Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Sintesis Metilisoeugenol dari Metileugenol Menggunakan Katalis KOH dalam Etanol Anjar Jatika; Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.241 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.3.76-80

Abstract

Minyak cengkeh merupakan salah satu minyak atsiri di Indonesia yang dapat diisolasi dari tanaman cengkeh (Eugenia caryophyllata Tumb.). Selama ini, minyak cengkeh diekspor ke luar negeri dalam bentuk minyak mentah sehingga harganya murah, oleh karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan nilai guna dari minyak cengkeh misalnya dengan mengisolasi komponen utama yaitu eugenol kemudian mengubahnya menjadi senyawa turunannya. Salah satu senyawa turunan eugenol adalah metilisoeugenol. Metilisoeugenol dapat disintesis dari metileugenol hasil reaksi metilasi eugenol. Pada struktur metileugenol terdapat gugus dimetoksi, fenil, dan alil yang memungkinkan untuk dapat diubah secara kimia menjadi senyawa lain yang lebih berdaya guna dan bernilai jual tinggi seperti metilisoeugenol. Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis metilisoeugenol melalui reaksi isomerisasi metileugenol menggunakan katalis basa KOH dalam pelarut etanol. Hasil sintesis menghasilkan produk metilisoeugenol dengan rendemen sebanyak 63,56%.
Sintesis Ester Asam Lemak Sukrosa (Face) dari Minyak Zaitun Menggunakan K2CO3 dan Uji Stabilitas Face Sebagai Emulsifier Fannie Kurniasari; Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 1 (2011): Volume 14 issue 1 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.326 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.1.17-20

Abstract

Telah dilakukan sintesis ester asam lemak sukrosa (FACE) dari minyak zaitun menggunakan K2CO3 dan uji stabilitas FACE sebagai emulsifier. Tujuan penelitian ini adalah menentukan rasio berat optimum K2CO3 terhadap metil ester asam lemak dalam sintesis ester asam lemak sukrosa (FACE) dan menentukan stabilitas FACE sebagai emulsifier. Sintesis FACE dapat dilakukan melalui pembentukan metil ester asam lemak (FAME) terlebih dahulu. Selanjutnya, FAME direaksikan dengan sukrosa menggunakan katalis basa K2CO3 dan menghasilkan FACE. Sintesis FACE dilakukan dengan variasi rasio berat katalis K2CO3 terhadap FAME 1,5%, 3%, 4,5%, 6%, dan 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya katalis dapat mempengaruhi FACE yang dihasilkan. Kondisi optimum FACE terjadi pada hasil sintesis dengan rasio berat K2CO3 terhadap FAME 6%, mempunyai derajat transesterifikasi tertinggi sebesar 0,7984 dan memiliki stabilitas emulsi yang paling stabil sebesar 304,14 detik.
Sintesis Emulsifier Ester Sukrosa Asam Lemak (FACE) Dari Minyak Jagung Menggunakan Na2CO3 Ardhita Niken Destiana; Ismiyarto Ismiyarto; Ngadiwiyana Ngadiwiyana
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 12, No 3 (2009): Volume 12 Issue 3 Year 2009
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.059 KB) | DOI: 10.14710/jksa.12.3.88-92

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis emulsifier ester sukrosa asam lemak (FACE) dari minyak jagung menggunakan Na2CO3. Sintesis FACE dilakukan dengan metode refluks menggunakan metil ester asam lemak (FAME), sukrosa, pelarut metanol, dan katalis Na2CO3 dengan variasi rasio berat katalis terhadap FAME 1,5%, 3%, 4,5%, 6%, dan 7,5%. Kondisi optimum FACE terjadi pada FACE dengan rasio berat Na2CO3 6% dengan derajat transesterifikasi 1,169 dan waktu pecah emulsi 347,47 detik. Hasil analisis GC-MS pada FAME menunjukkan komposisi senyawa mayor penyusun FAME adalah metil ester asam linoleat, metil ester asam oleat, metil ester asam palmitat, dan metil ester asam stearat. Banyaknya katalis mempengaruhi FACE yang dihasilkan.
Waktu Optimum pada Reaksi Veratraldehid dan Anilin Ditya Putri Solihati; Enny Fachriyah; Ismiyarto Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 14, No 3 (2011): Volume 14 Issue 3 Year 2011
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.827 KB) | DOI: 10.14710/jksa.14.3.69-71

Abstract

Imina merupakan senyawa dengan gugus fungsi C=N yang mempunyai potensi sebagai antibakteri, antikanker, antijamur, antitumor dan antimalaria. Sintesis imina dapat dilakukan menggunakan bahan dasar aldehida dan amina primer. Pada penelitian ini, digunakan veratraldehid dan anilin. Tujuan penelitian ini adalah mensintesis 3,4 dimetoksibenzilimina dan menentukan waktu reaksi optimum dari proses sintesis tersebut. Kemurnian produk sintesis berdasarkan pengujian titik leleh. Penentuan hasil sintesis maksimum dilakukan dengan variasi waktu pelarutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk sintesis belum murni. Waktu reaksi optimal sintesis yaitu pada 140 menit dengan rendemen sebesar 60,5%.
Pemanfaatan Geraniol Dari Minyak Sereh Sebagai Senyawa Penarik Lebah Madu Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Bayu Refindra Fitriadi; Ismiyarto Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 1 (2008): Volume 11 Issue 1 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.737 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.1.1-5

Abstract

Produksi minyak sereh di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Akan tetapi, pemanfaatan dari minyak sereh masih sangat kurang. Minyak sereh diisolasi dari daun sereh wangi Jawa (Cymbopogon Winterianus Jowwit). Minyak sereh ini mengandung bermacam senyawa, salah satunya senyawa geraniol. Senyawa ini memiliki struktur yang sama dengan feromon yang digunakan oleh lebah madu (A. Mellifera) dalam berkomunikasi dengan lebah madu lain. Metode yang digunakan dalam mengisolasi minyak sereh dari daun sereh adalah metode distilasi uap. Pengkayaan kandungan geraniol dalam minyak sereh digunakan refluks. Distilasi fraksinasi vakum dilakukan untuk mengisolasi geraniol dari minyak sereh. Minyak sereh yang digunakan dalam penelitian ini diisolasi dari 10 kg daun sereh wangi dengan distilasi uap dan menghasilkan minyak sereh sebanyak 42,5 mL (0,373%) dengan warna kuning bening mengkilat bau khas sereh. Data kromatogram GC-MS minyak sereh menunjukkan kandungan geraniol sebanyak 65,34%. Kandungan geraniol dalam minyak sereh meningkat menjadi 81,96% setelah direfluks dengan larutan NaOH dalam etanol akibat terjadinya reaksi hidrolisis geranil asetat menjadi geraniol. Geraniol diperoleh dari minyak sereh dengan distilasi fraksinasi vakum pada tekanan 110 mmHg. Geraniol yang diperoleh terbukti mampu menarik lebah madu.Kata kunci: Minyak sereh, geraniol, feromon, lebah madu
Sintesis 3-(3,4-Dimetoksifenil)-Propanal sebagai Senyawa Antara dalam Pembuatan Turunan Antiboitik C-9154 dari Minyak Daun Cengkeh Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto; Jumina Jumina; Chairil Anwar
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2008): Volume 11 Issue 2 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.554 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.2.38-42

Abstract

Telah dilakukan sintesis senyawa antara 3-(3,4-dimetoksifenil) propanal dalam pembuatan turunan antibiotik C-9154 sebagai upaya perluasan poemanfaatan minyak kayu cengkeh. Eugenol merupakan komponen utama minyak daun cengkeh yang dapat diisolasi menggunakan pelarut natrium hidroksida. Pemanfaatan senyawa ini masih sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan upaya pengubahan eugenol menjadi senyawa turunannya yang lebih berdaya guna. Salah satunya, eugenol dapat diubah menjadi senyawa 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanal, senyawa tersebut digunakan sebagai bahan untuk mensintesis senyawa turunan antibiotik C-9154. Dalam penelitian ini digunakan bahan dasar metileugenol hasil metilasi eugenol. Reaksi hidroborasi metileugenol menggunakan reagen H3B:dietileter secara in situ dengan mereaksikan NaBH4 dan BF3:dietileterat pada suhu 0 „aC dan kondisi inert yang dibuat dengan mengalirkan gas nitrogen ke dalam sistem. Hasil reaksi dianalisis menggunakan metode spektroskopi inframerah dan spektroskopi massa. Oksidasi 3-(3,4-dimetoksifenil)-1-propanol menjadi 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanal menggunakan oksidator piridinium klorokromat menggunakan pelarut diklorometan, dan direfluks selama 3 jam pada suhu reaksi 30 oC. Hasil reaksi dianalisis mengunakan metode spektroskopi inframerah, spektroskopi massa dan 1H-NMR. Hasil reaksi hidroborasi metileugenol merupakan cairan berwarna kekuningan dengan rendemen 81,29%, analisis spektra inframerah dan spektroskopi massa menunjukkan senyawa hasil adalah 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanol. Hasil reaksi oksidasi 3 -(3,4-dimetoksifenil)-propanol didapat cairan berwarna coklat kehitaman dengan rendemen sebesar 71,3 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa hasil adalah 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanal. Selanjutnya senyawa ini dapat digunakan sebagai bahan dasar sintesis turunan antibiotic C-9154.Kata kunci: Eugenol, 3-(3,4-dimetoksifenil)-propanal dan turunan antibiotik C-9154
Sintesis Amil Sinamat dari Sinamaldehid dan Uji Aktivitas sebagai Bahan Aktif Tabir Surya Adityo Anggadita; Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 11, No 3 (2008): Volume 11 Issue 3 Year 2008
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.939 KB) | DOI: 10.14710/jksa.11.3.52-56

Abstract

Efek merugikan yang ditimbulkan oleh sinar matahari dapat menyebabkan kulit menjadi hitam bersisik, hiperpigmentasi dan kanker kulit. Sediaan tabir surya adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk mencegah efek ini. Salah satu senyawa aktif yang bisa digunakan dalam sediaan tabir surya adalah turunan sinamat. Dalam proses ini dilakukan sintesis amil sinamat dari sinamaldehid dengan menggunakan metode oksidasi dan esterifikasi. Penentuan aktivitas amil sinamat dilakukan dengan metode spektrofotometri UV- Vis dengan menentukan nilai SPF (Sun Protection Factor). Amil sinamat yang dihasilkan berupa cairan berwarna coklat dan dapat digunakan sebagai penyusun sediaan tabir surya yang memberikan proteksi maksimum terhadap sinar UV-B pada konsentrasi 25 μg/mL dengan nilai SPF sebesar 12,88.
Sintesis Heksil Sinamat dari Sinamaldehid dan Uji Aktivitas Sebagai Bahan Aktif Tabir Surya Nurlina Priastuti; Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.066 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.2.39-43

Abstract

Radiasi sinar ultraviolet dari matahari dengan intensitas tinggi dapat mengganggu kesehatan kulit seperti kulit kehitaman, timbul bercak atau bersisik. Keadaan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan sediaan tabir surya. Salah satu senyawa aktif yang bisa digunakan adalah turunan sinamat. Dalam proses ini dilakukan sintesis heksil sinamat dari sinamaldehid dengan menggunakan metode oksidasi dan esterifikasi. Penentuan aktivitas heksil sinamat dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dengan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF). Heksil sinamat yang dihasilkan berupa cairan berwarna kuning dan dapat digunakan sebagai penyusun sediaan tabir surya yang memberikan proteksi maksimum terhadap sinar UV-B pada konsentrasi 25 μg/mL dengan nilai SPF sebesar 14,65.
Reduksi Sinamaldoksim Menggunakan Sistem Katalis Zn/NH4Cl Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto; Purbowatiningrum Ria Sarjono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.358 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.1.1-6

Abstract

Sinamaldehid merupakan komponen utama minyak kayu manis (Cinnamomum) yang dapat diisolasi menggunakan pelarut natrium bisulfit. Pemanfaatan senyawa ini masih sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan upaya pengubahan sinamaldehid menjadi senyawa turunannya yang lebih berdaya guna. Salah satunya, sinamaldehid dapat diubah menjadi senyawa amina melalui zat antara sinamaldoksim dengan reaksi reduksi. Senyawa amina tersebut digunakan sebagai bahan untuk mensintesis senyawa turunan antibiotik C-9154.Reduksi sinamaldoksim menjadi senyawa amina dilakukan dengan cara reduksi hidrogenasi katalitik menggunakan katalis Zn/NH4Cl. Reaksi dilakukan dengan merefluks sinamaldoksim, NH4Cl(s), dan serbuk Zn dengan pelarut metanol pada temperatur refluks (58 ºC) selama 3 jam. Hasil disaring, selanjutnya filtrat hasil refluks dievaporasi. Hasil evaporasi diekstraksi dengan kloroform dan NaCl jenuh. Lapisan organik dievaporasi kembali. Hasil evaporasi dianalisis menggunakan instrumen FT-IR dan GC-MS.Hasil reduksi sinamaldoksim berupa padatan gel berwarna coklat dengan dengan berat 0,43 g dan rendemen sebesar 64,35 %. Analisis hasil menggunakan spektrometer infra merah menunjukkan serapan gugus C-N pada daerah 1330,8 cm-1. Serapan pada 3178 cm-1 menunjukkan serapan gugus N-H dari senyawa amina. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa senyawa amina yang diperoleh dari reduksi sinamaldoksim berupa sinamilamin yang merupakan senyawa amina primer (tR = 16,431 menit dengan kelimpahan 0,58 %), (N-metil-3-fenil)-2-propenamin yang merupakan senyawa amina sekunder (tR = 20,258 menit dengan kelimpahan 0,79 %) dan (N,N- dimetil-3-fenil)-2-propenamin yang merupakan senyawa amina tersier (tR = 26,666 menit dengan kelimpahan 14,79 %).
Total Phenolic Content Analysis, Antioxidant Activity, and Isolation of Phenolic Acid Compounds from Methanol Extract of Celery (Apium graveolens L.) Hanum, Rahma Farida; Fachriyah, Enny; Ismiyarto, Ismiyarto; Sarjono, Purbowatiningrum Ria
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 28, No 7 (2025): Volume 28 Issue 7 Year 2025
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.28.7.345-354

Abstract

Celery (Apium graveolens L.), a member of the Apiaceae family, is rich in bioactive compounds and exhibits various health benefits, including antihypertensive, antibacterial, anti-inflammatory, and antioxidant activities. The presence of diverse phenolic acids, as identified in previous studies, prompted this research to analyze the total phenolic content, evaluate antioxidant activity, and isolate phenolic acids from the methanol extract of celery. The study involved phytochemical screening, maceration extraction, determination of total phenolics using the Folin–Ciocalteu method, antioxidant testing via the DPPH method, and phenolic acid isolation using three approaches: base hydrolysis (HB), acid hydrolysis (HA), and non-hydrolysis (TH). The isolates were analyzed using UV–Vis spectrophotometry, CMS, and LC/MS-MS QTOF. The methanol extract of celery yielded 16.59% and was found to contain flavonoids, phenolic acids, saponins, tannins, and steroids. The total phenolic content was 17.268 ± 0.057 mg GAE/g extract, while the IC50 value was 1712.782 ± 0.115 mg/L, indicating very weak antioxidant activity. Isolation of phenolic acids revealed that the HA fraction contained pyrogallol and caffeic acid. This was supported by the A3 band (λmax 230 nm and 269 nm) with a molecular weight of 126 m/z, characteristic of pyrogallol. The A4 band (λmax 218, 242, 298, and 325 nm) with a molecular weight of 180.0387 m/z was characteristic of caffeic acid.