Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EDUKASI PROBLEM DALAM PROBLEM BASED LEARNING UNTUK GURU SMK AKUNTANSI Sulastri, Sulastri; Diana Tien Irafahmi; Bambang Sugeng
D'edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/dedukasi.v5i2.21446

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk diterapkan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik. Namun, hasil survei awal menunjukkan bahwa sebagian besar guru akuntansi SMK masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, serta terdapat kesalahan konseptual dalam penerapan PBL, khususnya pada tahap perumusan problem. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada guru SMK Akuntansi mengenai konsep dan teknik penyusunan problem yang tepat dalam PBL. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis situasi, pelaksanaan edukasi melalui pemaparan materi dan diskusi, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan guru dalam menyusun problem yang kontekstual, menantang, dan sesuai dengan sintaks PBL. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru akuntansi SMK serta mendukung penerapan pembelajaran abad 21 yang berpusat pada peserta didik.
Model Pembelajaran Terapi Seni Anak Berbasis Edusosiopreneurship untuk Penguatan Identitas Budaya Siswa SD Pacitan Ike Ratnawati; Diana Tien Irafahmi; Mitra Istiar Wardhana; Nazril Ilham Al Khindi; Novia Putri Fadillah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1706

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan prototipe model pembelajaran terapi seni anak berbasis edusosiopreneurship untuk memperkuat identitas budaya siswa sekolah dasar di daerah pelosok. Urgensi pengabdian masyarakat ini berangkat dari ketimpangan akses pendidikan seni serta kecenderungan erosi budaya lokal di era digital, sementara riset terapi seni, pendidikan berbasis budaya lokal, dan pembelajaran kewirausahaan sosial di sekolah dasar masih banyak dikaji secara terpisah. Belum terdapat model terintegrasi yang secara sistematis memadukan terapi seni, kearifan lokal, dan penguatan kompetensi sosial-kewirausahaan dalam konteks pendidikan dasar di wilayah marginal. Model yang dikembangkan memposisikan terapi seni sebagai ruang ekspresi dan regulasi emosi anak, pendidikan budaya sebagai media reafirmasi identitas lokal, serta edusosiopreneurship sebagai penguatan kompetensi empati sosial, kolaborasi, kepedulian komunitas, dan literasi ekonomi sederhana yang sesuai tahap perkembangan siswa SD dan tidak berorientasi komersial. Pengabdian masyarakat menggunakan pendekatan pengembangan ADDIE yang dibatasi pada tiga tahap awal: analisis kebutuhan, perancangan model, dan pengembangan prototipe. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi literatur terstruktur, serta validasi ahli dengan kriteria kelayakan mencakup aspek konseptual, pedagogis, kultural, dan implementatif. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa prototipe model memenuhi kriteria kelayakan konseptual dan desain berdasarkan masukan ahli, serta dinilai relevan dengan karakteristik sekolah dasar di daerah pelosok. Temuan pengabdian masyarakat dibatasi pada validitas dan kelayakan desain model, sehingga belum mengklaim efektivitas peningkatan kemampuan siswa. Pengabdian masyarakat ini merekomendasikan tahap lanjutan berupa uji coba terbatas, uji kepraktisan guru, dan uji dampak awal, disertai strategi implementasi realistis melalui pemanfaatan bahan lokal berbiaya rendah, pelibatan seniman atau komunitas adat, serta panduan pelatihan guru. Model ini diharapkan menjadi kontribusi konseptual bagi pengembangan pembelajaran seni kontekstual yang mendukung Profil Pelajar Pancasila dan penguatan identitas budaya secara berkelanjutan.