Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Perspektif Keberlanjutan dalam Penggunaan Material Alam untuk Infrastruktur Wilayah Perkotaan PLAMONIA, NICCO; Junizal, Farhan; Irawanto, Rony; Prasidha, I Nyoman Teguh; Firdaus, Yustisia
Jurnal Teknik Sipil Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2024.31.3.1

Abstract

Abstract Constructing a hotel have to include various facility. One of the many may a jogging track. We take the Aruss Hotel in Semarang, Central Java, as the case to be studied. The Hotel planned to use Ironwood as the material for the track due to its solid and resistant characteristics. However, using the wood material collectively adds more pressure to the rainforest. Therefore we propose to replace the Ironwood with andesite stone. The andesite material also has solid and resistant characteristics. We argue that materials usage should consider the sustainability aspect of materials and the Value for Money factor. Therefore, the objective of this article is to provide a perspective for decision-makers that includes the sustainability perspective and the VFM principle. We conducted two activities during the Research: (1) comparing the cost of both materials and (2) comparing the time consumed installing both materials. The analysis results are as follows: The cost of using andesite is 73% cheaper than Ironwood. We replaced the Ironwood with an andesite, which is proven to save IDR 307,031,041. Moreover, using the andesite only takes 13 working days, while Ironwood takes 36 days. We conclude that using andesite as the alternative to Ironwood has two advantages: (1) reducing the pressure on the natural forest, and (2) saving the construction cost.
Efek Kombinasi Linear Alkylbenzene Sulfonates (LAS) dan Tembaga (Cu) pada Kapasitas Fitoremediasi Tanaman Daun Tombak (Sagittaria lancifolia) Agustina, Eva; Nabila, Salsa; Purnamasari, Risa; Irawanto, Rony
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.6912

Abstract

Salah satu masalah lingkungan yang serius saat ini adalah pencemaran air yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan organisme lainnya. Salah satu penyebab pencemaran air adalah adanya detergen dan logam berat yang terdapat di lingkungan. Karena dampaknya yang merugikan, perlu dicari solusi untuk menangani masalah ini. Salah satu solusinya adalah menggunakan teknik fitoremediasi dengan memanfaatkan tanaman daun tombak (Sagittaria lancifolia) yang terbukti mampu menyerap berbagai polutan dari lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fitoremediasi tanaman daun tombak (Sagittaria lancifolia) dalam menangani kontaminasi detergen LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonates) dan logam berat tembaga (Cu) pada air. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berbeda konsentrasi LAS + Cu, yaitu 0 mg/L, 10 mg/L + 3 mg/L, 30 mg/L + 3 mg/L, dan 50 mg/L + 3 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan daya penyisihan LAS tertinggi sebesar 96% pada variasi konsentrasi LAS 10 mg/L + Cu 3 mg/L, dan daya penyisihan Cu tertinggi sebesar 72% pada variasi konsentrasi  LAS 50 mg/L + Cu 3 mg/L. lebih lanjut, nilai efektifitas penyerapan logam Cu tertinggi sebesar 59% pada variasi konsentrasi  LAS 50 mg/L + Cu 3 mg/L. Hasil penelitian juga menunjukkan semakin tinggi LAS yang diberikan maka semakin tinggi pula penyerapan logam berat Cu oleh tanaman. Berdasarkan hasil tersebut, terbukti bahwa tanaman daun daun tombak (Sagittaria lancifolia) efektif untuk menyerap LAS dan logam berat Cu di lingkungan.
Uji Awal Kemampuan Acanthus montanus sebagai Fitoremediasi Detergen Ilham, Mochammad; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.771 KB)

Abstract

Kebun Raya Purwodadi adalah lembaga konservasi tumbuhan ex-situ yang yang bertujuan untuk konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.. Salah satu upaya pemanfaatan tumbuhan dalam solusi permasalahan lingkungan adalah dengan metode fitoremediasi. Pencemaran yang dihasilkan oleh kegiatan manusia seperti limbah cair domestik yang terbuang ke saluran atau perairan dapat dikurangi dan dipulihkan kualitasnya mengunakan tumbuhan air. Salah satu tumbuhan yang berpotensi adalah Acanthus montanus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal jenis Acanthus montanus dalam fitoremediasi limbah detergen. Penelitian dilakukan di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – LIPI pada 27 Desember 2019 s/d 7 Januari 2020. Metode penelitian berupa eksperimental, dengan 2 tahap yaitu RFT (Range Finding Test) dan Tahap Pelaksaan Fitoremediasi. Hal yang diamati berupa penurunan permukaan media air, penurunan pH medium, pengukuran suhu dan kelembaban udara serta perubahan morfologi tumbuhan. Hasil pengujian awal fitoremediasi dengan Acanthus monthanus mampu menurunkan level ketinggian permukaan air, menurunkan pH, dan terdapat perubahan morfologi pada tumbuhan seperti daun cenderung layu dan warna yang semula hijau menjadi kekuningan dan timbul bercakbercak coklat kehitaman. Bagian batang yangawalnya tegak menjadi tidak tegak. Pada konsentrasi diatas 50 g/l tanaman mengalami kematian.
Re-Inventarisasi Keanekaragaman Tanaman Air dan Persebarannya di Kebun Raya Purwodadi-LIPI Hidayah, Widayanti Nurma; Ilham, Mochammad; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.457 KB)

Abstract

Kebun Raya Purwodadi merupakan salah satu lembaga konservasi tumbuhan ex - situ yang saat ini memiliki 1,925 jenis tumbuhan salah satunya adalah tanaman air. Tanaman air di Kebun Raya Purwodadi saat ini baru terinventarisasi sejumlah 12 nomor koleksi. Area kolam di Kebun Raya Purwodadi sejumlah 32 kolam yang diyakini merupakan habitat persebaran bagi tanaman air. Upaya konservasi keanekaragaman tanaman air sangat penting dalam mempertahankan kelestarian tanaman air. Tujuan dari penelitian ini adalah menginventarisasi ulang keberadaan tanaman air dan mengetahui persebarannya di Kebun Raya Purwodadi. Penelitian dilakukan di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi – LIPI pada Januari s/d Februari 2020. Metode penelitian berupa observatif deskriptif, dengan pengamatan langsung di lapangan. Hasil re-inventarisasi tanaman air ditemukan terdapat 26 jenis tanaman air yang tersebar pada 32 kolam di Kebun Raya Purwodadi – LIPI. Tanaman air tersebut antara lain Ceratophyllum demersum, Ceratopteris thalictroides, Acanthus ilicifolius, Acanthus montanus, Cyperus alternifolius, Coix lacryma-jobi, Echinodorus radicans, Lasia spinosa, Lemna minor, Nelumbo nucifera, Sagittaria lancifolia, Actinoscirpus grossus, Thalia geniculata, Thypa angustifolia, Typhonodorum lindleyanum, Nymphaea rubra, Pistia stratiotes, Limnocharis flava, Nymphaea stellate, Colocasia esculenta, Nymphaea alba, Eichornia crassipes, Salvinia molesta, Ludwigia octovalvis, Galinsoga parviflora, dan Ludwigia ascendens. Persebaran tanaman air paling banyak ditemukan pada kolam nomor 27 dengan jumlah 10 macam jenis tanaman air.
Inventarisasi Keanekaragaman Jenis Vegetasi Riparian Bagian Hulu Sungai Welang - Jawa Timur Rahmania, Farhani Nurshafa; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Welang merupakan salah satu sungai di Provinsi Jawa Timur yang melalui 3 kabupaten atau kota yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. Sungai Welang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 511,60 dengan panjang sungai 40,09 yang bersumber didaerah hulu dan bermuara di Selat Madura atau Laut Jawa. Vegetasi riparian merupakan tumbuhan yang dijumpai tumbuh dan berada di tepian sungai serta berfungsi sebagai ekosistem peralihan antara habitat akuatik dan terestrial. Daerah Riparian bermanfaat untuk menjaga kualitas air sungai, keberadaan organisme yang hidup di sungai, serta menjadi habitat dari berbagai jenis fauna. Oleh karena itu ekosistem riparian tersebut sangat berpotensi dalam fitoremediasi lingkungan. Fitoremediasi adalah konsep teknologi alami yang memanfaatkan peran tumbuhan untuk menyelesaikan masalah lingkungan seperti pencemaran perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan yang berada di daerah riparian pada hulu Sungai Welang. Penelitian ini dilakukan selama awal tahun 2022 dengan melakukan inventarisasi pada 6 lokasi pengamatan yaitu di Desa Mbarek, Desa Sempol, Desa Wonorejo, Desa Semut, Sumber air Jempinang, dan Daerah TWA Baung (belakang Kebun Raya Purwodadi). Hasil yangdidapat kemudian dianalisis secara dekriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Jenis tumbuhan yang diperoleh pada daerah Sumber Jempinang ada 20 jenis dan pada 5 lokasi lainnya sebanyak 163 jenis. Sehingga total tercatat terdapat 171 jenis dari152 marga vegetasi riparian yang terdapat pada 6 lokasi pengamatan tersebut di sepanjang sungai Welang daerah hulu. Untuk lebih mengenal keanekaragaman vegetasi riparian yang ada disarankan dapat mengamati karakteristik jenis dan fenologinya di Kebun Raya Purwodadi.
Pemantauan Kualitas Air dan Keanekaragaman Jenis Vegetasi di Bagian Hulu Sungai Brantas - Jawa Timur Cahyani, Nadila Wulan; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Brantas merupakan salah satu sungai prioritas di Provinsi Jawa Timur yang melalui 11 Kabupaten/Kota diantaranya yaitu Malang, Batu, Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya. Sungai Brantas memiliki panjang 320 Km yang bersumber di daerah hulu Sumber Brantas – Bumiaji, Batu dan bermuara di selat Madura/laut Jawa. Vegetasi yang dijumpai di tepian sungai berfungsi sebagai ekosistem peralihan antara akuatik dan terestrial. Fitoremediasi merupakan teknologi yang digunakan untuk menghilangkan kontaminan di lingkungan dengan menggunakan tumbuhan. Dengan fitoremediasi diharapkan tanah, lumpur, sedimen dan air yang terkontaminasi dengan kontaminan organikmaupun anorganik dapat dibersihkan secara biologis oleh tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan keanekaragaman tumbuhan yang berada di daerah hulu Sungai Brantas, tepatnya di Kecamatan Bumiaji, Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan selama awal tahun 2022 dengan melakukan inventarisasi keberadaan tumbuhan serta pemantauan kualitas air pada 14 parameter yang meliputi lead (Pb), copper (Cu), iron (Fe), chromium (Cr), sulfite, klorin bebas (free chlorine), bromin (bromine), nitrat, nitrit, merkuri (Hg), fluoride, kesadahan air (hardness), pH, dan klorin total (total chlorine). Penelitian ini dilakukan pada tiga lokasi pengamatan yaitu lokasi pertama adalah anak sungai di belakang Makam Mbah Batu sebagai daerah hulu, lokasi kedua adalah anak sungai dan kanal air yang terdapat di Dusun Kajar, serta lokasi ketiga adalah sungai di bawah Jembatan Bumiaji dan air sumber di sampingJembatan Bumiaji sebagai area hilir. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini berupa jenis-jenis tumbuhan yang ada di lokasi pengamatan dan kualitas air sungai Brantas bagian hulu untuk masing-masing parameter yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel maupun gambar.
Tumbuhan Echinodorus Radicans Dan Sagittaria Lancifolia Sebagai Fitoremediator Detergen Dan Logam Berat Irawanto, Rony
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2019): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v5i1.508

Abstract

Indonesia is a tropical country that wellknow as mega-biodiversity, but a small diversity is known and utilized. The predicate as mega biodiversity country, now augmented with predicate as hot spot country, a term that high levels of forest destruction and loss biodiversity. Others high development efforts that ignore of environmental aspects, improving the quality and quantity of various types of pollutants, which directly or indirectly will affect the environment. Water pollutants came from, agricultural and industrial wastewater domestic that polluted rivers. While the condition of waste water is still directly discharged into the drainage channel that will lead to water bodies without processing. The concept of using plants as natural technologies framework to solve environmental problems are known as phytotechnology. One of phytotechnology application is phytoremediation. Phytoremediation is used of plants process in restoring environmental quality from pollutants that contaminate environmental. Given the potential of aquatic plants as phytoremediators, the effort to conserve the aquatic plants diversity in Purwodadi Botanic Garden (PBG) is very important. Therefore, research related to phytoremediation using aquatic plants needs to be done. This study aims to determine the ability of aquatic plants Echinodorus radicans and Sagittaria lancifolia in phytoremediation of organic wastewaste (detergent) and inorganic wastewaste (heavy metals). This research is descriptive with observation and experimental, based on literature study, observation on aquatic plants collection and green house experiment at PBG, and laboratory analysis in Universitas of Brawijaya. Aquatic plants from PBG are Echinodorus radicans and Sagittaria lancifolia based on previous studies are known to have potential in wastewater treatment, not only form river quality but also used in household treatment, leachate, water treatment plant installation, industrial leather waste, slaughterhouses, tofu industry, even hospital wastewater. While the test results of heavy metal content such as Cd, Cr, Cu, Hg and Pb is known to exist and accumulated in plant leaf tissue in fields. Also evidenced by results of morphological and experimental observations in PBG greenhouses using both species, has demonstrated its ability in phytoremediation against organic contaminants and heavy metal. Keywords: Phytoremediation, Echinodorus radicans, Sagittaria lancifolia, Wastewater.
Pengaruh Pencemaran Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) dan Tembaga (Cu) terhadap Produksi Klorofil pada Tanaman Daun Tombak (Sagittaria lancifolia) Nabila, Salsa; Afifudin, Alfin Fatwa Mei; Irawanto, Rony
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.162

Abstract

Pencemaran lingkungan merupakan isu global yang mendesak untuk diselesaikan, terutama oleh detergen dan logam berat. Salah satu strategi yang efektif dalam membersihkan atau mengurangi polutan dalam lingkungan adalah melalui pemanfaatan tumbuhan atau fitoremediasi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons tanaman daun tombak (Sagittaria lancifolia) terhadap pencemaran Linear alkylbenzene sulfonate (LAS) dan tembaga (Cu) serta dampaknya terhadap kadar klorofil. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (S0), LAS dengan konsentrasi 10 ppm (S1), 30 ppm (S2), dan 50 ppm (S3), tembaga dengan konsentrasi 3 ppm (S4), serta kombinasi LAS dan tembaga dengan konsentrasi yang sama (S5-S7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian LAS dengan konsentrasi rendah (10 ppm) merangsang produksi klorofil pada tanaman daun tombak, sementara konsentrasi yang lebih tinggi (30 ppm dan 50 ppm) menghambatnya. Pemberian tembaga tunggal dengan konsentrasi 3 ppm meningkatkan produksi klorofil. Interaksi antara LAS dan tembaga pada beberapa kombinasi perlakuan menghasilkan efek yang berbeda pada kadar klorofil. Tanaman pada kontrol menunjukkan kadar klorofil yang stabil selama periode pengamatan.