Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar Usia 9-13 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 12 Dauh Puri Komang Permata Indah Sari; Ni Kadek Elmy Saniathi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.69-74

Abstract

Indonesia kini dihadapkan pada dua permasalahan gizi, yaitu gizi kurang serta penyakit menular yang tak mampu teratasi dengan keseluruhan hingga saat ini. Kekurangan gizi akan mempengaruhi aktivitas yang diakibatkan oleh malnutrisi dan pola makan yang buruk. Penelitian bertujuan mencari tau korelasi antara aktivitas fisik serta pola makan pada status gizi anak yang sedang menempuh sekolah dasar umur 9-13 tahun pada SDN 12 Dauh Puri. Penelitian mempergunakan metode analitik kuantitatif , pendekatan cross-sectional dengan pencatatan antropometri dan pengumpulan survei melalui kuesioner. Responden penelitian berjumlah 87 orang memenuhi syarat inklusi penelitian. Data kemudian diuji korelasi dengan Rank spearman (tingkat signifikansi α=0.05). Aktivitas fisik dengan status gizi ditemukan bernilai P=0,520, pola makan dengan status gizi ditemukan bernilai P=0,013. Tak terdapat hubungan yang bermakna diantara aktivitas fisik dan status gizi di Sekolah Dasar Negeri 12 Dauh Puri namun ada korelasi signifikan diantara pola makan dan status gizi pada anak di SDN 12 Dauh Puri.
Pemberdayaan Kader UKS dalam Deteksi Dini Masalah Gizi d SMP Negeri 9 Denpasar Diah Witari Ni Putu; Sri ratna Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Luh Gede Evayanti; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP Negeri 9 Denpasar merupakan salah satu SMP yang terletak di daerah sanur. SMP tersebut sudah memeiliki UKS yang memilki beberpa program untuk membantu mningkatkan Kesehatan siswa dan siswi di sekolah. Kesehatan remaja sangat mempengaruhi kemampuan akademik siswa. Salah satu poin penting dalam Kesehatan remaja adalah status gizi. Status gizi remaja memerluka perhatian khusus mengingat pada fase ini merupakan fase peralihan terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik yang signifikan. Guna mendukung upaya pemantauan status gizi remaja, diperlukan pemberdayaan kader UKS di SMP Negeri 9 Denpasar. Oleh karena itu, tujuan program berfokus pada peningkatan pengetahuan mitra yaitu kader UKS serta meningkatkan keterampilan mitra dalam melakukan pengukuran BMI pada remaja. Metode pelaksanaan program meliputi persiapan, pelaksanaan (penyuluhan, dialog interaktif, pretest dan posttest serta pelatihan), evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta selama kegiatan serta peningkatan pengetahuan mitra sebesar 45%. Keterampilan siswa juga mengalami peningkatan dilihat dari observasi dan penilaian ceklist. Keberhasilan program ini diharapkan dapat membekali mitra dengan pengetahuan mengenai gizi remaja serta keterampilan dalam pengukuran BMI.
Penyuluhan Diabetes Mellitus dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Diabetes pada Ponsel Pintar Asri Prima Dewi AA Ayu; Komang Trisna Sumadewi; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gde Evayanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diderita oleh masyarakat saat ini. Penderita diabetes memerlukan terapi medikamentosa dan non medikamentosa jangka panjang serta monitoring rutin. Penderita cenderung merasa bosan dengan lamanya terapi sehingga tidak sedikit yang tidak rutin meminum obat dan melakukan monitoring rutin. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak masyarakat kini menggunakan ponsel pintar yang dapat digunakan untuk mengunduh aplikasi pada ponsel tersebut. Saat ini sudah banyak aplikasi pada ponsel pintar untuk monitoring diabetes mellitus. Pengabdian kemitraan masyarakat kali ini akan bekerja sama dengan klinik yang memiliki klub program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). Penyuluhan mengenai diabetes, tatalaksana dan pentingnya monitoring penyakit tersebut dikombinasikan dengan pelatihan mengenai aplikasi diabetes pada ponsel pintar diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat dalam monitoring diabetes mellitus dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman masyarakat. Hasil dari penyuluhan dapat dilihat bahwa rerata pre test adalah sebesar 56%, dilanjutkan dengan evaluasi post test menunjukkan rerata 76% sehingga dapat terdapat peningkatan yang cukup signifikan terkait pengetahuan dan penggunaan aplikasi ponsel pintar tentang penyakit diabetes mellitus. Kata kunci: diabetes, aplikasi diabetes, penyakit kronis
Penyuluhan Pentingnya ASI Eksklusif dan Pelatihan Pengolahan Loloh Kunyit pada Ibu Hamil di Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Kintamani terkait Gerakan Peduli Stunting Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengabdian kepada masyarakat ini, mitra yang terlibat adalah kelompok ibu hamil di Banjar Tandang Tri Buana, Desa Batur Tengah, Bangli. Stunting, atau gagal tumbuh, menjadi fokus karena menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan yang mungkin memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Data dari Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa Kabupaten Bangli memiliki tingkat stunting tertinggi di Provinsi Bali, mencapai 43,2%. Stunting menyebabkan anak tidak mencapai tinggi badan yang diharapkan untuk usianya, dengan dampak jangka panjang yang serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Faktor-faktor seperti pengetahuan dan ekonomi masyarakat memainkan peran penting. Edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif dan pelatihan pengolahan loloh kunyit untuk meningkatkan pendapatan keluarga menjadi solusi yang diberikan. Solusi ini tidak hanya mengatasi masalah gizi secara langsung tetapi juga membantu memecahkan masalah ekonomi yang mungkin menjadi hambatan bagi akses terhadap gizi yang memadai. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang ASI eksklusif dan pelatihan dalam pengolahan loloh kunyit. Kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi bulanan oleh tim pengabdian. Dalam kegiatan ini, melibatkan 9 anggota ibu hamil sebagai mitra. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra dari nilai pretes rata-rata sebesar 5,4 menjadi nilai postes rata-rata sebesar 7,1. Di samping pengetahuan, diharapkan juga terjadi perubahan perilaku yang berkelanjutan dalam pemberian ASI eksklusif dan pemahaman tentang pentingnya gizi yang seimbang bagi pertumbuhan anak. Dengan pendekatan ini, diharapkan terjadi perubahan yang signifikan dalam kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil dan anak di masyarakat Desa Batur Tengah, Bangli.
GERAKAN PEDULI STUNTING (GPS) DALAM MENURUNKAN STUNTING BERBASIS TEKNOLOGI DI DESA BATUR TENGAH, KECAMATAN KINTAMANI Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Luh Gede Evayanti; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 masih tinggi yakni 21,6% sehingga menjadi fokus perhatian pemerintah. Angka prevalensi stunting di Bali telah mengalami penurunan dari 10,9% menjadi 8%. Kabupaten Bangli merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kejadian stunting cukup tinggi. Berbagai program pencegahan dan penurunan angka stunting telah dirancang dan dilaksanakan. Berdasarkan wawancara bersama kelian banjar dan kader di Banjar Tandang Tribuana, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, didapatkan bahwa penyuluhan mengenai stunting yang dilakukan oleh Puskesmas kurang mampu menarik minat masyarakat, pengetahuan masayarakat mengenai gizi seimbang bagi balita masih rendah, kurangnya keterampilan masyarakat mengenai cara mengolah bahan makanan yang mudah didapat dan sehat untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dan informasi mengenai stunting yang diterima oleh masyarakan belum maksimal. Dari masalah tersebut, maka solusi yang dilakukan antara lain memberikan edukasi stunting menggunakan media audiovisual yang lebih menarik, memperkenalkan berbagai fitur aplikasi stunting yang dapat diakses melalui handphone android, serta memberikan pelatihan mengenai pengolakan MPASI dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di desa tersebut. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan wawasan mitra mengenai stunting serta keterampilan mitra dalam mengolah MPASI. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40% yang diukur dari nilai pretest dan posttest dengan kehadiran mitra 100%. Berdasarkan observasi juga didapatkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam menggunakan aplikasi stunting secara mandiri untuk memonitoring tumbuh kembang anak serta peningkatan keterampilan mitra dalam membuat MPASI yang bervariasi. Kesimpulan dari program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah dilakukan edukasi dan pelatihan.
PEMBINAAN KELOMPOK IBU PKK TERKAIT HIPERTENSI KEHAMILAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DI DAUHWARU, JEMBRANA Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Ratna Juwita; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan masyarakat terkait adanya hipertensi kehamilan di Kelurahan Dauhwaru masih kurang, terutama komplikasi yang akan dihadapi ibu hamil. Faktor kurangnya pengetahuan ini dipengaruhi oleh sosialisasi yang kurang tentang pentingnya pencegahan maupun kontrol tekanan darah pada ibu-ibu yang hamil. Ada banyak metode untuk menurunkan tekanan darah termasuk pemanfaatan tanaman sayuran sebagai obat herbal, salah satunya adalah pemanfaatan tanaman herbal. Tanaman herbal adalah tanaman yang dapat dipelihara sebagai tanaman lahan sempit di halaman rumah dan dikonsumsi sebagai sayuran atau jus untuk kesehatan. Mitra pengabdian ini adalah kelompok ibu PKK di Kelurahan Dauh Waru. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu PKK terkait hipertensi kehamilan dan pemanfaatan tanaman herbal kepada ibu-ibu hamil yang ada di lingkungan kelurahan. Metode yang digunakan berupa pembinaan dan praktek langsung cara mengukur tekanan darah mandiri. Selain itu, mitra juga diajarkan cara memelihara tanaman herbal dan memanfaatkannya sebagai tanaman herbal untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Mitra juga dievaluasi melakui pre-test dan post-test. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, terdapat perbedaan antara post-test dengan nilai pre-test secara signifikan (p < 0,05). Data ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu PKK setelah kegiatan.
The Differences of 10% Neutral Buffered Formalin, 4% Paraformaldehyde, and Bouin Solution in Newborn Rat Brain Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 9 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.9.1.9180.1-4

Abstract

Rats are widely used in the study of embryological development of the central nervous system and its congenital disorders. Therefore, tissue fixation is very important in obtaining a good picture of the central nervous system, especially in newborn rats. This study aims to determine the difference in fixation using a solution of 10% neutral buffered formalin, 4% paraformaldehyde, and Bouin solution in the brain tissue of newborn rats. This experimental study used a post-test only controlled-group design with 18 newborn rats aged zero day. After randomization, the pups were grouped into 3 treatment groups, namely: fixation with 10% neutral buffered formalin solution (P1, n = 6), and fixation with 4% paraformaldehyde solution (P2, n = 6), and fixation with Bouin solution (P3, n = 6). Assessment using Hematoxylin Eosin staining, and analyzed by blinding based on the histology of the cerebral tissue (cell nucleus staining, cytoplasmic staining, staining clarity, uniformity of staining). Five cerebrum fields were examined. Data analysis used Kruskall Wallis test and post hoc Mann Whitney test using SPSS. The result was a significant difference in the histology of the brain tissue of newborn rats with the fixation of a solution of 10% neutral buffered formalin, 4% paraformaldehyde and Bouin solution (p = 0.001). Brain tissue fixation using 10% neutral buffered formalin solution showed better quality of histological pictures compared to 4% solution of paraformaldehyde solution and Bouin solution (p <0.05).
Hubungan antara Kecanduan Media Sosial dengan Kecemasan pada Siswa SMA Negeri 4 Denpasar Kadek Agus Wirya Sanjaya Putra; Putu Asih Primatanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.2.2024.228 - 233

Abstract

[The Relationship between Social Media Addiction and Anxiety of SMA Negeri 4 Denpasar] As technology and information develop, humans cannot be separated from social media. Currently, social media addiction is something experienced by teenagers, they are willing to spend their time which can have a negative impact on psychological conditions, one of which is anxiety. There are many health problems experienced by adolescents, one of which is anxiety. This study aims to determine the relationship between social media addiction and anxiety in students of SMA Negeri 4 Denpasar. This study used an analytic observational method with a cross-sectional approach. The study was conducted at SMA Negeri 4 Denpasar with the study population including all students totaling 1466 students and responded by 258 students. Data collection was conducted using the Social Media Addiction questionnaire adapted from the Internet Addiction Test (IAT) and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Furthermore, the data will be analyzed bivariate using the IBM application SPSS25 and with the Spearman test method. The analysis result is said to be significant if the p-value <0.05. The results showed that most respondents did not experience anxiety (62%). In level of social media addiction are mostly at a moderate level (65.1%). The value Spearman test obtained is 0.388 which indicates the strength of the correlation is low and unidirectional. This means that there is a relationship between social media addiction and anxiety in students of SMA Negeri 4 Denpasar.
Prevalensi Kejadian Anemia pada Siswi SMP Negeri 1 Kintamani Ni Putu Diah Witari; Sri Ratna Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Aanak Agung Ayu Asri Prima Dewi; Ida Kurniawati; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i3.7411

Abstract

Anemia is a condition characterized by low levels of hemoglobin or red blood cell counts in the bloodstream, resulting in a decreased ability of the blood to transport oxygen throughout the body. The prevalence of anemia is relatively high, especially in developing countries. In Indonesia, there has been an increase in the prevalence of anemia among adolescents aged 15-24 years, reaching 13.6%. In Bali, the recorded prevalence of anemia is 21.9%, with Bangli Regency ranking second. Kintamani is one of the sub-districts located in Bangli Regency, and SMP Negeri 1 Kintamani is one of the middle schools in the area. This study aims to identify the prevalence of anemia among female students of SMP Negeri 1 Kintamani. The method used is a cross-sectional study involving 147 respondents. Hemoglobin levels were measured using the Easy Touch GCHb device. The results indicate that the prevalence of anemia among female students at SMP Negeri 1 Kintamani is 18.37%, with mild anemia at 12.24% and moderate anemia at 6.12%. The majority of respondents are 12 years old.