Claim Missing Document
Check
Articles

PROGRAM DHAMAR POJOK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT DI DUKUH SEPOKOH, DESA PERENG, KECAMATAN MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR Antoni Agus Nugroho; Annisa Maftukatul Faizah; Dewi Puspita Sari; Amalia Farhani; Amandasari Mardiana; Natanael Feby Raenaldi; Chafit Ulya; Muhammad Rohmadi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i4.450

Abstract

Komunitas Dhamar adalah kelompok mahasiswa PPG Prajabatan angkatan 2022 gelombang 1 yang menginisiasi tempat literasi berupa pojok baca di Dukuh Sepokoh, Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fokus dari Komunitas Dhamar ialah memberikan wadah untuk berliterasi dengan akses yang terjangkau bagi anak-anak serta masyarakat umum desa tersebut. Lokasi Dukuh Sepokoh yang jauh dari pusat kota membuat pelajar kesulitan menemukan buku bacaan baik fiksi maupun nonfiksi. Komunitas Dhamar menghimpun buku dari berbagai sumber baik lembaga maupun membuka donasi untuk didistribusikan di pojok baca tersebut. Lokasi pojok baca berada di salah satu rumah warga yang mengizinkan komunitas ini untuk menggelar kegiatan. Dhamar juga akan bekerja sama dengan karang taruna untuk mengelola pojok baca dan mengembangkan Pojok Baca Komunitas Dhamar di Dukuh Sepokoh agar lebih layak dan bermanfaat.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU-GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA SURAKARTA Nugraheni Eko Wardani; Sarwiji Suwandi; Sugit Zulianto; Chafit Ulya; Titi Setiyoningsih
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.678

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia SMP Kota Surakarta.   Pengabdian   Kepada Masyarakat     bertujuan   untuk   memberikan pelatihan sekaligus pendampingan bagi guru-guru SMP Kota Surakarta dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum merdeka.  Pengabdian Kepada  Masyarakat  ini  diharapkan  dapat  berkontribusi bagi guru-guru SMP dalam mengatasi kendala mereka ketika menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum merdeka. Metode dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa pelatihan dan pendampingan penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas.  Hasil  pengabdian  Kepada Masyarakat   adalah  meningkatnya  pemahaman   guru terkait cara menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMP dengan kurikulum merdeka  dan  meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMP dengan kurikulum merdeka. Hasil akhirnya, guru berhasil menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan baik.
Problematika Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 8 Surakarta Chafit Ulya; Nanda Sukmawati
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu karakteristik kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan implementasi serta problematikan pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek di SMP Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus. Sumber data penelitian ini berupa aktivitas pembelajaran, informan, dan dokumen terkait implementasi model pembelajaran berbasis proyek. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menemukan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis proyek dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, dan pelaporan produk/hasil kerja proyek. Sementara itu, problematika pembelajaran berbasis proyek ditemukan dari sisi guru dan siswa. Dari sisi guru, problematika yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek adalah kendala administratif, diferensiasi tingkat kemampuan siswa, dan keterbatasan alokasi waktu. Sementara itu, dari sisi siswa, pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek menemui tiga kendala, yaitu kesulitan memahami materi, kesulitan menemukan ide, dan kesulitan dalam berdiskusi.
Tindak Bahasa Pedagang Asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta Sebagai Materi Ajar Teks Negosiasi Chafit Ulya; Nanda Argi Noer Faradila; Budhi Setiawan
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.16

Abstract

This study aims to describe and explain how the use of analysis speech acts (locutionary, illocutionary, perlocutionary, direct speech acts, indirect speech acts, cohesion and coherence) in the buying and selling interactions of hawkers at Terminal Tirtonadi Surakarta as teaching material for negotiating texts in senior high school. The approach in this research is descriptive qualitative with case study research. The results showed that the analysis speech acts of interaction buying and selling of hawkers at Terminal Tirtonadi Surakarta can be used as a support for learning in the classroom. Based on the results of interviews with Indonesian teachers at Gondangrejo senior high school, the learning model that will be used to explore the teaching materials created by researchers is discovery based-learning with a scientific approach. The learning methods used are question and answer methods, group discussions, presentations, and lectures. The learning media used include handphone, laptop, and LCD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pemanfaatan analisis tindak bahasa pada interaksi jual beli pedagang asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta sebagai materi ajar teks negosiasi di SMA. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis tindak bahasa pada interaksi jual beli pedagang asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia SMAN Gondangrejo, model pembelajaran yang akan digunakan untuk mendalami materi ajar yang dibuat oleh peneliti adalah discovery based-learning dengan pendekatan saintifik. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan ceramah. Media pembelajaran yang digunakan antara lain hp, laptop, dan LCD.
Peningkatan Kompetensi Wirausaha Literasi Mahasiswa Melalui Penerapan Edu-technopreneurship (Improving Literacy Entrepreneurial Student Competence through implementing Edu-Technopreneurship) Chafit Ulya
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13362

Abstract

This study aims to explain the procedures for implementing edu-technopreneurship in improving student literacy entrepreneurial competence. The research used classroom action research. The research participants were 40 students and one collaborator lecturer. Data collection techniques were taken from journals, questionnaires, observations, interviews, and document analysis. Test the validity of the data using data source triangulation, method triangulation, and informant review, as well as self-validation, peer validation, and academic validation. The data analysis technique used an interactive analysis model. The results of this study indicated that the procedure for implementing edu-technopreneurship consists of four stages, namely planning, implementation, evaluation, and competition. The application of edu-technopreneurship is proven to improve students' entrepreneurial literacy competence in three dimensions, namely knowledge, skills, and entrepreneurial attitude.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan prosedur penerapan edu-technopreneurship dalam meningkatkan kompetensi wirausaha literasi mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Partisipan penelitian adalah 40 mahasiswa dan satu dosen kolaborator. Teknik pengumpulan data menggunakan jurnal, kuesioner, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan review informan, serta validasi diri sendiri, validasi rekan sejawat, dan validasi akademik. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur penerapan edu-technopreneurship terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, implementasi, evaluasi, dan kompetisi. Penerapan edu-technopreneurship terbukti mampu meningkatkan kompetensi wirausaha literasi mahasiswa pada tiga dimensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap berwirausaha.
Tumpeng sebagai Simbol: Tinjuan Etnolinguistik Makna Makanan Pada Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng Sarwiji Suwandi; Titi Setiyoningsih; Chafit Ulya; Ari Suryawati Secio Chaesar; Eko Setyawan; Sugit Zulianto
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4909.395-410

Abstract

Javanese people use food in various traditional rituals as symbols that represent certain meanings and philosophies, one of which is Tumpeng and is used in the Baritan tradition by people in Java. This research aims to reveal the meaning of food in the form of tumpeng in the Baritan tradition practiced by people in the Dieng Plateau, Central Java. This research uses a qualitative approach with ethnolinguistic methods to study and explain the meaning of food. Data and data sources include food used in the traditions held. Data collection techniques through field observations, interviews and documentation. The data was analyzed using meaning triangle analysis to decipher symbols through the stages of understanding concepts, signs and signifiers. The results of the research show that the food used in the Baritan tradition by the people of the Dieng Plateau includes tumpeng with various special colors which have meanings and philosophical elements which also come in various shapes accompanied by complementary foods such as ingkung chicken and apem. The use of this food has meaning and has philosophical value in the form of expressing gratitude to God, hope for abundant sustenance from nature, and apologizing to God and fellow humans. The Baritan tradition in the Dieng Plateau has the meaning of strengthening the relationship between humans, humans and nature, humans and their ancestors, and the relationship between humans and God. Thus, food, especially tumpeng, is not only used for tradition, but also has deep meaning and philosophy so that it represents people's beliefs. AbstrakMasyarakat Jawa menggunakan makanan dalam berbagai ritual tradisi sebagai simbol yang merepresentasikan makna dan filosifi tertentu salah satunya yakni Tumpeng dan digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna makanan berupa tumpeng pada tradisi Baritan yang dilakukan oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnolinguistik untuk mengkaji dan menjabarkan makna makanan. Data dan sumber data berupa makanan yang digunakan dalam tradisi yang digelar. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis segitiga makna guna menguraikan simbol melalui tahapan pemahaman konsep, tanda, dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat Dataran Tinggi Dieng meliputi tumpeng dengan beragam warna khusus yang memiliki pemaknaan dan unsur filosofis yang juga beragam bentuknya disertai dengan makanan pelengkap seperti ayam ingkung dan apem. Penggunaan makanan tersebut memiliki makna dan memiliki nilai filosofos berupa ungkapan rasa syukur pada Tuhan, harapan akan rezeki yang melimpah dari alam, serta permohonan maaf pada Tuhan dan juga sesama manusia. Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng memiliki makna memperkuat hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, manusia dengan leluhur, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, makanan khususnya tumpeng tidak hanya dimanfaatkan untuk tradisi, tetapi juga memiliki makna dan filosofi mendalam sehingga merepresentasikan keyakinan masyarakat.
PERJUANGAN MERAIH SUPERIORITAS INDIVIDU TOKOH DALAM NOVEL KOKOKAN MENCARI ARUMBAWANGI KARYA CYNTHA HARIADI Salsabila Tsany Naqiyyah; Chafit Ulya
JURNAL SKRIPTA Vol 12 No 1 (2026): SKRIPTA MEI 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v12i1.9946

Abstract

This study aims to describe the forms of struggle to achieve individual superiority in the novel Kokokan Mencari Arumbawangi by Cyntha Hariadi based on Alfred Adler's individual psychology theory. This study uses a qualitative method with a literary psychology approach that utilizes Alfred Adler's theory. The research data are in the form of quotations containing aspects of individual superiority in the novel Kokokan Mencari Arumbawangi collected through reading and note-taking techniques. The analysis techniques used include data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the characters in the novel experience feelings of inferiority or low self-esteem influenced by various complex social pressures. These feelings of inferiority encourage the emergence of various forms of compensation to overcome self-limitations. In addition, the characters in the novel show a drive to achieve individual superiority to maintain something they have. The findings of this study indicate that the drive for individual superiority in the novel Kokokan Mencari Arumbawangi by Cyntha Hariadi is represented through four aspects, namely optimism, independence, fighting spirit, and self-compensation. These four aspects show that the characters in the novel constantly strive to overcome obstacles and inferiority through various efforts.
PENGETAHUAN GURU TENTANG KONSEP WIRAUSAHA LITERASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Keken Wulansari; Sugit Zulianto; Chafit Ulya
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v9i2.52824

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah merupakan pembelajaran berbasis teks produktif-apresiatif yang berpeluang bernilai wirausaha bagi siswa sehingga dibutuhkan bimbingan guru yang memiliki pengetahuan wirausaha literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi  pengetahuan guru  Bahasa Indonesia tentang kompetensi wirausaha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sumber data adalah guru Bahasa Indonesia di SMA Kota Surakarta. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner tertutup menggunakan skala Linkert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan memperhatikan mean ideal dan standar deviasi ideal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek pengetahuan manajemen dan organisasi memiliki rerata persentase paling tinggi yaitu 35% dengan jumlah skor 429. Disusul oleh aspek pengetahuan bidang usaha yang ditekuni dengan rerata presentase sebesar 34% dan memiliki jumlah skor 557. Aspek yang paling rendah adalah aspek pengetahuan peran dan tanggung jawab dengan rerata presentase sebesar 31% dengan jumlah skor 337. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru memiliki pengetahuan yang memadai mengenai manajemen dan organisasi, namun kurang mengetahui tentang peran dan tanggung jawab dalam berwirausaha sehingga perlu ditingkatkan melalui pelatihan.
Pembelajaran Cerpen Bermuatan Karakter Islami dengan Model Deep Learning di Sekolah Menengah Pertama Fitri Nur Rahmawati; Chafit Ulya
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 13 No. 1 (2026): July
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64810/annuha.v13i1.1035

Abstract

Deep learning g has become a priority approach in the implementation of the Merdeka Curriculum because it emphasizes meaningful, reflective, and student-centered learning. This study aims to describe and analyze the planning, implementation, assessment, challenges, and strengthening efforts of deep learning in short story learning with Islamic character values at SMP Al-Qolam Muhammadiyah Gemolong. The short stories used in this learning specifically contain Islamic character values—such as honesty, courage grounded in morality, responsibility, and piety—which are distinctive features of learning in Islamic-based schools. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through document analysis, classroom observations, and in-depth interviews with teachers, students, and the vice principal for curriculum affairs. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that short story learning with Islamic character content has incorporated the principles of mindful learning, meaningful learning, and joyful learning through discussions, reflections, text analysis, and the use of digital media connected to students' real-life experiences. The implementation of deep learning not only enhanced student engagement, critical thinking, and reflective abilities but also contributed to strengthening Islamic character through the internalization of moral, religious, and social values embedded in literary texts. However, its implementation still faces challenges related to teacher readiness, assessment practices, students' literacy interest, and limited instructional time and learning resources.
Representasi Nilai Ekologi pada Kearifan Lokal Sendang dalam Buku Boyolali Kaya Cerita: Perspektif Ekokritik Sabrina Tamimi; Chafit Ulya
Kajian Linguistik dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/kls.v11i1.17129

Abstract

This research is motivated by the ecological crisis in Indonesia, marked by high levels of water pollution. Efforts to increase ecological awareness can be carried out through local wisdom stories with a sendang theme. This research aims to analyze ecological values in the book Boyolali Kaya Cerita with a sendang theme, including the stories of Sendang Kunti, Sendang Pitu, and Sendang Songo.This study employs a descriptive qualitative approach using content analysis methods and an ecocritical approach by Greg Garrard. Data were collected through reading and note-taking techniques and analyzed using an interactive model that includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the value of the earth is the most dominant, followed by the values of dwelling and animals in equal proportions. The earth value indicates a strong presence of awareness, actions, and cooperation among humans in preserving environmental sustainability. Meanwhile, dwelling and animal values illustrate the interconnection between human life, habitation, and the existence of animals. In contrast, pollution and disasters are less prominent. This indicates that human actions threatening environmental sustainability are not the primary aspect of ecological values in the three sendang stories. These findings demonstrate that the book Boyolali Kaya Cerita with a sendang theme contains relevant ecological values that can encourage awareness in maintaining environmental sustainability.  
Co-Authors Adina Anisnaeni Rizqina Adzkiyah Nur Salsabilah Afi Imroatul Mufidah Aji Santoso Akhmad Mukhibun Alfi Lutfiana Zahroini Alfi Syahidah Dyah Puspitasari Alya Puteri Noordiniyah Amalia Farhani Amandasari Mardiana Ananda Raihan Faj Ananta Bayu Aji Andayani Ani Nur Aini Rohaniyah Aninda Hikmatiar Annisa Maftukatul Faizah Antoni Agus Nugroho Aprilia Fimala Apriliya Wijayanti Ari Suryawati Secio Chaesar Azis Sydney Nur Pradana Bagus Wahyu Setyawan Budhi Setiawan Christiana Risang Pratikasari Dara Panca Indra Desyntia Amanda Putri Handayani Dewi Puspita Sari Dewi Wahyu Utami Divany Nurcholifah Ekasaputri Bami Efa Yunita Sari Eko Setyawan Eko Wahyu Saputro Elen Inderasari Elfina Istikhomah Elisabeth Nugraheni Eko Wardani Elma Nazlah Khairani Else Liliani Faathimah Zamrudul Jannah Fanesia Debi Faruqi Anindita Zuhri Firda Hikmatul Amalia Fitri Nur Rahmawati Gian Ayu Ilma Nur Aufa Gifta Silvia Agustine Ihsan Abdurrahim Intan Puspita Keken Wulansari Laila Fitri Nur Hidayah Latifah Riyaningrum Lina Khoirun Nisa Luthfiana Yunita Dewi M. Zidane Yusi Al Majid Memet Sudaryanto Muhammad Aditya Wisnu Wardana Muhammad Rohmadi Mutiara Anggun Nadyatul Husna Nanda Argi Noer Faradila Nanda Sukmawati Natanael Feby Raenaldi Ngifat Khoerunnisa Nguyen Thanh Tuan Nur'aini Oktaviyanti Nuri Puji Hastuti Rakhmawati, Ani Rizqi Qurniyawati Rosantika Utami Setyoningsih Sabrina Tamimi Safira Meisa Dewi Salsabila Noor Assyifa Salsabila Tsany Naqiyyah Septa Kurnia Sari Slamet Mulyono Sugit Zulianto Sugit Zuliyanto Suwandi, Sarwiji Syarafina Khanza Digananda Tamara Diva Kamila Titi Setiyoningsih Vanda Cindhy Farida Vira Pratiwi Vita Kumala Sari Wahyu Fajar Lestari Wijiasih Wijiasih Yuslima Bintang Hakiki Zanida Zulfana Kusnasari