Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PROGRAM DHAMAR POJOK BACA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT DI DUKUH SEPOKOH, DESA PERENG, KECAMATAN MOJOGEDANG, KABUPATEN KARANGANYAR Antoni Agus Nugroho; Annisa Maftukatul Faizah; Dewi Puspita Sari; Amalia Farhani; Amandasari Mardiana; Natanael Feby Raenaldi; Chafit Ulya; Muhammad Rohmadi
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i4.450

Abstract

Komunitas Dhamar adalah kelompok mahasiswa PPG Prajabatan angkatan 2022 gelombang 1 yang menginisiasi tempat literasi berupa pojok baca di Dukuh Sepokoh, Desa Pereng, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fokus dari Komunitas Dhamar ialah memberikan wadah untuk berliterasi dengan akses yang terjangkau bagi anak-anak serta masyarakat umum desa tersebut. Lokasi Dukuh Sepokoh yang jauh dari pusat kota membuat pelajar kesulitan menemukan buku bacaan baik fiksi maupun nonfiksi. Komunitas Dhamar menghimpun buku dari berbagai sumber baik lembaga maupun membuka donasi untuk didistribusikan di pojok baca tersebut. Lokasi pojok baca berada di salah satu rumah warga yang mengizinkan komunitas ini untuk menggelar kegiatan. Dhamar juga akan bekerja sama dengan karang taruna untuk mengelola pojok baca dan mengembangkan Pojok Baca Komunitas Dhamar di Dukuh Sepokoh agar lebih layak dan bermanfaat.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA BAGI GURU-GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA SURAKARTA Nugraheni Eko Wardani; Sarwiji Suwandi; Sugit Zulianto; Chafit Ulya; Titi Setiyoningsih
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juli 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i7.678

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia SMP Kota Surakarta.   Pengabdian   Kepada Masyarakat     bertujuan   untuk   memberikan pelatihan sekaligus pendampingan bagi guru-guru SMP Kota Surakarta dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum merdeka.  Pengabdian Kepada  Masyarakat  ini  diharapkan  dapat  berkontribusi bagi guru-guru SMP dalam mengatasi kendala mereka ketika menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan kurikulum merdeka. Metode dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa pelatihan dan pendampingan penyusunan proposal Penelitian Tindakan Kelas.  Hasil  pengabdian  Kepada Masyarakat   adalah  meningkatnya  pemahaman   guru terkait cara menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMP dengan kurikulum merdeka  dan  meningkatnya kompetensi guru dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia SMP dengan kurikulum merdeka. Hasil akhirnya, guru berhasil menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas dengan baik.
Problematika Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 8 Surakarta Chafit Ulya; Nanda Sukmawati
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu karakteristik kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan implementasi serta problematikan pelaksanaan model pembelajaran berbasis proyek di SMP Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus. Sumber data penelitian ini berupa aktivitas pembelajaran, informan, dan dokumen terkait implementasi model pembelajaran berbasis proyek. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menemukan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis proyek dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, dan pelaporan produk/hasil kerja proyek. Sementara itu, problematika pembelajaran berbasis proyek ditemukan dari sisi guru dan siswa. Dari sisi guru, problematika yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek adalah kendala administratif, diferensiasi tingkat kemampuan siswa, dan keterbatasan alokasi waktu. Sementara itu, dari sisi siswa, pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek menemui tiga kendala, yaitu kesulitan memahami materi, kesulitan menemukan ide, dan kesulitan dalam berdiskusi.
Tindak Bahasa Pedagang Asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta Sebagai Materi Ajar Teks Negosiasi Chafit Ulya; Nanda Argi Noer Faradila; Budhi Setiawan
Anufa Ikaprobsi Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v1i1.16

Abstract

This study aims to describe and explain how the use of analysis speech acts (locutionary, illocutionary, perlocutionary, direct speech acts, indirect speech acts, cohesion and coherence) in the buying and selling interactions of hawkers at Terminal Tirtonadi Surakarta as teaching material for negotiating texts in senior high school. The approach in this research is descriptive qualitative with case study research. The results showed that the analysis speech acts of interaction buying and selling of hawkers at Terminal Tirtonadi Surakarta can be used as a support for learning in the classroom. Based on the results of interviews with Indonesian teachers at Gondangrejo senior high school, the learning model that will be used to explore the teaching materials created by researchers is discovery based-learning with a scientific approach. The learning methods used are question and answer methods, group discussions, presentations, and lectures. The learning media used include handphone, laptop, and LCD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pemanfaatan analisis tindak bahasa pada interaksi jual beli pedagang asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta sebagai materi ajar teks negosiasi di SMA. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis tindak bahasa pada interaksi jual beli pedagang asongan di Terminal Tirtonadi Surakarta dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia SMAN Gondangrejo, model pembelajaran yang akan digunakan untuk mendalami materi ajar yang dibuat oleh peneliti adalah discovery based-learning dengan pendekatan saintifik. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode tanya jawab, diskusi kelompok, presentasi, dan ceramah. Media pembelajaran yang digunakan antara lain hp, laptop, dan LCD.
Peningkatan Kompetensi Wirausaha Literasi Mahasiswa Melalui Penerapan Edu-technopreneurship (Improving Literacy Entrepreneurial Student Competence through implementing Edu-Technopreneurship) Chafit Ulya
Indonesian Language Education and Literature Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v9i1.13362

Abstract

This study aims to explain the procedures for implementing edu-technopreneurship in improving student literacy entrepreneurial competence. The research used classroom action research. The research participants were 40 students and one collaborator lecturer. Data collection techniques were taken from journals, questionnaires, observations, interviews, and document analysis. Test the validity of the data using data source triangulation, method triangulation, and informant review, as well as self-validation, peer validation, and academic validation. The data analysis technique used an interactive analysis model. The results of this study indicated that the procedure for implementing edu-technopreneurship consists of four stages, namely planning, implementation, evaluation, and competition. The application of edu-technopreneurship is proven to improve students' entrepreneurial literacy competence in three dimensions, namely knowledge, skills, and entrepreneurial attitude.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan prosedur penerapan edu-technopreneurship dalam meningkatkan kompetensi wirausaha literasi mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Partisipan penelitian adalah 40 mahasiswa dan satu dosen kolaborator. Teknik pengumpulan data menggunakan jurnal, kuesioner, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi metode, dan review informan, serta validasi diri sendiri, validasi rekan sejawat, dan validasi akademik. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur penerapan edu-technopreneurship terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, implementasi, evaluasi, dan kompetisi. Penerapan edu-technopreneurship terbukti mampu meningkatkan kompetensi wirausaha literasi mahasiswa pada tiga dimensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap berwirausaha.
Tumpeng sebagai Simbol: Tinjuan Etnolinguistik Makna Makanan Pada Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng Sarwiji Suwandi; Titi Setiyoningsih; Chafit Ulya; Ari Suryawati Secio Chaesar; Eko Setyawan; Sugit Zulianto
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4909.324-339

Abstract

Javanese people use food in various traditional rituals as symbols that represent certain meanings and philosophies, one of which is Tumpeng and is used in the Baritan tradition by people in Java. This research aims to reveal the meaning of food in the form of tumpeng in the Baritan tradition practiced by people in the Dieng Plateau, Central Java. This research uses a qualitative approach with ethnolinguistic methods to study and explain the meaning of food. Data and data sources include food used in the traditions held. Data collection techniques through field observations, interviews and documentation. The data was analyzed using meaning triangle analysis to decipher symbols through the stages of understanding concepts, signs and signifiers. The results of the research show that the food used in the Baritan tradition by the people of the Dieng Plateau includes tumpeng with various special colors which have meanings and philosophical elements which also come in various shapes accompanied by complementary foods such as ingkung chicken and apem. The use of this food has meaning and has philosophical value in the form of expressing gratitude to God, hope for abundant sustenance from nature, and apologizing to God and fellow humans. The Baritan tradition in the Dieng Plateau has the meaning of strengthening the relationship between humans, humans and nature, humans and their ancestors, and the relationship between humans and God. Thus, food, especially tumpeng, is not only used for tradition, but also has deep meaning and philosophy so that it represents people's beliefs. AbstrakMasyarakat Jawa menggunakan makanan dalam berbagai ritual tradisi sebagai simbol yang merepresentasikan makna dan filosifi tertentu salah satunya yakni Tumpeng dan digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat di Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna makanan berupa tumpeng pada tradisi Baritan yang dilakukan oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnolinguistik untuk mengkaji dan menjabarkan makna makanan. Data dan sumber data berupa makanan yang digunakan dalam tradisi yang digelar. Teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis segitiga makna guna menguraikan simbol melalui tahapan pemahaman konsep, tanda, dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yang digunakan pada tradisi Baritan oleh masyarakat Dataran Tinggi Dieng meliputi tumpeng dengan beragam warna khusus yang memiliki pemaknaan dan unsur filosofis yang juga beragam bentuknya disertai dengan makanan pelengkap seperti ayam ingkung dan apem. Penggunaan makanan tersebut memiliki makna dan memiliki nilai filosofos berupa ungkapan rasa syukur pada Tuhan, harapan akan rezeki yang melimpah dari alam, serta permohonan maaf pada Tuhan dan juga sesama manusia. Tradisi Baritan di Dataran Tinggi Dieng memiliki makna memperkuat hubungan antara sesama manusia, manusia dengan alam, manusia dengan leluhur, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, makanan khususnya tumpeng tidak hanya dimanfaatkan untuk tradisi, tetapi juga memiliki makna dan filosofi mendalam sehingga merepresentasikan keyakinan masyarakat.
Co-Authors Adina Anisnaeni Rizqina Adzkiyah Nur Salsabilah Afi Imroatul Mufidah Aji Santoso Akhmad Mukhibun Alfi Lutfiana Zahroini Alfi Syahidah Dyah Puspitasari Alya Puteri Noordiniyah Amalia Farhani Amandasari Mardiana Ananda Raihan Faj Ananta Bayu Aji Andayani Andayani Ani Nur Aini Rohaniyah Aninda Hikmatiar Annisa Maftukatul Faizah Antoni Agus Nugroho Aprilia Fimala Apriliya Wijayanti Ari Suryawati Secio Chaesar Azis Sydney Nur Pradana Bagus Wahyu Setyawan Budhi Setiawan Christiana Risang Pratikasari Dara Panca Indra Desyntia Amanda Putri Handayani Dewi Puspita Sari Dewi Wahyu Utami Divany Nurcholifah Ekasaputri Bami Efa Yunita Sari Eko Setyawan Eko Wahyu Saputro Elen Inderasari Elfina Istikhomah Elma Nazlah Khairani Else Liliani Faathimah Zamrudul Jannah Fanesia Debi Faruqi Anindita Zuhri Firda Hikmatul Amalia Gian Ayu Ilma Nur Aufa Gifta Silvia Agustine Ihsan Abdurrahim Intan Puspita Latifah Riyaningrum Lina Khoirun Nisa Luthfiana Yunita Dewi M. Zidane Yusi Al Majid Memet Sudaryanto Muhammad Aditya Wisnu Wardana Muhammad Rohmadi Mutiara Anggun Nadyatul Husna Nanda Argi Noer Faradila Nanda Sukmawati Natanael Feby Raenaldi Ngifat Khoerunnisa Nguyen Thanh Tuan Nugraheni Eko Wardani Nur'aini Oktaviyanti Nuri Puji Hastuti Rakhmawati, Ani Rizqi Qurniyawati Rosantika Utami Setyoningsih Safira Meisa Dewi Salsabila Noor Assyifa Septa Kurnia Sari Setiyoningsih, Titi Slamet Mulyono Sugit Zulianto Suwandi, Sarwiji Syarafina Khanza Digananda Tamara Diva Kamila Vanda Cindhy Farida Vira Pratiwi Vita Kumala Sari Wahyu Fajar Lestari Wijiasih Wijiasih Yuslima Bintang Hakiki Zanida Zulfana Kusnasari