Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Ekplorasi Bakteri dari Air Laut yang Resisten Terhadap Pestisida Organofospat Khlorpirifos di Perairan Pantai Utara Jawa Tengah Chrisna Adhi Suryono; Agus Indarjo; Baskoro Rochaddi; Wilis Ari Setyati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 1 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i1.13711

Abstract

Chlorpyrifos from agricultural activities eventually will flow to marine waters through rivers. This research was conducted to determine the resistance of bacteria from seawater of 100ppm Chlorpyrifos.  Three of the five bacterial strains was isolated from seawater from Brebes and Pati, Central Java were selected because they were resistant to the pesticide chlorpyrifos. Analysis of 16S rRNA gene sequences showed that the isolates belonged to the genus Virgibacillus spp. (2 strains) and Bacillus sp (1 strains). This bacterial strain has great potential ability to bioremediation of coastal waters of Brebes and Pati, Central Java from chlorpyrifos pesticide residues.  Khlorpifos dari hasil kegiatan pertanian lama kelamaan akan menuju ke perairan laut melalui aliran sungai.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui resistensi baktrei dari air laut yang tahan terhadap 100ppm Khlorpirifos.  Tiga dari lima strain bakteri yang diisolasi dari air laut dari Brebes dan Pati Jawa Tengah dipilih karena resisten terhadap pestisida khlorpirifos.  Analisis sekuens gen 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat termasuk dalam genus Virgibacillus sp. (2 strain) dan Bacillus sp (1 strain). Strain bakteri ini memiliki potensi penggunaan yang besar untuk bioremediasi perairan pesisir Brebes dan Pati Jawa Tengah dari residu pestisida klorpirifos.
Peningkatan Kualitas Air Dengan Proses Filtrasi di Embung Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia Agus Indarjo; Christine Dyta Nugraeni; Mufrida Zein; Gazali Salim; Achmad Daengs GS
Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2020): Berdikari: jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.833 KB)

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait meningkatkan kualitas air dengan proses filtrasi di embung desa bebatu Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Pengabdian ini dilakukan secara eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Metode analisis data berupa uji beda Paired Sample T-Test.. Hasil dalam program pengabdian ini menunjukkan bahwa kualitas air di embung Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara jika ditinjau secara fisika memiliki nilai TSS 12,6 mg/L dengan standar baku mutu air 50 mg/L, nilai TDS 868 mg/L dengan standar baku mutu air 1000 mg/L sehingga memenuhi krtieria baku mutu air, artinya air Embung Desa Bebatu setelah di filtrasi termasuk layak untuk dikonsumsi. Sedangkan ditinjau secara kimia, air embung di Desa Bebatu setelah proses filtrasi memiliki kandungan ammonia 0,1082 mg/L dengan standar baku mutu air 0,3 mg/L, nitrit 0,0954 mg/L dengan standar baku mutu air 0,06, besi 0,124 mg/ L dengan standar baku mutu air 0,3 mg/L , dan seng 0,198 mg/L dengan standar baku mutu air 0,05 mg/L. Nilai yang dihasilkan dari pengujian kimia setelah filtrasi termasuk dalam standar baku mutu air sehingga air di Embung Desa Setabu layak untuk dikonsumsi dan dilakukan upaya peningkatan
Analysis Activities International Coastal Clean-up in Pantai Amal Baru, Tarakan Indonesia Gazali Salim; Agus Indarjo; Mufrida Zein; Asriadi; Ayu Tri Fatma; Rezkyana; Nasrul; Rusli; Suriyanti; Nabila; Achmad Daengs GS; Rukisah; Christine Dyta Nugraeni
Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2020): Berdikari: jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.917 KB)

Abstract

Tarakan administratively is a city which has a fairly wide coastal area both land and sea which is categorized ecologically as an island that has a high level of natural resources. The magnitude of this potential has a significant impact on large-scale exploitation to meet economic needs by not referring to environmental sustainability in a sustainable manner such as the presence of waste due to fisheries or community life activities on the coast. The purpose of this research is to study the analysis of international coastal cleanup (ICC) in the Pantai Amal Baru of Tarakan city. The main research results in the activities of the ICC on the Amal Baru beach found 3 different types of waste, namely the type of waste from seaweed cultivation at 608 kg with a percentage of 58.29%; types of waste from residents around the New charity beach by 405 kg with a percentage of 38.83%; the type of waste from nature is 30 kg with a percentage of 2.88%.
Peningkatan Nilai Ekonomi Anggur Laut (Caulerpa sp.) Melalui Diversifikasi Produk Menjadi Sirup dan Selai Agus Indarjo; Gazali Salim; Andi Izza Naafilah; Mazlan; Ayu Tri Fatwa; Christine Dyta Nugraeni
Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2020): Berdikari: jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.447 KB)

Abstract

Masyarakat pada umumnya lebih menyukai sirup dan selai, selain pembuatannya yang mudah juga karena produk tersebut memiliki cita rasa dan aroma manis yang cocok disetiap kalangan terlebih lagi oleh anak-anak. Demi meningkatkan nilai anggur laut jenis Caulerpa sp tulisan ini akan menjelaskan bagaimana cara pengolahan sirup dan selai anggur laut tersebut dalam industri berskala kecil. Metode yang digunakan pada proses pembuatan sirup dan selai anggur laut adalah metode eksperimen yang mana melalui tahapan sortasi, pencucian, pemblenderan, penyaringan sari, pemanasan, pendinginan, hingga pengemasan produk. Hasil yang didapatkan setelah melakukan proses adalah dimana penambahan gula sangat penting untuk keberhasilan pembuatan sirup sementara sisa ampas penyaringan sari bisa digunakan kembali untuk membuat selai. Kesimpulan akhir yang menjadi poin penting kegiatan ini adalah proses diversifikasi anggur laut menjadi sirup dan selai tidak menghasilkan limbah dalam pengolahan bahan bakunya (zero waste) karena beriringan saat penyaringan ampas yang tersaring pada pembuatan sirup dapat digunakan kembali untuk membuat selai
Sebaran Ikan Sidat (Ikan Katadromus) di Perairan Sungai Lorok Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Muhammad Arif Romadhi; Agus Indarjo; Chrisna Adhi Suryono; Nur Taufiq-Spj
Journal of Marine Research Vol 11, No 2 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i2.33797

Abstract

Ikan sidat Anguilla sp. merupakan kategori ikan yang bermigrasi secara katadromous, artinya ikan sidat mengawali hidup di laut yang bermigrasi ke perairan tawar untuk tumbuh menjadi sidat dewasa dan kembali ke laut untuk melakukan pemijahan (spawning migration). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi jenis dan ukuran panjang kelompok sebaran ikan Sidat di Perairan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Penentuan kelompok menggunakan metode morfometrik dan jenis sampel menggunakan A/D%. Hasil menunjukkan distribusi ikan sidat yang ditemukan di Muara Sungai Lorok terdapat dua spesies, yaitu Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata. Frekuensi ukuran panjang distribusi benih ikan sidat (glass eel) kisaran ukuran panjang total 4,8 cm hingga 7,56 cm dengan rata – rata 6,0 ± 0,9 hingga dan Sedangkan ukuran panjang distribusi sidat muda (yellow eel) kisaran ukuran panjang 37,98 cm hingga 48,0 cm dengan rata – rata 43,2 ± 3,1. Analisis uji beda mendapatkan nilai signifikansi (p= 0,00 < 0,01) maka adanya perbedaan ukuran panjang antara stasiun di aliran SungaI Lorok. Freswater eels Anguilla sp. is a category of fish that cathadromous migrate, that eel fish begin to live in the sea that migrates to fresh waters to grow into adult eels and returns to the sea to spawning migration. This study aims to classify the type and size of the length of the Eel fish distribution group in Ngadirojo Waters, Pacitan Regency. This study aims to classify the type and size of the length of the Eel fish distribution group in Ngadirojo Waters, Pacitan Regency. Group determination using morphometric methods and sample types using A/D%. The results showed that the distribution of eel fish found in the Lorok River was two species, namely Anguilla bicolor and Anguilla marmorata. The frequency of the length distribution of glass eel seeds (glass eel) ranges in total length from 4.8 cm to 7.56 cm with an average of 6.0 ± 0.9 to and. 37.98 cm to 48.0 cm with an average of 43.2 ± 3.1. The analysis of the difference test got a significance value of (p= 0,00 < 0,01), so there is a difference in length between stations in the Lorok River flow.
Mikroplastik yang Ditemukan di Perairan Karangjahe, Rembang, Jawa Tengah Denny Hendrik Nainggolan; Agus Indarjo; Chrisna Adhi Suryono
Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i3.35021

Abstract

Sampah merupakan masalah bagi masyarakat di seluruh dunia, baik sampah yang berasal dari daratan maupun laut. Permasalahan sampah di Indonesia adalah masalah yang belum terselesaikan hingga saat ini, sementara itu dengan bertambahnya jumlah penduduk maka akan mengikuti pula bertambahnya volume timbulan sampah yang dihasilkan dari aktivitas manusia. Salah satu jenis sampah yang paling banyak terdapat di wilayah daratan dan lautan adalah sampah plastik. Sampah plastik akan mengalami terfragmentasi menjadi partikel-partikel kecil plastik yang disebut mikroplastik. Mikroplastik merupakan sampah plastik yang berukuran kecil atau <5 mm yang telah mengalami degradasi dari ukuran plastik yang lebih besar. Mikroplastik sangat mempengaruhi organisme laut yang menempati tingkat trofik yang kecil, seperti plankton yang memiliki sifat filter feeder jika mengkonsumsi mikroplastik akan berdampak pada organisme yang memiliki tingkat trofik yang lebih besar melalui proses bioakumulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi kandungan mikroplastik pada sedimen dan permukaan perairan di Pantai Karangjahe. Penelitian ini dilakukan di Pantai Karang Jahe Rembang, untuk pengambilan sampel dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium. Sampel air diambil menggunakan plankton net dengan ukuran mesh size 0,4mm dan sampel sedimen diambil menggunakan pipa paralon dengan ukuran 4 inchi dengan panjang 50cm. Untuk pengambilan sampel air disetiap stasiunnya terbagi menjadi 3 titik dengan jarak 10m setiap titiknya. Pengambilan sampel air sebanyak 25 kali dan setiap sekali pengambilan sampel air sebanyak 1L air, volume air yang telah tersaring sebanyak 25L. Setelah disaring, sampel dimasukkan kedalam botol sampel yang berukuran 250ml yang telah diberi label. Botol sampel dimasukkan kedalam cool box. Pengambilan sampel sedimen terbagi menjadi 3 stasiun dan pada 3 titik kedalaman yang berbeda yaitu 10cm, 20cm, dan 30cm. Sampel sedimen diambil sebanyak ±500g dari setiap titiknya. Kemudian sampel sedimen yang telah diambil dimasukkan kedalam plastik sampel dan diberi tanda tiap plastik tersebut. Sampel air dan sedimen dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi. Mikroplastik yang ditemukan di sampel air yaitu jenis mikroplastik fiber, fragment, film, dan foam. Pada sampel sedimen ditemukan 3 jenis mikroplastik yaitu fiber, fragment, dan film.  Rubbish is a problem for people around the world, both from land and sea. The waste problem in Indonesia is a problem that has not been resolved until now, meanwhile with the increase in population, it will also follow the increase in the volume of waste generated from human activities. One of the most common types of waste found in land and ocean areas is plastic waste. Plastic waste will be fragmented into small plastic particles called microplastics. Microplastics are small plastic wastes or <5 mm that have been degraded from larger plastic sizes. Microplastics greatly affect marine organisms that occupy a small trophic level, such as plankton which has filter feeder properties if consuming microplastics will have an impact on organisms that have a larger trophic level through the bioaccumulation process. This study aims to identify the content of microplastics in sediments and surface waters at Karangjahe Beach. This research was conducted at Karang Jahe Beach, Rembang, for sampling and sample analysis was carried out in the laboratory. Water samples were taken using a plankton net with a mesh size of 0.4 mm and sediment samples were taken using a 4 inch paralon pipe with a length of 50 cm. For water sampling, each station is divided into 3 points with a distance of 10 m from each point. Sampling of water as much as 25 times and every time the water sample is 1L of water, the volume of water that has been filtered is 25L. After filtering, the sample was put into a 250 ml sample bottle that had been labeled. The sample bottle is put into a cool box. Sediment sampling was divided into 3 stations and at 3 different depth points, namely 10cm, 20cm, and 30cm. Sediment samples were taken as much as ± 500g from each point. Then the sediment samples that have been taken are put into sample plastics and marked with each plastic. Water and sediment samples were brought to the laboratory for identification. The microplastics found in the water samples were fiber, fragment, film, and foam microplastic types. The sediment samples found 3 types of microplastics, namely fiber, fragment, and film.
Analysis Model of Giant Prawns Population (Macrobrachium rosenbergii) in Estuary Edge of Sembakung Waters, Nunukan, Indonesia Agus Indarjo; Gazali Salim; Christine Dyta Nugraeni; Lukman Yudho Prakoso; Permana Ari Soejarwo; Rukisah Rukisah; Yen Thi Hong Pham; Achmad Daengs GS; Hariyadi Hariyadi; Abdul Jabarsyah
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 12 No. 2 (2020): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v12i2.18829

Abstract

HighlightThe sex ratio of giant prawns in the waters of fe- male groceries is 3 times higher than that of males.The growth characteristic of male and female   giant   prawns   is   negative   allometry, but the male and female body shapes are fat.Total   mortality, capture mortality, catch rate, male prawns are higher than females.The male infinitive growth is longer than the female,but the female's growth rate is faster than male.AbstractGiant prawns (Macrobrachium rosenbergii) is a crustacean class that has the larg- est size and its habitat in Sembakung waters included brackish water (estuarine) with a salinity variable of 6.5+0.5 ppt and a temperature variable of 28.5+0.5OC and a variable pH of 6 (acidic). The objective of this research was to analyze the growth and mortality model of giant prawns (M. rosenbergii) that was taken from the catch of fisherman in the estuary, Sembakung sub-district, Nunukan Regency, Indonesia. The study was conducted for 3 months from November 2019 to Janu- ary 2020. The sampling was by using a survey method with purposive judgment sampling based on a catch of 14 fishermen who used the bottom fish pot from Sembakung waters, Nunukan Regency (Indonesia). The data collection included data of sex, total length, and the total weight of giant prawns. While analysis was employed for growth pattern, condition index, Von Bertalanffy growth, and mor- tality. The results obtain the sex ratio of male and female giant prawns 1:3.67. The growth pattern of male and female giant prawns were allometric negative. The growth of the von Bertalanffy model for infinitive growth of male giant prawns were 21.219 cm and female were 18.42 cm, respectively the mortality from giant prawns obtain total male mortality is 2,257, catch mortality is 1.92 and natural mortality is 33.75% with an exploitation rate of 0.85 (85%). The total female mor- tality is 1.528, catch mortality is 120.1% and natural mortality is 32.69% with an exploitation rate of 0.786 (78.6%).
Characteristics of Population Growth and Mortality of Windu Shrimp (Penaeus monodon) in the Juata Water of Tarakan City, Indonesia Gazali Salim; Kun Retno Handayani; Agus Indarjo; Julian Ransangan; Riky Rizky; Lukman Yudho Prakoso; Yen Thi Hong Pham
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 13 No. 1 (2021): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v13i1.21475

Abstract

HighlightThe sex ratio of tiger prawns in the waters of female groceries is 1.08 times higher than that of males.The  growth  characteristic of male and female tiger prawns is negative   allometry, but the male and female body shapes are fat.Fishing mortality, capture mortality, exploitation rate, female tiger prawns are higher than males, but total mortality and natural mortality male tiger prawns are higher than females.The male infinitive growth is longer than the female.AbstractThe windu shrimp (Penaeus monodon) is an economically important fishery species in the waters of Tarakan. The shrimp is highly demanded for frozen seafood industry that makes its market price range attractive from Rp. 50,000 (USD 3.37) to Rp. 70,000 (USD 4.72)/kg. This can cause the species to be potentially exploited. However, due to lack of data, the exploitation status of the windu shrimp is unknown. Hence, the present study was carried out to determine the absolute growth, mortality, and exploitation level of the windu shrimp in Juata waters of Tarakan. Sampling of the shrimp using experimental trawling net was conducted four times between June and August 2020 in the waters of Tarakan. Morphometric data of the windu shrimps including sex, total length, carapace length, and total weight were recorded and analyzed. The results showed that the sex ratio of male and female tiger prawns was 1:1.08. The maximum growth of male and female shrimps was estimated at 26.875 and 21.435 cm respectively. The size of the male shrimps caught during the sampling ranged between 8.7 and 22.5 cm, and was estimated to be at 13 to 67 days old respectively. Maximum growth of male shrimp was estimated at 26.875 cm that could be achieved within 411 days. The size of female shrimp caught during the sampling ranged from 9.8 to 19.3 cm with an estimated age of 21 to 87 days respectively. The maximum growth for female shrimp was estimated at 21.435 cm, and achievable within 377 days. The mortality of male and female shrimps was not significantly different at 110.3% and 110.1% respectively. The fishing mortality for male and female shrimps was recorded at 19% and 22.5% respectively. The level of exploitation of male and female shrimps was slightly different at 17.2% and 20.5%, respectively. Finally, the natural mortality for male and female shrimps was at 91.3% and 87.5%, respectively.
Interaksi Sistem Sosial Ekologi Ekosistem Mangrove di Wilayah Pesisir Desa Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah Pamungkas, Yesaya Putra; Rahadiya, Ardaffa Firdausy; Satrioajie, Widhya Nugroho; Pribadi, Rudhi; Indarjo, Agus
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 2 (2024): Desmber 2024 (Article in Press)
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v10i2.14299

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki berbagai manfaat dari aspek ekologi, sosial ekonomi, hingga aspek fisik. Mangrove juga menyediakan jasa ekosistem yang dapat diperoleh secara langsung maupun secara tidak langsung oleh manusia. Aspek sosial dan ekologis di dalam ekosistem mangrove merupakan sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan didalam pendekatan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa interaksi sistem sosial ekologi (SES), dan memformulasikan konektivitas SES untuk perbaikan tata kelola ekosistem mangrove di Desa Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2023. Pengambilan data sosial ekologi dilakukan dengan menggunakan metode participatory mapping dan participatory data collection yang meliputi observasi lapangan, wawancara, dan focus group disscusion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang erat dari empat variabel SES yang terdiri dari Resource Unit (RU), Resources System (RS), Resources Actor (RA) dan Resources Governance (RG). Berdasarkan analisa jejaring hubungan antar variabel ditemukan bahwa, interaksi SES ekosistem mangrove di Desa Teluk Awur sangat dipengaruhi oleh Resources Actor. Terdapat 17 interaksi RA dengan 12 diantaranya interaksi yang memengaruhi. Sedangkan Resource Unit (RU) merupakan yang paling banyak dipengaruhi sebagai hubungan timbal balik satu sama lain. Hasil konektivitas SES didapatkan 24 konektivitas antar parameter di ekosistem mangrove Desa Teluk Awur. Interaksi antar parameter paling tinggi adalah pada parameter RA sebesar 50%. Mempertimbangkan hasil interaksi dan konektivitas antar variabel SES, maka perlu adanya rancangan strategi pengelolaan berfokus pada Resources Actor untuk mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove di Desa Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Title: Social-Ecological System Interaction of Mangrove Ecosystem, in Coastal Area Teluk Awur Village, Jepara Regency, Central Java Province  The mangrove ecosystem offers various ecological, socio-economic, and physical benefits, providing services that directly or indirectly benefit humans. Both social and ecological aspects in the mangrove ecosystem are interconnected and should be managed in unison. This research aims to analyze the interaction of social-ecological systems (SES), and formulate SES connectivity for improving mangrove ecosystem management in Teluk Awur Village, Jepara Regency, Central Java Province. The research was conducted in May 2023, involved the use of participatory mapping and participatory data collection, including field observations, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The research findings highlight the close relationship between four SES variables consisting of resource unit (RU), resource system (RS), resources actor (RA), and resources governance (RG). Network analysis revealed that SES interaction in Teluk Awur Village was significantly influenced by resource actor (RA) with 17 interactions observed, with 12 of which were influential. Additionally, reciprocal relationships were found to have the most impact on the Resource Unit (RU). The results of SES connectivity depicted 24 connections between parameters in the mangrove ecosystem in Teluk Awur Village, with the highest interaction observed for the RA parameter at 50%. Considering these findings, it is essential to develop a management strategy that prioritizes resource actors to ensure the sustainability of the mangrove ecosystem in Teluk Awur Village.
Sosialisasi Pengurangan Sampah Plastik Guna Melindungi Penyu Laut di Pulau Serangan Bali Hartinah DS, Sitti; Zuhry, Noor; Nugraeni, Christine Dyta; Salim, Gazali; Nurjanah, Nurjanah; Indarjo, Agus; Salim, Nasiatul Aisyah; Mulyani, Mulyani; M.Aslan, La Ode
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 4 No 1 (2023): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v4i1.1179

Abstract

Pulau Serangan merupakan salah satu destinasi turis di Provinsi Bali yang memiliki keberagaman tradisi dan budaya. Pengembangan pulau ini memiliki keunikan tersendiri yang menyebabkan turis berdatangan untuk menikmati potensi alam, budaya, dan kerajinan tangan. Salah satu daya tarik pariwisata di pulau ini adalah pusat konservasi penyu. Penyu merupakan satwa endemik yang semakin menurun populasinya sehingga semakin terancam punah. Aktivitas pariwisata yang semakin meningkat di Pulau Serangan mengakibatkan peningkatan jumlah sampah plastik, yang menjadi faktor berkurangnya populasi penyu. Pada kegiatan ini dilakukan sosialisasi pada pengunjung Pusat Konservasi Penyu Pulau Serangan mengenai bahaya sampah plastik melalui kampanye dan pembagian stiker agar pengunjung memiliki kesadaran mengenai pengelolaan sampah plastik. Pada kegiatan ini para pengunjung cukup antusias dan memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap kaitan antara sampah plastik dan kelansungan hidup penyu laut.
Co-Authors Abdul Jabarsyah Abdur Rahman Adhyaksa Saktika Drestanto Agus Sabdono Aini, Firly Nur Alin Fithor Ambariyanto Ambariyanto Andi Izza Naafilah Ari B Abdulah Arief, Mochamad Candra Wirawan Aris Ismanto Asriadi Ayu Tri Fatma Ayu Tri Fatwa Baskoro Rochaddi Chrisna Adhi Suryono Denny Hendrik Nainggolan Dian Wijayanto Dinar Isyana Syah Rani Dwi Puspa Arini Fahrizal Amir Gazali Salim Gigih Budhiawan GS , Achmad Daengs Hadi Endrawati Hariyadi Hariyadi Heryoso Setiyono Himavan Prathista Nugraha Ibnu Pratikto Indah Susilowati Indriani Widhianingrum Iranda, Rama Irwani Irwani Jihadi, Muhammad Shulhan Joko Sutrisno Julian Ransangan Julian Ransangan Kun Retno Handayani M.Aslan, La Ode Maharani, Galung Dhiva Masayu Rahmia Anwar Putri, Masayu Rahmia Anwar Mazlan Mufrida Zein Mufrida Zein Muhammad Arif Romadhi Muhammad Firdaus Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Mujiyanto Mujiyanto Mulyani Mulyani N. Nurjanah Nabila Nasrul Nawir, Daud Noor Zuhry, Noor Nugraeni, Christine Dyta Nugroho Agus D Nur Taufiq-Spj Ody Prajeki, Ody Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Permana Ari Soejarwo Prakoso, Lukman Yudho Raden Ario Rahadiya, Ardaffa Firdausy Ransangan, Julian Rezkyana Riky Rizky Rose Dewi Rozi Rozi, Rozi Rudhi Pribadi Rukisah, Rukisah Rusli Salim, Nasiatul Aisyah San Jose, Ariel E Satrioajie, Widhya Nugroho Setyani, Wilis Ari Sitti Hartinah DS Sri Redjeki Stephanie Bija Supriadi Supriadi Suriyanti Surya Agung Nugroho Suryanti Suryono Suryono Susiyanti Susiyanti Tony Hadibarata, Tony Widianingsih Widianingsih Wilis Ari Setyani Wilis Ari Setyati Wisnu Widyatmoko Yayuk Sugianti Yen Thi Hong Pham Yen Thi Hong Pham Yesaya Putra Pamungkas Zahidah Zahidah, Zahidah