Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisa Perbandingan Kinerja Routing Protokol Pada Wireless Sensor Network (Wsn) Dengan Metode Gradient Based Approach Dan Geographic Based Approach Miftahul Khairat Sukma; Indrarini Dyah Irawati; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) adalah sebuah perangkat jaringan nirkabel yang terdiri dari sejumlah besar sensor node, alat komputasi atau pemrosesan data, dan juga alat komunikasi yang digunakan untuk mengirim dan menerima data. WSN memungkinkan digunakan untuk komunikasi, monitoring, tracking dan controlling.         Pada penelitian ini dianalisis tentang perbandingan hasil simulasi dari routing protokol  pada WSN menggunakan Gradient based approach dan Geographic based approach. Gradient based approach merupakan metode dengan mencari cost dari tiap node di awal lalu kemudian pengiriman data mengikuti cost yang sudah di tentukan. Geographic based approach merupakan metode berbasis geografi (geography based), pengiriman data berdasarkan letak geografis tiap node. Proses yang dilakukan adalah perencanaan, simulasi kedua metode routing, lalu analisa perbandingan dari kedua metode tersebut. Dari hasil simulasi tersebut dibandingkan routing yang paling efisien dari hop, jarak, dan energi yang digunakan pada saat pengiriman data dari 100 node ke BS. Hasilnya yang paling efisien adalah Gradient based approach dengan total hop 375, jarak 4414.3822 meter dan energi yang digunakan 0.0767189 Joule. Hasil simulasi dari Geographic based approach total hop 411, jarak 4588.4049 meter dan energi yang digunakan 0.0836362 Joule. Kata kunci : Wireless Sensor Network (WSN), Gradient based approach, Geographic based approach
Analisis Perbandingan Performansi Protokol Routing Aodv Dan Dsdv Pada Wireless Sensor Network Justisia Satiti; Indrarini Dyah Irawati; Lenna Vidya Yovita
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wireless Sensor Network (WSN) merupakan kumpulan sensor yang disusun menjadi sebuah jaringan. Agar node-node sensor tersebut dapat berkomunikasi dengan baik, maka diperlukan pemilihan rute yang tepat. Protokol wireless ad-hoc routing dinilai cocok untuk WSN karena topologinya yang dinamis serta beroperasi dengan energi yang terbatas. Terdapat dua model dengan sifat yang berbeda dari protocol wireless ad-hoc routing, yakni Ad Hoc On Demand Distance Vector (AODV) yang bersifat reaktif dan Destination Sequenced Distance Vector (DSDV) yang bersifat proaktif. Tugas akhir ini menganalisis perbandingan kinerja kedua protocol wireless ad-hoc routing dengan dua sifat berbeda tersebut. Analisis perbandingan dilakukan melalui simulasi menggunakan Network Simulator 2 (NS-2.35) berstandarkan IEEE 802.15.4 (zigbee) dengan skenario perubahan banyaknya jumlah node, serta penambahan jumlah node ZED yang aktif secara bersamaan. Simulasi dilakukan pada saat proses pertukaran paket data antar node dengan parameter berupa delay, throughput, routing overhead dan energy consumption. Dengan melihat hasil simulasi dari keempat parameter tersebut didapatkan bahwa protocol routing AODV lebih unggul dalam setiap parameter. Ditandai dengan delay yang lebih stabil ketika menghadapi kepadatan trafik, throughput yang lebih baik, routing overhead yang lebih kecil dan energy consumption yang lebih sedikit dibandingkan DSDV,maka protocol routing yang lebih cocok diterapkan pada WSN adalah AODV. Kata kunci: Wireless Sensor Network, AODV, DSDV, NS-2, zigbee.
Analisis Efek Nonlinier Di Jaringan Cwdm Pada Sistem Komunikasi Serat Optik Paundra Aldila; Akhmad Hambali; Indrarini Dyah Irawati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jaringan serat optik yang sekarang sedang berkembang dengan pesat tentunya memiliki masalahnya tersendiri. Didalam jaringan optik dikenal banyak multiplexer, salah satunya adalah Coarse Wavelength Division Multiplexing (CWDM). Di Indonesia sendiri CWDM rencananya akan digunakan pada jaringan di daerah perkotaan karena CWDM memiliki bandwidth yang lebar namun memiliki jarak tempuh yang dekat. CWDM juga digunakan karena biaya pengoperasiannya relatif lebih murah dibandingkan teknik multiplexer yang lain. Didalam jaringan serat optik terdapat efek nonlinier yang akan mempengaruhi keadaan jaringan itu sendiri. Efek nonlinier sendiri terdiri dari beberapa macam, seperti SPM, XPM dan FWM. Pada penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui efek dari non-liner terhadap jaringan CWDM. Panjang gelombang yang digunakan yaitu S-band, C-band dan L-band yang berkisar dari 1460 nm hingga 1625 nm dengan spasi panjang gelombang adalah 20 nm. Pada saat terjadi pelemahan sinyal pada kilometer tertentu, sistem jaringan optik pada pengujian akan ditambahkan EDFA sebagai penguat. Hasil dari penelitian ini adalah efek nonlinier yang dibandingkan pada jaringan CWDM dengan jaringan CWDM yang tidak terdapat efek nonlinier hasilnya beragam. CWDM tanpa nonlinier hasilnya lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan efek nonlinier. Besar nilai perbandingan yang didapat adalah 0.685% untuk tanpa EDFA dan 0.36% untuk menggunakan EDFA. Kata Kunci : CWDM, Efek Nonlinier, Optisystem
Analisis Implementasi Sistem Policy Charging Pada Indonesia Wifi Service Set Identfier Flashzone-Seamless Pradika Caesarizky Kurniahadi; Indrarini Dyah Irawati; Bagus Budi Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wi-Fi flashzone-seamless adalah teknologi terbaru dari Telkomsel yang memanfaatkan jaringan Wi-Fi Telkom sebagai jaringan seluler tambahan untuk mendukung layanan data. Tujuan dari Wi-Fi Offload Telkomsel ini adalah untuk memberikan pengalamanan ber-internet dengan kecepatan dan kestabilan tinggi dan lebih nyaman bagi pelanggan paket data Telkomsel.Saat ini penggunaan flashzone-seamless oleh pelanggan Telkomsel masih diberikan secara gratis untuk menggunakan network WIFI dengan SSID flashzone-seamless kepada semua pelanggan yang telah berlangganan paket data flash. Kedepan, PT. Telekomunikasi Seluler, Tbk dan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk menginginkan adanya revenue tambahan dari flashzone-seamless ini, dimana di network WIFI juga perlu adanya paket-paket yang dapat dibeli oleh pelanggan, seperti halnya pada data paket di selular. Untuk itu diperlukan sebuah system yang dapat melakukan policy charging dalam pemakaian WIFI. Berdasarkan tujuan tersebut maka dibutuhkan sebuah analisis studi kasus mengenai system policy charging pada Indonesia Wi-Fi (ssid: flashzone-seamless). Pada penelitian Tugas Akhir ini dilakukan studi kasus pada konfigurasi jaringan Indonesia Wi-Fi (ssid: flashzone-seamless). Dimana pada konfigurasi jaringan yang telah ada masih belum dapat menerapkan system policy charging. Dari tugas akhir ini dihasilkan konfigurasi jaringan yang sesuai sehingga layanan Wi-Fi Flashzone-Seamless dapat mendukung sistem policy charging dengan success rate yang didapat sebesar 94,8% dan availability 98,85%. Kata kunci : internet, seamless, policy charging, Wi-Fi, wireless, volume Abstract Wi-Fi Flashzone-Seamless is the latest technology from Telkomsel that utilizes Telkom Wi-Fi network as an additional cellular networks to support data services. The purpose of Wi-Fi Offload Telkomsel is to give an experience of high speed and stability internet and more convenient for Telkomsel data packets customers. Currently flashzone-seamless that used by customers of Telkomsel is free of charge to use the WIFI network with the SSID flashzone-seamless to all customers who have subscribed to flash data packet. In the future, PT. Telekomunikasi Seluler, Tbk and PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk want any additional revenue from flashzone-seamless, WIFI network also need for packages that can be purchased by customers, as well as on mobile packet data. Therefore we need a system that can handle the charging policy on WIFI. Based on these objectives we need an analysis of the charging policy system in Indonesia Wi-Fi (ssid: flashzone-seamless). On this final project research, will be done a study case on Indonesia wifi network configuration. Where in the existed network configuration, there still can’t implementing policy charging system. The final project result is produced appropriate network configuration to serve Wi-Fi Flashzone-Seamless service that supports the policy charging system with success rate 94,8% and availability 98,85%. Keywords : internet, seamless, policy charging, Wi-Fi, wireless, volume
Implementasi Dan Integrasi Manageiq Dengan User Ldap Menggunakan Freeipa Ayu Irmawati; Rendy Munadi; Indrarini Dyah Irawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Red Hat CloudForm menghadirkan ManageIQ untuk meningkatkan penyedia layanan, sekaligus memungkinkan administrator untuk berfokus pada mengelola environment teknologi hybrid. ManageIQ merupakan platform cloud computing dapat meningkatkan terhadap cloud publik, cloud privat, dan platform-platform berbasis container, dengan meningkatkan metrik. ManageIQ juga dapat meningkatkan kemampuan bagi OpenStack, yang memperbaiki manajement tenant dan memperkenalkan manajemen penyimpanan bagi objek OpenStack dan layanan-layanan penyimpan blok: Swift dan Cinder. Pada penelitian ini dilakukan implementasikan platform ManageIQ pada Openstack dan terintegrasi dengan user LDAP menggunakan FreeIPA, serta dengan menggunakan ManageIQ dapat membuat tenant pada Openstack (sebagai environment yang dimiliki). Selain itu, platform keystone dapat dikatakan bekerja dengan baik, hal ini dikarenakan setiap permintaan user dapat terlayani dengan baik dari mulai pembuatan user baru, pembuatan image baru, dan pembuatan project baru. Serta dilakukan pengukuran Quality of Service antara server ManageIQ dengan Openstack yang menunjukkan bahwa nilai untuk bandwidth 84,26Mbits/sec, delay 0.180 ms, jitter 0.260 ms, throughput 77,9 Mbits/sec, dan packet loss 0.0025 %. Kata Kunci: LDAP, FreeIPA, ManageIQ, QoS, Cloud Abstract Red Hat CloudForm presents ManageIQ to enhance service provider, and allows administrators to focus on managing the environment of hybrid technology. ManageIQ is platform of cloud computing can improve against the public cloud, private cloud, and container-based platforms with improved metrics. ManageIQ can also enhance the ability for OpenStack, fixed management of tenants and introduces storage management for OpenStack and block storage services: Swift and Cinder. In this research, the ManageIQ platform was implemented on Openstack and integrated with user from LDAP using FreeIPA, and using ManageIQ can make tenants on Openstack (as the environment they have). In addition, the keystone platform can be said to work well, this is because every user request can be served well from starting to create a new user, creating a new image, and creating a new project. And Quality of Service measurements were carried out between ManageIQ servers and Openstack, which showed that the values for bandwidth is 84.26 Mbits / sec, delay is 0.180 ms, jitter is 0.260 ms, throughput is 77.9 Mbits / sec, and for packet loss is 0.0025%. Keywords: LDAP, FreeIPA, ManageIQ, QoS, Cloud
Analisis Performansi Load Balancing Dengan Metode Pemilihan Jalur Beban Terkecil Pada Sdn (software Defined Network) Adi Arief Wicaksono; Sofia Naning Hertiana; Indrarini Dyah Irawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada jaringan berbasis Software Defined Network (SDN), jumlah pengguna mendorong peningkatan akan kebutuhan laju data untuk mengakses berbagai layanan. Pada sisi lain, jaringan SDN dengan banyaknya pengguna/user akan mengakibatkan link overload (penuh) yang akan mengakibatkan kemacetan bahkan packet loss. Oleh karena itu diperlukan suatu metode Load Balancing (penyeimbang beban) pada SDN yang akan mengatur Load (beban) pada lintasan dari node sumber ke node tujuan. Pada metode Load Balancing ini diharapkan mempunyai quality of service yang tetap terjaga dan dapat mengantisipasi adanya beban yang berlebihan pada salah satu link. Dalam Jurnal ini, disimulasikan penerapan dari penyeimbang beban pada jaringan SDN. Adapun tools yang akan digunakan, antara lain Mininet sebagai data planenya dan Floodlight sebagai kontrol planenya serta iperf dan D-ITG sebagai alat bantu untuk analisisnya. Topologi yang digunakan yaitu topologi Abilene dengan data yang dialirkan untuk pengujian berupa paket data dan video streaming. Kata kunci : Load Balancing, SDN, Floodlight Abstract In the network-based Software Defined Network (SDN), the number of users will boost the data rate needs to access various services. On the other hand, SDN network with many users Will lead to a link over load (full) which will result in a collision or even packet loss. Therefore we need a load balancing method on SDN to set the load on the path from the source node to the destination node. On this load balancing method is expected to have a good quality of service and can anticípate their excessive strain on one of the links. In this Journal, simulated the implementation of load balancing on the SDN. The tools that will be used is Mininet as data plane, Floodlight as control plane along with iperf and D-ITG as tools for nalysis. The topology used is the Abilene topology with the data flowed for testing in the form of data and video streaming packeges. Keywords: Load Balancing, SDN, Floodlight
Co-Authors ., Ridwan A. V. Senthil Kumar Abi Hakim Amanullah Adi Arief Wicaksono ADIANGGIALI, ANYELIA Afandi, Mas Aly Akhmad Alfaruq Akhmad Hambali Alfaruq, Akhmad Andri Juli Setiawan Anggun Fitrian Isnawati Anwar Muqorobin Aprilia, Rizky Arfianto Fahmi Arif Indra Irawan ARIS HARTAMAN Ary Nugroho, Bambang Asep Mulyana Ayu Irmawati Bagus Budi Wibowo Bayu Erfianto Dadan Nur Ramadan Didi Supriyadi Dzikri Fajduani, Fazrian Ezi Rohmat Fadilla , Rahma Fairuz Azmi Fajrul Falaah, Alif Fandi Fachrulrozi, Muhammad Gabriel Sabadtino Siahaan Gelar Budiman Gita Indah Hapsari Hadjwan, Razel Hafidudin . Hanan Lutfianto, Naufal Ibnu Syahban M, Novaldi Inung Wijayanto Istikmal Ivosierra Andrea Larasaty Jaya, M. Izham Justisia Satiti Larasaty, Ivosierra Andrea LATIP, ROHAYA Leanna Vidya Yovita Lenna Vidya Yovita Lionel Saonard, Aldo Lutvi Murdiansyah Murdiansyah Maidin, Siti Sarah Miftahul Khairat Sukma Muh. Kurniawan, A. Muhamad Roihan Muhammad Dimas Arfianto Muhammad Dimas Arfianto, Muhammad Dimas Muhammad Iqbal Musyaffa, Nadhif Athallah Natia Pradnyaswari, Luh Gede Nita Laananila, Grace Nur Ramadhan, Dadan Nurwan Reza Fachrurrozi Nyoman Karna, Nyoman Paundra Aldila Pradana, Gde Agus Wira Satria Pradika Caesarizky Kurniahadi Prayoga, Andry Priawan, Agi Rahmafadilla, Rahmafadilla Ramadhan, adan Nur Ramdani, Ahmad Zaky Rassem, Taha H. Rasyidah, - Rendy Munadi Reni Dyah Wahyuningrum Ridha Muldina Negara Ridwan . Rita Purnamasari Rizal, Mochammad Fahru Rizky Aulia Rahman ROHMAT TULLOH Roykhan Sukma, Hanif Sandova, Fisal Oktafian Penta Sandy Purniawan Santosa, Harjono Priyo Sasmi Hidayatul Yulianing Tyas Shahreen Kasim, Shahreen Shiddiq, Rama Wijaya Silvia, Helen Siti Sarah Maidin Siti Zahrotul Fajriyah Sofia Naning Hertiana Suci Alfi Syahri Tune, Andi Suci Aulia Sugeng Santoso Sugondo Hadiyoso Susi Susanti Suyatno Suyatno Syifa Nurgaida Yutia Tasya Chairunnisa Tita Haryanti Triasari, Biyantika Emili Uwais Razaqtana, Muhammad Vivi Monita Wartingrum, Nadia Wijanarko, Sulistyo Yudha Purwanto Yudiansyah Yudiansyah YULI SUN HARIYANI Zamri, Nurul Aqilah Zero Fomandes, Muhammad Zhao, Zhong