Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemantauan Kualitas Air dan Keanekaragaman Jenis Vegetasi di Bagian Hulu Sungai Brantas - Jawa Timur Cahyani, Nadila Wulan; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Brantas merupakan salah satu sungai prioritas di Provinsi Jawa Timur yang melalui 11 Kabupaten/Kota diantaranya yaitu Malang, Batu, Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya. Sungai Brantas memiliki panjang 320 Km yang bersumber di daerah hulu Sumber Brantas – Bumiaji, Batu dan bermuara di selat Madura/laut Jawa. Vegetasi yang dijumpai di tepian sungai berfungsi sebagai ekosistem peralihan antara akuatik dan terestrial. Fitoremediasi merupakan teknologi yang digunakan untuk menghilangkan kontaminan di lingkungan dengan menggunakan tumbuhan. Dengan fitoremediasi diharapkan tanah, lumpur, sedimen dan air yang terkontaminasi dengan kontaminan organikmaupun anorganik dapat dibersihkan secara biologis oleh tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan keanekaragaman tumbuhan yang berada di daerah hulu Sungai Brantas, tepatnya di Kecamatan Bumiaji, Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan selama awal tahun 2022 dengan melakukan inventarisasi keberadaan tumbuhan serta pemantauan kualitas air pada 14 parameter yang meliputi lead (Pb), copper (Cu), iron (Fe), chromium (Cr), sulfite, klorin bebas (free chlorine), bromin (bromine), nitrat, nitrit, merkuri (Hg), fluoride, kesadahan air (hardness), pH, dan klorin total (total chlorine). Penelitian ini dilakukan pada tiga lokasi pengamatan yaitu lokasi pertama adalah anak sungai di belakang Makam Mbah Batu sebagai daerah hulu, lokasi kedua adalah anak sungai dan kanal air yang terdapat di Dusun Kajar, serta lokasi ketiga adalah sungai di bawah Jembatan Bumiaji dan air sumber di sampingJembatan Bumiaji sebagai area hilir. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini berupa jenis-jenis tumbuhan yang ada di lokasi pengamatan dan kualitas air sungai Brantas bagian hulu untuk masing-masing parameter yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel maupun gambar.
Tumbuhan Echinodorus Radicans Dan Sagittaria Lancifolia Sebagai Fitoremediator Detergen Dan Logam Berat Irawanto, Rony
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2019): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v5i1.508

Abstract

Indonesia is a tropical country that wellknow as mega-biodiversity, but a small diversity is known and utilized. The predicate as mega biodiversity country, now augmented with predicate as hot spot country, a term that high levels of forest destruction and loss biodiversity. Others high development efforts that ignore of environmental aspects, improving the quality and quantity of various types of pollutants, which directly or indirectly will affect the environment. Water pollutants came from, agricultural and industrial wastewater domestic that polluted rivers. While the condition of waste water is still directly discharged into the drainage channel that will lead to water bodies without processing. The concept of using plants as natural technologies framework to solve environmental problems are known as phytotechnology. One of phytotechnology application is phytoremediation. Phytoremediation is used of plants process in restoring environmental quality from pollutants that contaminate environmental. Given the potential of aquatic plants as phytoremediators, the effort to conserve the aquatic plants diversity in Purwodadi Botanic Garden (PBG) is very important. Therefore, research related to phytoremediation using aquatic plants needs to be done. This study aims to determine the ability of aquatic plants Echinodorus radicans and Sagittaria lancifolia in phytoremediation of organic wastewaste (detergent) and inorganic wastewaste (heavy metals). This research is descriptive with observation and experimental, based on literature study, observation on aquatic plants collection and green house experiment at PBG, and laboratory analysis in Universitas of Brawijaya. Aquatic plants from PBG are Echinodorus radicans and Sagittaria lancifolia based on previous studies are known to have potential in wastewater treatment, not only form river quality but also used in household treatment, leachate, water treatment plant installation, industrial leather waste, slaughterhouses, tofu industry, even hospital wastewater. While the test results of heavy metal content such as Cd, Cr, Cu, Hg and Pb is known to exist and accumulated in plant leaf tissue in fields. Also evidenced by results of morphological and experimental observations in PBG greenhouses using both species, has demonstrated its ability in phytoremediation against organic contaminants and heavy metal. Keywords: Phytoremediation, Echinodorus radicans, Sagittaria lancifolia, Wastewater.
Pengaruh Pencemaran Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) dan Tembaga (Cu) terhadap Produksi Klorofil pada Tanaman Daun Tombak (Sagittaria lancifolia) Nabila, Salsa; Afifudin, Alfin Fatwa Mei; Irawanto, Rony
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.162

Abstract

Pencemaran lingkungan merupakan isu global yang mendesak untuk diselesaikan, terutama oleh detergen dan logam berat. Salah satu strategi yang efektif dalam membersihkan atau mengurangi polutan dalam lingkungan adalah melalui pemanfaatan tumbuhan atau fitoremediasi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons tanaman daun tombak (Sagittaria lancifolia) terhadap pencemaran Linear alkylbenzene sulfonate (LAS) dan tembaga (Cu) serta dampaknya terhadap kadar klorofil. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan delapan perlakuan dan tiga pengulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (S0), LAS dengan konsentrasi 10 ppm (S1), 30 ppm (S2), dan 50 ppm (S3), tembaga dengan konsentrasi 3 ppm (S4), serta kombinasi LAS dan tembaga dengan konsentrasi yang sama (S5-S7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian LAS dengan konsentrasi rendah (10 ppm) merangsang produksi klorofil pada tanaman daun tombak, sementara konsentrasi yang lebih tinggi (30 ppm dan 50 ppm) menghambatnya. Pemberian tembaga tunggal dengan konsentrasi 3 ppm meningkatkan produksi klorofil. Interaksi antara LAS dan tembaga pada beberapa kombinasi perlakuan menghasilkan efek yang berbeda pada kadar klorofil. Tanaman pada kontrol menunjukkan kadar klorofil yang stabil selama periode pengamatan.