Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

SMART APPS CREATOR-BASED INTERACTIVE LEARNING MEDIA: ENHANCING CRITICAL THINKING SKILLS Istiqomah, Siti; Murwaningsih, Tri; Sukarno, Sukarno
JURNAL EDUSCIENCE Vol 12, No 6 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Thailand, Malaysia and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v12i6.7894

Abstract

Purpose – This study aimed to develop and assess the effectiveness of Smart Apps Creator (SAC)-based interactive learning media to enhance critical thinking skills among fifth-grade students in Natural and Social Sciences (IPAS) learning.Methodology – Employing the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), the study employed a quasi-experimental design with purposive sampling for the needs analysis (20 teachers, 24 students) and random sampling for the trials (54 experimental and 57 control group students across four elementary schools). The experimental group engaged in six offline SAC-based learning sessions, while the control group used conventional methods (lectures, worksheets, static images). Data were collected through classroom observations, media feasibility questionnaires, and pre- and post-tests of critical thinking skills, and analyzed using descriptive statistics, paired t-tests, and N-Gain scores.Findings – The SAC-based media achieved high feasibility (expert validation: 82.3%-86.5%). They significantly improved critical thinking, with the experimental group recording an N-Gain of 0.75 (high) and a t-value of -30.556 (p = 0.000), outperforming the control group’s N-Gain of 0.42 (moderate) and a t-value of -18.070 (p = 0.000). Interactive elements, such as quizzes and animations, fostered student-centered learning, although challenges included limited hardware and teacher training needs. The offline SAC media effectively addressed connectivity constraints, enhancing analytical skills.Contribution – This study offers a scalable, offline educational technology solution for rural areas, promoting 21st-century skills such as critical thinking and suggesting the broader implementation and exploration of additional skills, including collaboration and communication.
Identifikasi Telur Cacing pada Feses Sapi Peranakan Ongole (PO) dan Sapi Bali dengan Metode Natif dan Sedimentasi Khoirillah, Fanni; Lestari, Dian Fita; Istiqomah, Siti
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 3 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i3.284

Abstract

Peternakan di Indonesia cenderung rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Salah satu ancaman penyakit pada hewan ternak terhadap kesehatan manusia yaitu zoonosis. Salah satu cara untuk mengidentifikasi parasit gastrointestinal dari ternak yaitu dengan melakukan pemeriksaan atau pengujian feses sapi secara rutin. Pentingnya mengetahui jenis cacing yang menginfeksi ternak agar dapat segera dilakukan pengobatan dengan jenis obat antiparasit yang tepat, sehingga pengobatannya menjadi lebih efektif. Sehingga tujuan penelitian ini untuk memeriksa feses sapi untuk mengetahui infeksi jenis cacing. Sampel feses sapi didapatkan dari Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu dan UPTD Pembibitan dan Pakan Ternak (PPT) Bengkulu menggunakan sapi jenis Peranakan Ongole (PO) dan sapi bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan dua metode yaitu metode natif dan sedimentasi. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa 3 individu sapi menunjukkan positif terinfeksi berbagai jenis cacing. Hasil metode natif ditemukan beberapa jenis cacing yang paling banyak berupa nematoda yang meliputi A. lumbricoides, Strongyloides papillosus, Strongylid dan Toxocara spp., trematoda berupa Schistosoma bovis, dan cestode berupa Taenia sp. Sedangkan dengan metode sedimentasi juga menunjukkan lebih banyak positif terinfeksi trematoda yang meliputi Schistosoma sp., Fasciola sp, Eurytrema spp, Paramphistomum sp, serta cestoda berupa Taenia sp. Pola pemeliharaan sapi secara intensif mampu menekan penyebaran parasit cacing jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pola pemeliharaan sapi secara semi intensif.
Edukasi Pencegahan DOMS pada Komunitas Penggiat Hobi Hanagatsu Wotagei Mario, Prabawati Sinta; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Istiqomah, Siti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6141

Abstract

Wotagei merupakan bentuk kegiatan yang berasal dari Jepang dengan gerakan tangan sederhana berupa chanting. Seiring dengan berkembangnya zaman, terjadi pergeseran budaya yang menyebabkan wotagei berubah dari gerakan chanting menjadi modern dance dengan light sticks (light dance). Gerakan berulang serta eksplosif pada wota seperti rotasi shoulder dan wrist, dan penggunaan kelompok otot yang berulang dapat memicu terjadinya Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS), terutama jika dilakukan tanpa pemanasan yang tepat. Walaupun tidak terlihat seperti olahraga, komunitas penggiat hobi seperti Hanagatsu Wotagei juga berisiko terkena DOMS, disamping itu belum adanya edukasi mengenai pencegahan DOMS pada komunitas ini. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota komunitas mengenai mekanisme terjadinya DOMS serta tindakan pencegahan melalui pemanasan yang tepat. Metode dari pengabdian ini menggunakan deskriptif kualitatif, Dimana pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pemberian pre dan post-test mengenai DOMS. Edukasi diberikan melalui penyampaian materi dengan media leaflet, diskusi interaktif, serta demonstrasi latihan pemanasan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman responden mengenai DOMS, yang ditunjukkan melalui perbandingan skor pre dan post-test. Responden menunjukkan keterlibatan aktif selama materi diberikan dan tergerak untuk mulai memodifikasi teknik pemanasan sesuai edukasi yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa edukasi yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan anggota komunitas mengenai DOMS dan pentingnya pemanasan yang tepat serta membangun kesadaran untuk bertindak lebih baik dalam pemanasan sebelum aktivitas wotagei.
Penyuluhan Fisioterapi Komunitas Tentang Cervical Root Syndrome (CRS) Pada Pengunjung Puskesmas Bareng Kota Malang Nugroho, Prasetyo Abiyyu Dwi; Lubis, Zidni Imanurrohmah; Istiqomah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4042

Abstract

Nyeri leher didefinisikan sebagai nyeri pada leher dengan atau tanpa nyeri yang menjalar ke salah satu atau kedua tungkai atas yang berlangsung setidaknya selama 1 hari. Cervical Root Syndrome (CRS) ditandai dengan distribusi nyeri dermatomerik menjalar ke salah satu atau kedua lengan yang berdampak terhadap sensorimotor karena defisit konduksi dan distribusi nyeri yang dinamis. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan terkait Cervical Root Syndrome (CRS) pada pengunjung di Puskesmas. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan fisioterapi berupa promosi kesehatan terkait Cervical Root Syndrome (CRS) kepada pengunjung di Puskesmas Bareng dengan menggunakan media monitor tv dan pembagian poster sebagai media promosi kesehatan. Kegiatan penyuluhan di Puskesmas Bareng dihadiri oleh 14 orang pengunjung, setelah itu penulis menyiapkan materi, monitor tv dan membagikan media promosi kesehatan berupa poster. Kegiatan penyuluhan berjalan dengan baik serta dapat diterima oleh pengunjung yang ikut berpartisipasi selama kegiatan. Adapun manfaat dalam kegiatan penyuluhan ini adalah memberikan dan pemahaman mengenai CRS dan treatment apa yang diberikan, sehingga pengetahuan pengunjung mengenai CRS menjadi meningkat.
The Use of Interactive Learning Media of Educaplay Games in Increasing Students' Learning Motivation in Islamic Cultural History Subjects Kamilatuzahra, Kamilatuzahra; Istiqomah, Siti
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v5i2.113

Abstract

Abstract: This study aims to determine the implementation of the use of the educaplay game in increasing student learning motivation at MTs Jam'iyyatul Khair Ciputat. The method used in this study is qualitative with a field research approach. Data were collected through several techniques, namely observation, interviews, documentation, and questionnaire distribution. The subjects in this study included the principal, homeroom teacher, Islamic Cultural History teacher, and four students of class VIII A. The data analysis process was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the implementation of interactive learning media in the form of the educaplay game in the Islamic Cultural History (SKI) subject at MTs Jam'iyyatul Khair took place effectively. The implementation showed that the learning process with the help of the educaplay game ran smoothly, marked by the teacher's ability to convey the material clearly and excellent skills in operating the technology platform. Students also showed increased motivation in learning Islamic Cultural History, as seen from high curiosity, enthusiasm in completing assignments, discipline in submitting assignments on time, and the results of the students' grades in the Islamic Cultural History subject met the KKM standard.