Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISA PENGENDALIAN BIAYA PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE DAN CRASH PROGRAM PADA PROYEK PEMERINTAH KABUPATEN SINTANG Nawawi, Masduki; Indrayadi, M.; Pratiwi, Riyanny
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i2.36177

Abstract

Masalah pengendalian proyek harus diperhatikan sebaik mungkin,  yang akan mempengaruhi keuntungan perusahaan dalam menjalankan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan biaya dan waktu pada proyek agar sesuai rencana sehingga proyek tidak mengalami kerugian. Menggunakan dua metode yaitu metode Earned Value dan Crash Program, pada proyek Pemerintah Kabupaten sintang tepatnya Pembangunan Rumah Susun Pada Kawasan Rsud Ade Muhammad Djoen Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan objek sesuai dengan apa adanya. Dengan metode deskriptif ini, peneliti memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generelisasi dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal. Analisa dari metode Earned Value didapatkan prakiraan biaya akhir proyek yaitu Rp. 15.455.732.039 dengan waktu penyelesaian proyek 211 hari. Kemudian dipercepat dengan menggunakan metode Crash Program, didapatkan hasil dari analisa yaitu biaya sebesar Rp. 12.260.442.682 dan waktu penyelesaian proyek 174 hari. Sehingga dapat di simpulkan bahwa metode Earned Value bisa mengukur prestasi kerja terhadap rencana dan mengestimasikan biaya akhir proyek serta waktu total penyelesain proyek. Sedangkan metode Crash Program dapat mengejar keterlambatan proyek dengan biaya yang tidak membengkak walaupun pekerjaan di percepat. Kata kunci : Earned Value, Crash Program, Pengendalian.
PEMBUATAN PROGRAM RAB DAN HARGA SATUAN DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL MACROS DAN VISUAL BASIC Prasetyo, Danny Ismail; Indrayadi, M.; Arpan, Budiman
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.12641

Abstract

Perkembanganteknologiinformasitermasuk di dalamnyaadalahperkembangan software (perangkatlunak) sangatmembantugunamemudahkanpekerjaanberbagaidisiplinilmu. Tekniksipilmerupakansalahsatubidangilmu yang menuntutpekerjaancepat, tepatsertaefisiendibidangwaktudantelahbanyakperangkatlunakberkelasinternasional yang telahdiciptakangunamembantudalamrekayasa, seperti AUTOCAD, SAP, danmasihbanyaklagiperangkatlunak yang sejenis. Sumberdaya yang direncanakanadalahtenagakerja (man), peralatan (machine), metode (method), bahan (material), danuang (money). Sumberdayainiharusdirencanakanseefisiendanseefektifmungkin agar diperolehbiayapelaksanaan yang minimum. Dalampelaksanaankitaharusmenyusunpekerjaansesuaidengankualifikasinyamasing-masing. Penjadwalan yang tepatdenganpengalokasiansumberdaya yang tepatmendukungkeberhasilansuatuproyek.   Kata kunci :RancanganAnggaranBiaya, Visual Basic
PELAKSANAAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA SUPADIO PONTIANAK Nurfadhilah, Ilmi; Indrayadi, M.; ., Rafie
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.8287

Abstract

Kegiatan jasa konstruksi  adalah salah satu  sektor kegiatan yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi dibanding dengan kegiatan jasa lainnya. Hal ini disebabkan karena pekerjaan konstruksi merupakan kompleksitas kegiatan yang melibatkan tenaga kerja, alat dan bahan material dalam jumlah yang besar yang menjadi pemicu terjadinya kecelakaan. Keberadaan sertifikat OHSAS 18001 pada suatu proyek sangat dibutuhkan untuk penilaian terhadap K3 pada sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang ada dalam suatu sistem organisasi atau perusahaan.   Tahapan penelitian diawali dengan melakukan identifikasi kebutuhan dengan literatur-literatur dan menentukan pokok permasalahan yang berhubungan dengan implementasi PT. Hutama Karya terhadap pelaksanaan program K3. Identifikasi tersebut didapatkan dari sumber data wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil wawancara dianalisis menggunakan metode skala Guttman.   Hasil analisa  menunjukkan pelaksanaan program K3 PT. Hutama Karya pada proyek Terminal Bandara Supadio Pontianak termasuk dalam kategori baik dengan persentase rata-rata sebesar 85,98%. Beberapa ketentuan-ketentuan SMK3 sebagian besar telah dilakukan oleh perusahaan jasa konstruksi ini antara lain menetapkan komitmen dan kebijakan K3, mengidentifikasi sumber bahaya dan penilaian resiko, menentukan pengendalian bahaya, memberikan instruksi kerja, membuat rencana tanggap darurat, menyediakan fasilitas P3K, menyediakan APD, adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang  jelas serta adanya pengendalian untuk mengelola bahaya K3. Kata Kunci : pelaksanaan, SMK3, perusahaan jasa konstruksi
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI WATERFRONT CITY (Studi Kasus: Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Kawasan Parit Nanas Kecamatan Pontianak Utara) Agus Hidayat; M. Indrayadi; Safaruddin M Nuh
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51366

Abstract

Selama pelaksanaan pekerjaan proyek, kompleksitas masalah menyebabkan banyak proyek yang tidak selesai sesuai rencana. Baik itu tepat waktu, kualitas atau biaya, dan terkadang overbudget, untuk mengatasinya harus memiliki manajemen biaya, kualitas dan waktu yang baik. Perencanaan, pengendalian biaya dan waktu adalah ruang lingkup manajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. Selain dari segi kualitas, kinerja proyek juga dapat dievaluasi dari segi biaya dan waktu. Proyek yang saya tinjau ialah Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Kawasan Parit Nanas Kecamatan Pontianak Utara. Proyek ini adalah proyek struktur berupa bangunan waterfront city yang memiliki konsep pembangunan daerah pesisir air baik itu tepi sungai, pantai, ataupun danau. Dalam skripsi ini Saya akan menghitung RAP(Rencana Anggaran Pelaksanaan) pada proyek tersebut menggunakan bantuan aplikasi Microsoft project. Selain biaya, saya juga akan menganalisa waktu  yang digunakan pada proyek tersebut agar proyek tersebut tidak mengalami kerterlambatan. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan durasi pelaksanaan selama 182 hari dengan jumlah kebutuhan sumber daya yang biayanya tidak melebihi anggaran biaya yaitu sebesar Rp 7.116.433.702,00. Bobot harga satuan hasil perhitungan lebih besar dari pada bobot harga satuan pendekatan kontraktor pelaksana yaitu 0,69 > 0,60. Kata kunci : Konstruksi, Perencanaan Pelaksanaan, Sumber daya.
ANALISA BIAYA EKONOMIS PEKERJAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN GREEN SYNTHESIS PONTIANAK Ade Veronika Yolanda; M. Indrayadi; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.696 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36602

Abstract

Rumah tak hanya menjadi tempat tinggal dan berlindung. rumah juga menjadi ladang investasi yang menghasilkan uang. Kajian untuk mengetahui besarnya nilai kelayakan ekonomi teknik dari investasi proyek pembangunan rumah didasarkan nilai investasi perumahan Green Synthesis tipe rumah 6x15. Penelitian bertujuan mengetahui kelayakan finansial, yang ditinjau dari arus cash flow. Penelitian menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), Payback Period (PP) dan analisa Break Even Point (BEP). Besaran anggaran modal investasi perumahan Green Synthesis sebesar Rp 22.000.000.000,00 berdasarkan modal sendiri dan pinjaman. biaya tetap (fixed cost) pada perumahan tipe 6x15 ini senilah Rp 19.349.051.648,00; sedangkan total biaya variabel senilai Rp 1.076.360.588,00. Uji analisa kelayakan menggunakan metode Net Present Value senilai Rp 13.331.370.145,00. Metode Internal Rate Of Return didapatkan nilai 39,75 %. Metode Benefit Cost Ratio didapatkan nilai 1,702 %. Pengembalian modal investasi menggunakan metode Payback Period arus tidak tetap didapatkan waktu 1 tahun 6 bulan pengembalian. Kemudian yang terakhir menggunakan metode Break Even Point jika dirupiahkan sebesar Rp 48.129.347.834,00 sedangkan jika dihitung dalam jumlah maka perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian di penjualan unit ke 27. Hasil analisa kelayakan tersebut disimpulkan bahwa pembangunan perumahan tipe 6x15 Green Synthesis Pontianak dinyatakan layak untuk dilaksanakan.Kata Kunci: cash flow, NPV, IRR, BCR, PP, BEP
ANALISA RISIKO BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN FONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT RENDAH DI KOTA PONTIANAK Maria Tiara Fujha Mardiana; M. Indrayadi; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48676

Abstract

Permasalahan yang biasa dan sering terjadi dalam suatu proyek adalah keterlambatan dan pemborosan biaya. Pekerjaan fondasi merupakan salah pekerjaan awal suatu proyek yang berpengaruh pada pekerjaan selanjutnya. Penelitian ini dilakukan bertujuan sebagai referensi untuk mengetahui faktor-faktor dominan serta langkah-langkah yang diambil untuk mencegah  dan mengurangi dampak berdasarkan risiko biaya dan waktu pekerjaan fondasi gedung bertingkat rendah di Kota Pontianak. Pengambilan data dilakukan dengan dua tahap, yaitu kuisioer tahap pertama untuk mendapatkan variabel bebas yang berpengaruh pada risiko biaya dan waktu pekerjaan fondasi gedung bertingkat rendah di Kota Pontianak dan kuisioner tahap kedua dilakukan untuk mendapatkan skala frekuensi, dampak biaya dan waktu berdasarkan penilaikan kontraktor yang pernah mengerjakan pekerjaan fondasi gedung bertingkat rendah di Kota Pontianak. Data hasil kuisioner ini dianalisis dengan matriks pair wise comparison, pembobotan kriteria, dan nilai peringkat dan analisis level resiko untuk mendapatkan faktor-faktor dominan. Hasil analisi menyatakan bahwa produktivitas tenaga kerja, kurangnya pengawasan, rendahnya produktivitas alat berat yang dipengaruhi umur dan spesifikasi dan keterlambatan pengiriman material ke lokasi. Faktor tambahan yaitu lokasi pekerjaan fondasi, keadaan sekitar pelaksanaan dan keadaan tanah.Kata Kunci: Dampak Terhadap Biaya, Dampak Terhada Waktu, Gedung Bertingkat Rendah Kota Pontianak, Manajemen Risiko Pekerjaan Fondasi.
MENGAPLIKASIKAN METODE LEAN PROJECT MANAGEMENT DAN METODE PENJADWALAN CCPM DALAM TAHAP PERENCANAAN PROYEK KONSTRUKSI Muhammad Nurfitriansyah; Endang Mulyani; M. Indrayadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.857 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32197

Abstract

Pada pelaksanaan proyek konstruksi, ada dua kemungkinan yang bisa saja terjadi, bisa berhasil ataupun mengalami kegagalan. Proyek akan dikatakan berhasil apabila proyek tersebut selesai tepat waktu serta tepat juga anggarannya, sebaliknya akan dikatakan gagal bila proyek tersebut terlambat atau anggaran proyek membengkak. Kegagalan proyek biasa disebabkan oleh kurangnya perencanaan yang baik dan matang sehingga pada akhirnya tidak dapat memberi nilai tambah pada proyek atau biasa dikenal dengan sebutan Non Value-Adding Activities atau bisa juga disebut waste. Untuk mengatasi hal tersebut dapat kita terapkan pendekatan Lean Project Management (LPM). Pada LPM ada beberapa prinsip yang dapat kita terapkan kedalam tahap perencanaan dan pengerjaan proyek. Berkaitan dengan masalah perencanaan manajemen proyek yang baik, maka tidak lepas dari penjadwalan proyek konstruksi yang baik pula, maka di gunakanlah metode penjadwalan baru yaitu CCPM. Berdasarkan hasil identifikasi pada proyek pembangunan gedung IPDN Kampus Kalimantan Barat, didapatkan waste yang berpotensi muncul saat pelaksanaan proyek yaitu defect, waiting, unnecessary inventory dan innappropriate processing. Waste yang terjadi pada proyek ini disebabkan karena faktor cuaca, kekurangan tenaga kerja, keterlambatan material dan peralatan yang rusak,  Untuk menghindari hal  tersebut ditempuh beberapa tindakan yaiu seperti menambah jam kerja (lembur), menyiapkan cadangan vendor untuk resource material, menambah jumlah peralatan. Adanaya  waste akan mengakibatkan keterlambatan prroyek, untuk itu perlu adanya safety time (buffer time) yang terdapat dalam penjadwalan dengan metode CCPM.  Dari hasil penanganan waste menggunakan penjadwalan CCPM didapatkan penghematan waktu pengerjaan proyek selama 29 hari  dan penghematan biaya sebesar Rp. 195.764.500,00Kata Kunci : Waste; Lean Project Management; CCPM.
ANALISIS BIAYA PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG DI KOTA PONTIANAK Ridha Mahendra Nursukma Akbar; Endang Mulyani; M. Indrayadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48920

Abstract

Pada era revolusi industri 4.0 saat ini yang berfokus pada digitalisasi, analisis biaya perawatan bangunan akan dirancang dalam bentuk Sistem Informasi. Sistem Informasi ini diharapkan akan mempermudah analisis biaya pekerjaan perawatan bangunan. Dalam analisis biaya pekerjaan Perawataan Bangunan pada Gedung Kuliah Theater 1 Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura masih menggunakan metode konvensional yaitu dihitung secara manual dan terpisah untuk setiap item pekerjaan. Sehingga diharapkan perancangan sistem informasi ini dapat mempermudah dalam melakukan penyusunan rencana anggaran biaya hingga tingkat tingkat kerusakan serta prediksi biaya perawatan tahun mendatang. Hasil dari sistem informasi yang dirancang berupa Laporan Rencana Anggaran Biaya, Tingkat Kerusakan Bangunan, dan Laporan Prediksi Biaya Perawatan untuk 5 Tahun Mendatang yang disajikan dalam Tabel dan dilengkapi dengan Grafik. Kata Kunci: perawatan, bangunan, analisis, biaya, sistem informasi
MANAJEMEN MATERIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN (STUDI KASUS JEMBATAN LANDAK KOTA PONTIANAK) Gresima Resti Pantula; Safarudin M. Nuh; M. Indrayadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 1 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i1.32273

Abstract

Jembatan merupakan sarana penghubung antar daratan yang terbelah oleh aliran sungai atau lembah. Dengan adanya jembatan maka diharapkan dapat membantu keberlangsungan perekonomian masyarakat serta mendukung dan memperlancar pembangunan dalam berbagai bidang. Kegiatan pembangunan Proyek Duplikasi Jembatan Landak Kota Pontianak merupakan salah satu solusi pemerintah dalam mengurai kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di area Jembatan Landak I. Kompleksitas proses pembangunan jembatan di atas air dan ketersediaan material pada lokasi proyek menjadi alasan penting perlu adanya manajemen material yang sistematis. Proses pembangunan pada daerah padat memerlukan perencanaan manajemen material yang baik, agar proses penyediaan material tidak terhambat, sehingga tidak mengganggu pekerjaan dan dapat berjalan secara kontinyu. Adapun tujuan dalam penelitian ini antara lain, merancang jadwal pemesanan dan penggunaan material, merancang struktur organisasi yang mengurus manajemen material, merancang sistem manajemen material, serta membuat formulir-formulir yang diperlukan untuk kebutuhan manajemen material. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi material yang dibutuhkan dalam proses pembangunan jembatan serta waktu tempuh pengiriman material. Hasil dari penelitian berupa sebuah sistem serta formulir-formulir manajemen material dari tahap awal identifikasi material hingga laporan logistik. Keberadaan sistem dan formulir sangat membantu proses pekerjaan di lapangan.Kata kunci: manajemen material, konstruksi jembatan, jembatan landak, kota Pontianak
PERBANDINGAN PERHITUNGAN HARGA SATUAN PEKERJAAN BERDASARKAN STUDI DILAPANGAN (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Puskesmas Di Pahauman Kabupaten Landak) Berliana Salincis; M. Indrayadi; Riyanny Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42799

Abstract

Pembangunan gedung khususnya dibidang kesehatan adalah salah satu program yang diprioritaskan pemerintah daerah maupun pusat, yang dimana pemerintah daerah maupun pusat berharap bidang kesehatan mampu memberikan fasilitas maupun pelayanan kesehatan yang memadai.Manajemen proyek adalah penerapan suatu ilmu pengetahuan, keahlian dan keterampilan,Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (biaya nyata) terdapat selisih biaya dari masing-masing jenis kegiatan dan dapat di jadikan sebagai acuan pelaksana pekerjaan nantinya,  sehingga diperlukan studi analisa perbandingan antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (biaya nyata). Untuk mengetahui selisih antara RAB dan RAP agar dapat memperkirakan keuntungan atau kerugian yang akan dialami perusahaan kontraktor .Dari hasil wawancara, survey, dan perhitungan, terdapat selisih biaya yang cukup signifikan antara RAP dan RAB, dimana rencana anggaran pelaksanaan (RAP) lebih kecil dari pada rencana anggaran biaya (RAB) berdasarkan SNI dengan selisih harga sebesarRp, 232.621.197,37. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kontraktor memperoleh keuntungan sebesar 21,32 %  dari total nilai RAB berdasarkan SNI untuk pekerjaan Struktur. Kata Kunci : Biaya Nyata, Rencana Anggaran Pelaksanaan, Rencana Anggaran Biaya.