Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESALAHAN SEMANTIK DALAM NOVEL KETIKA LANGIT MENCINTAI BUNGA KARYA HNAYAA: Array Qomariyah, Laelatul; Irma, Cintya Nurika
DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA Vol 2 No 1 (2022): DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.619 KB) | DOI: 10.58436/jdpbsi.v1i2.995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kesalahan semantik dalam novel Ketika Langit Mencintai Bunga karya Hnayaa. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ketika Langit Mencintai Bunga karya Hnayaa yang terbit pada bulan Februari tahun 2021 dengan penerbit Novellindo Publishing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode baca dan catat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan membaca dan mencatat bentuk-bentuk kesalahan semantik dalam novel Ketika Langit Mencintai Bunga karya Hnayaa. Hasil analisis tiga kesalahan semantik meliputi: (1) Gejala hiperkorek berupa kata: wudhu, shalat, ancur, nelfon dan antri, (2) Gejala pleonasme berupa kata: turun ke bawah, naik ke atas, gue ngejar-ngejar, dan putus-putusnya. dan (3) Pemilihan kata atau diksi yang tidak tepat berupa kata: kaya, tewas, kepleset, nyoba, nyopot, nangkring, nyubit, nyari, nyalim, nyumpahin dan liat. Kesalahan semantik dalam novel yang paling dominan adalah pemilihan kata atau diksi yang tidak tepat dalam menggunakan unsur-unsur bahasa berupa ragam lisan yang dibuat sebagai ragam tulis. Hal tersebut bukan berarti bahwa seorang penulis wajib menguasai kosakata seperti yang terdapat dalam kamus, melainkan bagaimana seorang penulis mampu menggunakan kata secara cermat dan tepat yang jumlahnya sesuai dengan tujuan dan keperluannya.
CITRA TOKOH PEREMPUAN DALAM CERPEN DIBAWAH RINDANG POHON MAHONI KARYA TARESIS SINAGA: Array Mutohar, Ragil Amarul; Irma, Cintya Nurika
DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA Vol 2 No 1 (2022): DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.402 KB) | DOI: 10.58436/jdpbsi.v1i2.999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Citra Tokoh Perempuan Dalam Cerpen Di Bawah Pohon Rindang karya Taresis Sinaga. Jenis metode yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Di Bawah Pohon Rindang karya Taresis Sinaga yang dipublikasikan tahun 2021 pada komunitas penulis cerpen Indonesia, kumpulan cerpen karya anak bangsa. Data yang digunakan berkaitan dengan citra tokoh perempuan sebagai seorang pendidik dan kisah cintanya dengan seorang penggembala dalam Cerpen Di Bawah Pohon Rindang karya Taresis Sinaga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan baca dan catat. Hasil penelitian menunjukan (1) persoalan jerih payah mengejar karir menjadi tenaga pendidik (2) persoalan menghadapi Niki, seorang laki-laki yang sangat sulit untuk menuntut ilmu (3) persoalan kisah asmaranya dengan si penggembala kambing.
HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL PUSPABANGSA KARYA KARIM NAS: Array Asri, Tisatun; Irma, Cintya Nurika
DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA Vol 3 No 1 (2022): DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.162 KB) | DOI: 10.58436/jdpbsi.v2i1.1203

Abstract

This study aims to describe the hegemony of power in the novel Puspabangsa by Karim Nas. This type of research is a qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out by reading and note-taking techniques. Data analysis techniques in this study using data analysis techniques according to Miles and Huberman which include, data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the hegemony of power contained in the Puspabangsa novel is divided into the areas of civil society and political society, with the hegemony of political society being the most common. Hegemony in civil society is carried out in citizen networks, Bandar Suci (temples), and schools, while hegemony of power in the area of ​ political society is carried out by the police, committees, high- ranking groups, Panditautama, and the council of consuls. Hegemony in the area of ​ civil society shows that the hegemony of power in the Puspabangsa novel is obtained from the results of consensus or agreement. Then, in political society, it shows that hegemonic actors actually use power a lot.
KAJIAN EKOLINGUISTIK METAFORIS PADA UPACARA ADAT PERNIKAHAN DI KECAMATAN BANTARKAWUNG: Array Yani, Tri Andra; Irma, Cintya Nurika
DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA Vol 3 No 1 (2022): DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.78 KB) | DOI: 10.58436/jdpbsi.v2i1.1204

Abstract

This study aims to analysis, describe, and identification form ecolinguostics metaphor from the traditional wedding ceremony in districts Bantarkawung. The research method used in this research is qualitativ descriptive. This research is provided through the listen and note method with recording techniques, interview, and continued with documentation. The result of this research shows that is a narrative form metaphor in the traditional wedding procession in thr Pngarasan, Kebandungan, and Ciomas village. The form metaphor that appears is lexical where metaphor form are found in narrativ that contain meaning in relation to the natural environment a speech community. The language used in the procession traditional wedding ceremony is expressed in meaning through symbol which include various form of conditions theat must be fulfilled in the procession traditional wedding ceremony,as the ecological forms of human, plants, animal, and crops. Forms merriage customs and traditions that are communicated through verbal and nonverbal symbol show lexical meaning classified in the form of noun with nouns, noun with verb, noun with adjektive, and verb with adjektive.
EVALUASI HASIL PRODUK PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI KELAS X MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN 1 BUMIAYU Rizqillah, Septy; Irma, Cintya Nurika
DIALEKTIKA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA Vol 8 No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58436/jdpbsi.v4i2.2193

Abstract

This research is program evaluation research, especially on the product component of the CIPP model evaluation using a qualitative approach. The aim of this research is to identify and evaluate the results of the product implementation of poetry reading learning taught in class X at SMAN 1 Bumiayu. Data collection techniques in this research used observation techniques, interview techniques, questionnaire techniques, and document techniques. The instruments used were observation instruments in the implementation of learning to read poetry, interview instruments, questionnaire instruments, and document instruments. The data analysis technique starts with data collection, the data is reduced, next is data presentation, and finally, conclusions are drawn. Based on the results of observations and interviews conducted with the head, head of curriculum, class X Indonesian language subject teacher, and student representatives, one of the results obtained was the product components in the implementation of the class These product components obtain answers to the suitability of learning with the learning outcomes of class X poetry reading at SMAN 1 Bumiayu. Based on the results of the research, recommendations were obtained which can be used as material for consideration in improving the teaching of reading poetry in class for teachers includes the use of social media as part of technology and strengthening students' abilities in reading poetry through training, and (3) recommendations for students is to increase understanding of the meaning of the poetry they read. Keywords: evaluation of programs, products, implementation of learning, reading poetry
Tingkat Kesukaran dan Daya Beda Butir Soal Ulangan Harian Teks Negosiasi pada Kelas X di SMK Semesta Bumiayu Tahun Pelajaran 2024/2025 Nasikha, Latifatun; Irma, Cintya Nurika
Hasta Wiyata Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2025.009.01.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menjelaskan tingkat kesukaran dan daya pembeda butir soal ulangan harian teks negosiasi kelas X di SMK Semesta Bumiayu. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa butir soal ulangan harian teks negosiasi, lembar jawaban siswa, ATP, bahkan semester MA, sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumentasi visual berupa gambar untuk menunjukkan gambar bukti penilaian butir soal ulangan harian teks negosiasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat komponen utama, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dalam hal tingkat kesukaran menunjukkan 28% soal sangat mudah, 24% mudah, 44% sedang, dan 4% sangat sukar. Daya pembeda menunjukkan terdapat 4% soal berkategori sangat baik, 16% soal berkategori baik, 32% soal berkategori cukup, 40% soal berkategori kurang, dan 8% soal berkategori kurang.