Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Effective Microorganisms-4 Sebagai Biocatalyst Terhadap Peningkatan Konsentrasi Ammonium Sebagai Sumber Pupuk Eko Ariyanto; Shanti Mayasari; Dian Kharismadewi
Indobiosains 2022: Volume 4 No 1 Februari 2022
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indobiosains.v4i1.7331

Abstract

Pengolahan sampah organik berupa sisa sayuran dapat diproses secara anaerobik. Agar proses degradasi sampah organik tersebut berjalan dengan cepat, maka diperlukan bantuan Effective Microorganisms-4 yang akan menghasilkan produk samping yaitu konsentrasi NH4 yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh EM-4 terhadap produksi NH4 pada proses anaerobik sampah organik. Dan analisa lebih lanjut yaitu kinetika proses degradasi sampah organik terhadap peningkatan konsentrasi NH4. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah secara batch menggunakan reaktor anaerobik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkatnya konsentrasi EM-4 dari 0 sampai 50 ml maka konsentrasi NH4 yang dihasilkan semakin besar. Setelah penambahan lebih dari 50 ml tidak terjadi peningkatan produksi NH4. Nilai konstanta kinetika laju degradasi sampah organik tanpa penambahan EM-4 didapat 0,0750 hari-1. Dan nilai konstanta kinetika meningkat setelah ditambahkan EM-4 sebagai biokatalis. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan solusi untuk mengurangi pencemaran sampah organik dan NH4 yang dihasilkan dapat dijadikan sumber pupuk tanaman.
Pemahaman Warga RW. 03 Talang Putri Palembang Terhadap Manfaat dan Efek Samping Bahan Kimia Sintetis Dian Kharismadewi; Erna Yuliwati; Sri Martini; Elfidiah
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v5i2.2624

Abstract

Bahan kimia sintetis rumah tangga yang dipergunakan secara tidak tepat dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Minimnya pengetahuan masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan dan kurangnya informasi teknis penggunaan menjadi salah satu faktor terpaparnya bahan kimia berbahaya secara langsung. Hal ini terjadi pada masyarakat di wilayah RW. 03 Talang Putri Plaju Palembang, dimana penggunaan boraks dalam pengenyal bakso masih mudah dijumpai. Hasil analisa awal tingkat pemahaman masyarakat me­ngenai manfaat dan efek samping bahan kimia sintetis rumah tangga yaitu 38%. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijaksana dalam meng­gunakan bahan kimia sintetis rumah tangga sesuai dengan peruntukannya. Penyuluhan dilakukan melalui metode paparan, tanya jawab, pengisian kuesioner, dan demo pendeteksian bahan kimia berbahaya pada makanan menggunakan zat antosianin yang terdapat pada ubi jalar ungu. Hasil kegiatan PkM meningkatkan pemahaman masyarakat akan manfaat dan efek samping bahan kimia sintetis rumah tangga sebesar 62%. Kegiatan PkM ini dapat meluruskan kesalahpahaman yang umum terjadi di masyarakat di wilayah mengenai pemanfaatan bahan kimia sintetis.
Kinetika Pembentukan Struvite Kristal Menggunakan Zeolit Alam sebagai Adsorben pada Aeration Cone Column Crystallizer Eko Ariyanto; Yuyun Niyati; Dian Kharismadewi; Robiah Robiah
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.601 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.49406

Abstract

Wastewater from the fertilizer industry contains a high concentration of PO43- and NH4+. Those ions formed deposits that frequently clogged the conduits and reduced the pump efficiency of the wastewater treatment plant. A high concentration of PO43- and NH4+ in this wastewater can be used as a secondary source of PO43- fertilizer through the recovery process into struvite compounds (MgNH4PO4.6H2O). In this research, Struvite was crystallized in Aeration Cone Column Crystallizer (ACCC) with Magnesium modified natural Zeolite (Zeo-Mg) as adsorbent. Research also has been done using the Batch process, and the results were used as basis variables in the ACCC system. Effects of Zeolite activation, amounts of Zeo-Mg (10 – 30 g), PO43- and NH4+reactant ratio (1:1 – 1:3), pH (6 – 9), and reaction time (0 – 60 minutes) to the removal percentage of PO43- were used as research parameters that analyzed in struvite crystallization process. Zeo-Mg and struvite produced were analyzed using scanning electron microscopy and energy dispersive X-ray spectroscopy. Research results in the ACCC system with Zeo-Mg as adsorbent showed that the percentage of PO43- removal was 65% in 16 minutes and followed pseudo-first-order reaction kinetics with a reaction rate constant of 0.21 min-1. The PO43- removal reached equilibrium at pH 8.10 after 28 minutes. Simultaneous removal of PO43- to formed struvite crystals using Zeo-Mg as an adsorbent and without the addition of Mg ions solution in the ACCC system is a novel process in wastewater treatment. Moreover, this PO43- recovery process can be implemented in the industrial scale due to the practical operation.A B S T R A KAir limbah industri pupuk banyak mengandung PO43- dan NH4+. Ion-ion ini membentuk endapan yang seringkali menyumbat aliran pipa yang menyebabkan penurunan efisiensi pompa di instalasi pengolahan air limbah. Kandungan PO43- dan NH4+ berkonsentrasi tinggi ini dapat dijadikan sumber sekunder untuk membuat pupuk PO43- dengan melakukan recovery sebagai senyawa struvite (MgNH4PO4.6H2O). Pada penelitian ini, struvite dibentuk menjadi kristal menggunakan Aeration Cone Column Crystallizer (ACCC) dengan adsorben zeolit alam yang telah dimodifikasi menggunakan ion magnesium (Zeo-Mg). Penelitian juga dilakukan dengan menggunakan proses batch, yang hasilnya dijadikan basis variabel pada sistem ACCC. Pengaruh pengaktifan zeolit, penambahan Zeo-Mg (10–30 g), rasio reaktan PO43- dan NH4+ (1:1–1:3), perubahan pH larutan (6–9), dan lamanya waktu reaksi (0–60) menit terhadap persentase penyisihan PO43- menjadi parameter yang dianalisis pada proses kristalisasi struvite. Zeo-Mg dan struvite yang dihasilkan dianalisis menggunakan scanning electron microscopy dan energy dispersive X-ray spectroscopy. Penelitian menggunakan ACCC menghasilkan persentase penyisihan PO43- dengan adsorben Zeo-Mg sebesar 65% dalam 16 menit dan mengikuti persamaan kinetika reaksi orde satu, dengan konstanta laju reaksi 0,21 min-1. Penyisihan PO43- mencapai kesetimbangan pada pH 8,10 setelah 28 menit. Proses pemisahan PO43- dengan adsorben Zeo-Mg menjadi struvite secara berkesinambungan pada sistem ACCC merupakan proses baru pengolahan air limbah. Selain itu, proses pemanfaatan kembali PO43- ini dapat diterapkan ke dalam skala industri karena kemudahan dalam pengoperasiannya.
DETERMINASI AMPEROMETRIK SENYAWA HIDRAZINA MENGGUNAKAN ELEKTRODA CUS/RGO-CP TERMODIFIKASI Dian Kharismadewi; Sri Martini
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 1 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46774/pptk.v4i1.339

Abstract

Tembaga sulfida (CuS) merupakan material semikonduktor tipe-p yang dapat digunakan pada aplikasi sensor elektrokimia. CuS dimodifikasi dengan material Graphene oksida tereduksi (rGO) pada permukaan elektroda carbon paper (CP) untuk meningkatkan mobilitas elektron dan konduktivitas elektronik CuS yang rendah. Material CuS/rGO-CP ini kemudian digunakan sebagai material sensor senyawa Hidrazina yang terdapat pada air limbah. CuS-rGO disintesa melalui reaksi solvotermal pada temperatur 200oC, dimana dihasilkan bentuk CuS nanosphere dengan ukuran 220 nm yang terdekorasi pada permukaan rGO. Hasil uji cyclic voltammetry dan amperometri menunjukkan bahwa elektroda CuS/rGO-CP memiliki respon elektronik dan stabilitas material yang lebih baik dibandingkan elektroda CuS-CP. Selain itu, CuS/rGO-CP juga memiliki kestabilan yang baik terhadap interferensi seperti K+, SO42-, PO43-, Na+ dan Cl-, dengan standar deviasi sebesar 5,5% (n=3). Selanjutnya, dari hasil uji reproducibility, elektroda CuS/rGO-CP menunjukkan hasil yang baik yaitu sebesar 1,8% (n=3) pada standar deviasi relatif. Dari hasil analisa yang dilakukan disimpulkan bahwa material elektroda CuS/rGO-CP memiliki potensi yang baik sebagai material sensor senyawa Hidrazina, selain merupakan elektroda yang ramah terhadap lingkungan.
Modifikasi permukaan elektroda karbon menggunakan CuS@rGO-Nafion dan uji kinerja elektroda pada aplikasi sensor hidrazina dian kharismadewi; Sri Martini
Jurnal Inovator Vol 5 No 1 (2022): Teknologi proses Manufaktur
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v5i1.216

Abstract

Hidrazina merupakan senyawa kimia berbahaya yang banyak digunakan pada berbagai industri. Keberadaan senyawa ini pada perairan hasil buangan limbah industri haruslah dimonitor dan dikontrol keberadaannya. Untuk itu diperlukan suatu sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan senyawa ini didalam perairan. Elektroda karbon komersil merupakan material yang ramah lingkungan dan harganya relatif murah untuk dijadikan material sensor yang potensial, akan tetapi material ini memiliki aktivitas elektrokimia yang rendah dan bersifat hidrofobik. Untuk meningkatkan aktivitas elektrokimia elektroda karbon, maka modifikasi dilakukan dengan menggunakan material CuS-Nafion dan CuS@rGO-Nafion yang disintesa melalui reaksi solvotermal dan di drop-casting pada permukaan elektroda karbon. Modifikasi berhasil dilakukan yang ditunjukkan oleh hasil scanning electron microscopy dimana memiliki respon yang tinggi terhadap senyawa hidrazina yang ditunjukkan dari hasil analisa cyclic voltammetry (CV). Hasil terbaik ditunjukkan oleh elektroda karbon yang dimodifikasi dengan menggunakan material CuS@rGO-Nafion. Hasil electrochemical impedance spectroscopy (EIS)nya menunjukkan hasil yang sangat baik dimana nilai Rctnya adalah sebesar 2178 Ω yang dapat memfasilitasi perpindahan elektron yang tinggi pada permukaan elektroda yang dimodifikasi.
KONVERSI SAMPAH ORGANIK DAPUR MENJADI CAIRAN MULTIGUNA GARBAGE ENZYMES DI WILAYAH SIRING AGUNG KOTA PALEMBANG Dian Kharismadewi; Innike Abdillah Fahmi; Sri Martini; Muhammad Andika Mandala Putra
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i4.18616

Abstract

Environmentalism efforts by performing the household waste management that carried out the 4R (reduce, reuse, recycle, and replace), go green, back to nature. Zero waste concepts must continue to be encouraged and disseminated to the broader community. One of those possible efforts is to convert the organic wastes from the household kitchen into multipurpose liquid garbage enzymes. Garbage enzyme is a liquid containing extract from the fermentation process of the vegetable’s dregs and fruit’s peels, with brown sugar/molasses as a substrate and water as a ripening medium. Fermentation processes proceed for three months and are stored in an airtight container. Garbage enzyme is then used as a liquid cleaner and fertilizer for plants. Siring Agung sub-urban district in Kota Palembang is a densely populated area that has faced a problem of many organic wastes that burden the environment as a result of the overloaded work of garbage dumpsites. Through socialization in the form of a presentation and demonstration of making a multipurpose liquid garbage enzyme, the community in Siring Agung of Palembang city could implement the environmentally-friendly organic waste processing concepts and provide solutions to waste problems in this area. The specific purpose of this community service is to determine the level of public understanding regarding the conversion and utilization of household organic waste and assess the program's benefits in solving problems in this target area. Besides, to reduce the burden of landfills in Palembang city, maintain environmental sustainability, and spread the benefits of garbage enzymes. The analysis results of the public understanding of waste management are 76% understanding after the socialization. This activity has offered an advantage to the community as new applicable knowledge. This activity has provided benefits to the community in the form of new knowledge that can be applied and the reduction of household organic waste, which is a problem in this area. --- Upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah rumah tangga yang mengusung konsep 4R (reduce, reuse, recycle, dan replace), go green, back to nature, dan zero waste harus terus digalakkan dan disosialiasikan ke masyarakat luas. Salah satu upaya yang mungkin dilakukan adalah dengan mengubah sampah organik dari dapur rumah tangga menjadi cairan multiguna Garbage Enzyme. Garbage enzyme adalah cairan yang berisi ekstrak dari proses fermentasi potongan sayuran sisa dan kulit buahan, yang telah ditambahkan dengan substrat gula merah dan air sebagai media pematangannya. Proses fermentasi dilakukan selama 3 bulan dan disimpan didalam wadah kedap udara. Garbage enzyme yang dihasilkan dimanfaatkan menjadi cairan pembersih dan pupuk cair tanaman. Kelurahan Siring Agung Kota Palembang merupakan wilayah yang padat penduduk yang memiliki permasalahan sampah organik yang mengganggu lingkungan dari beban penampungan sampah yang berlebihan. Melalui sosialisasi dalam bentuk pemaparan dan demo pembuatan cairan multiguna garbage enzyme, masyarakat wilayah Siring Agung Kota Palembang dapat menerapkan konsep pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan mengatasi permsalahan sampah di wilayahnya. Tujuan khusus dari kegiatan PkM ini adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat mengenai pengkonversian dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga serta menilai kebermanfaatan program yang dilaksanakan terhadap penyelesaian masalah yang ada diwilayah sasaran. Selain untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sampah di Kota Palembang, menjaga kelestarian lingkungan, dan menebarkan manfaat garbage enzyme. Dari hasil analisa tingkat pemahaman masyarakat dalam pengelolaan sampah didapatkan 76% paham setelah dilakukan sosialisasi. Kegiatan ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat berupa pengetahuan baru yang dapat diterapkan dan pengurangan sampah organik rumah tangga yang menjadi permasalahan di wilayah ini.
Pengaruh Aditif Limbah Kerang Darah (Anadara Granosa) Terhadap Kualitas Beton K-225 Dian Kharismadewi; Muhammad Afrizal Pelantika; Marhaini Marhaini
Jurnal Inovator Vol 5 No 2 (2022): Optimalisasi Proses Manufaktur
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v5i2.225

Abstract

Pesatnya perkembangan bidang konstruksi beton mengakibatkan peningkatan kebutuhan bahan baku pembuatan beton yang didapatkan langsung dari alam. Kebutuhan akan material yang ramah lingkungan juga meningkat seiring dengan perkembangan teknologi bidang konstruksi, sehingga berbagai penelitian dilakukan untuk mencari alternatif bahan baku tambahan atau campuran pembuatan beton. Pemanfaatan limbah kerang darah (Anadara granosa) menjadi salah satu alternatif bahan yang dapat digunakan untuk dalam campuran beton yaitu sebagai salah satu material pengganti agregat kasar. Pada penelitian ini, cangkang kerang darah sebanyak 10% dan 13% ditambahkan pada campuran beton normal dan diaging hingga 28 hari, dan kemudian dianalisa karakteristik dan kuat tekannya. Dari hasil analisa didapatkan terjadi peningkatan kuat tekan beton hingga 103,67% atau 233,47 Kg/cm2 dengan penambahan 10% cangkang kerang darah pada campuran beton normal, sedangkan penambahan lebih dari 10% dapat menurunkan kuat tekan beton. Hasil karakterisasi Scanning Electron Microscopy menunjukkan struktur permukaan beton yang memiliki banyak pori dengan permukaan yang relatif kasar dengan adanya penambahan cangkang kerang darah. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa cangkang kerang darah dapat digunakan sebagai bahan tambahan beton dengan jumlah penambahan maksimum 10% dari berat keseluruhan beton normal.
Kinetika pembentukan struvite kristal menggunakan zeolit alam sebagai adsorben pada aeration cone column crystallizer Eko Ariyanto; Yuyun Niyati; Dian Kharismadewi; Robiah
Jurnal Rekayasa Proses Vol 14 No 1 (2020): Volume 14, Number 1, 2020
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.49406

Abstract

Wastewater from the fertilizer industry contains a high concentration of PO43- and NH4+. Those ions formed deposits that frequently clogged the conduits and reduced the pump efficiency of the wastewater treatment plant. A high concentration of PO43- and NH4+ in this wastewater can be used as a secondary source of PO43- fertilizer through the recovery process into struvite compounds (MgNH4PO4.6H2O). In this research, Struvite was crystallized in Aeration Cone Column Crystallizer (ACCC) with Magnesium modified natural Zeolite (Zeo-Mg) as adsorbent. Research also has been done using the Batch process, and the results were used as basis variables in the ACCC system. Effects of Zeolite activation, amounts of Zeo-Mg (10 – 30 g), PO43- and NH4+reactant ratio (1:1 – 1:3), pH (6 – 9), and reaction time (0 – 60 minutes) to the removal percentage of PO43- were used as research parameters that analyzed in struvite crystallization process. Zeo-Mg and struvite produced were analyzed using scanning electron microscopy and energy dispersive X-ray spectroscopy. Research results in the ACCC system with Zeo-Mg as adsorbent showed that the percentage of PO43- removal was 65% in 16 minutes and followed pseudo-first-order reaction kinetics with a reaction rate constant of 0.21 min-1. The PO43- removal reached equilibrium at pH 8.10 after 28 minutes. Simultaneous removal of PO43- to formed struvite crystals using Zeo-Mg as an adsorbent and without the addition of Mg ions solution in the ACCC system is a novel process in wastewater treatment. Moreover, this PO43- recovery process can be implemented in the industrial scale due to the practical operation.
Optimization of Coal Fly Ash Heating Temperature as an Adsorbent to Improve Acid Mine Water Quality Ridhowan, Thoufiq; Yusmartini, Eka Sri; Kharismadewi, Dian
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 9, No 3 (2024): October 2024
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v9.i3.139

Abstract

Fly ash, a fine dust from coal combustion in steam power plants, is an unused waste material that can be repurposed as a low-cost adsorbent. One type of adsorbent that can be synthesized from fly ash is zeolite-like material (ZLM), which has a porous structure capable of absorbing molecules smaller than or equal to its cavity size. In this study, untreated and heat-activated fly ash at 100, 200, and 300°C was used as an adsorbent for acid mine water. Adsorbent mass varied between 6, 8, 10, 12, and 14 g, mixed with 130 mL of mine water and stirred at 150 rpm for 60 minutes. The results showed that heat activation increased the surface area of the fly ash adsorbent, reaching 22.658 m²/g at 300°C. Heat-treated fly ash at 200 and 300°C showed a more significant reduction in Fe and Mn levels, especially with 8 g of adsorbent. Additionally, all adsorbents, whether heated or not, raised the pH of the acid mine water. The total suspended solids (TSS) were reduced to meet quality standards using 14 g of adsorbent heated to 300°C. These results indicate that coal fly ash adsorbent can be effectively applied for treating acid mine water
Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Cairan Serba Guna dengan Proses Fermentasi di Panti Asuhan Humairoh Palembang Yusmartini, Eka Sri; Kharismadewi, Dian; Atikah; Rahadianto, Wahyu Triaji
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 9 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v9i2.5820

Abstract

Sampah masih menjadi masalah utama di lingkungan, karena jumlah timbunan sampah yang dihasilkan sehari hari dari aktivitas masyarakat. Timbunan sampah pada TPA semakin hari semakin meningkat, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran tentang pentingnya mengolah sampah organik menjadi cairan serba guna yang dapat digunakan sehari hari dengan memanfaatkan sampah organik. Kegiatan dilakukan di Panti Asuhan Aisyiyah Humairoh, kota Palembang yang diikuti oleh 27 peserta. Eco enzym adalah produk pemanfaatan sampah organik rumah tangga (kulit buah, sisa sayuran) yang masih segar yang difermentasi dengan gula merah atau bisa juga menggunakan molase, dalam wadah kedap udara selama 3 bulan, sampai menjadi larutan aktif. Bahan bahan nya terdiri dari air, gula merah atau molase, dan sampah dari kulit buah serta sayuran. Metode Sosialisasi dan Pelatihan dilakukan dengan dimulai dari persiapan, pretest, pelaksanaan pelatihan dan posttest. Peserta kegiatan berperan aktif dalam kegiatan baik dalam sosialisasi maupun pelatihan.  Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui tingkat wawasan peserta terkait sosialisasi dan pelatihan yang dipaparkan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta meningkat sebesar 100 % dari semula tidak paham dan kurang paham.   Hasil dari eco enzyme dapat dipanen setelah 3 bulan proses fermentasi. Setelah kegiatan peserta dibagikan produk eco enzyme yang dapat dipakai untuk kebutuhan sehari hari seperti mengepel dan menyiram tanaman. Hal ini dimaksudkan agar peserta dapat merasakan manfaat dari eco enzyme yang diolah menggunakan sampah organik. Pengetahuan masyarakat akan nilai tambah sampah dengan mengolahnya menjadi eco enzyme bertambah, dan diharapkan selanjutnya bisa mandiri membuatnya, baik dilingkungan panti asuhan maupun diluar panti asuhan.