Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Literatur Peran Asesmen Otentik dalam Mendorong Sikap Inklusif dan Toleran pada Pembelajaran PAI Inas Dhia Fauziah; Irawan Irawan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip, bentuk, dan kontribusi asesmen otentik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berorientasi pada peserta didik serta mendukung penguatan nilai inklusif dan toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis literatur dengan menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, dan sumber akademik lain yang relevan. Data dianalisis melalui teknik analisis isi secara tematik untuk mengidentifikasi pola, kecenderungan, dan temuan penting terkait penerapan asesmen otentik dalam PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen otentik mampu menggambarkan perkembangan peserta didik secara komprehensif melalui tugas-tugas bermakna yang menilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpadu. Pendekatan ini selaras dengan pembelajaran berpusat pada peserta didik, karena memberi ruang bagi partisipasi aktif, ekspresi pemahaman yang beragam, serta penghargaan terhadap perbedaan. Selain sebagai alat evaluasi, asesmen otentik terbukti berfungsi sebagai sarana pembinaan nilai inklusif dan toleran melalui pengalaman belajar yang reflektif dan kolaboratif. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru serta pengembangan instrumen penilaian yang adaptif agar asesmen otentik dapat diterapkan secara optimal dalam pembelajaran PAI.
MENGELOLA PERILAKU GURU YANG MENCERMINKAN KEMATANGAN MORAL, EMOSIONAL, DAN SPIRITUAL SESUAI DENGAN KODE ETIK GURU Fenia Marliana; Irawan Irawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9430

Abstract

Teachers play a central role as role models who demand mastery of knowledge as well as moral, emotional, and spiritual maturity within the framework of the philosophy of science and the professional code of ethics. This study aims to analyze the management of teacher behavior at SDN Arjasari 03 to reflect personal and professional integrity according to ethical standards. Through a descriptive qualitative approach with intensive observation methods for three weeks in November 2025, in-depth interviews, and documentation studies, real behavioral patterns were found that align with teaching ethics. Field findings show strong indicators of moral maturity, specifically evidenced by the discipline of attendance of all teachers before 06.30 WIB and the application of the principle of objectivity in student assessment. In the emotional aspect, teachers demonstrate good self-regulation skills through self-calming techniques and a persuasive approach before giving reprimands, which impacts a conducive classroom climate. Spiritual maturity is reflected through the habit of consistent prayer at the beginning of learning throughout the class as a form of transcendental responsibility. This study concludes that the implementation of the five principles of the code of ethics—integrity, role model, emotional regulation, humanism, and spirituality—has been effective and has become a crucial foundation of school culture in shaping students' character, confirming that teacher behavior is a philosophical manifestation of dignified education. ABSTRAK Guru memegang peran sentral sebagai teladan yang menuntut penguasaan pengetahuan sekaligus kematangan moral, emosional, dan spiritual dalam bingkai filsafat ilmu dan kode etik profesi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan perilaku guru di SDN Arjasari 03 untuk mencerminkan integritas pribadi dan profesionalitas sesuai standar etika. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi intensif selama tiga minggu pada November 2025, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, ditemukan pola perilaku nyata yang selaras dengan etika keguruan. Temuan lapangan menunjukkan indikator kematangan moral yang kuat, dibuktikan secara spesifik dengan kedisiplinan kehadiran seluruh guru sebelum pukul 06.30 WIB serta penerapan prinsip objektivitas dalam penilaian siswa. Pada aspek emosional, guru menunjukkan kemampuan regulasi diri yang baik melalui teknik self-calming dan pendekatan persuasif sebelum memberikan teguran, yang berdampak pada iklim kelas yang kondusif. Kematangan spiritual terefleksi melalui pembiasaan doa awal pembelajaran yang konsisten di seluruh kelas sebagai bentuk tanggung jawab transendental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi lima prinsip kode etik—integritas, keteladanan, regulasi emosi, humanisme, dan spiritualitas—telah berjalan efektif dan menjadi fondasi budaya sekolah yang krusial dalam membentuk karakter peserta didik, menegaskan bahwa perilaku guru adalah manifestasi filosofis dari pendidikan yang bermartabat.