Claim Missing Document
Check
Articles

Found 68 Documents
Search
Journal : Publika

STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA PROGRAM MATERNAL DAN NEONATAL EMERGENCY SMS GATEWAY (Si MaNEiS) DI RSUD SIDOARJO SISKA WULANDARI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Penyelenggaraan pelayanan publik dituntut untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Salah satu penyelenggara pelayanan publik yang berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo dengan meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway) serta berpegangan pada Manajemen strategi sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Si MaNEiS di RSUD Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Adapun fokus penelitian ini yaitu strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis di RSUD Sidoarjo. Indikator yang digunakan ialah 8 strategi meningkatkan kualitas jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi meningkatkan kualitas pelayanan pada program Simaneis di RSUD Sidoarjo telah dijalankan sesuai dengan SOP dan beberapa komponen sudah baik. Namun dalam pelaksanaannya, indikator menciptakan automating quality dan indikator menindaklanjuti jasa masih terdapat kendala. Pada indikator menciptakan automating quality terdapat kendala pelaksanaan yang dikarenakan oleh koneksi internet yang terkadang mengalami kendala atau error, serta pada indikator menindaklanjuti jasa masih belum adanya kotak kritik dan saran sebagai media masukan dari pihak pengguna Si MaNEiS yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan pelayanan kedepannya. Saran dari peneliti yaitu kapasitas kecepatan intenet diperbesar pada ruang MNE agar saat aplikasi Simaneis sedang dijalankan tidak terhambat karena terputusnya koneksi internet, serta disediakannya kotak kritik dan saran pada ruang MNE, dan mungkin RSUD Sidoarjo dapat mengembangkan untuk memberikan terobosan dengan mekanisme pemberian saran dengan sistem online, sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah. Kata Kunci: Pelayanan, Strategi, Si MaNEiS Abstrack The Organization of the public service is required to provide a quality service. One of the organizers of the public service who are working to improve the quality of service is the area of Sidoarjo General Hospital by improving the quality of service on the program Si MaNEiS (Sidoarjo Maternal dan Neonatal Emergency SMS Gateway) as well as holding on to Management strategies as a guide in decision making in an effort to improve the quality of service. The purpose of this study is to describe the strategy of improving the quality of service in Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo. This research is descriptive research with qualitative approach. The retrieval of the data sources in this study using snowball sampling. As for the focus of the research is to improve service quality strategies on Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo. The indicator used is the 8 strategies to improve the quality of services. The results showed that the strategy of improving the quality of service on Si MaNEiS program in RSUD Sidoarjo has been run in accordance with SOP and some components are already good. But in practice, indicators created automating quality indicators and follow up services there are still constraints. Automating creating indicators on quality there is the implementation constraints due to internet connection sometimes experience the constraints or error, as well as on indicators of follow up services are still not the existence of the box as a media criticism and suggestions input from the users of Si MaNEiS that can be used to perform repair services in the future. The advice of researchers that is magnified in internet speed capacity space MNE so that when the application is running Si MaNEiS not hampered due to the disconnection of the internet connection, as well as providing a feedback box on the MNE, and space may be RSUD Sidoarjo can be developed to deliver breakthrough with advising mechanism with the online system, so that the public can access it easily. Keywords: Service, Strategy, Si MaNEiS
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI RT 03 RW 03 JAMBANGAN KOTA SURABAYA RUNGKY LECESNAWATI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 7 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n7.p%p

Abstract

Abstrak Program pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai bentuk implementasi Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan di Kota Surabaya. Tujuan dari program pegelolaan sampah dan kebersihan lingkungan adalah untuk meningkatkan taraf kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan kesehatan dan kebersihan lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di RT 03 Jambangan, Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus dari penelitian ini mendeskripsikan Implementasi Program Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan di RT 03 Jambangan dengan menggunakan implementasi kebijakan publik model George Edward III. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif-kualitatif, yakni teknik analisis dengan cara membangun konstruksi terhadap fakta, data, atau objek material yang terdiri dari bahasa atau wacana. Adapun hasil dari penelitian ini (1) proses komunikasi mengadakan pertemuan atau workshop dengan fasilitator lingkungan terhadap kader pengelola sampah yang rutin diadakan 2 bulan sekali untuk sharing tentang pengelolaan sampah. (2) Sumber daya terdiri dari 3 bagian, yakni (a) sumber daya manusia didukung oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, RT 03 Jambangan dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jambangan Hijau serta tokoh-tokoh setempat, (b) sumber daya anggaran bersumber dari masyarakat sendiri, pihak pemerintah hanya membantu pemberian stimulus melalui dana awal untuk menggelar lomba, dan (c) sumber daya sarana prasarana berupa ruangan, alat pemisah sampah, komposer, bak/tong sampah. Kemudian untuk (3) disposisi, pemilihan pegawai dan kaderisasi dengan membentuk tim dan panitia pelaksana mulai dari tenaga penyuluh, kader-kader dan tokoh lingkungan dari daerah tersebut dengan melibatkan ibu-ibu PKK. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan Abstract Waste management and environmental cleanliness program as a form of implementation of Surabaya City Regional Regulation No. 5 of 2014 on Waste Management and Hygiene in Surabaya City. The purpose of the waste management and environmental hygiene program is to improve the quality of life of the community through the improvement of health and environmental hygiene. The purpose of this research is to describe the implementation of Waste Management and Environmental Sanitation program at RT 03 Jambangan, Surabaya City. The type of research used in this study is the type of descriptive qualitative research The focus of this research is to describe the Implementation of Waste Management and Environmental Sanitation Program at RT 03 Jambangan using public policy implementation of George Edward III model. Data collection techniques used in this study is a technique of data collection with the method of observation, interview and documentation. Data analysis techniques used descriptive-qualitative, namely the technique of analysis by building construction of facts, data, or material objects consisting of language or discourse. The results of this study (1) the communication process held a meeting or workshop with environmental facilitators to the cadre of waste management that is regularly held 2 months for sharing about waste management. (2) The resources consist of 3 parts, namely (a) human resources supported by Hygiene Department and Green Open Space of Surabaya City, RT 03 Jambangan and Community Information Group (KIM) of Jambangan Hijau as well as local figures, (b) source the power of the budget comes from the community itself, the government only helps the provision of stimulus through initial funds to hold the race, and (c) infrastructure resources in the form of room, waste separator, composer, Then for (3) the disposition, the selection of employees and the regeneration by forming the team and the executing committee ranging from extension workers, cadres and environmental figures from the area by involving PKK. Keywords: Policy Implementation, Waste Management and Environmental Hygie
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DI DESAA SEPPONG KECAMATAN TAMMERODO SENDANA KABUPATEN MAJENE MUHAMMAD AKBAR; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

Dana desa sepenuhnya ditujukan untuk memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan desa sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang dan ketetapan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Dana Desa digunakan untuk membiayai pembangunan desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta penanggulangan kemiskinan. Walaupun demikian terdapat ketidakmerataan pembangunan di desa, khususnya di Desa Seppong dimana prasarana pendidikan dan kesehatan lebih lengkap dibandingkan prasarana ekonomi, terutama akses jalan yang masih rusak, padahal jalan merupakan hal fatal, jika jalan rusak maka akan menghambat aksessibilitas masyarakat desa bahkan bisa menghambat laju perkembangan ekonomi, selain itu akses air bersih masih sulit untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat masih mengandalkan sumur dan sungai yang ada di desa tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses Implementasi kebijakan Dana Desa di Desa Seppong, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, dianalisis menggunakan model implementasi Donald Van Metter dan Carl Van Horn dengan enam variabel yaitu Ukuran dan Tujuan Kebijakan, Sumber daya, Karakteristik agen pelaksana, Sikap/Kecenderungan para pelaksana, Komunkasi antar organisasi dan Lingkungan sosial, Ekonomi dan Politik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan kebijakan dana desa di Desa Seppong masih berjalan dengan baik. Hal ini terlihat bahwa pembangunan dalam bidang pendidikan dan kesehatan tidak jalan berdampingan denga bidang ekonomi yang sangat tertinggal, kebutuhan dasar seperti air bersih masih susah dan jalan masih rusak, hal ini juga disebabkan karena kurangnya sumber daya finansial yang menyebabkan program pembangunan terhambat, disebabkan karena desa tidak memiliki penghasilan sendiri yang dapat menopang penyelenggaraan pemerintah desa.Kata Kunci: Implementasi, Dana Desa, Pembangunan Infrastruktur
Implementasi Program Online SMS, Delivery Access, High Access LINK (ODHALINK) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan BERIL ISDITYO NADIS; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan merupakan instansi yang berperan sebagai salah satu penyelenggara pelayanan untuk melayani masyarakat. Oleh sebab itu Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan membuat sebuah inovasi program ODHA LINK (Online SMS 24 Jam, Delivery Access, High Access). ODHA LINK merupakan suatu program untuk melayani para odha (orang dengan HIV/AIDS) agar penyakit tersebut tidak menyebar dan meluas. Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis dan mendiskripsikan implementasi program online sms 24 jam, delivery access, high access (Odha Link) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan. Subjek penelitian dari tim pelaksana dan masyarakat khususnya para pengguna program Odha Link. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Van Meter dan Van Horn yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, disposisi implementor, komunikasi antar organisasi, dan lingkungan sosial ekonomi dan politik. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dokumentasi, penelusuran data online. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi program online sms 24 jam, delivery access, high access (Odha Link) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil Kabupaten Pasuruan sudah berjalan dengan baik, namun masih adanya kekurangan seperti kurangnya jumlah pegawai dalam pelaksana masih kurang sehingga pelaksana mengeluh, kurangnya koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk membantu dalam ber sosialisasi, dan minimnya partisipasi dari pasien odha untuk mengikuti kegiatan yang diberikan. Saran perlu penambahan petugas, meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Kata kunci: Implementasi, ODHA LINK, HIV/AIDS Abstract Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency is an institution that acts as one of the service providers to serve the community. Therefore Bangil District General Hospital Pasuruan District made an ODHA LINK program innovation (24 Hour Online SMS, Delivery Access, High Access). ODHA LINK is a program to serve people with HIV / AIDS so that the disease does not spread and spread. The purpose of this study was to find out and analyze the implementation of 24-hour online sms program, delivery access, high access (Odha Link) in the Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency. Research subjects from the implementing team and the community, especially users of the PLHIV Link program. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. This study was analyzed using the theory Van Meter and Van Horns theory are policy measures and objectives, resources, characteristics of implementing agents, disposition of implementors, communication between organizations, and socio-economic and political environments. Data collection techniques consist of observation, interviews, documentation, online data search. Data analysis techniques are carried out by data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the study showed that the implementation of 24-hour online sms program, delivery access, high access (Odha Link) at the Bangil Regional General Hospital Pasuruan Regency had gone well. However, there are still shortcomings, such as lack of staff in the implementation, which is still lacking, so the implementer complains, lack of coordination with the Health Office to assist in socializing, and lack of participation from the community to participate in the activities provided. Keywords: Implementation, ODHA LINK, HIV/AIDS
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM RUMAH BAHASA DI KOMPLEKS BALAI PEMUDA KOTA SURABAYA AIMATUSH SHOLIHAH; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM RUMAH BAHASA DI KOMPLEKS BALAI PEMUDA KOTA SURABAYA Aimatush Sholihah S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya aimat9rachmad@gmail.com Indah Prabawati, S.Sos,, M.Si. S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya prabawatiindah@yahoo.co.id Abstrak Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community berlaku sejak awal tahun 2015 diseluruh wilayah Asia Tenggara. Pemerintah Kota Surabaya dalam mempersiapkan warganya dalam menghadapi persaingan pasar bebas dan tenaga kerja membentuk program Rumah Bahasa sebagai lembaga pelayanan publik untuk meningkatkan dan menunjang kualitas sumber daya manusia dalam berbahasa asing. Program Rumah Bahasa adalah program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan bahasa asing yang dilaksanakan secara gratis dengan sistem tenaga pengajar secara sukarelawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari Kepala Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri Kota Surabaya, Kepala Sub Bagian Pelaporan dan Evaluasi Kerjasama, Ketua Koordinator Pelaksana Rumah Bahasa, tenaga pengajar bahasa asing di Rumah Bahasa, dan peserta Program Rumah Bahasa. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Evaluasi Pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya dengan menggunakan metode CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam (1971) yaitu, 1) konteks (context), tujuan program Rumah Bahasa menurut SOP Rumah Bahasa, Rumah Bahasa adalah program pemberdayaan masyarakat yang berupa pelatihan bahasa asing secara gratis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Kota Surabaya. 2) Masukan (input), pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya didanai oleh dana APBD Kota Surabaya. Implementor memiliki strategi untuk mendorong keberhasilan program dalam menarik perhatian sukarelawan dan peserta pelatihan dilakukan sosialisasi dan promosi secara online maupun offline. 3) Proses (procces), pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya berjalan lancar, dibuktikan dengan tingkat kepuasan dan naiknya tingkat penguasaan bahasa asing peserta pelatihan, namun dari sudut pandang sasaran program pelaksanaan program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda bisa dikatakan belum berhasil karena adanya dominasi pelajar dan mahasiswa yang mengikuti program. 4) Produk (product), produk dari pelaksanaan Program Rumah Bahasa di Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya adalah terciptanya komunitas bahasa asing yang terlahir dari pelatihan pembelajaran di Rumah Bahasa, sedangkan peningkatan kemampuan bahasa asing sendiri sudah tercapai karena peserta fokus dalam practical learning dan praktik secara langsung dengan native speaker yang menjadi tenaga pengajar. Hasil kesimpulan dari penelitian yang ditemukan bahwa Rumah Bahasa menarik perhatian banyak peserta tetapi tidak diimbangi dengan jumlah ruang kelas sehingga menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan yang diberikan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Pelatihan Bahasa Asing, Rumah Bahasa. Abstract Quoted from asean.org, the ASEAN Economic Community or AEC is the realization of the region’s end goal of economic integration. It envisions ASEAN as a single market and production base, a highly competitive region, with equitable economic development, and fully integrated into the global economy. ASEAN Economic Community was officially launched in the late 2015 along South East Asian countries. Due to this agreement Surabaya City Government created a public service named Rumah Bahasa, a community empowerment program to provide the citizen’s skill on speaking foreign language. Rumah Bahasa (House of Language) is a program that lets any Surabaya citizens to learn foreign languages for free. The volunteer teaching program is run in Rumah Bahasa. The purpose of this research is to analyze the program evaluation on Rumah Bahasa in Kompleks Balai Pemuda Kota Surabaya. The type of the research is descriptive methodology in qualitative approach. The subjects of the research consists of Head of Foreign Cooperation Sub-division, Head of Sub-division of Reporting and Cooperation’s Evaluation, Executive Coordinator of Rumah Bahasa, foreign language teaching staffs, and program participants. The theory used to analyze this research is CIPP (Context, Input, Process, and Product) by Stufflebeam. Data collection techniques were conducted through observation, interview, and documentation. Data analysis is done by data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The result from this study shows that Rumah Bahasa runs well. 1) Context, the purpose of Rumah Bahasa according to Rumah Bahasa’s standard operating procedure is to provide Surabaya citizens in learning and speaking foreign languages for free. 2) Input, Rumah Bahasa program is funded by Surabaya City’s Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah or APBD (Annual Local Government Finance Settlement). Program implementer strategically attracts volunteers and participants by promoting Rumah Bahasa through online and offline socializations. 3) Process, Rumah Bahasa runs well in the process proven by the level of participant’s satisfaction and foreign language skill but, based on target groups point of view it has not achieved its goal since the high school and university students been dominating the program. 4) Product, Rumah Bahasa creates foreign language communities. Teaching methods that’s been focused on is practical learning with the native speakers and it helps participants practice their language skill efficiently. It can be concluded that Rumah Bahasa attracts many participants but its lack of facility, specifically class room, and it affects the service given by the implementer. Keywords: Public Service, Foreign Language Skill Training Program, Rumah Bahasa.
EFEKTIVITAS PROGRAM CAMPUS SOCIAL RESPONSIBILITY DI KECAMATAN WONOKROMO KOTA SURABAYA (STUDI PADA PENDAMPINGAN MAHASISWA TERHADAP ANAK PUTUS SEKOLAH ATAU RAWAN PUTUS SEKOLAH) M AINUDIN AL AFGHONI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Program campus social responsibility (CSR) merupakan program pengembalian anak putus sekolah agar dapat bersekolah kembali dan anak rawan putus sekolah tidak menjadi putus sekolah. Program ini merupakan program yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya sebagai respon dari permasalahan anak putus sekolah yang menjamur di Kota Surabaya. Pada pelaksanaannya, program campus social responsibility melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Surabaya. Mahasiswa yang terlibat berperan sebagai kakak pendamping bagi anak putus sekolah atau rawan putus sekolah yang ada di Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas program campus social responsibility di Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pedekatan kualitatif. Pisau analisis yang dipakai dalam penelitain ini adalah indikator efektivitas program yang dikemukakan oleh Budiani, antara lain: ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program campus social responsibility di Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya sudah berjalan cukup baik. Pada indikator ketepatan sasaran program sudah sesuai dengan ketepatan yang ada. Pada indikator sosialisasi program Dinas Sosial telah melakukan sosialisasi baik kepada perguruan tinggi di Wilayah Kecamatan Wonokromo dan Pemerintah kecamatan Wonokromo, namun untuk sosialisasi ke perguruan tinggi masing kurang masif ke seluruh mahasiswa yang ada. Pada indikator tujuan program bila mengacu pada redaksi tujuan program campus social responsibility dapat dikategorikan berhasil, tetapi bila dilihat dari jumlah adik asuh yang berhasil dikembalikan bersekolah hanya ada 8 adik asuh dari 31 adik asuh yang didampingi di Kecamatan Wonokromo. Kemudian pada indikator pemantauan program sudah dilakukan dengan baik oleh Dinas Sosial Kota Surabaya, namun dalam pemberian solusi kepada mahasiswa yang menghadapi permasalahn adik asuh hemat peneliti masih belum optimal. Saran peneliti berdasar hasil penelitian tentang efektivitas program campus social responsibility di Kecamatan Wonokromo Kota Surabaya, sebagai berikut: 1) Melakukan sosialisasi yang lebih beragam dan inovatif agar dapat menarik lebih banyak mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial untuk bergabung, 2) Melakukan alokasi anggaran yang lebih banyak untuk program ini, atau setidaknya membuka lebih banyak jejaring-jeraring baik antar organisasi pemerintah atau organisasi non-pemerintah sebagai alternatif sumber dana, 3) Mengikutsertakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan sebagai pihak mitra konseling dan pemberi solusi perihal permasalahan adik asuh dan keluarga adik asuh yang dijumpai di lapangan. Kata Kunci : Efektivitas, Program, campus social responsibility
IMPLEMENTASI SUROBOYO BUS DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA ANUGRAH ARY KURNIAWAN; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Sarana transportasi yang layak merupakan salah satu masalah yang ada di Kota Surabaya. Kondisi transportasi yang ada di Kota Surabaya dirasa belum memenuhi standart kelayakan sehinga masyarakat enggan dalam menggunakan sarana transportasi umum, masyarakat lebih menggunakan sarana transportasi pribadi yang dirasa lebih aman dan nyaman.Sarana transportasi yang layak merupakan salah satu masalah yang ada di Kota Surabaya. Kondisi transportasi yang ada di Kota Surabaya dirasa belum memenuhi standart kelayakan sehinga masyarakat enggan dalam menggunakan sarana transportasi umum, masyarakat lebih menggunakan sarana transportasi pribadi yang dirasa lebih aman dan nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi Suroboyo Bus Di Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Fokus dari penelitian ini adalah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan melalui model implementasi Donal D Van Metter dan Carl E. Van Horn yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi, disposisi, dan lingkungan ekonomi, sosial dan politik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala unit Suroboyo bus, Bagian operator, Bagian teknis serat penumpang dari Suroboyo bus. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Implemetasi Suroboyo Bus Di Dinas Perhubungan Kota Surabaya sudah cukup baik meskipun masih ditemukan beberapa kendala yang dihadapi. Kata Kunci : Implementasi, Suroboyo Bus. Abstarct Proper transportation facilities are one of the problems in the city of Surabaya. The transportation conditions in the city of Surabaya have not met the feasibility standard so that people are reluctant to use public transportation facilities, the community uses private transportation facilities which are considered safer and more comfortable. Proper transportation is one of the problems in the city of Surabaya. The existing transportation conditions in Surabaya City do not meet the feasibility standard so that people are reluctant to use public transportation facilities, the public uses more personal transportation facilities which are considered safer and more comfortable. The purpose of this study is to describe the implementation of Suroboyo Bus at the Surabaya City Transportation Agency. The focus of this research is on the factors that influence policy implementation through the implementation model Donald D Van Metter and Carl E. Van Horn, namely the size and objectives of policy, resources, characteristics of implementing agents, communication, disposition, and economic, social and political environment . The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The subject of this study consisted of the head of the Suroboyo bus unit, the operator section, the technical section of fiber passengers from Suroboyo bus. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis techniques are carried out by collecting data, reducing data and drawing conclusions . Implication of Suroboyo Bus At the Surabaya City Transportation Agency, it is quite good even though there are still some obstacles encountered . Keywords: Implementation, Suroboyo Bus
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN APLIKASI GO SIGAP DI KEPOLISIAN RESOR GRESIK SATRIA BUDI SETIAWAN; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Kepolisian Republik Indonesia mewujudkan visi terpecaya dari Kapolri yaitu, membuat sebuah strategi 8-10-11, yakni 8 misi, 10 program, dan 11 komitmen. Salah satu program yang menarik pada program ke dua yakni Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis teknologi informas. Salah satunya di Polres Gresik, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan berbasis Teknologi Informasi dan melindungi rakyat dari kriminalitas dengan meluncurkan aplikasi bernama Go Sigap. Dengan Go Sigap masyarakat bisa mengadu, melapor, mengurus SKCK dan SIM. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif Fokus dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi dari efektivitas suatu program berdasarkan Budiani (2007:53) ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verfikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas pelaksanaan aplikasi Go Sigap di Kepolisian Resort (Polres) Gresik belum berjalan secara efektif, karena ada beberapa indikator yang belum berjalan seperti sosialisasi program dimana masyarakat Gresik banyak yang belum pernah mendapat sosialisasi dari Polres Gresik. Selanjutnya pemantauan program yakni belum ada pemantauan khusus dari Polres Gresik mengenai aplikasi tersebut, hanya dilakukan pembaruan dan waktu yang dibutuhkan cukup lama yaitu enam bulan terhitung mulai bulan November 2018 sampai April 2019. Oleh karena itu, peneliti memberikan saran agar pihak Polres lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat Gresik mengenai aplikasi Go Sigap, berikutnya yaitu untuk pembaruan aplikasi diharapkan waktu yang di butuhkan lebih cepat supaya masyarakat dapat menggunakan aplikasi tersebut kembali dalam hal pelaporan kriminalitas maupun pengurusan SIM dan SKCK. Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan, Go Sigap Abstract The National Police of the Republic of Indonesia realize the trusted vision of the National Police Chief, namely making a 8-10-11 strategy, namely 8 missions, 10 programs, and 11 commitments. One interesting program in the second program is Improving public services that are easier for the community and based on information technology. One of them at Gresik Police Station, aims to improve Information Technology-based services and protect people from crime by launching an application called Go Sigap. By Going Public, people can complain, report, take care of SKCK and SIM. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The focus of this research is the factors that influence the effectiveness of a program based on Budiani (2007: 53) the accuracy of program targets, program socialization, program objectives, and program monitoring. Data analysis techniques in this study are data collection, data reduction, data presentation, verification and conclusions. The results showed that the effectiveness of the Go Sigap application at the Gresik Resort Police (Polres) had not been effective, because there were several indicators that had not yet been implemented such as program socialization where many Gresik communities had never received socialization from Gresik Police. Furthermore, monitoring the program is that there is no special monitoring from Gresik Police regarding the application, only renewal is done and the time needed is quite long, which is six months starting from November 2018 to April 2019. Therefore, the researcher advises the Polres to intensify socialization to the Gresik community regarding the Go Sigap application, the next is for application updates, it is expected that the time needed is faster so that people can use the application again in terms of criminal reporting and SIM and SKCK management. Keywords: Effectiveness, Serving, Go Sigap.
IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 17 TAHUN 2004 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA STUDI TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI SEPANJANG JALAN KERTOMENANGGAL SURABAYA REZA RAHMAD KURNIAWAN; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Reza Rahmad Kurniawan S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya reza.rahmad57@gmail.com Indah Prabawati, S.Sos., M.Si. S1 Ilmu Administrasi Negara, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya prabawatiindah@yahoo.co.idAbstrak Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 17 Tahun 2004 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Gayungan ” dengan rumusan masalah: Pertama, Bagaimana proses Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Surabaya nomor 17 tahun 2004, tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kecamatan Gayungan? Adapun jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dimana data yang dikumpulkan diperoleh melalui observasi dan wawancara. Kemudian, data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan analitis dengan pola pikir induktif. Yaitu menganalisis data-data yang bersifat khusus kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum yang berkaitan dengan Implementasi Kebijakan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 17 Tahun 2004 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Gayungan Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya sebagai stageholder dinilai belum berhasil dalam mengimplementasikan Kebijakan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 17 Tahun 2004 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Gayungan, untuk dapat tercapainya implementasi kebijakan, komunikasi, transparansi, dan toleransi harus dijaga supaya tidak terjadi sikap saling tuding diantara kedua belah pihak. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka di harapkan adanya peran dari seluruh elemen masyarakat untuk memberi dukungan moril maupun spirituil dalam menjaga tata tertib dan kebersihan kota. Pemkot kota Surabaya harus lebih konsisten dalam penataan dan pemberdayaan para Pedagang Kaki Lima. Kata Kunci: Kebijakan, Implementasi, Pedagang Kaki LimaAbstractImplementation of Surabaya Mayor Regulation Number 17 of 2004 concerning Structuring and Empowering Street Vendors in Gayungan District" with the formulation of the problem: First, How is the implementation of Surabaya Mayor Regulation Number 17 of 2004, on structuring and empowering street vendors in Gayungan District? The type of research used in this study is qualitative research, where data collected is obtained through observation and interviews. Then, the data obtained was analyzed using descriptive and analytical methods with inductive mindset. That is analyzing specific data and then drawing general conclusions related to the Implementation of Surabaya Mayor Regulation Number 17 of 2004 concerning the Arrangement and Empowerment of Street Vendors in Gayungan District. From this study, it was concluded that the Surabaya City Government as a stageholder was considered unsuccessful in implementing the Surabaya Mayor Regulation Number 17 of 2004 concerning the Arrangement and Empowerment of Street Vendors in Gayungan District, in order to achieve policy implementation, communication, transparency and tolerance must be maintained so that there is no mutual accusation between the two parties. In line with the conclusions above, it is expected that the role of all elements of society is to provide moral and spiritual support in maintaining city order and cleanliness. Surabaya City Government must be more consistent in structuring and empowering Street Vendors Keywords: Implementation, Policy, Street Vendors.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI MELALUI KARTU TANI DI DESA DURUNG BEDUG KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO NUR MUFIDAH; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kasus penyalahgunaan dan kelangkaan pupuk bersubsidi adalah Program Penyaluran Pupuk Bersubsidi Melalui Kartu Tani yang digagas berdasarkan Peraturan Kementerian Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 Tentang Alokasi dan HET Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian TA 2018. Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten yang menerapkan uji coba Kartu Tani berdasarkan Surat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017. Salah satu desa dengan jumlah penerima Kartu Tani terbanyak dan lahan sawah terluas adalah Durung Bedug. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program penyaluran pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani di Desa Durung Bedug Candi Sidoarjo. Fokus dari penelitian ini meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan berdasarkan ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, komunikasi, disposisi, dan lingkungan ekonomi, sosial, politik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Penanggung Jawab Kartu Tani dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Koorluh Kecamatan Candi, PPL Desa Durung Bedug, Pemilik kios resmi pupuk bersubsidi, Ketua Kelompok Tani, dan para penerima Kartu Tani di Desa Durung Bedug. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi program penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Durung Bedug Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo sudah cukup baik namun belum bisa ditebus dengan menggunakan Kartu Tani karena beberapa kendala yang dihadapi. Kata Kunci: Implementasi, Pupuk Bersubsidi, Kartu Tani Abstract The governments policy to reduce subsidized fertilizer abuse and scarcity cases is through Subsidized Fertilizer Distribution Program over the Farmer Card, which was initiated based on Ministry of Agriculture Regulation No. 47 of 2017 concerning the Allocation and Highest Retail Price of Subsidized Fertilizers for Agriculture Sector 2018. Sidoarjo Regency is one of the districts that applies trial of Farmer Card based on the Department of Agriculture and Food Security East Java Province’s letter of 2017. One of the villages with the highest number of recipients of the Farmer Card and the widest paddy field is Durung Bedug Village. The purpose of this study was to analyze the implementation of a subsidized fertilizer distribution program through Kartu Tani in Durung Bedug Village, Candi District, Sidoarjo Regency.The focus of this research is on the factors that influence policy implementation which are the standard and purpose of policies, resources, characteristics of implementing agents, communication, disposition, and economic, social, political environment. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The subject of this research consisted of the Farmer Card’s Person in Charge of the Sidoarjo Food and Agriculture Department, the Instructor’s Coordinator of Candi District, the Agriculture Instructor of Durung Bedug Village, the owner of the subsidized fertilizer kiosk, the leader of the farmer group and the Farmer Card recipients in Durung Bedug Village. Data collection techniques used in the form of interviews, observation, and documentation. Data analysis is done by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the implementation of a subsidized fertilizer distribution program in Durung Bedug Village, Candi District, Sidoarjo Regency has been good enough but has not been able to be redeemed by using Farmer Card because of several obstacles faced. Keywords: Implementation, Subsidized Fertilizer, Farmer Card
Co-Authors ACHMAD IRGI RIZA ARTANDI Achmad Nabil Nurul Haq Aditya Ramadhani, Bayu Ahmad Nizar Hilmi AIMATUSH SHOLIHAH AINUN KUSUDUR Alfian Fauzi Ardiyanto ALJARREAU MAHMUD SUTRISNO ANIS NUR FADHILAH ANUGRAH ARY KURNIAWAN Arik Susanti BERIL ISDITYO NADIS Christina Yovanka Cindy Dwi Antika DELDHA EQY ARTAMALIA DIAN ARLUPI UTAMI DIAZ ASTIZA DINA HARDIYANTI DINA SRI ANITA DINDA PLAWINDRI NOVIANTARI ELYSA PUSPITA SARI Eny Sulistyowati Eva Hany Fanida FANDI EKA SETYAWAN PUTRA FINA ANGGRAENI Firda Aprilian Putri firdanada ristriannisa FITRI NILAM SARI FITROTUN NISWAH FLORIDA SYAKILA SEPTIANTI HENDRO ADI WIBOWO HIMMA FARIDATUL HUSNA IKE PENILITA Imelda Melina Sari Intan Ismariana KHANIN KHOLID MABRURI Linda Wahyuni M AINUDIN AL AFGHONI M.Noer Falaq Al Amin MAHENDRA GITA NILASARI Mariana Irbach Khonsa R Mariya Ulfa Meirinawati MOHAMMAD ANDRE DJORGHY Mohammad Rizqi Haji Ega Firnanda Muhammad Akbar Muhammad Rizky Hidayat Nafa Nabilla Dwi Eriana Nindia Ananta Zalfa Wijaya NOVIA MUQTI YUNISIA AINUR HAQIQI NUR AHMED NUR ENGGAR IRIANI NUR MUFIDAH Oktavia Putri Mandasari Paulina Binti Achmad Putri Ayu Lailatun Nafi’ah Rahmawati, Novika RAKA AMYRUL SURYA RASHIF GHANI HARVIANTO REZA RAHMAD KURNIAWAN RIA PITRIANI RISKHA LAILA FITRIANA Rizki Wahyu Amanta Ruli Ani Siregar RUNGKY LECESNAWATI Salsa Izza Shafinaz Sukardi SATRIA BUDI SETIAWAN SHERYN WIJAYANTI Shofiyatun Nuzuliyah SILVIA AYU ARIYANTI Siska Wulandari SUCI NURUL ALLIFAH TAURAN Tauran, T. Tjitjik Rahaju Tjitjik Rahayu Trenda Aktiva Oktariyanda Via Mega Arista WINDIANY PUTRI EFFENDY Yazid Dwi Kurniawan Yeni Wulansari YULI YANA WULANSARI YUNITA EKA RIZKI LESTARI Zafrul Dedy Setyawan ZULIA SAIDAH