Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

LOMBA VIDEO PENDEK KONSERVASI MANGROVE UNTUK PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN GENERASI MUDA Nurnaningsih Hamzah; Abdul Sakti; Dewi Fitriani; Niken Puji Rahayu; Sahindomi Bana; Zakiah Uslinawaty
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.852

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, keberlanjutan ekosistem tersebut masih menghadapi berbagai tekanan akibat perubahan penggunaan lahan, pembangunan kawasan pesisir, pencemaran, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi mangrove. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan generasi muda melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana kampanye konservasi mangrove. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa dan pelajar dari berbagai latar belakang yang memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan dan media digital, dengan melibatkan 15 peserta dalam kegiatan lomba video pendek “Satu Menit Selamatkan Mangrove”. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi konservasi mangrove, penyusunan konsep dan produksi video, publikasi kampanye digital melalui Instagram, penilaian karya, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menghasilkan 15 video edukatif bertema konservasi mangrove. Kampanye digital yang dilakukan melalui Instagram mampu menjangkau sekitar 5.400 akun dan memperoleh sekitar 3.200 interaksi digital berupa tanda suka, komentar, dan berbagi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa lomba video pendek berbasis media digital dapat menjadi strategi edukasi lingkungan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi muda. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi generasi muda dalam penyebarluasan pesan konservasi mangrove serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui evaluasi literasi lingkungan yang lebih terukur.
REHABILITASI MANGROVE TELUK KENDARI BERBASIS EDUKASI LINGKUNGAN DAN KOLABORASI MULTIPIHAK Nurhayati Hadjar; Abdul Sakti; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Abigael Kabe; Lade Ahmaliun
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.853

Abstract

Ekosistem mangrove di Teluk Kendari memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan pesisir, tetapi kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan yang ditandai dengan berkurangnya tutupan mangrove sebesar 15% per tahun, kerusakan habitat akibat pembangunan dan konversi lahan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung rehabilitasi mangrove melalui edukasi lingkungan, aksi penanaman, dan penguatan kolaborasi multipihak berbasis Campus-Based Environmental Stewardship. Kegiatan melibatkan 250 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, siswa sekolah menengah atas, perwakilan instansi pemerintah, masyarakat, serta tujuh mitra strategis dalam bidang lingkungan dan rehabilitasi pesisir. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai fungsi ekologis mangrove, demonstrasi teknik penanaman, praktik penanaman bibit, evaluasi pemahaman melalui kuis, serta penguatan jejaring konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menanam 500 bibit mangrove yang terdiri atas Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Bruguiera gymnorrhiza. Peningkatan pengetahuan peserta terlihat melalui kuis berhadiah yang memuat 20 pertanyaan tentang materi sosialisasi, dengan siswa sekolah menengah atas menjadi kelompok yang paling aktif dan paling banyak memberikan jawaban benar. Kolaborasi tersebut mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara kampus, pemerintah, sekolah, masyarakat, dan mitra lingkungan dalam pelaksanaan konservasi pesisir berkelanjutan secara bersama. Kegiatan ini meningkatkan keterlibatan peserta dalam konservasi, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, menumbuhkan kepedulian lingkungan, dan mendukung pemulihan kawasan pesisir. Program ini berpotensi dilanjutkan melalui pemantauan pertumbuhan bibit, pemeliharaan rutin, pendampingan berkala, serta perluasan kemitraan dan edukasi konservasi kepada siswa sekolah menengah pertama.
From Paddles to Engines: Modernization, Social Capital, and Adaptive Strategies of Bajo Sea Nomads in Coastal Southeast Sulawesi Pendais Hak; Abdul Sakti; Khabiirun Khabiirun; Alimin Alwi
Journal of Law, Social Science and Management Vol. 3 No. 1 (2026): January - June
Publisher : Yayasan Cipta Anak Bangsa (YCAB) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/jlssm.v3i1.2108

Abstract

Background: The Bajo community of Pulau Saponda, Southeast Sulawesi, Indonesia, is one of Southeast Asia’s most prominent sea-nomad societies. Since the late 1980s, the transition from paddle-and-sail boats to motorized vessels has transformed fishing practices, market access, and social organization. However, the role of social capital and local institutions in shaping adaptation to fishery modernization remains insufficiently understood. Objectives: This study examines the impacts of fishery modernization on the Bajo community and explores the ecological, socio-cultural, and economic strategies developed to adapt to these changes. Methods: A qualitative ethnographic approach was employed. Fieldwork was conducted in June 2020 with five purposively selected male informants representing diverse fishing activities and generational experiences. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and field notes, then analyzed thematically using established qualitative procedures. Results: Motorization expanded fishing ranges, reduced travel time, improved market integration, and increased productivity, while also reinforcing socioeconomic inequalities between vessel owners. Social capital, expressed through mutual aid, inter-household networks, and informal patron-client credit arrangements, remained central to community resilience but provided limited access to external institutions. Adaptive strategies included shifting fishing grounds, aquaculture, livelihood diversification, educational investment, knowledge exchange, and participation in conservation initiatives. Modernization also contributed to the decline of traditional practices, oral traditions, and communal labor systems. Conclusion: Fishery modernization has simultaneously enhanced economic opportunities and intensified social differentiation. Although strong bonding social capital supports resilience, limited bridging connections constrain broader development opportunities. Strengthening microfinance access, community-based fisheries governance, and cultural preservation programs may improve both livelihood sustainability and cultural resilience. Keywords: Bajo people; fishery modernization; social capital; adaptive strategies; livelihood diversification