Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA SMP/MTs KOTA TANJUNGPINANG DALAM MENGEMBANGKAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA Mariyanti Elvi; Nur Izzati; Nur Asma Riani Siregar; Susanti; Metta Liana; Aang Yudho Prastowo
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.4126

Abstract

Perubahan kurikulum membawa efek yang signifikan bagi guru dalam merancang pembelajaran. Guru harus mampu merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah yang dituangkan dalam modul ajar. Namun, masih banyak guru yang belum mempunyai kompetensi dalam mengembangan modul ajar. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan dalam mengembangan modul ajar bagi guru matematika SMP/MTs Kota Tanjungpinang. Kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan pendampingan. Instrumen evaluasi yang digunakan dalam bentuk angket, bertujuan untuk mengumpulkan data tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan pelatihan dan penguasaan peserta terhadap substansi pelatihan. Data responden diolah secara deskripstif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman guru terhadap konsep modul ajar, capaian pembelajaran, merancang model pembelajaran dan membuat asesmen pembelajaran.
ARTIKEL PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI OPERASI MATRIKS KELAS XI SMA Anggi Hidayahtulloh; Mirta Fera; Nur Izzati
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul dengan pendekatam kontekstual dengan menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 pada materi Operasi matriks. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Karena keterbatasan kemampuan dan waktu yang dimiliki sehingga peneliti hanya sampai pada tahap uji validitas dan uji praktikalitas saja. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan lembar uji praktikalitas. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata penilaian 77.50% dengan kriteri valid, validasi ahli media memperoleh rata-rata penilaian 97,50 % dengan kriteria sangat valid, maka hasil uji praktikalitas penggunaan guru memperoleh rata-rata 90.00%, sedangkan hasil uji coba penggunaan siswa memperoleh rata-rata 89,22%.
Implementasi Pembelajaran Terdiferensiasi Menggunakan Model PjBL untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Afdillah, Afdillah; Izzati, Nur; Febrian, Febrian
JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Vol 9, No 2 (2024): JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jkpm.v9i2.22082

Abstract

ARTIKEL PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI OPERASI MATRIKS KELAS XI SMA Anggi Hidayahtulloh; Mirta Fera; Nur Izzati
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul dengan pendekatam kontekstual dengan menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 pada materi Operasi matriks. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE. Karena keterbatasan kemampuan dan waktu yang dimiliki sehingga peneliti hanya sampai pada tahap uji validitas dan uji praktikalitas saja. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli dan lembar uji praktikalitas. Teknik analisis data menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil validasi ahli materi memperoleh rata-rata penilaian 77.50% dengan kriteri valid, validasi ahli media memperoleh rata-rata penilaian 97,50 % dengan kriteria sangat valid, maka hasil uji praktikalitas penggunaan guru memperoleh rata-rata 90.00%, sedangkan hasil uji coba penggunaan siswa memperoleh rata-rata 89,22%.
Pemanfaatan Fitur Pelatihan Mandiri dalam Memahami Kurikulum Merdeka Metta Liana; Dina Fitriyah; Nur Eka Kusuma Hindrasti; Nevrita Nevrita; Eko Febri Syahputra Siregar; Nur Izzati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v8i2.3872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui bagaimana respon dan pendapat para pendidik mengenai fitur Pelatihan Mandiri pada Platform Merdeka Mengajar. Lima aspek yang diteliti meliputi kemudahan akses, tampilan, konten/materi, keterampilan, dan kebermanfaatan. Metode penelitian berupa statistik deskriptif dengan teknik pengambilan data survei melalui kuesioner tertutup dengan menggunakan skala Likert. Subjek penelitian adalah pendidik di Sekolah Penggerak yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka di Kepulauan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur Pelatihan Mandiri bagi para penggunanya mudah diakses, tampilan dapat menfasilitasi gaya belajar, topik yang disediakan beragam dan relevan dengan kebutuhan, memberikan kemudahan dalam menyelesaikan aksi nyata, dan membantu mendapatkan pemahaman utuh terkait implementasi kurikulum Merdeka. Dengan demikian, fitur Pelatihan Mandiri efektif digunakan sebagai platform pembelajaran mandiri untuk memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Model Discovery Learning Berbasis Masalah Kontekstual pada Materi Operasi Aljabar Fungsi Dinny Meikasari; Nur Izzati
Khazanah Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2020): Khazanah Pendidikan Islam Vol 2, No 2 August (2020)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kp.v2i2.8747

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) model discovery learning berbasis masalah kontekstual. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan dengan menerapkan model 4D. Model ini memiliki 4 tahapan yaitu Define, Design, Development dan Disseminate. Sebanyak 22 peserta didik kelas XI Tata Busana SMK Negeri 2 Tanjungpinang dilibatkan dalam penelitian sebagai subjek uji coba. Teknik pengumpulan data terdiri dari validasi ahli materi dan ahli media serta angket respon peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi dan angket. Analisis data menggunakan Method of Summated Ratings (MSR). Hasil penghitungan penilaian ahli materi sebesar 86,08%, ahli media 98,18%, dan angket respon peserta didik sebesar 86,45%. Dilihat dari ketiga hasil persentase tersebut maka produk pengembangan masuk kedalam kategori sangat layak. Oleh karena itu, lembar kerja peserta didik yang dikembangan ini sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
EFEKTIVITAS GAMIFIKASI PETUALANGAN 3D TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA PESISIR Meri Satria; Sulvia Nur Oktafiani; Nur Izzati; Desi Rahmatina
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.11566

Abstract

  ABSTRACT Low motivation and poor learning outcomes in physics, particularly in the topic of static fluids, remain common problems among students in coastal areas, indicating the need for innovative and context-based learning media. This study aims to examine the effectiveness of a three-dimensional (3D) adventure-based gamification learning media integrated with maritime local wisdom in improving students’ motivation and physics learning outcomes. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 24 high school students in coastal areas. The research instruments consisted of cognitive achievement tests and learning motivation questionnaires. Data were analyzed using descriptive statistics, Paired Sample t-Test, Wilcoxon Signed-Rank test, and N-Gain analysis. The results showed a significant improvement in cognitive learning outcomes, with the average score increasing from 42.92 in the pretest to 219.58 in the posttest, and an N-Gain value of 0.89 categorized as high. In addition, students’ learning motivation also significantly improved based on the Wilcoxon test (Asymp. Sig. = 0.016 < 0.05), with an average motivation score of 80.42% in the high category, particularly in engagement, interest, satisfaction, and outcome orientation indicators reaching 83.06%. Based on these findings, it can be concluded that 3D adventure-based gamification media integrated with maritime local context is effective in enhancing students’ motivation and physics learning outcomes in coastal areas and provides a more meaningful and interactive learning experience. ABSTRAK Rendahnya motivasi dan hasil belajar fisika, khususnya pada materi fluida statis, masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan pada siswa di wilayah pesisir, sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran yang kontekstual dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan media gamifikasi berbasis petualangan tiga dimensi (3D) yang diintegrasikan dengan kearifan lokal maritim dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretest-posttest yang melibatkan 24 siswa SMA di wilayah pesisir. Instrumen penelitian terdiri atas tes hasil belajar kognitif dan angket motivasi belajar. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji Paired Sample t-Test, uji Wilcoxon Signed-Rank, serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar kognitif, dengan rata-rata skor meningkat dari 42,92 pada pretest menjadi 219,58 pada posttest, serta nilai N-Gain sebesar 0,89 yang termasuk kategori tinggi. Selain itu, motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan signifikan berdasarkan uji Wilcoxon (Asymp. Sig. 0,016 < 0,05), dengan rata-rata motivasi mencapai 80,42% pada kategori tinggi, terutama pada indikator keterlibatan, minat, kepuasan, dan orientasi hasil yang mencapai 83,06%. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media gamifikasi berbasis petualangan 3D yang terintegrasi dengan konteks lokal maritim efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar fisika siswa di wilayah pesisir serta memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan interaktif.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Berdasarkan Growth Mathematical Mindset Siva Alyademi; Risma Hany Apriani; Sharikha Azka; Abigail Siregar; Fatihara Aliya Syahira; Nur Izzati
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 9 No 1 (2026): FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v9i1.1467

Abstract

Mathematical communication skills are essential competencies that students need to develop in mathematics learning and may be influenced by (pola pikir matematis bertumbuh). This study aims to analyze junior high school students’ mathematical communication skills in terms of (pola pikir matematis bertumbuh). This research employed a descriptive qualitative approach involving three eighth-grade students representing the categories of strong (pola pikir matematis bertumbuh), tendency toward (pola pikir matematis bertumbuh), and tendency toward (pola pikir matematis tetap). Data were collected through questionnaires, mathematical communication skills tests, and interviews. The results showed that all three participants were able to express mathematical ideas and evaluate mathematical statements effectively. However, differences were found in the accuracy of mathematical terminology usage, conceptual understanding, and visual representation. The participant with a strong (pola pikir matematis bertumbuh) demonstrated better performance in reasoning, argumentation, and the use of mathematical models, while the other participants still experienced conceptual misconceptions and inaccuracies in visual representations. The findings indicate that (pola pikir matematis bertumbuh) plays a role in supporting the quality of students’ mathematical communication skills..
Students' mathematical representation ability in solving contextual problems on circle material Distya Haerani Saputri; Nur Izzati; NurAsma Riani Siregar
UNION : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 11 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/union.v11i3.15697

Abstract

This study aimed to describe students' mathematical representation ability in solving contextual problems on circle material. The approach used is a qualitative approach with a descriptive research type. The research subjects came from class VIII B SMP Negeri 15 Tanjungpinang and were selected from as many as eight students. Data collection was done through test techniques and semi-structured interviews. The research findings show that students have different mathematical representation abilities. Students with very high mathematical representation ability categories can master three mathematical representation indicators (visual, mathematical equations or expressions, and written words or text). Students with high categories are only able to master two indicators (visual and mathematical equations or expressions), students with medium categories are only able to master one indicator (visual or mathematical expressions), and students with fewer categories are not able to master all three mathematical representation indicators. The tendency of students to master the indicators of mathematical equations or expressions well is due to being able to use mathematical connection skills well.
Pengaruh Pendekatan Realistic Mathematics Education dengan Konteks Budaya Melayu Kepulauan Riau Terhadap Hasil Belajar Siswa Melisawati Melisawati; Nur Izzati; Desi Rahmatina
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2025): FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v8i1.1009

Abstract

The aim of this research is to analyze the influence of the Realistic Mathematic Education approach in the context of Malay culture in the Riau Islands on the learning outcomes of class VIII SMP students on flat-sided geometric building material. Quasy experiment with non-equivalent control group design was applied in this research. The research sample, namely classes VIIIA and VIIIB, was selected from all class VIII students at SMP Negeri 4 Bintan with a total of 99 students using a cluster sampling technique. The test instrument used is essay questions to measure student learning outcomes. Data was collected using a test technique, namely pretest-posttest and analyzed using an independent sample t-test with a significance level of 5%. Through the research results, a sig value was obtained. equal to 0.0125 and it is known that 0.0125 < 0.05 ( ). So it is found that the sig value. < 0.05 then H0 is rejected, meaning that the average difference in students' final learning outcomes has a significant difference. It can be concluded that there is an influence of the Realistic Mathematic Education learning approach in the Malay cultural context of the Riau Islands on student learning outcomes.