Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : DIMASATRA

MODEL PELATIHAN LITERASI DIGITAL UNTUK REMAJA USIA SEKOLAH Sudana, Dadang; Amir, Amir; Suryana, Deddy; Suherman, Agus
Dimasatra Vol 3, No 1 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.992 KB) | DOI: 10.17509/dm.v3i1.55265

Abstract

Pada abad yang serba canggih ini perkembangan berbagai macam teknologi terjadi  sangat cepat. Teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia dan telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan apapun tugas dan pekerjaannya. Teknologi dapat membantu menjadikan dunia kita lebih terbuka, lebih damai, dan lebih adil.  Dengan teknologi dunia dapat mengakhiri kemiskinan,  mengurangi kematian ibu dan bayi, mempromosikan pertanian berkelanjutan dan pekerjaan yang layak, serta mencapai literasi universal. Tetapi teknologi juga dapat mengancam privasi, mengikis keamanan, dan memicu ketidaksetaraan. Oleh karena itu,  Model Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dikonstruksi untuk mengedukasi khalayak sasaran mengenai hal-hal berupa: Undang undang Internet dan Transaksi Elektronik, Hoaks, Bullying  dan Cyberbullying,  pengidentifikasian informasi yang kredibel, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Metode yang digunakan pada model PkM ini yaitu pelatihan dan pendampingan. Khalayak sasaran yang dilibatkan ialah remaja yang merupakan representasi generasi digital native yang mengikuti pendidikan formal tingkat menengah di daerah Pantura Subang Jawa Barat. Model PkM ini diharapkan dapat dipergunakan pada program program PkM sejenis dalam pelatihan kemampuan literasi digital khalayak sasaran, sehingga kehadiran teknologi digital dapat menjadi lebih bermakna umumnya dalam kehidupan sehari-hari dan khususnya dalam proses pembelajaran.
Mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Sastra dan Budaya Lokal: Temuan dari FGD Kolaboratif UPI–UNDIKSHA Koswara, Dedi; Darajat, Danan; Alamsyah, Zulfikar; Isnendes, Retty; Suherman, Agus
Dimasatra Vol 5, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dm.v5i1.75630

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dan dosen pengajar bahasa daerah mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dan capaian pembelajarannya, khususnya dalam konteks pembelajaran sastra dan budaya lokal. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh tantangan dalam dunia pendidikan pascapandemi Covid-19, yang menuntut adanya penyesuaian terhadap kurikulum serta penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, adaptif, dan kontekstual terhadap lingkungan budaya peserta didik. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dengan mengintegrasikan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Subjek kegiatan difokuskan pada guru bahasa daerah dan dosen pengampu mata kuliah bahasa dan budaya daerah di lingkungan UPI dan Undiksha, serta se-Indonesia. Hasil FGD menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap prinsip-prinsip dasar Kurikulum Merdeka, capaian pembelajarannya, serta strategi integrasi nilai-nilai budaya lokal, seperti budaya Sunda dan Bali, ke dalam proses pembelajaran. Selain memberikan dampak langsung dalam peningkatan kompetensi peserta, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah luaran akademik, di antaranya: (1) artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi, (2) buku hasil kegiatan, (3) artikel populer di media massa, serta (4) pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Temuan dan pengalaman dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model implementatif bagi institusi pendidikan lainnya dalam mengembangkan kurikulum berbasis kearifan lokal secara lebih sistematis dan berkelanjutan.