Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica Less) DAN KLORIN TERHADAP MASSA KALSIUM DAN MASSA PROTEIN DAGING PADA AYAM BROILER (Feeding Beluntas Leaf Extract (Pluchea indica Less) and Chlorine on Muscle Calcium and Protein Massin Broiler Chickens) Syafitri, Yuniar Erlin; Yunianto, Vitus Dwi; Suthama, Nyoman
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.852 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemberian ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) dan klorin dalam ransum ayam broiler terhadap massa kalsium dan protein daging. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan5 perlakuan dan 4 ulangan, masing-masing unit ulangan 7 ekor ayam.Perlakuan yang diterapkan T0 = ransum tanpa penambahan ekstrak beluntas dan klorin, T1 = ransum dengan penambahan ekstrak daun beluntas 2%, dan air minum dengan klorin 30 ppm, T2 = ransum dengan penambahan ekstrak daun beluntas 4%, dan air minum dengan klorin 20 ppm, T3 = ransum dengan penambahan ekstrak daun beluntas 6%, dan air minum dengan klorin 10 ppm, dan T4 = ransum dengan penambahan ekstrak daun beluntas 8%, tanpa klorin.Parameter yang diamati adalah retensi kalsium, massa kalsium daging, massa protein daging, danpertambahan bobot badan harian (PBBH). Ternak yang digunakan adalahDay Old Chick (DOC) broiler sebanyak 140 ekor, dengan bobot badan awal 45,58 ±2,99 g.Ransum yang digunakan satu jenis formulasi sejak periode starter sampai finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) 8% setelah 5 minggu perlakuan menghasilkan protein daging sama, tetapi terjadi peningkatan pertambahan bobot badan pada ayam broiler.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ransum dengan menggunakan ekstrak daun beluntas 8% sebagai feed supplementtanpa klorin (T4)menghasilkan pertambahan bobot badan ayam broiler paling tinggi, dengan massa protein daging yang sama. Kata kunci: ayam broiler; Pluchea indica Less; retensi kalsium; massa kalsium daging; massa protein daging. ABSTRACT         The aims of the study was to determine the effect of beluntas leaf extract (Pluchea indica Less) and chlorine on muscle calcium and protein mass in broiler.The present study was assigned in a acompletely randomized design with 5 treatments and 4 replications ,(7 birds). Dietary treatments were as follows T0 = control diet, T1 = 2 % beluntas leaf extract and 30 ppm chlorine , T2 = 4 % beluntas leaf extract and 20 ppm chlorine , T3 = 6 % leaf extract beluntas and 10 ppm , T4 = 8 % beluntas leaf extract wihtout chlorine. Parameters measured were retention of calcium ,muscle calcium mass,muscle protein mass, and daily body weight gain (DBWG).Experimental animals were 140 birds of Day Old Chick (DOC) broilers,with initial body weight of 45.58  ± 2.99 g. One formulation ration was applied for the period from starter to finisher. The results showed that beluntas leaf extract(Pluchea indica Less) at 8 % after 5 weeks of treatment resulted in the same muscle protein mass, but it increased body weight gain in broiler chickens.Based on the results, it can be concluded that the ration by using beluntas leaf extracts 8% as a feed supplement without chlorine (T4) resulted in body weight gain of broilers highest, with the same mass of meat protein.Keywords : broilers; Pluchea indica Less; retention of calcium; muscle calcium mass; muscle protein mass.
PERSENTASE KARKAS DAN NON KARKAS SERTA LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER YANG DIBERI ACIDIFIER ASAM SITRAT DALAM PAKAN DOUBLE STEP DOWN (Percentage of Carcass and Non-Carcass and Abdominal Fat of Broiler Chickens were Given Acidifier Citric Acid in Feed Doubl Sibarani, Jesica; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.799 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan acidifier asam sitrat dalam pakan double step down (fase stater, dan finisher) terhadap bobot hidup, bobot dan presentase karkas, non karkas dan lemak abdominal. Menggunakan ayam broiler unsex strain Lohman MB 202 sebanyak 168 ekor yang terdiri dari 84 ekor jantan dan 84 ekor betina umur 7 hari dengan bobot badan awal rata – rata 186,3 ± 0,68 gram (cv= 0,36) ditempatkan dalam kandang dengan ukuran 1 x 1 x 0,6 m yang disekat menjadi 28 unit dan setiap unit percobaan di isi dengan 6 ekor ayam (3♀:3♂). Pakan yang digunakan terdiri dari jagung, bekatul, minyak nabati, bungkil kedelai, tepung ikan, CaCO3, dan tepung kulit kerang. Acidifier yang diberikan berupa asam sitrat sintetik dan jeruk nipis. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 7 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu: Pakan kontrol (tanpa double step down dan asam sitrat), pakan double step down tanpa asam sitrat, pakan double step down + jeruk nipis 0,8%, pakan double step down + asam sitrat sintetik 0,4 %; 0,8 %; 1,2 %; dan 1,6 %. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam dengan uji F pada taraf 5% dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap peningkatan persentase bobot karkas dan menurunkan lemak abdominal, tapi tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap bobot hidup dan persentase bobot non karkas. Kesimpulan yaitu pemberian pakan double step down dengan penambahan asam sitrat sebanyak 1,6 % dapat diterapkan pada penelitian ayam broiler.Kata kunci : ayam broiler; step down protein; acidifier; produksi karkas; lemak abdominal ABSTRACT This research aim to determine the effect of feed acidifier citric acid in a double step-down (phase starter and finisher) on body weight , carcass weight and percentage, non carcass and abdominal fat . Using Lohman broiler strains unsex as many as 168 MB 202 tail consisting of 84 males and 84 females aged 7 days with average initial body weight - average 186.3 ± 0.68 g ( cv = 0.36 ) were placed in cages with size of 1 x 1 x 0.6 m is partitioned into 28 units and each unit in the experiment with the contents of 6 chickens (3 ♀ : 3♂) . Feed used consisted of corn , rice bran, vegetable oil, soybean meal, fish meal , CaCO3 and flour shells. Acidifier citric acid are given in the form of synthetic and lime . The method used was completely randomized design (CRD), with 7 treatments and 4 replications, namely : Feed control (without double step-down and citric acid) , double step-down feed without citric acid , double step-down feed lime + 0.8 %, double step-down synthetic citric acid + 0.4; 0.8; 1.2; and 1.6 % . Data were analyzed using analysis of variance procedure with F test at level 5% and followed by Duncan 's multiple range test (p<0.05). The results showed that treatment significantly (p<0.05) increase in the percentage of carcass weight and abdominal fat loss, but had no effect (p> 0.05) on body weight and persentasse non carcass weight. Conclusion that the double step-down feeding by the addition of 1.6 % citric acid can be applied to studies broilers.Key words : broiler chickens, step-down protein, acidifier, production carcass; abdominal fat
EVALUASI KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN RETENSI NITROGEN PADA AYAM BROILER DENGAN RANSUM BERBEDA LEVEL PROTEIN DAN ASAM ASETAT (Evaluation of Crude Protein Digestibility and Nitrogen Retention of Broiler with Different Level Crude ProteinDiet and Acetic A Indrasari, Farina Nur; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Mangisah, Istn
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.931 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh interaksi pemberian ransum berbeda level protein dan asam asetat pada ayam broiler. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah ayam broiler sebanyak 180 ekor, asam asetat serta ransum terbuat dari bekatul, jagung kuning, tepung ikan, bungkil kedelai,poultry meat mealdan premiks. Peralatan yang digunakan meliputi kandang, loyang, plastik, tempat pakan dan tempat minum, timbangan, ember, gelas ukur, sapu, semprotan serta sekam. Metode penelitian dilakukan dengan pemeliharaan ayam broiler mulai umur 1 hari sampai 21 hari. Pengambilan data kecernaan dilakukan pada umur 22, 23 dan 24 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x3 dengan3 ulangan. Faktor pertama yaitulevel protein kasar ransum sebesar 21%(T1) dan 20%(T2).  Faktor kedua adalah level asam asetat sebesar 0% (V0), 0,75% (V1) dan 1,5% (V2). Data hasil penelitian diolah secara statistik dengan analisis ragam. Apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi yang nyata (P>0,05) antara penggunaan level protein kasar ransum dan asam asetat terhadap kecernaan protein kasar dan retensi nitrogen pada ayam broiler. Pemberian level protein dan asam asetat yang berbeda dalam ransum ayam broiler memperoleh hasil yang sama terhadap konsumsi ransum, kecernaan protein dan retensi N atau nitrogen pada ayam broiler.Kata kunci : broiler, asam, kecernaan, retensi. ABSTRACTThis research was aimed to find interaction effect of using different level protein of crude diet and acetic acid on broiler. Matters were used 180 broiler chicken, acetic acid and crude diet (rice brand, yellow corn, fish meal, soybean meal, poultry meat meal and premix).Equipments wereused including cage, brass, plastic, buckets, brooms, spray and chaff. The method of this study was done by raising broiler according with the treatment started from 8 to 21 days old. This research used completely randomized factorial design with 2 x 3 treatment with each three replication. First factor was level crude protein 21% (T1) and 20% (T2). Second factor was level acetic acids 0% (V0), 0,75% (V1) and 1,5% (V2). Research used variance analysis. The research showed there was no significant interaction (P>0,05) between using diet with different level of crude protein and acetic acid to crude fiber digestibility and nitrogen retention on broiler.Key word : broiler, acid, digestibility,retention.
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN PROTEIN PUYUH JANTAN UMUR 6 – 10 MINGGU (The Effect of Seaweed by Product (Gracilaria verrucosa) on Protein Efficiency of 6 – 10 Weeks Old Male Quail) Lestari, Ika Dian; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.963 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pemberian limbah rumput laut (Gracilaria verrucosa) terhadap efisiensi penggunaan protein puyuh jantan. Materi yang digunakan yaitu160 ekor puyuh jantan (Coturnix-coturnix japonica) umur 6 minggu dengan rata – rata bobot badan 120,92 ± 0,48 g.Pakan tersusun dari jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, Poultry Meat Meal (PMM), premix, minyak kelapa, dan rumput laut dengan PK 20% dan EM 2600 kkal/kg. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap(RAL), 4 perlakuan dan 5 ulangan, T0 : pakan mengandung 0% rumput laut; T1 : pakan mengandung 5% rumput laut; T2 : pakan mengandung 7,5% rumput laut; T3 : pakan mengandung 10% rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein, Rasio Efisiensi Protein (REP), dan retensi nitrogen. Hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan limbah rumput laut sampai level 10% tidak menaikkan atau menurunkan efisiensi penggunaan protein puyuh jantan umur 6-10 minggu.Kata kunci :limbah rumput laut; puyuh jantan; efisiensi protein. ABSTRACT This research aimed to determine the effect of seaweed by product(Gracilaria verrucosa)on protein efficiency of male quail. The materials were six weeks old 160 male quail with average body weight 120,92 ± 0,48 g. Rations were used composed of yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, Poultry Meat Meal (PMM), premix, coconut oil, and seaweed with 20% protein and metabolizable energy 2600 kcal/kg. Experimental design was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications.There were T0: diets with 0% seaweed; T1: diets with 5% seaweed; T2: diets with 7,5% seaweed; T3: diets with 10% seaweed. The results showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on the protein consumption, Protein Efficiency Ratio (PER), and nitrogen retention. It could be concluded that 10% seaweed level did not increase or decrease on protein efficiency of 6-10 weeks old male quail.Keywords: seaweed by product;male quail; protein efficiency.
PENGARUH TARAF PROTEIN DAN LISIN RANSUM TERHADAP PERFORMANS PRODUKSI AYAM KAMPUNG (Effect of Dietary Protein and Lysine Level on the Production Performance of Native Chicken) Permana, Primasta Adi; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Atmomarsono, Umiyati
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.757 KB)

Abstract

ABSTRAK          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pemberian taraf protein dan lisin ransum yang sesuai terhadap performans ayam kampung. Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, presentase karkas, dan meat bone ratio. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 3 dengan taraf protein sebagai faktor pertama dan taraf lisin sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan memiliki 4 ulangan dengan 10 ekor ayam pada tiap unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan adalah P1L1 (protein 17% + penambahan lisin 0,6% dari ransum), P1L2 (protein 17% + penambahan lisin 0,7% dari ransum), P1L3 (protein 17% + penambahan lisin 0,8% dari ransum), P2L1 (protein 14% + penambahan lisin 0,6% dari ransum), P2L2 (protein 14% + penambahan lisin 0,7% dari ransum), P2L3 (protein 14% + penambahan lisin 0,8% dari ransum). Perlakuan dimulai pada umur 1 hari hingga umur 12 minggu. Data dianalisis dengan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf probabilitas 5% jika ada pengaruh signifikan dari perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh interaksi antara protein dan lisin ransum terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, presentase karkas, dan meat bone ratio. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penambahan lisin sintesis dalam ransum tidak dapat memberikan pengaruh yang berbeda dalam performans ayam kampungKata kunci : protein ransum; lisin; performans produksi; ayam kampung ABSTRACT             This research aimed to examine level of dietary protein and lysine which is optimum for native chicken performance. Parameters measured were feed consumption, body weight gain, feed conversion, carcass percentage, and meat bone ratio. The research used completely randomized design in 2 x 3 factorial pattern with dietary protein level as the first factor and lysine level as the second factor. Each treatment had 4 replications with 10 heads per trial unit. Treatments applied were P1L1 (protein level 17% + lysine addition 0.6% of diet), P1L2 (protein level 17% + lysine addition 0.7% of diet), P1L3 (protein level 17% + lysine addition 0.8% of diet), P2L1 (protein level 14% + lysine addition 0.6% of diet), P2L2 (protein level 14% + lysine addition 0.7% of diet), P2L3 (protein level 14% + lysine addition 0.7% of diet). The treatment was started  to be offered from 1-day-old and completed when the chicken were 12-week-old. The data was analyzed using F test to determine the effect of treatment, continued with Duncan's multiple range test at 5% probability level if any significant effect was found. The results showed no effect of the interaction between dietary protein and lysine on feed consumption, body weight gain, feed conversion, carcass percentage, and meat bone ratio. Based on the results, it was concluded that lysine addition was not give significant effect on native chicken performance.Key words : dietary protein; lysine; production performance; native chicken
TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN Escherichia coli PADA AYAM BROILER YANG DIBERI CAMPURAN HERBAL DALAM RANSUM Rahmah, Atika; Suthama, Nyoman; Yunianto, Vitus Dwi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.93 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan campuran herbal dalam ransum terhadap total bakteri asam laktat (BAL) dan Escherichia coli (E. coli) pada saluran pencernaan, serta pertambahan bobot badan ayam broiler. Penelitian menggunakan ayam broiler day old chick (DOC) sebanyak 200 ekor dengan bobot badan 37 g ± 3,08 g dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Ransum yang digunakan terdiri dari jagung, bungkil kedelai, tepung ikan, dedak, dan mineral dengan campuran herbal, yaitu bawang putih, kunyit, jahe dan kencur. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum tanpa penambahan herbal (kontrol), T1 = ransum + 0,5% campuran herbal, T2 = ransum + 1,0% campuran herbal, T3 = ransum + 1,5% campuran herbal. Parameter yang diamati adalah total BAL, total E. coli dan pertambahan bobot badan. Sampel diambil pada saat ayam umur 42 hari secara acak pada setiap unit percobaan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penambahan campuran herbal dalam ransum ayam broiler tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap total BAL, total E.coli dan pertambahan bobot badan. Penambahan campuran herbal dalam ransum ayam broiler menghasilkan total BAL berkisar dari yang terendah 4,69 x 109 cfu/g (T1) sampai yang yang tertinggi 2,41 x 1010 cfu/g (T3) dan total E.coli terendah 6,47 x 104 cfu/g (T2) tertinggi 3,57 x 105 cfu/g (T3), sedangkan pertambahan bobot badan berkisar dari 57 g/ekor/hari (T1) sampai 60 g/ekor/hari (T0). Simpulan dari penelitian adalah peningkatan level penambahan campuran herbal dalam ransum belum dapat meningkatkan total BAL atau menurunkan E.coli sehingga menghasilkan pertambahan bobot badan yang sama.
KECERNAAN SERAT KASAR DAN ENERGI METABOLIS PADA AYAM KEDU UMUR 24 MINGGU YANG DIBERI RANSUM DENGAN BERBAGAI LEVEL PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR Wulandari, Kartika Yuga; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi; Tristiarti, Tristiarti
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.998 KB)

Abstract

ABSTRACTThe research aims to study more about crude fiber digestibility and the metabolic energy of Kedu hens at 24 weeks fed with different levels of protein and crude fiber. The benefits of research can provide information about the level of crude protein and fiber crude fiber that give best value of crude fiber digestibility and metabolic energy in Kedu hens at 24 weeks. This research used Randomized Block Design (RBD) with 3 treatments and 5 groups. Each group used 5 units of animal experiments. Treatment consist of different levels of crude protein (12.25%, 14.24% and 16.12%) and different levels of crude fiber (16.87%, 14.14% and 11.12%). Parameters observed were feed consumption, crude fiber digestibility, energy metabolic and body weight gains. The material used are 75 Kedu hens at 24 weeks, concentrate, bran, corn flour, fish meal, soybean meal, oyster shell powder, CaCO3, premix. The equipment used are batteery cages, where feed and drink, blender, strainer, box, hygrometers, thermometers, scales, sprays, indicators Cr2O3, 0.2 N HCl, alcohol, vitachick, as well as equipment for proximate analysis and bomb kalorimeter. The results showed that the ration formulations with different levels of crude protein and crude fiber significantly affect crude fiber digestibility and metabolic energy, but did not significantly affect the feed consumption and body weight gain.Keywords: chicken Kedu, digestibility, metabolic energy, crude fiber, crude proteinABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut tentang kecernaan serat kasar dan nilai energi metabolis pada ayam kedu umur 24 minggu yang diberi ransum dengan berbagai level protein dan serat kasar. Manfaat penelitian dapat memberikan informasi mengenai level protein dan serat kasar yang menghasilkan kecernaan serat kasar dan nilai energi metabolis yang terbaik pada ayam Kedu umur 24 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 kelompok. Tiap kelompok menggunakan 5 unit ternak percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah ransum dengan protein kasar level berbeda (12,25%; 14,24% dan 16,12%) dan serat kasar level berbeda (16,87%, 14,14% dan 11,12%). Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, kecernaan serat kasar, energi metabolis dan pertambahan bobot badan harian. Materi yang digunakan adalah 75 ekor ayam Kedu umur 24 minggu, konsentrat, dedak, jagung giling, tepung ikan, tepung bungkil kedelai, tepung cangkang kerang, CaCO3, premix. Peralatan yang digunakan adalah kandang batteery, tmpat pakan dan minum, blender, saringan, box simpanan, higrometer, thermometer, timbangan, semprotan, indikator Cr2O3, HCl 0,2N, alkohol, vitachick, serta peralatan untuk analisis proksimat dan bomb kalorimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum formulasi perbaikan dengan berbagai level protein kasar dan serat kasar berpengaruh nyata terhadap kecernaan serat kasar dan energi metabolis, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan harian.Kata kunci : ayam Kedu, kecernaan, energi metabolis, serat kasar, protein kasar
PENGARUH PENGGUNAAN RANSUM YANG DIPERAM DENGAN SARI DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP PROTEIN DARAH DAN HEMOGLOBIN PADA AYAM BROILER Septiana, Dela; Estiningdriati, Ismari; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.731 KB)

Abstract

ABSTRAK   Sari daun pepaya mengandung enzim papain yang dapat membantu pencernaan protein dalam saluran pencernaan.  Enzim papain memecah nutrisi pakan berupa protein kompleks menjadi protein yang lebih sederhana.  Protein darah dan hemoglobin merupakan indikator dalam pengamatan nutrisi ayam broiler.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan ransum yang diperam dengan sari daun pepaya (Carica papaya) terhadap kadar protein darah dan hemoglobin.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.  Perlakuan penelitian yaitu T0 (ransum tanpa SDP 30%), T1 ( 300ml SDP 30% /kg ransum), T2 (600ml SDP 30% /kg ransum), T3 (900ml SDP 30% /kg ransum).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum yang diperam dengan SDP konsentrasi 30% menghasilkan nilai protein darah dan hemoglobin yang normal tetapi menyebabkan penurunan konsumsi pakan dan bobot badan ayam broiler.   Kata kunci : sari daun pepaya, protein darah, hemoglobin ABSTRACT   Sari papaya leaf contains papain enzym to help digestion of protein in the digestive tract.  Enzyme papain break down nutrients such as protein complexes of feed become much simpler.  Blood protein and hemoglobin is an indicator of the broiler nutrition observation.  The experiment aimed at studying the effect of the use of ration brooded with sari papaya leaf (Carica papaya) on blood protein and hemoglobin.  The Completely Randomized Design with 4 treatments and 3 replications were used in this experiment. Treatment research is T0 (ration without SDP 30%), T1 (300ml SDP 30% / kg feed), T2 (30% 600ml SDP / kg feed), T3 (30% 900ml SDP / kg feed).  The results showed that use of rations are brooded by sari papaya leaf (Carica papaya) concentration of 30% make blood protein and hemoglobin values ​​were normal but cause a decrease in feed intake and body weight of broiler chickens.   Key word: sari papaya leaf, blood protein, hemoglobin
KADAR KOLESTEROL, HDL DAN LDL DARAH AKIBAT KOMBINASI LAMA PENCAHAYAAN DAN PEMBERIAN PORSI PAKAN BERBEDA PADA AYAM BROILER Setyadi, Fajar; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi; Mangisah, Istna
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.485 KB)

Abstract

ABSTRACT The aim of research was to know the effect of lighting periode and different feed serving to blood cholesterol, LDL and HDL level on broiler. The material was used is 320 day old chicks (DOC) CP 707, commercial feed (protein 23%, fat 2.5%, crude fiber 4%, calcium 1%, phosphor 0.9%, energy 3000 kcal). The statistic analysis that used in this research is RAL split plot 3 x 2 with five replicates, the main factor is the lighting period and the second factor is the different food serving. The treatment for lighting period are T1 with intermittent lighting 2 hour light on: 2 hour off, T2 was 4 hours lighting period at night, and T3 was 6 hours lighting period at night. The treatment for feed serving are R1 as 40% during the day and 60% during the night, R2 was 30% during the day and 70% during the night. The result of variance analysis, there was effect of lighting period to High Density Lipoprotein (HDL) (P<0,05). Blood cholesterol level of T1R1, T1R2, T2R1, T2R2, T3R1 and T3R2 was 155,56 mg/dl; 151,11 mg/dl; 153,33 mg/dl; 166,67 mg/dl; 146,66 mg/dl and 137,78 mg/dl. HDL level of T1R1, T1R2, T2R1, T2R2, T3R1 and T3R2 was 45,87 mg/dl; 40,98 mg/dl; 44,74 mg/dl; 47,38 mg/dl; 36,47 mg/dl dan 37,98 mg/dl. Low Density Lipoprotein (LDL) level of T1R1, T1R2, T2R1, T2R2, T3R1 and T3R2 was 109,69 mg/dl; 110,13 mg/dl; 108,59 mg/dl; 119,29 mg/dl; 110,19 mg/dl dan 99,80 mg/dl. Conclusion of this research explain there are no interaction effect between lighting period and food serving to cholesterol levels, HDL and LDL levels. There was an effect of lighting period to HDL level with highest level 46,06 mg/dl with 4 hours lighting period.Key words: broiler chickens, lighting period, feed serving, cholesterol, lipoproteinABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak lama pencahayaan pada malam hari dan pemberian porsi pakan berbeda terhadap kadar kolesterol, LDL dan HDL darah ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2011- 10 Januari 2012 di Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Materi yang dipergunakan adalah 320 ekor ayam broiler day old chicks (DOC) CP 707, pakan (mengandung protein 23%; lemak 2,5%; serat kasar 4%; kalsium 1%; Phospor 0,9%; energi 3.000 Kkal). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola split plot 3 x 2 dengan 5 ulangan , faktor utama adalah lama pencahayaan (T1, T2, 3) dan faktor kedua adalah porsi pakan berbeda (R1, R2). T1 adalah intermiten 2T : 2G di malam hari, T2 4 Jam Pencahayaan di malam hari, dan T3 Pencahayaan 6 jam dimalam hari. R1 adalah 40% siang dan 60% malam, R2 porsi pakan 30% siang dan 70% malam hari. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan pencahayaan berpengaruh terhadap kadar High Density Lipoprotein (HDL) darah ayam broiler (P<0,05). Kadar kolesterol darah T1R1, T1R2, T2R1, T2R2, T3R1 dan T3R2 berturut-turut adalah 155,56 mg/dl; 151,11 mg/dl; 153,33 mg/dl; 166,67 mg/dl; 146,66 mg/dl dan 137,78 mg/dl. Kadar HDL pada T1R1, T1R2, T2R1, T2R2, T3R1 dan T3R2 berturut-turut adalah 45,87 mg/dl; 40,98 mg/dl; 44,74 mg/dl; 47,38 mg/dl; 36,47 mg/dl dan 37,98 mg/dl. Kadar Low Density Lipoprotein (LDL) darah pada T1R1, T1R2, T2R1, T2R2, T3R1 dan T3R2 berturut-turut adalah 109,69 mg/dl; 110,13 mg/dl; 108,59 mg/dl; 119,29 mg/dl; 110,19 mg/dl dan 99,80 mg/dl. Penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi lama pencahayaan pada dan pemberian porsi pakan berbeda terhadap kadar kolesterol, HDL dan LDL. Pencahayaan berpengaruh nyata terhadap kadar HDL darah ayam broiler dengan nilai tertinggi 46,06 mg/dl dengan pencahayaan 4 jam pada malam hari.Kata kunci : ayam broiler, lama pencahayaan, porsi pakan, kolesterol, lipoprotein
PENGARUH PEMERAMAN RANSUM DENGAN SARI DAUN PEPAYA TERHADAP KOLESTEROL DARAH DAN LEMAK TOTAL AYAM BROILER Citrawidi, Tatina Ayu; Murningsih, Wisnu; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.711 KB)

Abstract

The research aims to examine the influence of ripening feed with 30% concentration papaya leaf juice at different volumes on blood cholesterol and total fat in Broilers. The research used 160 one-week-old unsexed Lohmann strain broiler chickens with average body weight of 134,67 ± 2,03 g. The diet consisted of yellow corn, soybean meal, coconut meal, fine rice bran, meat bone meal, poultry meat meal, feather meal, and mineral mix. The experiment used Completely Randomized Design with 4 treatments and 5 replications. The treatments were T0 (control diet), T1 (control diet ripened by papaya leaf juice 30% at amount of 300 ml/kg), T2 (control diet ripened by papaya leaf juice 30% at amount of 600 ml/kg) and T3 (control diet ripened by papaya leaf juice 30% at amount of 900 ml/kg). Parameters measured were blood cholesterol, total fat, feed consumption and body weight gain. The results showed that treatment significantly effected (P <0,05) to feed consumption and body weight gain but there was no significant effect (P> 0,05) of treatment on blood cholesterol and total fat. It was concluded that ripening of diet with papaya leaf essence did not influence blood cholesterol and total fat but decrease feed consumption and body weight gain.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemeraman ransum dengan sari daun pepaya konsentrasi 30% pada volume berbeda terhadap kadar kolesterol darah dan lemak total ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 160 ekor ayam broiler unsex strain Lohmann umur satu minggu dengan bobot badan rata-rata 134,67±2,03 g. Bahan penyusun ransum terdiri dari jagung kuning, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dedak halus, meat bone meal, poultry meat meal, tepung bulu, dan mineral mix. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penelitian yaitu T0 (ransum kontrol), T1 (ransum kontrol yang diperam dengan SDP 30% sebanyak 300 ml/kg), T2 (ransum kontrol yang diperam dengan SDP 30% sebanyak 600 ml/kg) dan T3 (ransum kontrol yang diperam dengan SDP 30% sebanyak 900 ml/kg). Parameter yang diukur adalah kadar kolesterol darah, lemak total, konsumsi ransum, dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kolesterol darah dan lemak total, sedangkan pada konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan menunjukkan ada perbedaan nyata diantara perlakuan (P<0,05). Rata-rata konsumsi ransum pada perlakuan T0, T1, T2 dan T3 adalah 67,52; 60,69; 56,83 dan 47,66 g/ekor/hari; rata-rata pertambahan bobot badan adalah 29,53; 26,92; 24,36 dan 19,96 g/ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemeraman ransum dengan sari daun pepaya pada ayam broiler tidak mempengaruhi kadar kolesterol darah dan kadar lemak total (trigliserida darah). Namun, menurunkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan.Kata kunci: ayam broiler, sari daun pepaya, kadar kolesterol, lemak total
Co-Authors . Tristiati, . Agrientya Saraswati, Agrientya Agung Adi Candra Agus Setiadi Albert Albert Ambarsari, Wiwik Ani Wahyuningsih B. Sulistiyanto B. Sulistiyanto Bambang Sukamto Bambang Sukamto Bambang W.H.E. Prasetiyono Bhakti Etza Setiani Bintoro, V. Priyo Citra Ardelia Crismawati, Rizky Dela Septiana Dewi, Aryanti Candra Dian Hastuti Didi Dwi Anggoro Dika Agung Nugroho Putra Dwi Sunarti E Suprijatna Edjeng Suprijatna Emerson Umbu Hemur Patangara Fajar Kurniagung Fajar Setyadi Fajar Wahyono Fajar Wahyono Frinandy, Alvin Herawan Aditya Ika Dian Lestari, Ika Dian Indrasari, Farina Nur Ismari Estiningdriati ISTNA MANGISAH Karmiati Karmiati Karmiati, Karmiati Kartika Yuga Wulandari Khabib Arrosichin Kholisotul Maghfiroh Krismiyanto, Lilik Krismiyanto, Larasati, Nova Hidayati Diyah Leona Paramita Widyamanda Lestyaningtyas, Liana Eka Lilik Krismiyanto Lilik Krismiyanto Luthfi D. Mahfudz Luthfi Djauhari Mahfuds Luthfi Djauhari Mahfudz Mangisah, Istn Mawan Pasaribu Meina Yuniarti Merry Muspita Dyah Utami Mubarok, Rizky Mukodiningsih S Nicodemus Bonardo Siahaan Nikodemus Bernando Siahaan, Nikodemus Bernando Nurul Renaningtias, Nurul Nurwantoro . Nyoman Sutama Nyoman Suthama Patriasari, Novita Dewi Permana, Primasta Adi Pramudyah Sejati Prasetiyono, Bambang W.H.E. Prayogi Sunu Rahayuningtyas Harum Prawitasari Rahmah, Atika Ryan Zafi Fawwaz S Syafrudin S, Mukodiningsih Selvi Marcellia Setya Budi Muhammad Abduh, Setya Budi Muhammad Sibarani, Jesica Sri Mukodiningsih Sumaiya Hasanuddin, Sumaiya Sumaiyah Hasanuddin Sumaiyah Hasanuddin, Sumaiyah Syafrudin Syafrudin Tatina Ayu Citrawidi Triani, Meiri Tristiarti Tristiarti Umiyati Atmomarsono WISNU MURNINGSIH Wiwin Yulianti Y F Y Kusumasari Yoyok Budi Pramono Yuniar Erlin Syafitri, Yuniar Erlin