Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PENYANDANG DISABILITAS DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DI PUSAT PELAYANAN SOSIAL GRIYA HARAPAN DIFABEL (PPSGHD) DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA BARAT Rezi Ramadhana, Maulana; Qana'a, Mutia; Indah Nur Rochimah, Haris Annisari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5384-5398

Abstract

Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri para penyandang disabilitas melalui program terstruktur yang berkaitan dengan Pendidikan Berkualitas dan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Modul kepercayaan diri terdiri dari lima sesi: kesadaran diri, konseling kelompok, kelas kepercayaan diri (termasuk menggambar, bernyanyi, dan menari), komunikasi, serta pameran dan pertunjukan seni. Setiap sesi meningkatkan kepercayaan diri, harga diri, keterampilan sosial, dan komunikasi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama sesi dan wawancara dengan peserta, fasilitator, dan instruktur. Temuan menunjukkan peningkatan yang nyata dalam tingkat kepercayaan diri pasca intervensi. Sesi Kesadaran Diri dan Konseling Kelompok membantu peserta dalam memahami dan mengelola emosi mereka, sementara Kelas Kepercayaan Diri mempromosikan ekspresi kreatif, yang berdampak positif pada kesejahteraan emosional. Sesi Komunikasi meningkatkan keterampilan sosial, terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pendengaran, dan Pameran dan Pertunjukan Seni memberikan pengakuan sosial, meningkatkan kebanggaan dan rasa memiliki dalam komunitas. Modul pengembangan diri ini mendukung program pengembangan psikososial di Graha Harapan Difabel dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan memberdayakan melalui seni, komunikasi, dan konseling, sehingga menjadi model yang direkomendasikan untuk program-program selanjutnya.
KOMUNIKASI ORANGTUA-ANAK PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (STUDI PERBANDINGAN KOMUNIKASI KELEKATAN ORANGTUA ASUH DAN ORANGTUA KANDUNG) Salsabila; Ramadhana, Maulana Rezi
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.081.08

Abstract

Parent-child communication is the process of sending and receiving messages that occur between parent and child. Parent-child communication is an important factor in forming a good attachment relationship. Without good parent-child communication, there will not be a good attachment relationship. This attachment has a long-term impact from the moment the child is born into the world and throughout his life. Attachment affects a child's emotional, physical and psychological behavior. Children with good attachment will show positive attitudes and behaviors from the results of this attachment relationship, children with bad attachment will show negative attitudes and behaviors. In this study, there is a phenomenon with ABK that is slightly ignored by their biological parents so that children with special needs are cared for by nonbiological parents, therefore the aim of this study is to compare the communication between children with special needs with biological and nonbiological parents. In determining attachment, this study uses Bowbly's attachment theory which states that there are three levels of attachment, namely secure, resistant and avoidant attachment. This research uses qualitative, descriptive methods by applying data collection techniques through in-depth interviews. Interviews were conducted with three key informants, two expert informants and one supporting informant. The results showed that children with special needs have a safe attachment relationship with their nonbiological parents while not safe with their biological parents. Keywords: communication, family, children with special needs, parenting, attachment Abstrak Komunikasi orangtua-anak merupakan proses pengiriman dan penerimaan pesan – pesan yang terjadi di antara orangtua dan anak. Komunikasi orangtua-anak menjadi salah satu faktor penting dalam terbentuknya suatu hubungan kelekatan yang baik. Tanpa adanya komunikasi orangtua-anak yang baik, maka tidak akan terjadi hubungan kelekatan yang baik. Kelekatan ini memiliki dampak yang sifatnya jangka panjang dari sejak anak lahir ke dunia hingga sepanjang hidupnya. Kelekatan berdampak pada perilaku emosional, fisik dan psikis seorang anak. Anak dengan kelekatan yang baik akan menunjukan sikap dan perilaku yang positif dari hasil hubungan kelekatan tersebut begitupun sebaliknya anak dengan kelekatan yang tidak baik akan menunjukan sikap dan perilaku yang negatif. Pada penelitian ini, terdapat fenomena Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang sedikit diabaikan oleh orangtua kandungnya sehingga ABK diasuh oleh orangtua asuh, maka dari itu tujuan penelitian ini yaitu membandingkan komunikasi kelekatan ABK dengan orangtua kandung dan orangtua asuh. Dalam menentukan kelekatan, penelitian ini menggunakan teori kelekatan dari Bowbly yang menyebutkan bahwa ada tiga tingkat kelekatan yaitu secure attachment (kelekatan aman), resistant attachment (kelekatan cemas) dan avoidant attachment (kelekatan menghindar). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif dengan menerapkan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Wawancara dilakukan dengan tiga orang informan kunci, dua orang informan ahli dan satu orang informan pendukung. Hasil penelitian menunjukan bahwa ABK memiliki hubungan kelekatan yang aman dengan orangtua asuhnya sementara tidak aman dengan orangtua kandungnya.
POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM TEKANAN PASCA MELAHIRKAN DI KOTA BANDAR LAMPUNG Kinantri Puspa Sari; Ramadhana, Maulana Rezi
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.081.01

Abstract

The postpartum period is a transitional period experienced by married couples who require adjustments to the presence of changes in their relationship, especially when the wife is experiencing postpartum stress (depression) during that period. The postpartum period causes changes in conditions followed by changing roles and responsibilities, which can affect the communication relationship between partners. This study focuses on communication patterns of married couples in postpartum pressure using the Interpersonal Communication Patterns Theory approach which is supported by the theory of relationship turbulence. The research method used is a qualitative method with data collection techniques in the form of interviews with four husband and wife couples who live in the city of Bandar Lampung, the determination of the informants is obtained through a snowball sampling strategy (multistage method) with expert informants as data confirmation. The results show that all couples have a separate balanced communication pattern (balanced split pattern) during the face of postpartum stress, which is marked by the division of responsibilities in different roles. In a balanced split communication pattern, all informants experience interferences as well as communication supports, and some experience relationship uncertainty, while constructive strategies are used as approaches in conflict management strategies between partners, characterized by open communication and negotiation. Conflicts related to childcare tasks and lack of quality interactions were the findings of this study. Abstrak Periode pasca melahirkan adalah periode transisi yang dialami oleh pasangan suami istri yang membutuhkan upaya penyesuaian dalam hubungan relasi, terlebih saat pihak istri mengalami tekanan/depresi pasca melahirkan selama periode tersebut. Periode pasca melahirkan menimbulkan perubahan kondisi, berupa perubahan peran dan tanggung jawab, yang dapat mempengaruhi hubungan komunikasi di antara pasangan. Penelitian ini berfokus pada pola komunikasi suami-istri dalam tekanan pasca melahirkan dengan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan data berupa wawancara terhadap empat pasangan suami istri di Bandar Lampung yang didapat dari teknik pengambilan sample snowball sampling, Hasil menunjukkan bahwa seluruh pasangan memiliki pola komunikasi seimbang terpisah selama menghadapi tekanan pasca melahirkan, yang ditandai dengan adanya pembagian tanggung jawab pada peran yang berbeda. Dalam pola komunikasi seimbang terpisah, seluruh informan mengalami hambatan juga dukungan komunikasi, dan sebagian mengalami ketidakpastian hubungan. Sementara, strategi konstruktif digunakan sebagai pendekatan dalam strategi manajemen konflik di antara pasangan, ditandai dengan adanya keterbukaan komunikasi dan negosiasi. Konflik terkait dengan tugas pengasuhan anak dan kurangnya kualitas interaksi menjadi temuan dalam penelitian ini.
Family Resilience in Urban Extreme Poverty Ramadhana, Maulana Rezi
Journal of Family Sciences 2024: Special Edition from National Seminar on Family, Child, and Consumer Issue: Building a Quality
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jfs.vi.49784

Abstract

The impact of poverty causes pressure that weakens family resilience. Although measurements of family resilience are available, there are not many up-to-date measures for urban poor families in Indonesia. The purpose of this study is to describe the profile of family resilience and the conditions of vulnerability of extreme urban poor families. The research subjects were the heads of families (N=416) spread across five sub-districts in the city of Bandung, with the highest number of poverties, where most of the subjects worked as daily laborers. The measurement uses a scale of family resilience through four dimensions: the quality of physical, economic, psychological, social, and family structure as demographic resilience. Data were analyzed with descriptive and correlational statistics using JASP 0.15. The results show that poor families have a level of fulfillment of family resilience qualities of 16.5 percent (12.62 percent on the dimensions of physical endurance, 12.46 percent on the economic dimension, 17.33 percent on the psychological dimension and 19.95 percent on the social dimension). Several dimensions have a significant positive relationship, with the highest level on the relationship between dimensions of physical and economic resilience (r=.768). Six conditions of vulnerability were found, namely related to job instability and income that is less than needed, environmental cleanliness and insufficient food consumption, misunderstanding of family goals, and lack of gratitude for conditions. The research findings show two sub-dimensions in each dimension of social resilience and psychological resilience. Suggestions and implications are directed at recommendations for urban extreme poverty alleviation programs and optimizing family quality programs, especially aspects of independence.
Psychometric Evaluation of the Warwick-Edinburgh Mental Well-Being Scale on Indonesian Students Ramadhana, Maulana Rezi
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2023): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v8i2.3817

Abstract

Identification of mental health at the university is an important issue. This study aims to evaluate the psychometric performance of the Warwick-Edinburgh Mental Well-Being Scale (WEMWBS) as an instrument for assessing the mental health of students in Indonesia. The WEMWBS scale has validation in the UK, France, Norway, Spain, and China in various populations, and there needs to be clarity about the Indonesian version of the psychometric characteristics of WEMWBS in the student population. Four hundred twenty-three students from universities in Indonesia participated in this research. Internal consistency and scale factorial validity were examined after using the Indonesian version. All data analyses done by using SPSS version 23. The Indonesian version of WEMWBS showed high internal consistency (0.90). The results of the confirmatory analysis showed that only thirteen items could be grouped into one factor. between the Indonesian version of WEMWBS and the other scale. The findings of this study are essential for measuring students' mental health. These results can provide a reliable tool for evaluating mental health for students and have important implications for developing interventions in health promotion at the university.
Analisis Keterbukaan Diri Pasien Dalam Program Rehabilitasi Napza Di Yayasan Sekar Mawar Bandung Muchtar, Ashabul Fadlan; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sudah banyak sekali panti rehabilitasi yang dibangun di Indonesia khususnya yang ada di daerah Jawa Barat,salah satunya ada dikota Bandung. Panti rehabilitasi bagi pengguna NAPZA di kota Bandung salah satunya adalahYayasan Sekar Mawar yang langsung dibawah naungan pemerintah atau bahkan sebuah komunitas organisasi (nonpemerintahan)yang bergerak dibidang yang sama dapat menjadi tempat bagi mereka yang kecanduan akan narkoba.Yayasan Sekar Mawar memiliki tujuan untuk bergerak dibidang penanggulangan masalah penggunaan NAPZA(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanaketeterbukaan diri pasien oleh NAPZA yang diterapkan pada Yayasan Sekar Mawar. Keterbukaan Diri menurutDeVito yaitu suatu bentuk komunikasi seseorang yang menyampaikan informasi tentang dirinya. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif. Teknik pengambil data dengan melakukan wawancara kepada empat narasumberdiantaranya ada narasumber kunci yaitu Pasien Rehabilitasi, dan juga ada narasumber sekunder yaitu Konselor yangmemiliki teori dibidangnya dan sebagai terapis. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa dari lima dimensi yangditerapkan dalam penelitian ini menurut DeVito yaitu, Kuantitas, Penilaian dari Penyikapan Diri, Ketepatan, KeluasanPengungkapan Diri, Keakraban. Dari lima dimensi tersebut terdapat tiga dimensi yang paling terlihat dari YayasanSekar Mawar yaitu Keluasan Pengungkapan Diri, Ketepatan, dan Keakraban. Kata Kunci-komunikasi interpersonal, keterbukaan diri, pasien rehabilitasi
Gambaran Makna Keluarga Lansia Terlantar Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Kota Bandung Soviana, Risma Vasha; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga adalah salah satu peranan penting didalam lingkungan kehidupan sehari hari, dan merupakan suatulingkungan, didalam keluarga terdapat orang tua dan anak. ketika orang tua sudah mencapai usia lanjut,dananaknya telah memiliki kehidupan yang baru , pastinya orang tua akan memiliki kemunduran baik pisikis danbiologis juga kehilangan keluarga utuh didalam rumah. banyak lansia yang dititipkan atau tinggal di panti sosial,bahkan adapun yang tidak mempunyai rumah atau tempat tinggal dan terlantar. meskipun pada kenyataan adabeberapa faktor lansia lansia tersebut yang tinggal di panti sosial , baik lansia itu sendiri meminta tinggal di panti ,atau dititipkan keluarganya. Di Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatifini dipilih untuk tujuan mencari dan mendeskripsikan arti kata keluarga kepada lansia yang berada di panti sosialtresna werdha Budi Pertiwi.Temuan-temuan ini memberikan kontribusi berharga bagi pemahaman tentangkomunikasi intrapribadi pada lansia di panti jompo dan memiliki implikasi yang luas dalam meningkatkan kualitashidup mereka melalui pendekatan yang lebih holistik dan peduli terhadap aspek-aspek ini sehingga, penelitianini membantu mendekatkan makna keluarga dan komunikasi intrapribadi dalam konteks yang lebih luas. Kata Kunci-keluarga, panti jompo, komunikasi intrapribadi, kualitatif
Akomodasi Komunikasi Orang Tua Dalam Interaksi Anak Autisme Di SLB Autisme Pelita Hafizh Kota Bandung Putri, Chailifa Jelita; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan suatu proses penyampain dan penerimaan pesan secara verbal dan non-verbal kepada lawanbicaranya. Interaksi dan komunikasi dalam keluarga sangat diperlukan dalam meningkatkan hubungan didalamnya.Namun beberapa orang terkadang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi yang disebabkan oleh beberapa faktor,seperti gangguan autisme pada anak. Anak dengan penyandang autisme memiliki keterbatasan dalam komunikasi,terutama dalam penyampaian dan penerimaan pesannya. Tentu hal tersebut mengharuskan orang tua perlumengakomodasikan komunikasinya dalam berkomunikasi dengan anak autisme. Teori akomodasi komunikasi padapenelitian ini menggunakan teori akomodasi komunikasi yang dikembangkan oleh West dan Tunner. Penelitian inibertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana orang tua menyesuaikan gaya bicara komunikasinya dengan anakautisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma deskriptif interpretif. Pengumpulan datadiperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini merupakan orang tua yangmempunyai anak autisme dan sedang menjalani terapi di yayasan SLB Autisme Pelita Hafizh. Hasil penelitian inimenjawab bahwa orang tua yang mempunyai anak autisme cenderung lebih sabar saat mengajaknya berkomunikasi.Orang tua menyesuaikan intonasinya cenderung menggunakan nada tegas dengan ucapan lambat. Orang tua jugamenyesuaikan komunkasinya dengan menggunakan komunikasi verbal dan non-verbal. Dengan metode komunikasitersebur dirasa mampu lebih mudah dipahami dan pesannya lebih diterima. Kata Kunci-akomodasi komunikasi, orang tua, autisme
Komunikasi Ketahanan Keluarga Dalam Perspektif Warga Binaan Koto, Ilham; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan keluarga merupakan sebuah alat untuk menilai pencapain keluarga dalam melaksanakan peran,fungsi, dan tanggung jawab dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga. Keluarga dengan ibu yang berstatussebagai warga binaan dapat mempengaruhi hubungan komunikasi dan tindakan terhadap ketahanan keluarga.Oleh karena itu dalam permasalahan ini komunikasi ketahanan keluarga diperlukan untuk tetap mempertahakankeutuhuan keluarga. Penilitian ini mengkaji tentang komunikasi ketahanan keluarga dalam perspektif wargabinaan wanita. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif. Pengumpulandata diperoleh melalui proses wawancara terhadap warga binaan wanita yang telah berkeluarga dan mempunyaianak. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi dalam ketahanan keluarga mampu membentukpandangan dan mengecilkan perasaan negatif serta dapat memunculkan dampak positif bagi warga binaan dalammenjalani masa tahanan. Kata Kunci-ketahanan keluarga, warga binaan wanita, komunikasi keluarga
Strategi Komunikasi Ibu Dan Anak Tunarungu Dalam Edukasi Seksual Sofyan, Annastya; Ramadhana, Maulana Rezi
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya pelecehan seksual terjadi karena salah satu penyebabnya yaitu kurangnya edukasi mengenai seksual,terutama bagi anak berkebutuhan khusus. Edukasi seksual masih dianggap tabu oleh beberapa masyarakat karenaadanya anggapan bahwa edukasi seksual ini menjadi suatu hal yang tidak pantas diperbincangkan dengan anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi ibu dan anak tunarungu dalam edukasiseksual yang dikaji menggunakan teori interaksi simbolik di SLB Tamansari Kota Tasikmalaya. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada lima informan.Terdapat tiga hasil aspek interaksi simbolik dalam strategi komunikasi yang dilakukan oleh ibu pada anak tunarungudalam edukasi seksual, diantaranya 1) Mind, menghasilkan tema peran komunikasi ibu dalam pengenalan alat kelaminpada anak tunarungu dan hambatan komunikasi dalam memahami arti, 2) Self, menghasilkan tema pendekatan ibudan anak tunarungu dalam menyampaikan edukasi seksual pada anak tunarungu dan penggunaan alat bantu oleh ibuuntuk menyampaikan edukasi seksual, 3) Society, menghasilkan tema sekolah menjadi pendukung ibu dalammemberikan edukasi seksual pada anak dan mengaji dan sekolah agama sebagai pembantu ibu dalam mengedukasianak mengenai seksual. Hasil penelitian mendapatkan hasil bahwa setiap ibu memiliki cara komunikasi yang berbedanamun satu tujuan. Strategi ibu dalam berkomunikasi ini juga berpengaruh pada komunikasi yang terjalin dengan anaktunarungu. Kata Kunci-komunikasi interpersonal, edukasi seksual, ibu, anak tunarungu, interaksi simbolik