cakupan KB aktif, kader
Penerapan eKIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Elektronik) Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil Di Era New Normal Angraini, Dian Isti; Karyus, Aila; Kania, Susi; Sari, Merry Indah; Imantika, Efriyan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2807

Abstract

Indonesia sedang menghadapi bencana nasional nonalam COVID-19 sehingga pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil di era new normal dengan menerapkan eKIE. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu promosi kesehatan eKIE (komunikasi, informasi dan edukasi elektronik) berupa pemberian materi dan diskusi interaktif melalui whattsapp group. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu hari Senin, Rabu dan Jum’at tanggal 6, 8 dan 10 Juli 2020 pada pukul 09.00 sd 12.00. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah melalui media elektronik secara online dengan whattsapp group. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang baik pada ibu hamil setelah diadakan eKIE dengan peningkatan pengetahuan dari 1,4% menjadi 93%; dan peningkatan perilaku dari 14,1% menjadi 97,2%. Kesimpulan: penerapan eKIE untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam menjaga dan meningkatkan kesehatannya memang dibutuhkan terutama di era new normal.Kata Kunci: eKIE, era new normal, ibu hamil
Model IMLEG (Ibu Melek Gizi) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Melalui Penerapan Gizi Seimbang di 1000 Hari Pertama Kehidupan Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Imantika, Efriyan; Apriliana, Ety
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2945

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan global dan nasional serta membawa banyak dampak buruk terhadap kualitas generasi penerus bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan balita dengan menerapkan model IMLEG (ibu melek gizi). Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pembuatan modul IMLEG, pendidikan kesehatan berupa pemberian materi dan diskusi interaktif, serta pemberian makanantambahan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu hari Kamis tanggal 29 Juli 2021 dan Selasa tanggal 10 Agustus 2021 pada pukul 09.00 sd 14.00. Tempat kegiatan pengabdian ini di PosyanduMuara Putih, Natar, Lampung Selatan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah diadakan pendidikan kesehatan yaitu ibu hamil yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 0% menjadi  90%; rerata nilai pretes 55,13 naik menjadi 84 saat postes; hasil analisis uji beda didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan (p=0,000). Kesimpulan: penerapan model IMLEG untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita terbukti efektif, terutama dalam menerapkan gizi seimbang dalam 1000 HPK sebagai upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: model IMLEG, stunting, 1000 HPK
Penyuluhan Mengenai Indikasi dan Kotraindikasi Pemasangan Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) Wanita Usia Subur Pada Program Mobil Layanan KB Kecamatan Panjang BKKBN Kota Bandar Lampung Rodiani, Rodiani; Imantika, Efriyan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2950

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kota di Indonesia yang mempunyai angka unmet need yang tinggi yakni mencapai 12,1%. Dari data BKKBN Kota Bandar Lampung juga didapatkan data akseptor baru pemakai kontrasepsi jangka panjang untuk IUD tahun 2018 relatif masih sedikit. Dikarenakan pengetahuan mengenai indikasi dan kontraindikasi pemasangan IUD masih awam di masyarakat kota Bandar Lampung. BKKBN Kota Bandar Lampung menggunakan Mobil Layanan KB untuk melaksanakan kegiatan KB tersebut.  Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan mengenai indikasi dan kontraindikasi pemasangan IUD pada program Mobil Layanan KB Kecamatan Panjang BKKBN Kota Bandar Lampung. Metode yang akan dilakukan adalah denganmemberikan penyuluhan mengenai indikasi dan kontraindikasi pemasangan IUD dan kemudian dilanjutkan tindakan pemasangan IUD pada akseptor yang berubah keputusan dimana IUD menjadi pilihan kontrasepsinya. Wanita usia subur yang merupakan akseptor KB dari Kecamatan Panjang yang mengikuti kegiatan program Mobil Layanan KB BKKBN Kota Bandar Lampung sebanyak 40 orang. Pada awal sebelum diadakan penyuluhan indikasi dan kontraindikasi pemasangan IUD,hanya sekitar 8 orang (20%) yang berniat untuk memasang IUD sebagai pilihan kontrasepsinya. Setelah penyuluhan, meningkat menjadi 28 orang (70%) akseptor karena beralih dari kontrasepsi non IUD menjadi kontrasepsi IUD sebagai pilihannya. Adanya peningkatan kesadaran akseptor untuk memilih kontrasepsi IUD sebagai pilihan kontrasepsi jangka panjang.Kata Kunci: IUD, kontrasepesi, wanita usia subur
KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) PADA DAERAH ENDEMIS MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HANURA KABUPATEN PESAWARAN Hasan Hasan; Efriyan Imantika; Selvi Rahmawaty; Nurul Islamy
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan salah satu penyakit endemis di Indonesia dan Provinsi Lampung, khususnya kabupaten Pesawaran yang merupakan daerah endemis malaria. Ibu hamil termasuk golongan yang rentan terhadap malaria sehingga berpotensi menyebabkan anemia. Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko terjadinya bayi berat lahir rendah (BBLR).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan anemia yang melahirkan bayi berat lahir rendah pada daerah endemis malaria di wilayah kerja PuskesmasHanura Kabupaten Pesawaran. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Jumlah sampel sebanyak 21 ibuhamil di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran pada periode tahun 2017-2019. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan usia kehamilan saat terdiagnosis malaria pada trimester kedua (10%), usia kehamilan trimester ketiga (90%), usia ibu hamil kurang dari 18 tahun dan lebih dari 35 tahun (19%), usia ibu hamil 18-35 tahun (81%), terinfeksi terinfeksi Plasmodium vivax (85,7%), terinfeksi Plasmodium falciparum(12,5%), anemia derajat sedang (95%), anemia derajat berat (5%), melahirkan bayi berat lahir normal (52%) dan melahirkan BBLR (48%). Prevalensi anemia pada ibu hamil yang melahirkan BBLR sebesar 48%.Kesimpulan: Karakteristik ibu hamil dengan anemia yang terbanyak adalah usia kehamilan saat terdiagnosis malaria pada trimester ketiga, usia ibu hamil 18-35 tahun, terinfeksi Plasmodium vivax, anemia derajat sedang, dan melahirkan BBLN. Prevalensi anemia pada ibu hamil yang melahirkan BBLR pada daerah endemis malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura Kabupaten Pesawaran sebesar 48%.Kata kunci : anemia, BBLR,  ibu hamil, malaria
Gambaran Kepuasan Ibu Hamil Terhadap Mutu Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas : Tinjauan Pustaka Aulia Ghina Sabila; Asep Sukohar; Efriyan Imantika
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan pasien akibat kinerja pelayanan kesehatan yang diterima setelah pasien membandingkan dengan harapannya. Antenatal care atau pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara teratur sejak awal kehamilan sampai dengan proses persalinan untuk memantau kesehatan ibu dan janin sehingga tercapainya kehamilan yang optimal. Pemeriksaan kehamilan sangat dianjurkan bagi ibu hamil agar kesehatan ibudan janin selalu terpantau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan ibu hamil terhadap mutu pelayanan antenatal care di puskesmas. Artikel Ini menggunakan metode literatur review yang menggunakan google scholar sebagai pendukung database. Terdapat 55.830 artikel yang ditemukan dengan kata kunci kepuasan, ibu hamil, mutu pelayanan, antenatal, dan puskesmas; satisfaction; pregnant mother; service quality; prenatal; Public health center. Selanjutnya artikel tersebut diidentifikasi, disaring, hingga diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk diulas secara mendalam. Hasil literature review dari 5 jurnal didapatkan bahwa terdapat gambaran yang mempengaruhi kepuasan ibuhamil dalam pemeriksaan antenatal care, yaitu dimensi Reliability (Keandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan), Empathy (Keramahan), dan Tangible (Bukti Fisik). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan ibu hamil dengan mutu pelayanan antenatal care. Berdasarkan hasil literature review ini diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mensosialisasikan pentingnya antenatal care pada ibu hamil, sehingga ibu hamil diharapkan secara rutin melakukan pemeriksaan antenatal care dan dapat mengetahui perkembangan kehamilan secara optimal.Kata Kunci: ANC, BPJS, Ibu Hamil, Kepuasan, Mutu Pelayanan