Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Perilaku Tawuran Pada Siswa SMK di Kota Bekasi Saputra, Farhan; Maemun, Hafidz Fadzil; Oktian, Nur Alim Reza; Pertiwi, Yuarini Wahyu
Jurnal Psikologi Vol. 1 No. 4 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v1i4.2807

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara perkembangan psikologis pada masa remaja dengan perilaku kenakalan remaja, terutama tawuran.. Peneliti juga mengulas alasan di balik keterlibatan remaja dalam tawuran serta upaya pencegahan yang bisa diterapkan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, karena pendekatan ini lebih efektif dalam memahami masalah dan fenomena yang ada melalui hasil pengamatan dan analisis langsung. Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan pubertas. Pada tahap ini, remaja mengalami perubahan fisik, mental, dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan individu pada masa remaja berkaitan dengan perilaku tawuran. Krisis identitas yang dialami oleh siswa menjadi salah satu faktor mereka masih mencari jawaban atas masalah yang dihadapinya. Selain itu, kondisi emosional siswa SMK di Kota Bekasi yang belum stabil dan cenderung meledak-ledak juga menjadi faktor penyebab tawuran antar pelajar.
Pengaruh Kepuasan Pernikahan Terhadap Kecenderungan Berselingkuh Pada Pasangan Suami Istri Saputri, Desi Eka; Pertiwi, Yuarini Wahyu
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 4 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v4i2.4558

Abstract

Research This study aims to determine the effect of marriage satisfaction on the tendency to have an affair in married couples. Marriage satisfaction is defined as a sense of satisfaction and pleasure in a marriage that is considered to be the success of one's life. as the success of one's life. This research uses a quantitative quantitative method with regression and correlation studies. The research sample consisted of 125 married couple respondents. The results of Spearman's rho correlation analysis correlation analysis results showed a correlation coefficient of -0.506, indicating a negative relationship between marital satisfaction and the tendency to have an affair. The higher the marital satisfaction, the lower the tendency to have an affair, and vice versa. Dissatisfaction in marriage increases the tendency to have an affair.Marital satisfaction contributes 52% to the tendency Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan pernikahan terhadap kecenderungan berselingkuh pada pasangan suami istri. Kepuasan pernikahan diartikan sebagai rasa puas dan menyenangkan dalam pernikahan yang dianggap sebagai keberhasilan hidup seseorang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan studi regresi dan korelasi. Sampel penelitian terdiri dari 125 responden pasangan suami istri. Hasil analisis korelasi Spearman’s rho menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0.506, menandakan hubungan negatif antara kepuasan pernikahan dan kecenderungan berselingkuh. Semakin tinggi kepuasan pernikahan, semakin rendah kecenderungan berselingkuh, dan sebaliknya. Ketidakpuasan dalam pernikahan meningkatkan kecenderungan berselingkuh. Kepuasan pernikahan berkontribusi sebesar 52% terhadap kecenderungan berselingkuh.
Perspektif Jenis Kelamin untuk Mememnuhi Kebutuhan Rasa Aman dan Menciptakan Psikologis Aman Hutahaean, Erik Saut Hatoguan; Pertiwi, Yuarini Wahyu; Aulia, Della; Hannafiani, Hannafiani
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v8i1.3234

Abstract

Laki-laki dan Perempuan saat ini berada dalam suatu kesetaraan. Tetapi karaktertistik yang melekat di dalam stereotipe jenis kelamin sering membuat keduanya berada dalam ruang perbedaan. Wanita dianggap lebih mudah larut dalam suatu keadaan emosional, dan kemudian membuatnya beresiko mengalami ketidakamanan psikologis. Tetapi laki-laki justru sebaliknya, cenderung lebih fokus untuk menyelesaikan ketidaknyamanannnya dan kemudian tidak ingin larut dalam aspek emosionalitas dari ketidakamanan yang dirasakannya. Terlepas apakah ini setereotipe, kenyataannya pandangan ini masih terus bergulir. Setereotipe ini tidak dapat dibenarkan secara subjektif. Oleh karena itu dibutuhkan kajian yang objektif untuk menguji secara empiris tentang psikologis aman berdasarkan perspektif jenis kelamin. Sebanyak 189 responden perempuan dan 47 responden laki-laki yang menekuni bidang keilmuan psikologi dilibatkan untuk mendapatkan data penelitian. Intrumen yang berupa kuesioner diberikan untuk mengetahui tentang kondisi, pihak di luar diri, bidang kehidupan yang berperan menciptakan psikologis aman, dan kebutuhan akan rasa aman. Hasil analisis menemukan bahwa kondisi kehidupan pribadi, keluarga dan bidang kesehatan dipilih menjadi preferensi tentang psikologis aman oleh respon kelompok perempuan dan laki-laki. Di antara laki-laki dan perempuan juga tidak ditemukan perbedaan tingkatan yang signifikan untuk kebutuhan rasa aman. Preferensi akan psikologis aman, dan besarnya kebutuhan akan rasa aman tidak dapat ditentukan oleh disposisi jenis kelamin
Gambaran Penyesuaian Diri Narapidana Pelaku Pencurian Saat Berada di Lembaga Permasyarakatan Anisabellita Ashim; Katherine Valenciana; Tarisa Trihandayani; Yuarini Wahyu Pertiwi
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyesuaian diri adalah kemampuan individu dalam mengatasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta tuntutan dari dalam dirinya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami proses dan aspek penyesuaian diri narapidana pelaku pencurian di lembaga pemasyarkatan kelas II A bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan empat narapidana yang menjalani hukuman lebih dari satu tahun. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur untuk mendapatkan hasil informasi lengkap sesuai yang dibutuhkan oleh peneliti dan observasi non partisipan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa narapidana umumnya mengatasi perasaan negatif dengan kegiatan positif, termasuk kontrol emosi, mekanisme pertahanan diri, sikap realistis, pertimbangan rasional, dan pembelajaran dari pengalaman. Mereka mampu menerima keadaan, belajar dari kesalahan, dan mengembangkan keterampilan baru selama masa tahanan.
TIPOLOGI WHITE COLLAR CRIME DI INDONESIA: PENDEKATAN PSIKOLOGI Okta Eliza Sinaga; Kusuma Wardani; Rahel Laura Florence; Yuarini Wahyu Pertiwi
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

White Collar Crime atau Kejahatan Kerah Putih adalah kejadian yang terus menerus berulang di berbagai negara, khususnya di Indonesia. White Collar di Indonesia mengarah pada serangkaian suatu perilaku kriminal yang dilakukan oleh seorang atau anggota dengan latar belakang seorang yang profesional terhadap suatu hal atau ekonomi tinggi, seperti pejabat, pengusaha, atau eksekutif perusahaan. Latar belakang dari adanya kejahatan ini seringkali melibatkan penyalahgunaan kepercayaan, manipulasi informasi, korupsi, pencucian uang, dan pelanggaran hukum lainnya yang berkaitan dengan keuangan. Di Indonesia, fenomena White Collar Crime memerlukan perhatian serius dan upaya bersama dari pemerintah, lembaga penegak hukum, sektor swasta, dan masyarakat untuk mencegah dan menegakkan keadilan. White Collar Crime mempunyai hubungan erat dengan tipologi terorisme karena kejahatan tersebut dilakukan dengan melakukan korupsi, kecurangan, dan penipuan yang merugikan masyarakat maupun negara. Adapun suatu artikel ini dibuat dengan maksud dan tujuannya ialah untuk menganalisa lebih mendalam mengenai tipologi kejahatan serta menjelaskan profil psikologis dari pelaku Kejahatan Kerah Putih. Suatu pendekatan yang digunakan dalam artikel yang dibuat ini adalah dengan metode literature review dengan metode pengumpulan tinjauan pustaka, membaca dan mencatat hasil penelitian terlebih dahulu, serta memperoleh data penelitian secara objektif, sistematis, analitis, dan kritis tentang tipologi kejahatan dan solusi untuk memberantas White Collar Crime. Dengan pemahaman yang mendalam mengenai tipologi kejahatan serta implementasi solusi yang tepat, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari White Collar Crime dan menciptakan lingkungan yang lebih adil dan berintegritas.
DAMPAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PSIKOLOGIS ANAK Taufik Hidayat; Jihan Adira Pramesty; Pande Ketut Gitta Kusuma; Achmad Fadhillah; Yuarini Wahyu Pertiwi
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i3.2004

Abstract

Kekerasan sendiri merupakan suatu perbuatan ataupun tindakan fisik secara sengaja yang merugikan orang lain baik secara fisik maupun psikologis. Kekerasan dalam rumah tangga seringkali melibatkan anak yang ikut terseret sehingga menjadi korban kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam apa saja dampak yang terjadi kepada anak yang mengalami kekerasan didalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kuallitatif dengan sumber data yang berasal dari kajian – kajian terdahulu. Didapatkan 10 jurnal utama yang berasal dari platform Google Scholar, Sciencedirect, dan Pubmed yang membahas dampak psikologis anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Stres, cemas, maupun trauma menjadi beberapa dampak yang dominan terjadi kepada anak – anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
Pengaruh Regulasi Emosi terhadap Kekerasan dalam Pacaran pada Mahasiswa Permadi, Fridya Rizkyaputri; Pertiwi, Yuarini Wahyu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i4.7361

Abstract

Pada masa dewasa awal Mahasiswa akan mampu membangun hubungan romantis, akan tetapi dengan memiliki kesulitan regulasi emosi akan memicu kekerasan dalam pacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap kekerasan dalam pacaran pada Mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 163 subjek Mahasiswa Universitas Islam 45 Bekasi dengan rentang usia 20-26 tahun. Uji hipotesis menggunakan analisis kolerasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukan pengaruh yang signifikan antara regulasi emosi dengan kekerasan dalam pacaran dengan pada Mahasiswa dengan nilai signifikan (p) sebesar < .001 dan nilai R² sebesar 0.887 diartikan semakin tinggi kesulitan regulasi emosi semakin tinggi juga kekerasan dalam pacaran pada Mahasiswa dan sebaliknya. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena jarangnya penelitian pelaku kekerasan dalam pacaran serupa di Indonesia. Peneliti berikutnya diharapkan dapat memperluas sumber penelitian terkait kekerasan dalam pacaran.
Optimalisasi Kesehatan Mental Lansia Melalui Kegiatan Hobi Mengelola lingkungan Pertiwi, Yuarini Wahyu; Gina, Fathana; Muzzamil, Ferdy
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Kesejahteraan mental untuk semua kalangan
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/7pth2w58

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia melalui keterlibatan dalam berbagai hobi yang bermakna dan produktif. Kegiatan yang dilakukan meliputi brain gym, kerajinan tangan dari bahan daur ulang, dan bermain alat musik angklung. Program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung, di mana lansia dapat mengeksplorasi minat mereka, berinteraksi dengan sesama, dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesehatan fisik, mental, dan emosional peserta. Lansia yang terlibat dalam kegiatan hobi menunjukkan peningkatan mobilitas dan kekuatan otot, serta penurunan risiko penyakit degeneratif. Interaksi sosial yang tercipta melalui kegiatan ini membantu mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan rasa komunitas dan kebersamaan di antara peserta. esimpulannya, keterlibatan dalam hobi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan mental, fisik, dan sosial lansia, dan promosi hobi merupakan strategi yang efektif untuk mendukung penuaan yang sukses dan meningkatkan kualitas hidup lansia
Psikoedukasi Dalam Pencegahan Bullying Pada Siswa dan Siswi Kelas VI.1 Di SDN Kebalen 02 Saputra, Raihan; Luthfi Nabillah, Jihan; Wahyudi, M Luthfi; Pertiwi, Yuarini Wahyu
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Kesejahteraan mental untuk semua kalangan
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/2c3vxn13

Abstract

Bullying merupakan perilaku kekerasan yang terus menerus dillakukan dengan sengaja dengan tujuan mengancam atau melukai orang lain. Kegiatan psikoedukasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa/i tentang bullying, mengenali bullying dan cara mencegah supaya tidak menjadi korban bullying. Kegiatan ini dilakukan di SDN Kebalen 02 yang merupakan sekolah dasar negeri yang berada di Jl. Wr. Ayu No.9, Kebalen, Kecamatan. Babelan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat 17610. Para mahasiswa melakukan psikoedukasi kepada 29 siswa dan siswi kelas 6.1 mengenai pemahaman bullying, baik bullying verbal dan non verbal, dan cara supaya terhindar dari perilaku bullying. Metode dalam psikoedukasi ini berupa sosialiasi yang dilakukan kepada siswa/i kelas 6.1 dan diberikan pre test dan post test untuk mengetahui efektivitas dari psikoedukasi ini. Hasil dari pre test dan post test ini di hitung dan diketahui bahwa adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang bullying, mengenali bullying, dan cara terhindar dari tindakan bullying. Dengan adanya kegiatan ini, para mahasiswa berhadap agar siswa/i dapat menerapkan pengetahuan dan pemahamannya tentang bullying.
Peran Psikoedukasi dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Sekolah Inklusi di SDIT X Bekasi Utara Indrawati, Erdina; Pertiwi, Yuarini Wahyu; Perdini, Tiara Anggita
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 24 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/xm4p7839

Abstract

Inclusive education is the social responsibility of educational institutions to ensure that every child, including children with special needs, receives an equal education. However, the challenges faced in implementing inclusive education, especially in the effectiveness of learning for ABK students, show a significant academic gap. Although there are accompanying teachers for each ABK student, many of them still have difficulty understanding the subject matter due to the lack of teacher competence in handling students with special needs. This research method uses interview assessment, observation, and Focus Group Discussion (FGD) to analyze the management of inclusive education at SDIT X. The results of the assessment showed that the lack of special training for accompanying teachers and the inadequacy in understanding the characteristics of ABK students resulted in suboptimal support. Therefore, improvements are needed in the inclusive education system by using psychoeducational interventions. The results obtained were an increase in understanding from teachers and parents regarding how to handle ABK students, and gradually they began to implement this knowledge in daily practice.
Co-Authors Achmad Fadhillah Afghani, Ghifazil Abu Al-Amin Amirul Muminin Anisabellita Ashim Aulia, Della Aziz Sinaga, Malim Abdul Bastoro, Ryan Dayita Pohan , Hema Dina Indriyani Erik Saut H Hutahaean, Erik Saut H Fadhillah, Achmad Fajriah, Alfira Husnia Farida Novitasari Febrieta, Ditta Fitria, Ade Ratri Florence , Rahel Laura Gina, Fathana Hannafiani, Hannafiani Hariko, Rezki Hema Dayita Pohan Hema Dayita Pohan Indrawati, Erdina Ismail Ismail Jansa, Siti Nabila Jihan Adira Pramesty Katherine Valenciana Kusuma Wardani Kusuma, Pande Ketut Gitta Luthfi Nabillah, Jihan Maemun, Hafidz Fadzil Miranu Triantoro Muminin, Amirul Muzzamil, Ferdy Nasution, MHD Kharisma Fikri Netrawati, Netrawati Neviyarni, Neviyarni Novitasari , Farida Novitasari, Farida Nuraini, Vivi Meida Nurfitriani, Aisyah Okta Eliza Sinaga Oktian, Nur Alim Reza Pande Ketut Gitta Kusuma Perdini, Tiara Anggita Permadi, Fridya Rizkyaputri Permatasari, Wahyuning Tyas Pohan, Hema Dayita Pramesty, Jihan Adira Putri , Rizki Amalia P Rahel Laura Florence Rijal Abdillah Rizki Amalia P Putri Ryan Bastoro Ryan Bastoro Saimima, Ika Dewi Sartika Saputra, Farhan Saputra, Raihan Saputri, Desi Eka Sari, Elen Nofita Sinaga, Okta Eliza Sintha, Juwita Mutiara Surya , Maulana Syafebti, Dita Tarisa Trihandayani Taufik Hidayat Taufik Hidayat Thamrin, Djuni Tiara Anggita Perdini Tiara Anggita Perdini Tiara Anggita Perdini Tiara Anggita Perdini Tiara Anggita Perdini Utami, Lisa Dewi Wahyudi, M Luthfi Wardani , Kusuma Wijaya, Catherine Putri Yulia Fitriani, Yulia