Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Studi Morfometrik Kerang Kalandue ( Polymesoda erosa) di Hutan Mangrove Teluk Kendari Jalil Akbar; Bahtiar .; Ermayanti Ishak
Jurnal Mina Laut Indonesia Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : Jurnal Mina Laut Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.673 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 sampai Februari 2013 di Hutan Mangrove Teluk Kendari. Penelitian bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfometrik kerang kalandue. Penentuan stasiun penelitian dibagi menjadi 3 stasiun berdasarkan kondisi hutan mangrove. Pengambilan sampel kerang dilakukan secara acak (simple random sampling) yang dilakukan saat surut terendah dengan cara manual dengan frekuensi pengambilan 1 kali sebanyak 75 individu setiap bulannya. Parameter yang diukur yaitu fisika dan kimia (suhu, salinitas, pH substrat dan bahan organik). Hasil parameter fisika kimia diperoleh, suhu (28-32 oC), salinitas (21.3-35 °∕00), pH sustrat (6-7), bahan organik (2.74-9.03 %). Hubungan lebar cangkang dan bobot total berada pada kisaran b < 3 (3.22-3.08) dan nilai koefisien deterministik 81.2 %. Faktor kondisi (Kn) tertinggi pada stasiun 3 pada ukuran 4.05-4.35 cm dengan nilai 1.27, sedangkan terendah memiliki faktor kondisi (Kn) 1,03 pada ukuran 3.39-3.72 cm  pada stasiun I. Faktor kondisi tertinggi pada bulan November sebesar 1.35 pada ukuran 3-3.28 cm dan terendah 0.63 pada bulan Februari ukuran 7.69-8.25 cm. Bobot basah tertinggi pada stasiun 3 dengan persentase 27.69 % pada ukuran bobot 48.69-99.81 g dan lebar 6.78-7.3 cm; persentase bobot kering 50.17 % pada ukuran bobot 20.18 g dan lebar 3.28-3.58 cm.  Berdasarkan periode bulan, persentase bobot basah tertinggi terjadi di bulan Februari dengan nilai 42.86 % pada bobot 48.34 g dan lebar cangkang 7.69-8.25 cm; bobot kering tertinggi pada bulan November dengan nilai 28.47 % pada bobot 7.19-20.18 g dan lebar cangkang 3-3.28 cm. Kata Kunci : Morfometrik, Kalandue (Polymesoda erosa), Hutan Mangrove, Teluk Kendari.
Morfometrik dan Meristik Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys sp.) di Perairan Sungai Konaweha Desa Anggoro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Firawati Firawati; Romy Ketjulan; Ermayanti Ishak
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keberadaan spesies ikan sapu-sapu diduga mengalami ledakan populasi dari tahun ke tahun, sehingga mengakibatkan ikan tersebut menjadi ancaman tersendiri bagi populasi spesies ikanikan lokal yang ada di perairan tawar. Ikan sapu-sapu bukan ikan asli Indonesia melainkan jenis ikan hasil introduksi dari Brazil. Keberadaan ikan sapu-sapu di perairan tidak terlepas dari aktivitas penggemar budidaya ikan hias yang tanpa sengaja melepas ke perairan tawar. Identifikasi ikan sapu-sapu dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan studi morfometrik dan meristik. Penelitian ini bertujuan mengetahui morfometrik dan meristik ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.) di perairan Sungai Konaweha Desa Anggoro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara, yang dilaksanakan selama tiga bulan yaitu bulan Mei-Juli 2021. Sampel ikan yang digunakan sebanyak 150 ekor yang terdiri dari 94 jantan dan 56 betina. Morfometrik yang diukur sebanyak 27 karakter dan meristik sebanyak 5 karakter. Berdasarkan hasil analisis morfometrik ikan sapu-sapu jantan dan betina memiliki perbedaan pada salah satu karakter dan hasil perhitungan meristik tidak diperoleh perbedaan jumlah pada setiap karakter. Kata Kunci: Ikan sapu-sapu, Meristik, Morfometrik, Sungai konaweha
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys pardalis) di Sungai Konaweeha Desa Anggoro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Rekza Hidayat; Romy Ketjulan; Ermayanti Ishak; Latifa Fekri
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan ikan spesies invasif dan banyak ditemukan di sepanjang pinggiran Sungai Konaweeha, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe pertumbuhan serta faktor kondisi ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis). Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan April-Juni 2021. Jumlah sampel yang diperoleh selama penelitian sebanyak 198 individu terdiri dari 105 individu jantan dan 93 individu betina. Hasil analisis secara temporal bobot ikan sapu-sapu jantan memiliki nilai b rata-rata 2.616-2.91 dan betina 2.616-3.087 Analisis spasial ikan jantan menunjukkan rata-rata 2.465-2.975 dan betina 2.857-2.960. Secara temporal pola pertumbuhan ikan jantan allometrik negatif selama waktu penelitian,sedangkan pada ikan betina menunjukkan 2 pola pertumbuhan yaitu allometrik negatif (bulan April dan Mei) sedangkan (bulan Juni) pertumbuhan isometrik. Secara spasial ikan jantan dan betina menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi ikan sapu-sapu jantan dan betina secara temporal dan spasial dari segi fisik dalam keadaaan baik. Kata Kunci : faktor kondisi, ikan sapu-sapu, panjang bobot, tipe pertumbuhan.
Variasi Makanan Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys sp.) di Perairan Sungai Konaweha Desa Anggoro Kecamatan Wonggeduku Kabupaten Konawe Sintia Sasmita said; Romy Ketjulan; Ermayanti Ishak; Latifa Fekri
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys sp.) merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam invasive species. Ikan sapu-sapu mendominasi di perairan sungai karena ikan ini mampu hidup pada perairan tercemar serta perairan dengan kandungan oksigen terlarutnya rendah. Penelitian inidilakukan dengan tujuan untuk menganalisis variasi makananikan sapu-sapu di Perairan Sungai Konaweha, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu bulan April-Juni 2021. Lokasi penelitian di Perairan Sungai Konaweha, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Penentuan stasiun pengamatan dilakukan secara purposive sampling yaitu teknik sampling yang dilakukan dengan menentukan karakteristik tertentu. Hasil penelitian menunjukkan jenis makanan ikan sapu-sapu didominasi oleh kelas Cyanobachteria dengan jenis Oscillatoria tenuis bernilai 15.22%, indeks bagian terbesar (IBT) berdasarkan waktu didominasi oleh jenis kelamin jantan pada bulan Juli yaitu 52.14%, selanjutnya ikan sapu-sapu berdasarkan ukuran besar memiliki nilai IBT 38.11%. Panjang relatif usus berdasarkan waktu, sampel terbanyak diperoleh bulan Mei berjumlah 60 ekor. Jenis makanan ikan sapu-sapu terdapat 14 jenis makanan yaitu dari kelas Bacillariophyceae, Cyanobacteria, Croococcaceae, dan Euglenophyta. Nilai panjang relatif usus ikan sapu-sapu yaitu lebih besar dari 3 artinya ikan sapu-sapu di perairan termasuk ikan golongan herbivora.Kata kunci: ikan sapu-sapu, Sungai Konaweha, variasi makanan 
Jenis dan Kepadatan Teripang di Padang Lamun Desa Wapia-Pia Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi La Dui; Ermayanti Ishak; Yustika Intan Permatahati
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan teripang di padang lamun Desa WapiaPia Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2021 dengan penentuan stasiun secara purposive sampling. Sampel teripang diambil saat air laut surut pada waktu sore atau menjelang malam hari, dengan menggunakan transek kuadran berukuran 2x2 m2 . Data dianalisis menggunakan analisis komposisi jenis dan kepadatan teripang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis teripang di ekosistem lamun Desa Wapia-Pia di antaranya yaitu H. atra, H. scabra, H. impatiens, A. echinites, dan H. fuscocinerea. Kepadatan teripang dengan nilai kisaran 0,38-0,95 ind/m2 . Kata kunci: ekosistem lamun, kepadatan, komposisi jenis, teripang
Struktur Komunitas Gastropoda Epifauna Intertidal di Perairan Desa Lampanairi Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan Restiana Raiba; Ermayanti Ishak; Yustika Intan Permatahati
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 6 No 2 (2022): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v6i2.17

Abstract

Gastropoda merupakan kelas terbesar dari filum moluska, yang berdasarkan keberadaannya terbagi menjadi gastropoda infauna dan epifauna. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas gastropoda epifauna di kawasan intertidal perairan Desa Lampanairi Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Pengambilan sampel gastropoda dengan menggunakan dua metode sampling yaitu transek kuadrat dan koleksi bebas. Gastropoda yang ditemukan terdiri atas 49 spesies, 29 genus, 18 famili, dan 5 ordo dengan jumlah total sebanyak 1 099 individu. Habitat lamun dengan kondisi substrat berpasir dan lumpur berpasir memiliki kepadatan tertinggi pada Famili Strombidae dan Nassariidae, sedangkan kepadatan terendah pada Famili Neritidae dan Naticidae. Habitat bebatuan dengan substrat kerikil, memiliki kepadatan tertinggi pada Famili Neritidae dan Turbinidae, sedangkan kepadatan terendah pada Famili Nassariidae. Indeks keanekaragaman dan keseragaman gastropoda berada pada kategori sedang, dengan indeks dominansi berada pada kategori rendah, dengan nilai masing-masing H’=2,10-2,31, E=0,66-0,74 dan D=0,14-0,22. Struktur komunitas gastropoda pada kawasan intertidal perairan Desa Lampanairi masih cukup baik dan tidak ada jenis yang mendominasi. Parameter fisika-kimia perairan, meliputi suhu, salinitas dan pH mendukung kehidupan gastropada dengan nilai masing-masing 29,75 0C, 28,33 ‰, dan pH 6,17.
Analisis Kandungan Logam Berat Pada Air Sungai Martapura, Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2022 Nuning Irnawulan Ishak; Mahmudah; Kasman; Ermayanti Ishak; Irwan Junaidi Effendy; Latifa Fekri
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 7 No 1 (2023): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) mengakibatkan logam berat yang masuk ke aliran air jauh lebih tinggi dari jumlah normal melalui limbah cair dan padat dari industri dan rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan logam berat pada air sungai Martapura. Pengambilan sampel air sungai menggunakan alat water sampler sebanyak 4 titik menggunakan GPS (Global Positioning System). Penentuan titik lokasi berdasarkan letak hulu dan hilir sungai Martapura serta potensi sumber pencemaran. Sampel air dianalisa di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Banjarbaru. Data uji laboratorium dianalisis dengan membandingkan baku mutu dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Republik Indonesia. Terdapat tiga parameter logam berat yang melebihi baku mutu yaitu logam Besi (Fe) di stasiun I, II, III, IV masing-masing 1,261 mg/L, 2,096 mg/L, 0,865 mg/L, 1,998 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,3 mg/L, logam Mangan (Mn) di stasiun II yaitu 0,127 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,1 mg/L, dan logam Tembaga (Cu) di stasiun I, II, III, IV masing-masing 0,039 mg/L, 0,042 mg/L, 0,039 mg/L, 0,042 mg/L melebihi standar kualitas yang ditetapkan yaitu 0,02 mg/L. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat perlu menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah langsung ke sungai.
Rehabilitasi Mangrove Berbasis Partisipatif dan Pembelajaran Konservasi di Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari Abdul Hamid; Syamsul Kamri; Andi Nur; Romy Ketjulan; Halili; Ermayanti Ishak; Rahmad Patadjai; Adi Wahyudi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15403

Abstract

Mangrove rehabilitation is an important strategy to restore the ecological and social functions of urban coastal areas affected by land use conversion, reclamation, infrastructure development, and settlement expansion. This article aims to present and analyze participatory-based mangrove rehabilitation and conservation learning in Bungkutoko Village, Kendari City. This activity was carried out from April to June 2025. This series of activities included coordination, observation of potential rehabilitation sites, preparation of seedlings and sowing seedlings, planting seedlings, and socialization and field reflection. A total of 100 Rhizophora mucronata seedlings were planted in the degraded area with a planting distance of approximately 1 x 1 m, and involved approximately 50 students along with lecturers, and village officials. Participatory-based mangrove rehabilitation and conservation learning are one strategy to maintain the sustainability of the mangrove ecosystem in Bungkutoko Village, and this activity not only focuses on planting mangrove seedlings, but also builds student awareness to participate in maintaining and preserving mangroves sustainably.