Claim Missing Document
Check
Articles

Philosophical Numeracy Literacy in Sundanese Local Wisdom Sudaryat, Yayat; Suherman, Agus; Widyastuti, Temmy
International Journal of Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ijms.v3i3.3930

Abstract

The old Sundanese people already had numeracy literacy or the ability to understand and use numbers. This is evident in some ancient Sundanese manuscripts. This study aims to describe the use of numbers philosophically in the life of the old Sundanese people. In the study, a qualitative approach with a descriptive method was used. Data were collected by bibliographic study techniques. Data sources are ancient Sundanese manuscripts Sanghyang Siksakandang Karesian (1518 AD) and several Sundanese culture books. The data is processed by immediate constituent analysis techniques. To carry out the philosophical interpretation of numeracy literacy used hermeneutic analysis techniques. The results of the study found five paradigms of numeracy literacy, namely numeracy paradigm- (two, three, four, five, and ten). These figures are used in philosophical expressions as Sundanese local wisdom. Philosophical values are related to character, social life, knowledge, education, leadership, and religion.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH (BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA): TEMUAN DARI FGD KOLABORATIF UPI-UNY Nurjanah, Nunuy; Suherman, Agus; Hendrayana, Dian
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i2.7318

Abstract

This community service activity aims to improve teachers’ capacity in designing local language learning models, particularly Sundanese and Javanese, based on local wisdom. The method employed was participatory training with a collaborative Focus Group Discussion (FGD) approach involving lecturers and teachers. The training participants consisted of local language teachers from various junior high schools (SMP) and Islamic junior high schools (MTs) in the Special Region of Yogyakarta. The results of the activity indicated that teachers showed high enthusiasm for developing more innovative and contextual learning models. The characteristics of the designed model emphasized the integration of local cultural values, the use of creative methods, and strategies for strengthening students’ character. Further analysis revealed that the model’s strengths lie in its relevance to the Kurikulum Merdeka and its appeal to students, but it also faces challenges such as limited implementation and varying levels of teacher readiness. The recommendations include school-based trials of the model, follow-up training, and the development of supporting modules with cross-institutional collaboration support. ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun model pembelajaran bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda dan Jawa, yang berbasis pada kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan pendekatan Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif yang melibatkan dosen dan guru. Peserta pelatihan terdiri atas guru bahasa daerah dari berbagai sekolah SMP dan MTs di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki antusiasme tinggi terhadap pengembangan model pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual. Karakteristik model yang disusun menekankan integrasi nilai budaya lokal, penggunaan metode kreatif, serta strategi penguatan karakter siswa. Analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa model memiliki kekuatan pada aspek relevansi dengan Kurikulum Merdeka dan daya tarik bagi siswa, tetapi juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan implementasi dan variasi kesiapan guru. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup uji coba model di sekolah, pelatihan lanjutan, serta pengembangan modul pendukung dengan dukungan kerja sama lintas institusi.
Eksitensi Perempuan dalam Novelet "Asmarandana Liwung" Karya Aam Amilia: Sebuah Kajian Feminisme Eksistensialis Sabila, Rifa Salsa; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 16, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v16i2.91303

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konflik eksistensial perempuan antara tuntutan sosial dengan pencarian identitas diri. Perempuan sering kali merasa tidak sepenuhnya bebas dalam mengekspresikan eksistensi mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap eksistensi perempuan dalam novelet Asmarandana Liwung karya Aam Amilia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik dan teknik telaah pustaka dalam mengumpulkan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah novelet Asmarandana Liwung karya Aam Amilia. Hasilnya menunjukkan bahwa novelet ini menggambarkan dua sisi eksistensi perempuan. Pertama, ada untuk dirinya, yaitu tokoh utama perempuan menemukan kebebasan dan kesadaran akan keberadaannya setelah melalui berbagai konflik hidup. Kedua, ada untuk orang lain, terlihat dari pengorbanan yang dilakukan demi orang-orang di sekitarnya, baik pengorbanan positif seperti pengabdian tulus, maupun negatif ketika mengorbankan diri sendiri. Strategi eksistensinya meliputi perempuan karier, intelek, agen transformasi sosial, dan modern. Dengan demikian, kisah dalam novelet ini merepresentasikan eksistensi perempuan sebagai subjek otonom yang mampu menentukan keberadaannya secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan hidupnya.This study is motivated by the existential conflict experienced by women between societal expectations and the search for self-identity. Women often feel that they are not entirely free to express their existence. The purpose of this study is to reveal the existence of women in Aam Amilia’s novelette Asmarandana Liwung. The research employs a qualitative approach using descriptive-analytic methods and literature review techniques for data collection. The data source is the novelette Asmarandana Liwung by Aam Amilia. The results show that the novelette portrays two dimensions of women’s existence. First, existence for themselves, where the female protagonist achieves freedom and self-awareness after various life conflicts. Second, existence for others, reflected through sacrifices made for those around her—both positive (selfless devotion) and negative (self-denial). Her existential strategies include being a career woman, an intellectual, a social transformation agent, and a modern individual. Thus, the story represents women’s existence as autonomous subjects capable of consciously, freely, and responsibly determining their own being.
Pelatihan Keterampilan English for Business Untuk Pelaku UMKM di Kabupaten Subang Suryana, Deddy; Suherman, Agus; Amir, Amir; Suharno, Suharno
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12653

Abstract

Pertumbuhan  wirausaha kategori usaha mikro, kecil dan  menengah (UMKM) di  Kabupaten Subang mengalami perubahan signifikan setiap tahunnya. Fakta   di atas terdiri tersebut terdiri dari 17.676 usaha mikro, 3.521 usaha kecil, dan 882 usaha menengah yang bergerak di berbagai sektor usaha, antara lain toko kelontong, produk olahan pertanian, produk non pertanian, dan masih banyak lagi usaha kecil lainnya (BPS Kabupaten Subang, 2022). Namun sebagian besar usaha didominasi oleh industri dalam negeri dengan modal terbatas. Saat ini pelanggan  UMKM tidak hanya pembeli lokal tetapi juga  pembeli dari negara-negara  ASEAN. Menghadapi persaingan yang  ketat,  para pelaku UMKM tidak bisa lagi  hanya mengandalkan pelanggan lokal dan menggunakan strategi bertahan untuk memanfaatkan peluang pasar yang ada. Pelaku UMKM harus mampu lebih kompetitif dalam mengembangkan usahanya dan memanfaatkan peluang yang ada. Di era digital, dimana batas wilayah sudah tidak ada lagi, penguasaan bahasa Inggris sangatlah penting. Khusus bagi usaha kecil, seperti UMKM, penguasaan bahasa Inggris menjadi sangat penting. Dengan diperolehnya kemampuan dasar berbahasa Inggris, diharapkan dapat meningkatkan daya tawar pelaku UMKM. Dalam konteks fakta  di atas, program PkM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dasar English for Business kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Subang. Pada kegiatan PkM ini diperoleh hasil; kemampuan kosa kata bahasa Inggris untuk Business dari 50.4 menjadi 72.2; kemampuan mendengarkan dari 48.3 menjadi 65.1; kemampuan membaca dari 67.6 menjadi 70.3;  kemampuan menulis (texting, chatting) dari 55.2 menjadi 67.4; dan kemampuan mengucapkan dari 60.01 menjadi 70.8.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA DAERAH (BAHASA SUNDA DAN BAHASA JAWA) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BERBAHASA SISWA Nurjanah, Nunuy; Hendrayana, Dian; Suherman, Agus
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6599

Abstract

Learning regional languages ??(Sundanese and Javanese) in schools often faces the problem of low student interest and engagement due to teaching methods that have not been optimally integrated with the local cultural context. This study focuses on developing an innovative local wisdom-based regional language learning model, integrating traditional sports to create meaningful and enjoyable learning. The key stages of this research used qualitative methods through literature studies, analyzing various relevant primary and secondary sources to formulate a conceptual model. The main findings of this study indicate that combining regional languages ??with traditional sports can be an effective medium for improving students' language competencies, both oral and written, as well as understanding contextual meanings. Another finding is that this model also fosters positive attitudes towards preserving local culture. It is concluded that the developed model, which is contextual, communicative, and interactive, is effective for actively internalizing ancestral cultural values ??and is aligned with the principles of the Independent Curriculum. ABSTRAKPembelajaran bahasa daerah (Sunda dan Jawa) di sekolah seringkali menghadapi latar belakang masalah berupa rendahnya minat dan keterlibatan siswa akibat metode pengajaran yang belum terintegrasi secara optimal dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini berfokus pada pengembangan model pembelajaran bahasa daerah berbasis kearifan lokal yang inovatif, dengan mengintegrasikan olahraga tradisional untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Tahapan penting penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan untuk merumuskan model konseptual. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa penggabungan bahasa daerah dengan olahraga tradisional dapat menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kompetensi berbahasa siswa, baik lisan maupun tulisan, serta pemahaman makna secara kontekstual. Temuan lain adalah bahwa model ini juga menumbuhkan sikap positif terhadap pelestarian budaya lokal. Disimpulkan bahwa model yang dikembangkan yang bersifat kontekstual, komunikatif, dan interaktif efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai budaya leluhur secara aktif dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Roman Dedeh Karya Jus Rusamsi: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow Amanda, Rahayu; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 15, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i2.92467

Abstract

Konflik batin yang sering terjadi dalam kehidupan nyata, juga terekam dalam karya sastra, salah satunya dalam roman Dedeh Karya Jus Rusamsi. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap konflik batin tokoh utama dalam roman tersebut dengan pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow. Dengan pendekatan kualitatif, kajian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik studi pustaka. Instrumen yang digunakan yaitu kartu data digital. Hasilnya menunjukkan bahwa konflik batin yang dialami tokoh Dedeh meliputi beberapa hal, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri. Konflik batin yang dialami Dedeh tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan antara satu kebutuhan dengan kebutuhan lainnya. Kebutuhan terhadap rasa cinta merupakan faktor yang paling dominan yang mengakibatkan Dedeh mengalami konflik batin yang berkepanjangan.Inner conflicts that frequently occur in real life are also reflected in literary works, one of which is the novel Dedeh by Jus Rusamsi. This study aims to reveal the inner conflict of the main character in the novel using Abraham Maslow’s humanistic psychology approach. Employing a qualitative method, this study adopts a descriptive-analytic design with a library research technique. The instrument used was a digital data card. The findings indicate that the inner conflicts experienced by Dedeh involve several aspects, namely physiological needs, safety needs, love and belonging, esteem, and self-actualization. Dedeh’s inner conflicts do not stand alone but are interrelated between one need and another. The need for love emerges as the most dominant factor that causes Dedeh to experience prolonged emotional turmoil. 
Transformasi Cerita Pendek Dogdog Pangrewong Menjadi Komik Digital ANNISA AZIZAH; Haris Santosa Nugraha; Agus Suherman
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2026): JURNAL KREDO VOL 9 NO 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i2.16935

Abstract

This study aims to describe the transformation of the short story Dogdog Pangréwong into a digital comic through an intertextual approach. The research employs a qualitative descriptive method, using the short story Dogdog Pangréwong as the source text and the digital comic created by the researcher as the transformed text. Data were collected through documentation and library research, while the analysis was conducted through close reading, classification of transformation elements, and examination of the intertextual relationship between the two texts. The findings indicate that the transformation from a verbal narrative to a visual-verbal medium involves the preservation of the core narrative structure, adjustments in presentation to accommodate the characteristics of the new medium, and a shift in the system of signs. Despite medium-specific modifications, the original meaning of the story is maintained through selective adaptation. The transformation demonstrates that digital comics function not only as a medium of interpretation but also as a form of revitalization of classical Sundanese literature within the context of digital literacy. Thus, literary adaptation across media does not merely produce a new representational form but also expands the preservation of regional literature. Key words: Dogdog Pangréwong, Digital Comic, Transformation
Kearifan Lokal dalam Dua Novelet Anak Karya Dadan Sutisna Zulfikar Alamsyah; Agus Suherman
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 2 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i2.5402

Abstract

This study aims to reveal the value of local wisdom in the two children's stories by Dadan Sutisna, Nu Ngageugeuh Legok Kiara, and Mystery Haur Geulis. After being analyzed using the content analysis method, it was found that these two stories have five values of local wisdom related to the fields of education, social, ethics, culture, and religiosity. In the conclusion of this study, the novellet entitled Nu Ngageugeuh Legok Kiara contains the value of local wisdom related to the relationship between humans and nature. Humans as intelligent beings must be able to live in harmony with nature. Meanwhile, the novellet Mystery of Haur Geulis contains the value of local wisdom related to culture and people's beliefs that must be respected and recognized as our national identity. Therefore, these two children's stories deserve to be used as teaching materials in schools to introduce the local wisdom of the Sundanese people to maintain a local culture in the younger generation.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kedua cerita anak karya Dadan Sutisna yang berjudul Nu Ngageugeuh Legok Kiara dan Misteri Haur Geulis. Setelah dianalisis dengan menggunakan metode analisis isi konten dan teknik pengkajian isi dokumen, ditemukan hasil bahwa kedua cerita ini memiliki lima nilai kearifan lokal yang berkaitan dengan bidang pendidikan, sosial, etika, budaya, dan religiositas. Kesimpulan dari penelitian ini, novelet berjudul yang Nu Ngageugeuh Legok Kiara mengandung nilai kearifan lokal yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan alam, intinya manusia harus bisa hidup selaras dengan alam, sedangkan novelet Misteri Haur Geulis mengandung nilai kearifan lokal yang berkaitan dengan kebudayaan dan kepercayaan masyarakat yang harus dihormati dan diakui sebagai identitas kebangsaan. Oleh sebab itu, kedua cerita anak ini bisa dijadikan alternatif bahan ajar di sekolah untuk memperkenalkan khasanah sastra daerah dan sekaligus nilai kearifan lokal kepada peserta didik.
Nilai Estetika pada Puisi Mantra Sunda di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut Tasya Nur Ilmi; Chye Retty Isnendes; Agus Suherman
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.7325

Abstract

Mantra is one of the ancient forms of poetry that holds its own uniqueness in the realm of literature. Its uniqueness lies not only in its linguistic aspects, which are captivating, but also in its perceived magical powers. This study aims to inventory mantras that are still found scattered in Cilawu District, Garut Regency, accompanied by an aesthetic value analysis. The method employed is descriptive analytics with fieldwork techniques including observation, documentation, and interviews. The data collected from the field consists of 50 mantras, comprising 15 asihan mantras, 12 jangjawokan mantras, 5 jampe mantras, 9 singlar mantras, 2 rajah mantras, and 7 ajian mantras. However, for the purpose of this study, 6 types of mantras were sampled for analysis. The aesthetic values embedded in the mantras encompass philosophical aesthetics, language style, and linguistic sound. The philosophical aesthetic values found in the mantra poems encompass moral, social, psychological, historical, and religious values. The language styles employed include metaphor, association, hyperbole, personification, and simile. The linguistic sounds exhibit eight patterns, namely purwakanti pangluyu, purwakanti mindoan kawit, purwakanti laras madya, purwakanti cakraswara, purwakanti rangkepan, purwakanti laras wekas, purwakanti mindoan wekas, purwakanti margaluyu, purwakanti laras purwa, and purwakanti mindoan kawit.AbstrakMantra merupakan salah satu bentuk puisi lama yang memiliki keunikan tersendiri dalam khazanah sastra. Keunikan tersebut di samping terletak pada aspek kebahasaannya yang bersifat eksitoris, juga dianggap memiliki kekuatan magis. Kajian ini bertujuan untuk menginventarisasi mantra yang masih tersebar di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, dengan disertai kajian nilai estetika. Metode yang digunakan, yaitu deskriptif analitik dengan teknik kerja lapangan berupa inventarisasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang terkumpul dari lapangan adalah 50 mantra, yang terdiri atas 15 mantra asihan, 12 mantra jangjawokan, 5 mantra jampe, 9 mantra singlar, 2 mantra rajah, dan 7 mantra ajian. Namun, pada penelitian ini diambil sampel 6 jenis mantra untuk dianalisis. Nilai estetika yang terkandung dalam mantra tersebut meliputi estetika filosofis, gaya bahasa, dan bunyi bahasa. Nilai estetika filosofis pada puisi mantra, yaitu nilai moral, nilai sosial, nilai psikologis, nilai historis, dan nilai religi. Gaya bahasa yang digunakan di antaranya majas metafora, majas asosiasi, majas hiperbola, majas personifikasi, dan majas simile. Adapun bunyi bahasa memiliki delapan pola, yaitu purwakanti pangluyu, purwakanti mindoan kawit, purwakanti laras madya, purwakanti cakraswara, purwakanti rangkepan, purwakanti laras wekas, purwakanti mindoan wekas, purwakanti margaluyu, purwakanti laras purwa, dan purwakanti mindoan kawit.
Nilai Moral dalam Novel Catétan Poéan Réré Karya Ai Koraliati Bayu Wahyudin; Ruhaliah Ruhaliah; Agus Suherman
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8273

Abstract

This study examines the narrative structure and moral values in the novel Catétan Poéan Réré by Ai Koraliati, a contemporary Sundanese literary work that boldly addresses LGBTQ+ issues, particularly gender identity and sexual orientation (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer/Questioning), within a society that upholds religious norms, propriety, and social harmony. The study employs a qualitative descriptive method with content analysis techniques to identify forms of moral values, classified according to Sudaryat’s framework, which includes human relationships with God, the self, others, nature, time, and the pursuit of both physical and spiritual well-being. The analysis reveals that all six categories of moral values are manifested explicitly and implicitly through the narrative, dialogues, and character actions. The novel presents emotional dynamics, moral conflicts, and reflective processes experienced by the characters as they face social pressures and questions of identity. Beyond its strong narrative structure, the work conveys profound ethical messages without being didactic. Catétan Poéan Réré illustrates how literature can serve as a space for dialectical engagement between traditional values and the complexities of contemporary Sundanese social realities. Abstrak Penelitian ini mengkaji struktur naratif dan nilai-nilai moral dalam novel Catetan Poéan Réré karya Ai Koraliati, sebuah karya sastra Sunda kontemporer yang secara berani mengangkat Isu LGBTQ+ merujuk pada identitas gender dan orientasi seksual (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer/Questioning) yang ada dalam masyarakat yang menjunjung tinggi norma agama, kesopanan, dan harmoni sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk nilai moral yang diklasifikasikan oleh Sudaryat, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, alam, waktu, serta dalam meraih kebahagiaan lahiriah dan batiniah. Hasil analisis menunjukkan bahwa keenam kategori nilai tersebut terwujud dalam narasi, dialog, dan tindakan tokoh secara eksplisit maupun implisit. Novel ini menampilkan dinamika emosional, konflik moral, serta proses reflektif tokoh-tokohnya dalam menghadapi tekanan sosial dan identitas. Selain menyuguhkan struktur cerita yang kuat, karya ini juga menyisipkan pesan-pesan etis yang dalam, tanpa kesan menggurui. Catetan Poéan Réré memperlihatkan bahwa sastra dapat menjadi ruang dialektika antara nilai-nilai tradisional dan kompleksitas realitas sosial kontemporer masyarakat Sunda.