Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Hubungan Antara Komunikasi Keluarga Dan Perkembangan Bahasa Pada Anak Speech Delay Lusiana, Viona Gracesita; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelahiran seorang anak merupakan momen yang sangat dinanti-nantikan oleh setiap keluarga. Bagi orang tua tentunyamengharapkan anak yang lahir dengan keadaan sehat dan normal. Namun, ada beberapa keluarga yang dikaruniaianak yang mengalami kendala ditumbuh kembangnya seperti misalnya, speech delay. Pola komunikasi yang terjalindalam keluarga sangat berperan penting dalam menstimulasi perkembangan berbahasa anak. Penelitian ini bertujuanuntuk memahami seberapa besar hubungan antara komunikasi keluarga dan perkembangan bahasa pada anak speechdelay. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 121 orang tua darisiswa siswi beberapa PAUD yang terletak di kecamatan Dayeuhkolot kabupaten Bandung. Hasil penelitianmenunjukkan adanya hubungan signifikan antara komunikasi keluarga dan perkembangan bahasa pada anakmenggunakan uji Spearman Rank dengan signifikansi 0,018 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada adahubungan yang signifikan antara komunikasi keluarga dan perkembangan bahasa dan bicara pada anak speech delay.Berdasarkan analisis data, ditemukan indikasi bahwa terjadi pergeseran tipe pola komunikasi keluarga menjadi lebihcondong ke arah pola komunikasi pluralistik Kata Kunci-: Pola Komunikasi Keluarga, Perkembangan Bahasa Anak Speech Delay
Pengaruh Komunikasi Keluarga Dan Penerimaan Kasih Sayang Terhadap Ketahanan Akademik Siswa SMPIT Nurut Taqwa The Effect Of Family Communication And Acceptance Of Affection On Students Academic Resilience In SMPIT Nurut Taqwa Qisthi, Naufal; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa remaja awal anak dipaksa untuk dapat beradaptasi untuk memenuhi tuntutan akademik. Dalam prosespenyesuaian ini anak harus memiliki tingkat ketahanan akademik yang memadai agar dapat menyesuaikan diri denganlingkungannya. peran keluarga merupakan salah satu factor yang mempengaruhi ketahanan akademik siswa, dengankomunikasi keluarga dan pemberian kasih saying yang rendah akan menciptakan anak yang memiliki ketahananakademik yang rendah, salah satunya yang dialami oleh siswa SMPIT Nurut Taqwa. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui besarnya pengaruh komunikasi keluarga (X) dan penerimaan kasih saying (Z) terhadap ketahananakademik siswa (Y). Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlahresponden yang diambil dari seluruh populasi berjumlah 83 responden. Metode Pengumpulan data yang digunakanpada penelitian ini adalah kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis linier berganda.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel komunikasi keluarga (X) berpengaruh signifikan dan positifterhadap ketahanan akademik siswa (Y) dengan nilai t hitung 3,313 > 1,990 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 <0,005, selanjutnya variabel penerimaan kasih sayang (Z) berpengaruh signifikan terhadap ketahanan akademik siswa(Y) dengan nilai t hitung 88,710 > 1,990 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,005, lalu variabel komunikasi keluarga(X) dan penerimaan kasih sayang (Z) memiliki pengaruh secara stimultan terhadap variabel ketahanan akademik siswa(Y) dengan nilai f hitung sebesar 7169,72 > 3,110 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,005. Kemudian hasil ujikoefisien determinasi dengan nilai r square sebesar 99,1%.Kata Kunci-komunikasi keluarga, penerimaan kasih sayang, ketahanan akademik, siswa
Pengaruh Presentasi Diri Online Terhadap Adiksi Media Sosial Melalui Sikap Fanatisme Sebagai Variabel Intervening Pada Remaja Penggemar Boygroup Treasure Wahyuningtyas, Fitri Nur; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korean Pop atau K-Pop merupakan genre musik dari Korea Selatan yang saat ini digemari oleh remaja. Para remajadapat mempresentasikan dirinya sebagai seorang penggemar di media sosial sebagai wujud kecintaan mereka terhadapidolanya. Hal tersebut jika dilakukan secara berlebihan berarti penggemar tersebut memiliki sifat fanatisme. Apabilapresentasi diri di media sosial dilakukan oleh penggemar yang memiliki sikap fanatisme, membuat intensitaspenggunaan media sosialnya meningkat sehingga dapat menimbulkan adiksi media sosial. Pada penelitian ini akanmembahas pengaruh presentasi diri online terhadap adiksi media sosial melalui sikap fanatisme pada penggemarboygroup Treasure. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dan menggunakan analisis jalur.Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah remaja penggemar boygroup Treasure di Bandung. Hasilmenunjukan bahwa presentasi diri online berpengaruh positif secara signifikan terhadap sikap fanatisme, sikapfanatisme berpengaruh positif secara signifikan terhadap adiksi media sosial, presentasi diri online berpengaruh positifsecara signifikan terhadap adiksi media sosial, dan presentasi diri online berpengaruh positif secara signifikan terhadapadiksi media sosial melalui sikap fanatisme. Pengaruh presentasi diri online terhadap adiksi media sosial sebesar25,2% dan ketika dimediasi oleh sikap fanatisme pengaruhnya menjadi 38,7%. Kata Kunci-presentasi diri online, adiksi media sosial, fanatisme
Analisis Keterbukaan Diri Pasien Dalam Program Rehabilitasi Napza Di Yayasan Sekar Mawar Bandung Muchtar, Ashabul Fadlan; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sudah banyak sekali panti rehabilitasi yang dibangun di Indonesia khususnya yang ada di daerah Jawa Barat,salah satunya ada dikota Bandung. Panti rehabilitasi bagi pengguna NAPZA di kota Bandung salah satunya adalahYayasan Sekar Mawar yang langsung dibawah naungan pemerintah atau bahkan sebuah komunitas organisasi (nonpemerintahan)yang bergerak dibidang yang sama dapat menjadi tempat bagi mereka yang kecanduan akan narkoba.Yayasan Sekar Mawar memiliki tujuan untuk bergerak dibidang penanggulangan masalah penggunaan NAPZA(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanaketeterbukaan diri pasien oleh NAPZA yang diterapkan pada Yayasan Sekar Mawar. Keterbukaan Diri menurutDeVito yaitu suatu bentuk komunikasi seseorang yang menyampaikan informasi tentang dirinya. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif. Teknik pengambil data dengan melakukan wawancara kepada empat narasumberdiantaranya ada narasumber kunci yaitu Pasien Rehabilitasi, dan juga ada narasumber sekunder yaitu Konselor yangmemiliki teori dibidangnya dan sebagai terapis. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa dari lima dimensi yangditerapkan dalam penelitian ini menurut DeVito yaitu, Kuantitas, Penilaian dari Penyikapan Diri, Ketepatan, KeluasanPengungkapan Diri, Keakraban. Dari lima dimensi tersebut terdapat tiga dimensi yang paling terlihat dari YayasanSekar Mawar yaitu Keluasan Pengungkapan Diri, Ketepatan, dan Keakraban. Kata Kunci-komunikasi interpersonal, keterbukaan diri, pasien rehabilitasi
Gambaran Makna Keluarga Lansia Terlantar Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Kota Bandung Soviana, Risma Vasha; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga adalah salah satu peranan penting didalam lingkungan kehidupan sehari hari, dan merupakan suatulingkungan, didalam keluarga terdapat orang tua dan anak. ketika orang tua sudah mencapai usia lanjut,dananaknya telah memiliki kehidupan yang baru , pastinya orang tua akan memiliki kemunduran baik pisikis danbiologis juga kehilangan keluarga utuh didalam rumah. banyak lansia yang dititipkan atau tinggal di panti sosial,bahkan adapun yang tidak mempunyai rumah atau tempat tinggal dan terlantar. meskipun pada kenyataan adabeberapa faktor lansia lansia tersebut yang tinggal di panti sosial , baik lansia itu sendiri meminta tinggal di panti ,atau dititipkan keluarganya. Di Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatifini dipilih untuk tujuan mencari dan mendeskripsikan arti kata keluarga kepada lansia yang berada di panti sosialtresna werdha Budi Pertiwi.Temuan-temuan ini memberikan kontribusi berharga bagi pemahaman tentangkomunikasi intrapribadi pada lansia di panti jompo dan memiliki implikasi yang luas dalam meningkatkan kualitashidup mereka melalui pendekatan yang lebih holistik dan peduli terhadap aspek-aspek ini sehingga, penelitianini membantu mendekatkan makna keluarga dan komunikasi intrapribadi dalam konteks yang lebih luas. Kata Kunci-keluarga, panti jompo, komunikasi intrapribadi, kualitatif
Akomodasi Komunikasi Orang Tua Dalam Interaksi Anak Autisme Di SLB Autisme Pelita Hafizh Kota Bandung Putri, Chailifa Jelita; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan suatu proses penyampain dan penerimaan pesan secara verbal dan non-verbal kepada lawanbicaranya. Interaksi dan komunikasi dalam keluarga sangat diperlukan dalam meningkatkan hubungan didalamnya.Namun beberapa orang terkadang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi yang disebabkan oleh beberapa faktor,seperti gangguan autisme pada anak. Anak dengan penyandang autisme memiliki keterbatasan dalam komunikasi,terutama dalam penyampaian dan penerimaan pesannya. Tentu hal tersebut mengharuskan orang tua perlumengakomodasikan komunikasinya dalam berkomunikasi dengan anak autisme. Teori akomodasi komunikasi padapenelitian ini menggunakan teori akomodasi komunikasi yang dikembangkan oleh West dan Tunner. Penelitian inibertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana orang tua menyesuaikan gaya bicara komunikasinya dengan anakautisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma deskriptif interpretif. Pengumpulan datadiperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini merupakan orang tua yangmempunyai anak autisme dan sedang menjalani terapi di yayasan SLB Autisme Pelita Hafizh. Hasil penelitian inimenjawab bahwa orang tua yang mempunyai anak autisme cenderung lebih sabar saat mengajaknya berkomunikasi.Orang tua menyesuaikan intonasinya cenderung menggunakan nada tegas dengan ucapan lambat. Orang tua jugamenyesuaikan komunkasinya dengan menggunakan komunikasi verbal dan non-verbal. Dengan metode komunikasitersebur dirasa mampu lebih mudah dipahami dan pesannya lebih diterima. Kata Kunci-akomodasi komunikasi, orang tua, autisme
Komunikasi Ketahanan Keluarga Dalam Perspektif Warga Binaan Koto, Ilham; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan keluarga merupakan sebuah alat untuk menilai pencapain keluarga dalam melaksanakan peran,fungsi, dan tanggung jawab dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga. Keluarga dengan ibu yang berstatussebagai warga binaan dapat mempengaruhi hubungan komunikasi dan tindakan terhadap ketahanan keluarga.Oleh karena itu dalam permasalahan ini komunikasi ketahanan keluarga diperlukan untuk tetap mempertahakankeutuhuan keluarga. Penilitian ini mengkaji tentang komunikasi ketahanan keluarga dalam perspektif wargabinaan wanita. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif. Pengumpulandata diperoleh melalui proses wawancara terhadap warga binaan wanita yang telah berkeluarga dan mempunyaianak. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi dalam ketahanan keluarga mampu membentukpandangan dan mengecilkan perasaan negatif serta dapat memunculkan dampak positif bagi warga binaan dalammenjalani masa tahanan. Kata Kunci-ketahanan keluarga, warga binaan wanita, komunikasi keluarga
Strategi Komunikasi Ibu Dan Anak Tunarungu Dalam Edukasi Seksual Sofyan, Annastya; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya pelecehan seksual terjadi karena salah satu penyebabnya yaitu kurangnya edukasi mengenai seksual,terutama bagi anak berkebutuhan khusus. Edukasi seksual masih dianggap tabu oleh beberapa masyarakat karenaadanya anggapan bahwa edukasi seksual ini menjadi suatu hal yang tidak pantas diperbincangkan dengan anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi ibu dan anak tunarungu dalam edukasiseksual yang dikaji menggunakan teori interaksi simbolik di SLB Tamansari Kota Tasikmalaya. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada lima informan.Terdapat tiga hasil aspek interaksi simbolik dalam strategi komunikasi yang dilakukan oleh ibu pada anak tunarungudalam edukasi seksual, diantaranya 1) Mind, menghasilkan tema peran komunikasi ibu dalam pengenalan alat kelaminpada anak tunarungu dan hambatan komunikasi dalam memahami arti, 2) Self, menghasilkan tema pendekatan ibudan anak tunarungu dalam menyampaikan edukasi seksual pada anak tunarungu dan penggunaan alat bantu oleh ibuuntuk menyampaikan edukasi seksual, 3) Society, menghasilkan tema sekolah menjadi pendukung ibu dalammemberikan edukasi seksual pada anak dan mengaji dan sekolah agama sebagai pembantu ibu dalam mengedukasianak mengenai seksual. Hasil penelitian mendapatkan hasil bahwa setiap ibu memiliki cara komunikasi yang berbedanamun satu tujuan. Strategi ibu dalam berkomunikasi ini juga berpengaruh pada komunikasi yang terjalin dengan anaktunarungu. Kata Kunci-komunikasi interpersonal, edukasi seksual, ibu, anak tunarungu, interaksi simbolik
Analisis Komunikasi Interpersonal Ibu Dan Remaja Perempuan Pasca Yatim Di Kelurahan Manggarai Muhjah, Tuhfah Fathiyyah; Ramadhana, Maulana Rezi; Widya P, Chairunnisa Widya P
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mencari bagaimana komunikasi interpersonal khususnya kelekatanyang terjalin antara ibu dan remaja perempuan pasca yatim di Kelurahan Manggarai. Latar belakang penelitianmengidentifikasi tentang kehilangan ayah di usia remaja yang mempengaruhi kondisi emosional anak, terutamaremaja perempuan. Dalam situasi ini, ibu menjadi figur pengasuh utama yang perannya sangat penting. Kualitaskomunikasi interpersonal antara ibu dan anak serta pola kelekatan yang terbentuk menjadi faktor kunci dalam prosespenyesuaian pasca kehilangan. Teori yang digunakan adalah teori kelekatan atau attachment Theory untuk memahamikomunikasi kelekatan ibu dan remaja perempuan pasca yatim. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatifdengan menggunakan wawancara sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polakelekatan antara ibu dan remaja perempuan pasca kehilangan ayah terbagi ke dalam dua kategori, yaitu kelekatanaman dan kelekatan tidak aman. Kelekatan aman ditandai dengan komunikasi yang terbuka, dukungan emosional yangresponsif, serta rasa percaya dan kenyamanan dalam hubungan ibu dengan remaja perempuan. Sementara itu,kelekatan tidak aman terbagi menjadi kelekatan cemas yang ditandai dengan keraguan remaja perempuan untukterbuka karena takut tidak dipahami ibunya. Kelekatan tidak aman lainnya yaitu kelekatan tidak aman menghindarterlihat ketika remaja perempuan memilih untuk tidak bercerita kepada ibunya karena adanya rasa khawatir akanmembebani sang ibu.Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Ibu, Remaja, Yatim, Kelekatan.
Analisis Tahapan Penetrasi Sosial Penyandang Difabel di PPSGHD Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Rafiandi, Dhafin Hafizh; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difabel memiliki hak yang sama dalam membangun hubungan sosial dengan manusia lainnya. Keterbatasan yangdimilikinya membuat banyak orang merasa sulit untuk membangun hubungan sosial dengan difabel. Terdapat PusatPelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD), di dalamnya terdapat berbagai macam jenis difabel yangdipisahkan dari keluarganya sehingga perlu membangun hubungan sosial dengan individu lainnya. Denganmenggunakan teori penetrasi sosial yang dikemukakan oleh Altman & Taylor (1973), tujuan dari penelitian ini untukmencari tahu bagaimana tahapan penetrasi yang dilalui difabel untuk membangun hubungan kedekatan antar individuselama menjalankan program pelatihan. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatanfenomenologi. Teknik pengambilan data berupa wawancara serta observasi kepada 10 informan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa seluruh difabel telah melalui keempat tahapan dalam teori penetrasi sosial yang dibuktikan padatahap orientasi, keleluasaan serta keterbukaan masih sangat rendah dilihat dari topik pembahasan hanya sekedarperkenalan. Tahap pertukaran afektif eksploratif keleluasaan topik pada difabel sudah terlihat, namun terdapathambatan dalam penggunaan bahasa isyarat yang membuat kesulitan dalam membangun hubungan dengan difabeltunaruwi. Tahap pertukaran afektif ditunjukkan dengan keterbukaan mengenai topik tentang diri pribadi yang lebihmendalam. Tahap pertukaran stabil, tingkat kepercayaan antar difabel sudah sangat tinggi yang dibuktikan dengankeleluasaan topik sudah sangat beragam. Penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasiinterpersonal serta dijadikan sumber pengetahuan dan pemahaman bagi masyarakat mengenai bagaimanapengembangan hubungan kedekatan yang dilakukan difabel, sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat untukmemiliki hubungan yang lebih dekat dengan empat jenis difabel dalam penelitian ini.Kata Kunci: Hubungan Sosial, Difabel, Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel, Teori Penetrasi Sosial