Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : LOKABASA

NASKAH WAWACAN PANDITA SAWANG SEBAGAI DOKUMEN SOSIAL (Interpretasi Verbal, Teknis, Logis, Psikologis, dan Faktual) Suherman, Agus
LOKABASA Vol 7, No 2 (2016): Vol. 7, No. 2, Oktober 2016
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v7i2.9171

Abstract

Naskah merupakan peninggalan masa lalu yang dihasilkan melalui tradisi literasi. Oleh sebab itu, munculnya tradisi naskah disertai dengan aspek kehidupan lainnya yang berkaitan dengan tradisi baca-tulis, misalnya teknologi yang menyertai kegiatan baca-tulis, bahan dan alat tulis, keberaksaraan, perkembangan intelektualitas, dan kesadaran untuk mencatat atau mendokumentasikan segala sesuatu yang dianggap penting pada masa itu. Sebagai dokumen sosial, naskah menyimpan informasi masa lalu yang meliputi berbagai aspek kehidupan, di antaranya keagamaan, kebahasaan, filsafat, mistik, ajaran moral, peraturan atau hukum, silsilah raja-raja, arsitektur, obat-obatan, astronomi, sastra, dan sejarah. Untuk mengungkap kandungan isinya tersebut, diperlukan kajian khusus, salah satunya melalui ragam interpretasi, di samping kajian filologi yang umum dilakukan terhadap naskah. Ragam interpretasi yang dapat diterapkan terhadap dokumen tertulis di antaranya interpretasi verbal, interpretasi teknis, interpretasi logis, interpretasi psikologis, dan interpretasi faktual. ABSTRACTManuscript is a relic of the past that is generated through traditional literacy. Therefore, the manuscript tradition emerges together with other aspects of life related to traditions of literacy. For example, technology accompanies the activities of reading and writing, materials and stationery, literacy, development of intellectual, and consciousness to record or document everything that is considered important at the time. As a social document, a manuscript stores past information covering various aspects of life, including religious, linguistics, philosophy, mystics, moral teachings, laws or regulations, genealogy of kings, architecture, medicine, astronomy, literature, and history. To reveal its contents, special studies are needed, one of them through a variety of interpretations, in addition to the common study of philology to manuscript. Variety of interpretation that can be applied to a document written in between verbal interpretation, technical interpretation, logical interpretation, psychological interpretation, and interpretation of facts. manuscript, wawacan, social document
JABAR MASAGI: PENGUATAN KARAKTER BAGI GENERASI MILENIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL Suherman, Agus
LOKABASA Vol 9, No 2 (2018): Vol. 9, No. 2, Oktober 2018
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v9i2.15678

Abstract

Jabar Masagi merupakan salah satu program pemerintah Provinsi Jawa Barat periode 2018 – 2023 dengan oreintasi pada pendidikan karakter. Sasaran program ini terutama generasi muda atau kaum milenial. Dengan menggunakan metode deskriptif, tulisan ini mengupas landasan program tersebut disertai dengan uraian nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Hasilnya, keterkaitan antara program Jabar Masagi dengan nilai kearifan lokal Sunda di antaranya terlihat dari rincian program yang sangat erat kaitanya dengan pandangan hidup, moto, dan ungkapan-ungkapan tradisional Sunda. Oleh sebab itu, pencanangan program ini selain merupakan acuan praktis dalam berperilaku, sekaligus merupakan reaktualisasi nilai-nilai kesundaan yang telah lama dianut. Melalui program gerakan yang dimotori oleh pemerintah daerah, semangat pemahaman dan pengamalan kembali terhadap nilai-nilai kesundaan dapat digelorakan secara semarak dan lebih kontekstual.ABSTRACTJabar Masagi is one of the government programs of West Java Province for the period 2018 - 2023 with a focus on character education. The target of this program is mainly the younger generation or millennials. By using descriptive methods, this paper examines the basis of the program along with a description of the value of local wisdom contained in it. As a result, the link between the West Java Masagi program and the value of Sundanese local wisdom can be seen from the details of the program that are closely related to the views of life, motto, and traditional Sundanese expressions. Therefore, the declaration of this program is not only a practical reference in behaving, it is also a re-actualization of the values of delay that have long been adopted. Through a movement program driven by the local government, the spirit of understanding and re-applying to the values of delay can be raised in a lively and more contextual manner.
Unsur Budaya Dalam Cerita Film Cakra Buana Karya Sutradara Massimo Burhanuddin Dwiyanti, Revi; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 10, No 2 (2019): Vol. 10, No. 2, Oktober 2019
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v10i2.21361

Abstract

This research is motivated by the lack of research on film that uses Sundanese language and cultural settings. This study aims to describe the cultural elements that exist in the Cakra Buana film story. The method used in this research is descriptive analysis with document study techniques in the form of artwork. The data source in this study is the story of the film Cakra Buana by director Massimo Burhanuddin. The results of the study include 7 cultural elements, including: language, this film uses Sundanese language and undak usuk basa, knowledge systems are divided based on knowledge about nature and social, social organizations include government systems, how to replace leaders and designations of kinship, technological systems including tools, food, clothing, houses and means of transportation, the livelihood system that is farming, the religious system is still influenced by Hinduism and Buddhism because it uses the word "Sang Hyang" in mentioning the name of God, and there are 2 arts in this film namely music and art motion (traditional dance).AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penelitian tentang perfilman yang menggunakan bahasa dan latar budaya Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur budaya yang ada dalam cerita film Cakra Buana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan teknik studi dokumen yang berupa karya seni. Sumber data dalam penelitian ini yaitu cerita film Cakra Buana karya sutradara Massimo Burhanuddin. Hasil penelitian meliputi 7 unsur budaya, diantaranya: bahasa, film ini menggunakan bahasa Sunda serta menggunakan undak usuk basa, sistem pengetahuan dibagi berdasarkan pengetahuan tentang alam dan sosial, organisasi sosial meliputi sistem pemerintahan, cara mengganti pemimpin dan sebutan kekerabatan, sistem teknologi diantaranya perkakas, makanan, pakaian, rumah dan alat transportasi, sistem mata pencahariannya yaitu bercocok tanam, sistem religinya masih ada pengaruh dari ajaran Hindu dan Buddha karena menggunakan kata “Sang Hyang” dalam menyebutkan nama Tuhan, dan kesenian dalam film ini ada 2 yaitu seni musik dan seni gerak.
Citra Perempuan dalam Roman Pendek Pileuleuyan Karya Yus Rusamsi Robby, Kaffa Kupita; Isnendes, Retty; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 12, No 1 (2021): Vol. 12 No. 1, April 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i1.34148

Abstract

Abstrak: Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh anggapan bahwa suara perempuan yang tercurahkan dalam sebuah karya sastra, harus digali dan diketahui secara luas oleh masyarakat.  Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan: (1) struktur cerita; (2) citra diri perempuan; dan (3) citra sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan teknik studi pustaka. Sumber data yang digunakan berupa roman pendek yang berjudul Pileuleuyan karya Yus Rusamsi dengan disertai  sumber lain yang mendukung. Hasilnya: (1) struktur cerita meliputi tema, fakta cerita (alur, tokoh/watak, latar) dan sarana sastra (judul dan sudut pandang). Tema roman ini tentang kejiwaan, menggambarkan kesabaran seorang perempuan yang bernama Lili dalam menghadapi cobaan hidup terutama dalam persoalan perasaan, cobaan yang membuat dirinya harus bijak dalam mengambil keputusan. Alurnya campuran, menceritakan kejadian yang sudah berlalu. Latar tempat dari meliputi di rumah, jalan, dan puncak. Latar waktu yang digunakan dalam roman ini yaitu waktu faktual. Latar sosial menggambarkan masarakat kelas atas dan kelas rendah. Ada 13 karakter tokoh yang tergambar dalam roman ini, sedangkan sudut pandang yang digunakan yaitu orang ketiga tidak terbatas; (2) citra diri perempuan meliputi citra fisik dan citra psikis yang digambarkan oleh tokoh dalam roman ini; (3) citra sosial yaitu citra perempuan di keluarga, msalanya dalam kesopanan dan rasa tanggung jawab sebagai anggota keluarga serta sebagai anggota masyarakat. Kesimpulannya, citra perempuan dalam roman pendek Pileuleuyan menggambarkan sosok perempuan yang tegar dan teguh pendirian dalam mengambil keputusan.Kata kunci: citra perempuan, roman pendek, Pileuleuyan. Abstract: The background of this research is based on the assumption that the voices of women who are poured out in a literary work must be explored and widely known by the public. The purpose of this study is to describe: (1) the structure of the story; (2) self-image of women; and (3) social image. The method used is descriptive analytic with literature study techniques. The data source used is a short novel entitled Pileuleuyan by Yus Rusamsi, accompanied by other supporting sources. The results: (1) the structure of the story includes the theme, the facts of the story (plot, character / character, setting) and literary means (title and point of view). The theme of this romance is about the psyche, depicting the patience of a woman named Lili in facing life's trials, especially in matters of feelings, trials that make her wise in making decisions. The plot is mixed, telling events that have already passed. The setting of the place includes the house, the road, and the summit. The time setting used in this novel is factual time. Social background describes the upper class and lower class society. There are 13 characters depicted in this romance, while the point of view used is that the third person is not limited; (2) the self-image of women includes physical and psychological images that are depicted by the characters in this romance; (3) social image, namely the image of women in the family, for example in politeness and a sense of responsibility as family members and as members of society. In conclusion, the image of the woman in the short romance Pileuleuyan depicts a woman who is steadfast and steadfast in making decisions.Keywords: female image, short romance, Pileuleuyan
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Anak Guha Karang Legok Pari Karya Hidayat Susanto Koswara, Dedi; Permana, Ruswendi; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 11, No 2 (2020): Vol. 11 No. 2, Oktober 2020
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v11i2.29145

Abstract

Aspek Sosial dalam Kumpulan Cerita Pendek Layung Karya Aam Amilia Nurmala, Reni Tania; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 12, No 2 (2021): Vol. 12 No. 2, Oktober 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i2.39927

Abstract

The Values of Local Wisdom in Wawacan Pandita Sawang Manuscripts Suherman, Agus; Ma’mun, Titin Nurhayati; Darsa, Undang Ahmad; Ikhwan, Ikhwan
LOKABASA Vol 12, No 2 (2021): Vol. 12 No. 2, Oktober 2021
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v12i2.40613

Abstract

Abstract: Local wisdom is believed to be a form of internalization of the values embraced by a particular society or community, which are maintained and disseminated from generation to generation, both through oral and written traditions, one of which is through Wawacan Pandita Sawang manuscripts. Employing a qualitative descriptive approach and philological methods, this study is aimed to explore the values of local wisdom contained in the ancient Sundanese manuscripts. The results showed that the local wisdom recorded in the ancient manuscripts has long been lived and practiced by the people, so that it has formed the character of Sundanese people in carrying out their lives, especially those related to the relationship between humans and God, humans and humans, and humans with their environment. Therefore, the study of this manuscript will reopen and at the same time revitalize the values of local wisdom that once lived in Sundanese society as a comparison to develop values of the present time. 
Aspek Psikologi Sosial dalam Dongeng Nyi Kalimar Bulan Annisa Ramadhani; Agus Suherman
LOKABASA Vol 13, No 2 (2022): Vol. 13 No. 2, Oktober 2022
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v13i2.52694

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengungkap psikologi sosial yang terdapat dalam karya sastra Sunda dengan cara mendeskripsikan struktur cerita dan aspek psikologi sosial yang terdapat dalam dongeng Nyi Kalimar Bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Sumber data dalam penelitian ini adalah dongeng Nyi Kalimar Bulan karya Usep Romli. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa struktur cerita dongeng Nyi Kalimar Bulan meliputi tema, alur, tokoh, latar, sudut pandang, dan amanat, serta aspek psikologi sosial yaitu berupa pikiran sosial, pengaruh sosial, dan hubungan sosial. Aspek pikiran sosial terkandung dalam dunia sosial, penilaian sosial, dan sikap. Aspek pengaruh sosial meliputi genetik, gender, persuasi, dan pengaruh kelompok. Aspek hubungan sosial meliputi prasangka, agresi, ketertarikan, keintiman, menolong, dan konflik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa dongeng Nyi Kalimar Bulan mengandung aspek psikologi sosial yang dapat dibandingkan sekaligus dijadikan cerminan kehidupan.
Eksitensi Perempuan dalam Novelet "Asmarandana Liwung" Karya Aam Amilia: Sebuah Kajian Feminisme Eksistensialis Sabila, Rifa Salsa; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 16, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v16i2.91303

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konflik eksistensial perempuan antara tuntutan sosial dengan pencarian identitas diri. Perempuan sering kali merasa tidak sepenuhnya bebas dalam mengekspresikan eksistensi mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap eksistensi perempuan dalam novelet Asmarandana Liwung karya Aam Amilia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik dan teknik telaah pustaka dalam mengumpulkan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah novelet Asmarandana Liwung karya Aam Amilia. Hasilnya menunjukkan bahwa novelet ini menggambarkan dua sisi eksistensi perempuan. Pertama, ada untuk dirinya, yaitu tokoh utama perempuan menemukan kebebasan dan kesadaran akan keberadaannya setelah melalui berbagai konflik hidup. Kedua, ada untuk orang lain, terlihat dari pengorbanan yang dilakukan demi orang-orang di sekitarnya, baik pengorbanan positif seperti pengabdian tulus, maupun negatif ketika mengorbankan diri sendiri. Strategi eksistensinya meliputi perempuan karier, intelek, agen transformasi sosial, dan modern. Dengan demikian, kisah dalam novelet ini merepresentasikan eksistensi perempuan sebagai subjek otonom yang mampu menentukan keberadaannya secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan hidupnya.This study is motivated by the existential conflict experienced by women between societal expectations and the search for self-identity. Women often feel that they are not entirely free to express their existence. The purpose of this study is to reveal the existence of women in Aam Amilia’s novelette Asmarandana Liwung. The research employs a qualitative approach using descriptive-analytic methods and literature review techniques for data collection. The data source is the novelette Asmarandana Liwung by Aam Amilia. The results show that the novelette portrays two dimensions of women’s existence. First, existence for themselves, where the female protagonist achieves freedom and self-awareness after various life conflicts. Second, existence for others, reflected through sacrifices made for those around her—both positive (selfless devotion) and negative (self-denial). Her existential strategies include being a career woman, an intellectual, a social transformation agent, and a modern individual. Thus, the story represents women’s existence as autonomous subjects capable of consciously, freely, and responsibly determining their own being.
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Roman Dedeh Karya Jus Rusamsi: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow Amanda, Rahayu; Suherman, Agus
LOKABASA Vol 15, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i2.92467

Abstract

Konflik batin yang sering terjadi dalam kehidupan nyata, juga terekam dalam karya sastra, salah satunya dalam roman Dedeh Karya Jus Rusamsi. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap konflik batin tokoh utama dalam roman tersebut dengan pendekatan psikologi humanistik Abraham Maslow. Dengan pendekatan kualitatif, kajian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik studi pustaka. Instrumen yang digunakan yaitu kartu data digital. Hasilnya menunjukkan bahwa konflik batin yang dialami tokoh Dedeh meliputi beberapa hal, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri. Konflik batin yang dialami Dedeh tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan antara satu kebutuhan dengan kebutuhan lainnya. Kebutuhan terhadap rasa cinta merupakan faktor yang paling dominan yang mengakibatkan Dedeh mengalami konflik batin yang berkepanjangan.Inner conflicts that frequently occur in real life are also reflected in literary works, one of which is the novel Dedeh by Jus Rusamsi. This study aims to reveal the inner conflict of the main character in the novel using Abraham Maslow’s humanistic psychology approach. Employing a qualitative method, this study adopts a descriptive-analytic design with a library research technique. The instrument used was a digital data card. The findings indicate that the inner conflicts experienced by Dedeh involve several aspects, namely physiological needs, safety needs, love and belonging, esteem, and self-actualization. Dedeh’s inner conflicts do not stand alone but are interrelated between one need and another. The need for love emerges as the most dominant factor that causes Dedeh to experience prolonged emotional turmoil.