Claim Missing Document
Check
Articles

Model Bisnis Signature Coffee:Inovasi Produk dan Strategi Diferensiasi di Pasar Kopi Lokal Arif Yulianto
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 1 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i1.2041

Abstract

Jurnal ini membahas model bisnis yang diterapkan oleh Signature Coffee, sebuah entitas bisnis kopi yang berupaya menonjol di tengah ketatnya persaingan pasar kopi lokal. Fokus utama adalah bagaimana Signature Coffee melakukan inovasi produk dan menerapkan strategi diferensiasi untuk menarik serta mempertahankan pelanggan. Analisis mencakup tinjauan terhadap tren pasar kopi lokal, identifikasi elemen kunci inovasi produk.(seperti minuman signature, biji kopi unik, atau metode penyeduhan khusus), serta eksplorasi strategi diferensiasi yang digunakan (misalnya, pengalaman pelanggan, branding, atau komunitas). Tujuan jurnal ini adalah memberikan pemahaman tentang faktor-faktor keberhasilan sebuah bisnis kopi di pasar yang kompetitif melalui studi kasus Signature Coffee.Kata Kunci: Model Bisnis, Kopi Lokal, Inovasi Produk, Diferensiasi, Strategi Pemasaran, Signature Coffee.
Pembaruan Konsep Produk Ayam Geprek Biasa Menjadi Ayam Geprek Krispi Bakar Yang Diawali Oleh Brand Gkrisbar By Hara Chicken Arif Yulianto
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 2 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i2.2473

Abstract

Pengabdian ini berfokus pada kejenuhan pasar kuliner ayam geprek biasa di tingkat pelaku usaha mikro. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan wajah baru dan rasa baru kepada masyarakat melalui inovasi ayam geprek menjadi ayam geprek krispi bakar dengan menginisiasi brand "Gkrisbar by Hara Chicken". Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif (Asset-Based Community Development) meliputi pelatihan produksi, re-branding, serta strategi pemasaran digital. Hasil pengabdian menunjukkan terjadinya transformasi konsep produk secara total pada mitra dampingan. Inovasi teknik pembakaran setelah penggorengan menghasilkan cita rasa unik yang diminati konsumen, didukung oleh identitas visual baru. Program ini berhasil memicu perubahan perilaku usaha yang lebih inovatif serta meningkatkan volume penjualan harian mitra.
Analisis Representasi Identitas Budaya Lokal pada Environmental Graphic Design Pasar Dhoplang Yudi Wibowo; Arif Yulianto; Cornelia Hiedayati Berliana Putri
JURNAL ASSOSIATIV Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Asosiatif
Publisher : Fakultas Sosial Humaniora dan Seni Usahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran budaya visual kontemporer yang sangat dominan di ruang publik dewasa ini cenderung mengubah eksistensi simbol dan nilai budaya setempat. Sebagai akibatnya, identitas budaya lokal kian terdesak keberadaannya dalam konteks kehidupan sehari-hari masyarakat. Situasi ini mendorong pentingnya memperkuat representasi budaya daerah lewat media komunikasi visual yang dapat menghidupkan kembali nilai, karakter, dan makna budaya lokal. Environmental Graphic Design atau Desain Grafis Lingkungan berfungsi secara strategis sebagai media visual yang menciptakan identitas ruang sekaligus menjadi alat komunikasi budaya bagi masyarakat. Pasar Dhoplang sebagai pasar makanan tradisional menyajikan konsep visual yang mengangkat budaya Jawa melalui berbagai elemen Environmental Graphic Design, seperti ilustrasi, tipografi, warna, simbol, dan ornamen visual. Keunikan penggunaan elemen-elemen itu menjadikan Pasar Dhoplang sebagai ruang publik yang berfungsi tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga sebagai sarana representasi identitas budaya setempat. Studi ini bertujuan menganalisis penggambaran identitas budaya lokal dalam Environmental Graphic Design Pasar Dhoplang. Penelitian ini difokuskan pada analisis elemen visual yang dipakai serta arti simbolis yang terkandung di dalamnya sebagai sarana komunikasi visual budaya setempat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi visual terhadap elemen Environmental Graphic Design, dokumentasi visual, dan penelitian pustaka. Analisis data dilakukan dengan pendekatan formalist untuk mengkaji elemen-elemen visual serta pendekatan semiotik untuk memahami arti dan simbol budaya yang direpresentasikan. Hasil penelitian menyatakan bahwa Desain Grafis Lingkungan Pasar Dhoplang berperan sebagai alat strategis dalam mencerminkan identitas budaya Jawa serta menciptakan citra pasar yang berkelanjutan dan menarik. Desain bukan sekadar sarana komunikasi visual, melainkan juga instrumen yang membangun makna, ideologi, dan pengalaman ruang yang mengintegrasikan budaya, ekonomi, dan ekologi dalam satu sistem yang harmonis.
Perancangan Video Iklan Produk Jamu Tradisional Di Desa Nguter Untuk Remaja Naufal Galang Yastaqim; Ahmad Khoirul Anwar; Arif Yulianto
JURNAL KEMADHA Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/ke.v16i1.2193

Abstract

Traditional medicine is a health product made from natural ingredients processed according to local wisdom. Traditional medicine is made from ingredients chosen by teenagers as a supplement to maintain their health. Kautsar 2024 revealed that 88 respondents (78.6%) had used the supplement effectively, while 24 respondents (21.4%) experienced adverse side effects, categorizing it as a negative outcome. Based on these issues, the design of a traditional medicine advertisement video for teenagers is expected to provide information about the benefits of consuming traditional medicine for maintaining health. The objective of this design is to provide teenagers with information about the benefits of traditional medicine for maintaining health. This design used a video advertisement to convey information about traditional medicine for maintaining health. This design method used design thinking, which consists of five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. The result of this design is a traditional medicine advertisement video entitled " Dari Alam Untuk Generasi Masa Kini." Through this advertisement video, teenagers can better understand information about traditional medicine and the benefits of consuming traditional medicine for health.
Perancangan Video Edukasi Waspada Child Grooming Bagi Para Remaja Sagita Salsabilla; Ahmad Khoirul Anwar; Arif Yulianto
JURNAL KEMADHA Vol. 16 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/ke.v16i1.2196

Abstract

Abstract The increasing development of technology and the internet provides many benefits and conveniences for society, especially for teenagers. However, increased access to technology and the internet is a second factor in vulnerability to electronic-based sexual violence, such as child grooming. The results of the ECPAT report in 2023 showed that there were 16 cases from the previous 29 cases in 2022. The number of cases experienced a decrease but in terms of electronic-based sexual violence cases were relatively high, one of which was grooming for sexual purposes. The increase in child grooming cases is based on adolescents' lack of understanding and low reporting, making them vulnerable to child grooming. Victims of child grooming should have the courage to speak up. However, in reality, many victims dare not speak up due to negative stigma from society. Based on these problems, the design of an educational video for teenagers to be aware of child grooming is expected to be appropriate, engaging, and easy to understand, so that teenagers can avoid it. The goal of this design is to create an educational video discussing the signs of child grooming so that teenagers can avoid child grooming and prevent the creation of negative stigma in their surroundings, so that victims have the courage to speak up. This design uses video to deliver education and information in an easy-to-understand way for teenagers. Video is chosen because it conveys messages visually, making it easy for teenagers to understand and accessible via mobile devices. This design method uses the design thinking method, which consists of five stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. The resulting design presents an effective educational video titled "Learn the Signs of Waspada Grooming Online." This design not only benefits teenagers but also the community to support the understanding that child grooming is a form of exploitation that occurs without the victim's full awareness. This ensures that victims are not stigmatized and a supportive environment is created.