Articles
INTERPRETASI DATA DERAJAT KRISTANILITAS DAN UKURAN KRISTAL KARBON AKTIF AMPAS TEBU TERAKTIVASI KOH, H3PO4, Na2S2O3, KMnO4, KSCN, FeCl3
Kunusa, Wiwin;
Iyabu, Hendrik;
Isa, Ishak
Jurnal Zarah Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31629/zarah.v8i2.2390
Penelitian ini mengkaji tentang pembuatan dan karakterisasi karbon aktif ampas tebu (KAAT) menggunakan metode aktivasi fisik dan aktivasi kimia. Digunakan variasi suhu karbonasi 4500C dan 6500C dan aktivator H3PO4 10%, FeCl3 10%dan KMnO4 10%. Hasil karakterisasi derajat kristanilitas dan ukuran Kristal karbon aktif menggunakan Instrumen pembacaan hasil Difragtogram XRD. Variasi aktivator dan variasi suhu dilakukan tujuannya untuk menghasilkan produk arangaktif yang memiliki permukaan spesifik, porositas, kerapatan dan ketahanan mekanis yangtinggi.Berdasarkan hasil perhitungan derajat kristalinitas sampel secara keseluruhan cenderung meningkat berdasarkan kenaikan suhu.
DAMPAK MODEL DISCOVERY LEARNING BERPENDEKATAN STEM TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP HIDROLISIS GARAM SISWA SMA
Ningkaula, T. A.;
Laliyo, Lukman Abdul Rauf;
Iyabu, H.;
Abdullah, R.
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpk.v5i1.28871
Salah satu materi kimia yang membutuhkan pemahaman konsep yang benar karena banyak mengandung konsep yang abstrak dan kompleks adalah materi Hidrolisis Garam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model discovery learning berpendekatan science, technology, eengineering, and mathematic (STEM)Â terhadap pemahaman konsep siswa SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Quasi Eksperimental ini menggunakan disain Pretest-Posttest Control Group. Sampel berjumlah 180 siswa, yaitu sebanyak 91 siswa kelompok eksperimen dan 89 siswa kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dibelajarkan dengan model Discovery Learning berpendekatan STEM, dan untuk kelompok kontrol dibelajarkan dengan model Discovery Learning berpendekatan Saintifik Inkuiri. Intrumen yang digunakan adalah four-tier multiple choice test. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Mann-Whitney dan Wilcoxon dengan taraf signifikan kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa hipotesis diterima. Temuan ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Discovery Learning berpendekatan STEM terhadap pemahaman konsep siswa. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan rujukan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran kimia di masa depan. Sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa.
Biosorption of Methylene Blue by Activated Carbon from Sugarcane Waste (ACSW)
Hendri Iyabu;
Wiwin Rewini Kunusa;
Ishak Isa;
Doly Prima Silaban
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 10, No 3 (2021): Edition September-December 2021
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jpacr.2021.010.03.559
This study was aimed to produce and characterized activated carbon from sugarcane bagassebyphysical and chemicalactivation. Physical activation was performed by carbonation process in temperatures 4500C and 6500C. While chemical activationusedH3PO4 10%, FeCl3 10% and KMnO4 10% as activator. The results showed that total yield (%) 49.8396 - 80.635; pH 4.0-7.9; ash content (g) 0.3338-0.8820; adsorption capacity of iod (%) 93.92-99.20. Morphological structure, functional group and Crystal structure was studied by using SEM analysis, FT-IR and XRD Difragtogram respectively.Adsorption capacity(%) of methylene blue 1.5 ppm and 2.5 ppm using UV-VIS Spectrophotometer produces; for H3PO4activatorat 450℃ = 99.24 and ND;at 600℃ = ND and 99.24. FeCl3 activator at 450℃ = 93.8 and 28.68; At 600℃ = ND and 99.24. KMnO4 activator at 450℃ = 61.24 and 65.12; At 600℃ = 39.4 and 53.79.
Biokonversi Limbah Tongkol Jagung Menjadi Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terbarukan
Hendri Iyabu;
Ishak Isa
Jambura Journal of Chemistry Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.411 KB)
|
DOI: 10.34312/jambchem.v1i2.2516
Penelitian ini bertujuan untuk mengkonversi lignoselulosa dari jagung tongkol limbah menjadi bioetanol sebagai bahan bakar alternatif terbarukan. Proses pembuatan etanol dari kotoran jagung sampah dapat melalui tiga tahapan yang penting, menghidrolisis lignocellulose menjadi gula, fermentasi gula ke dalam pemurnian etanol andethanol. Proses menghidrolisis kimia menggunakan asam sulfat encer. Fermentasi gula ke etanol menggunakan Saccharomyces Cerevisiae, sedangkan pemurnian alkohol yang dihasilkan melalui proses distilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alkohol (etanol) konsentrasi yang diperoleh masih di bawah standar yang diinginkan sebagai alternatif energi untuk bahan bakar fosil.
ANALISIS KANDUNGAN MINYAK ATSIRI PADA KULIT BUAH LANGSAT DENGAN METODE KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROMETER MASSA
Hendri Iyabu
Jambura Journal of Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34312/jambchem.v4i1.10817
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan minyak atsiri yang terdapat pada kulit buah langsat. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri dengan metode destilasi uap dan kromatografi gas-spektrometer massa (KG-SM). Minyak atsiri yang diperoleh memiliki bentuk cair, berwarna kuning kecokelatan. Rendemen yang diperoleh sebesar 0,18%. Analisis komponen kimia minyak atsiri kulit buah langsat dilakukan dengan menggunakan Kromatografi Gas-Spektrometer Massa (GC-MS). Komponen terbesar minyak atsiri kulit buah langsat adalah senyawa diperoleh minyak atsiri yang termasuk dalam golongan senyawa Monoterpenoid dan sesquiterpenoid yaitu Bicyclo [2.2.1] Heptane,-5-Ethyl-1-Amine dan Bicyclo[4.1.0]Hept-3-En, 2-Isopropenyl-5-Isopropyl-7,7-Dimethyl
Iron in Well Water: Case Study in Dulalowo and Heledulaa Districts
Hendri Iyabu;
Anita Muhammad;
Jafar La Kilo;
Akram La Kilo
Jambura Journal of Chemistry Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34312/jambchem.v2i2.6990
This study aims to determine the iron content of water wells in Dulalowo and Heledulaa, Gorontalo City. Ten well water samples were taken randomly from five different wells in each district. Water samples at each well consist of top, middle, and bottom water. Determination of iron level using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) at a wavelength of 248.33 nm. The results showed that the iron concentration of well water in Dulalowo was 0.030 (D1), 0.265 (D2), 0.224 (D3), 0.158 (D4), 0.149 ppm (D5). Meanwhile, iron levels in Heledulaa were 0.100 (H1), 0.039 (H2), 0.159 (H3), 0.198 (H4), and 0.235 ppm (H5). These results prove that the Fe content in the well water in the two districts is still fulfil the drinking water standard which is a maximum of 0.3 mg/L iron.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Pangi Dalam Pengolahan Limbah Organik Dan Anorganik
Wiwin Kunusa;
Hendri Ibayu
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1004.646 KB)
|
DOI: 10.35568/abdimas.v3i2.960
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dapat dinilai sebagai salah satu tugas bagi lembaga, para dosen, dan para mahasiswa. Melalui program kegiatan KKN-PPM 2020 akan dilakukan suatu kegiatan tentang limbah organic dan anorganik di Desa Pangi Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo. Limbah organic berupa ampas sagu yang berasal dari pabrik pengolahan sagu dan limbah plastik rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) mengolah limbah padat sagu menjadi briket sebagai bahan bakar alternative pengganti gas elpiji (2) Daur ulang sampah plastic menjadi berbagai kerajinan tangan yakni aksesoris yang bernilai ekonomis. Sasaran kegiatan adalah untuk memberdayakan masyarakat Desa Pangi khususnya Ibu-Ibu PKK dan Karang Taruna dalam mengolah limbah organic dan an-organik untuk meningkatkan ketrampilan dan perekonomian ibu-ibu rumah tangga. Mekanisme pelaksanaan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan selama 45 hari. Lokasi pelaksanaan di Dusun Mootilango, Tibawa dan Bongo Ngoayu yang berpusat dikantor Desa Pangi. Tahap persiapan berupa koordinasi ke Dinas/Instansi terkait dan Pembekalan Mahasiswa KKN-PPM. Pembelajaran disertai praktek dilakukan oleh dosen pembimbing, mahasiswa bersama kelompok masyarakat khususnya PKK/DasaWisma dan karang Taruna. Kegiatan ini diharapkan sejalan dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Boalemo yakni “Menuju Boalemo Bebas Sampah”.
KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HIDROLISAT PROTEIN IKAN NIKE (Awaous melanocephalus)
Wisna Taniyo;
Yuszda K Salimi;
Hendri Iyabu
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 4, No 2 (2021): (November) Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.773 KB)
|
DOI: 10.31602/dl.v4i2.5935
Ikan nike adalah salah satu jenis ikan endemik di provinsi Gorontalo. Ikan nike ini memiliki keunikan tersendiri yaitu siklus pemunculannya terjadi dalam jumlah besar pada lokasi tertentu terdapat di muara Sungai Bone, keberadaan nike yang musiman perlu dimanfaatkan secara baik-baik. Tujuan penelitian ini menganalisis aktivitas antioksidan dari hidrolisat protein ikan nike (Awaous melanocephalus) secara enzimatis menggunakan enzim bromelin variasi konsnetrasi 4%, 5% dan 6% (b/v) serta variasi waktu hidrolisis selama 2, 4 dan 6 jam. Konsentrasi optimum enzim bromelin dalam pembuatan hidrolisat protein yaitu 5% (b/v) dengan waktu hidrolisis optimum selama 6 jam. Parameter yang diamati adalah TVB-N (Total Volatil Basa Nitrogen), uji kualitatif protein (biuret, ninhidrin, xanthoprotein dan Pb-sulfida), Kadar protein menggunakan BSA (Bovine Serum Albumin), dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil menunjukkan bahwa hidrolisat protein ikan nike memiliki nilai TVB-N kurang dari 10 mgN/100g. Hidrolisat protein ikan nike positif mengandung protein pada uji kualitatif. Kadar protein yang dihasilkan sebesar 6,25%. Nilai aktivitas antioksidan tertinggi pada konsentrasi enzim 5% dengan waktu hidrolisis 6 jam memiliki nilai IC50 sebesar 193 ppm.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH PADAT SAGU MENJADI BIOBRIKET DIDESA PANGI KABUPATEN DULUPI KECAMATAN BOALEMO
Wiwin Rewini Kunusa;
Hendri Iyabu;
Julhim S Tangio
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 11, No 5 (2022): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/sibermas.v11i5.12326
Terlaksananya Program KKNT Desa Membangun melalui program Pengabdian Masyarakat dalam Pencapaian SDGs. Sebagai kepedulian kami selaku dosen Jurusan Kimia FPMIPA yang memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, Desa Pangi Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo untuk memanfaatkan limbah padat hasil pengolahan sagu yang melimbah menjadi produk biobriket yang inovatif bernilai ekonomi tinggi efektif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.Memberikan pemahaman dan pengetahun kepada masyakarakat untuk berwirausaha Briket (bioarang) merupakan energi biomassa yang ramah lingkungan dan biodegradable. Briket mempunyai keuntungan ekonomis yang tinggi yaitu mudah dibuat dan memiliki nilai kalor yang tinggi (Heruwati, 2009). Bahan dasar briket adalah merupakan padatan berpori hasil proses pembakaran bahan yang mengandung karbon dengan kondisi tanpa oksigen sehingga bahan hanya terkarbonisasi dan tidak teroksidasi. Sebagian besar pori pada arang masih tertutup oleh hidrogen, tar, dan senyawa organik lain yang komponennya terdiri dari abu, air, nitrogen, dan sulfur. Pada prinsipnya pembriketan adalah proses pengempaan bahan berukuran partikel kecil yang berasal dari limbah organik, limbah pabrik, maupun limbah perkotaan di dalam suatu cetakan untuk diperoleh struktur padatan yang rapat dan kompak. Biasanya briket terbuat dari kayu yang dibakar kemudian dicetak. Namun, penggunaan kayu sebagai bahan baku pembuatan briket akan menjadi tidak efektif dan efisien karena menyebabkan banyaknya pohon yang harus ditebang. Maka dari itu, limbah-limbah organik pertanian berupa limbah ampas sagu dapat dipilih menjadi alternative bahan baku yang efektif dan efisien dalam pembuatan briket. Dalam pembuatan briket ini, teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah ampas sagu ini adalah proses karbonasi. Terdapat bahan tambahan lain yang berfungsi sebagai perekat (binder) yaitu tepung tapioca.
Gerakan Peduli Stunting Masyarakat Lahumbo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo
Wiwin Rewini Kunusa;
Hendri Iyabu;
Julhim S Tangio
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Univeristas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37905/sibermas.v11i4.12325
Desa Lahumbo merupakan Desa yang di Mekarkan dri Desa Mohungo pada Tahun 1986 yang pada saat itu kepala Desa-nya adalah “ Baidi Kamumu”. dengan adanya semangat perjuangan pada tanggal 1 Maret 1986 dan kerja keras dari tokoh masyarakat dan panitia pemekaran Desa Lahumbo maka lahirlah Desa Lahumbo 1 Maret 1986 yang diberi nama “ Desa Lahumbo” yang kemudian Desa Lahumbo sebagai pejabat Kepala Desa adalah Hino Manopo selama 1 Tahun. kemudian pada Tahun 1987-1988 Bapak Djafar Alamri pelaksana harian dan pada Tahun 1988-2007 Bapak Daud Yajitala menjadi kepala Desa yang definitif. Desa Lahumbo Terletak dibagian Utara dari Desa Mohungo ( Desa Induk) yang mempunyai luas Wilayah 10.000 Ha.Berdasarkan data desa, Desa Lahumbo termasuk dalam Lokus Stunting, sehingga kami berinisiatif mengadakan sosialisasi sekaligus Pemberian Makanan Tamabahan dan bingkisan (sayuran, buah, telur, tempe, biscuit dan susu) untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan Stunting sejak 1000 hari pertama kehidupan dengan memperhatikan pola asuh dan pemberian makanan bergizi pada balita. Kemudian kami melakukan pendataan kembali balita yang terdampak Stunting dengan membagikan Kuesioner, untuk melihat presentase penurunan Stunting dan mengetahui pengetahuan ibu mengenai pola asuh anak yang baik.