Tineke Mandang
Dept Of Agricultural Engineering And Biosystems, Faculty Of Agric. Tech., Bogor Agricultural University, Bogor 16680, West Java, Indonesia.

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : agriTECH

Penentuan Parameter Desain Roda Besi Bersirip melalui Pengukuran Tahanan Penetrasi Tanah di Sawah Taufik Rizaldi; Wawan Hermawan; Tineke Mandang; Setyo Pertiwi
agriTECH Vol 34, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.027 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9443

Abstract

The objective of this study was to predict the design parameters of lugged wheel that fit through the soil penetration resistance measurement directly in paddy fields. Location of the study was on paddy fields in the village Situ Gede Bogor, West Java. Penetrometer with a plate size of 5 cm x 20 cm is used to press the soil to a depth of 20 cm with inclination press angle of 90o, 75o, 60o, 45o and 30o. Data were analyzed by linear regression method to obtain the relationship between the pressure force and depth presseure for each different inclination of pressure angle. By using the equation of force generated by active lug wheels were touching the soil and the resulting linear regression equation to predict the lugged wheel design for two-wheeled tractor (Yanmar TF85 MLY-in). Tractor assumed to be operating at 15 cm sinkage so that the selected design is a design in which the resulting reaction force able to resist the load supplied by the tractor and implement and used the most minimum construction materials. The results of the calculations recommended number of lugs 12, 45o angle of lugs, width of lugs 10 cm, length of lugs 35 cm, outer diameter wheels 84 cm is the lugged wheel design optimum.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi parameter desain roda besi bersirip yang sesuai melalui pengukuran tahanan penetrasi tanah secara langsung di lahan sawah. Lokasi penelitian berada pada lahan sawah di Desa Situ Gede Bogor, Jawa Barat. Penetrometer dengan ukuran plat 5 cm x 20 cm digunakan untuk menekan tanah sampai kedalaman 20 cm dengan kemiringan sudut tekan 90o, 75o, 60o, 45odan 30. Data dianalisis dengan metode regresi linier untuk memperoleh hubungan antara gaya penekanan dan kedalaman penekanan untuk tiap sudut penekanan yang berbeda. Dengan menggunakan persamaan gaya yang dihasilkan oleh sirip aktif roda yang menyentuh tanah dan persamaan regresi linier yang dihasilkan maka dapat diprediksi desain roda besi bersirip untuk traktor roda dua (yanmar TF85 MLY-di). Traktor diasumsikan beroperasi pada sinkage 15 cm sehingga desain yang dipilih adalah desain di mana gaya reaksi yang dihasilkan mampu mengatasi beban yang diberikan oleh traktor dan implemen serta penggunaan bahan konstruksi yang paling minimum. Hasil perhitungan merekomendasikan jumlah sirip 12, sudut sirip 45o, lebar sirip 10 cm, panjang sirip 35 cm, diameter luar roda 84 cm adalah desain roda besi bersirip yang optimum.
Analisis Kebutuhan Torsi Penjatah Pupuk Butiran Tipe Edge-Cell untuk Mesin Pemupuk Jagung Annisa Nur Ichniarsyah; Wawan Hermawan; Tineke Mandang
agriTECH Vol 34, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.803 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9529

Abstract

A study on the design of metering device which could work more optimally was conducted to overcome the high friction between the rotor and its metering tube, and the clogging of fertilizer particle on the conventional rotor type metering device. An edge-cell rotor type metering device was proposed to overcome the problems. Objectives of the study were to analyze the torque requirement of the edge-cell type metering device and to design metering device of corn fertilizer applicator with lower torque requirements and high accuracy. A mathematical model to calculate the torque requirement of the rotor was developed and validated using torque measurement in the experiment. Experiments were conducted using a model of fertilizer applicator equipped with a rotor torque measuring sensor and rotated using an electric motor. The torque measurement results showed that the edge-cell type metering device could reduce the torque requirement up to 68% and 80% when tested using urea and TSP, respectively. By using the edge-cell type rotor, there was no problem of clogging of fertilizer particle on the rotor system. The validation results showed that the mathematical model could predict accurately the torque requirement of the rotor only on the lower volume of fertilizer (25%) in the hopper. However, on the higher volume of fertilizer (50% and 100%) in the hopper, the calculated torques was 2-4 times higher than the actual measuring torques. The amount of the fertilizer in the hopper not significantly affected the torque requirement of the rotor.ABSTRAKPenelitian mengenai desain penjatah pupuk yang dapat berfungsi lebih optimal dilakukan untuk mengatasi besarnya gaya gesek yang terjadi antara rotor penjatah dan ruang penjatah, serta terjadinya kemacetan perputaran rotor penjatah pupuk pada alat pemupuk dalam penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan torsi penjatah pupuk tipe edge-cell. Model pendugaan matematis untuk menghitung kebutuhan torsi telah dibangun dan divalidasi melalui pengujian kebutuhan torsi. Pengukuran dilakukan enggunakan model alat pemupuk jagung yang dilengkapi dengan sensor pengukur torsi. Penjatah tersebut diputar menggunakan motor AC variable speed. Hasil pengukuran torsi menunjukkan bahwa penjatah tipe edge-cell mampu mengurangi kebutuhan torsi penjatahan hingga 68% (pupuk urea) dan 80% (pupuk TSP). Kemacetan yang terjadi akibat ganjalan butiran pupuk yang besar pada ruang penjatah tidak terjadi saat menggunakan penjatah tipe edge-cell. Hasil pengujian validasi model menunjukkan bahwa model matematis mampu menduga kebutuhan torsi dengan akurat hanya pada saat tingkat volume pupuk dalam hopper 25%. Semakin tinggi volume pupuk dalam hopper (50 dan 100%), hasil pendugaan torsi lebih besar sekitar dua hingga empat kali hasil pengukuran torsi. Volume pupuk dalam hopper tidak berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan torsi pada rotor.
Pengaruh Laju Umpan Bahan Bakar dan Laju Aliran Udara terhadap Kinerja Pembakaran Tungku Fixed Bed Tamaria Panggabean; Tineke Mandang; Leopold Oscar Nelwan; Wawan Hermawan
agriTECH Vol 43, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.70508

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kelemahan pembakaran tungku yang menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna dikarenakan kurang optimalnya rasio bahan bakar dan udara serta waktu tinggal pembakaran yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh laju umpan bahan bakar dan laju aliran udara yang menghasilkan pembakaran sempurna. Makalah ini menjelaskan pengaruh laju umpan bahan bakar dan laju aliran udara terhadap kinerja pembakaran tungku fixed bed sebagai sumber energi panas pengering. Pengukuran efisiensi tungku dilakukan pada berbagai laju umpan sekam dan laju aliran udara. Penelitian ini dilakukan pada 3 laju umpan sekam yaitu 12, 15, dan 18 kg/jam, dan pada 5 laju aliran udara yaitu 86,4; 120,96; 114,84; 108 dan 154,8 kg/jam. Perlakuan optimum diperoleh pada laju umpan sekam 15 kg/jam dan laju aliran udara 114,84 kg/jam dengan efisiensi tungku sebesar 73,99%, panas yang dihasilkan 41,55 kW dan dan % abu/arang yang diproduksi 17,89%. Suhu gas buang bervariasi dari 99,78-474,23°C pada berbagai laju umpan sekam dan laju aliran udara. Analisis gas buang menunjukkan pelepasan panas maksimum terjadi ketika tungku diberi kelebihan udara berlebih 100% yang dibutuhkan untuk pembakaran sempurna.