Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KANDUNGAN MERKURI (Hg) PADA KRIM PEMUTIH WAJAH TANPA IZIN BPOM YANG BEREDAR DI PASAR WONOSARI Padi, Maryam; Suleman, Nita; Iyabu, Hendri; Isa, Ishak; Kilo, Jafar La; Najmah, Najmah
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v7i3.16266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya logam merkuri dan berapa banyak kadar logam merkuri yang terkandung dalam krim pemutih wajah di pasar wonosari. Dengan banyaknya ditemukan krim pemutih wajah yang mengandung merkuri, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai analisis logam berat yang terkandung dalam krim pemutih wajah. Penelitian dilakukan melalui dua tahap analisis, yaitu analisis kualitatif dengan uji warna dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa semua sampel positif mengandung merkuri, yang ditandai dengan perubahan warna larutan dan terbentuknya endapan. Sementara itu, hasil analisis kuantitatif menunjukkan kadar merkuri dalam masing-masing sampel, yaitu: Sampel A = 0,0045 ppm, Sampel B = 0,0065 ppm, Sampel C = 0,0075 ppm, Sampel D = 0,008 ppm, dan Sampel E = 0,0095 ppm.
The Effect of STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Learning Model on Critical Thinking Ability of Students on Colloid Material Lasim, Windi Sulistiyani; Musa, Weny J.A; Mohamad, Erni; Laliyo, Lukman Abdul Rauf; Iyabu, Hendri; Sihaloho, Mangara
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 7, No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjec.v7i1.28516

Abstract

This research focuses on Natural Science learning, especially colloid material, where teaching is still dominated by the lecture method. Learning models that encourage students to make direct observations through experiments are rarely applied. This causes students to be less trained in solving problems, so their critical thinking skills are not optimally developed. This study aims to determine the effect of STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) learning model on students' critical thinking skills on colloid material at SMA Negeri 1 Telaga. The research design used was pre-experiment with one group pre-test post-test design. The research sample consisted of 29 students selected by census/total sampling. Data collection was done through critical thinking skills test. The results showed that the average percentage of students' critical thinking skills in the pre-test was 46.11%, which was in the medium category, and in the post-test it increased to 83%, which was in the very high category. This shows that the STEM learning model can improve students' understanding and critical thinking skills. The statistical test shows a significance value of 0.000 < 0.05, which means H1 is accepted and H0 is rejected. Thus, it can be concluded that the STEM learning model has a positive influence on students' critical thinking skills.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HIDROLISAT PROTEIN KEPALA DAN KULIT UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) warda, Sindy atteri; Botutihe, Deasy N.; Arviani, Arviani; Musa, Weny J. A.; Iyabu, Hendri
Jurnal Crystal : Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya Vol. 7 No. 2 (2025): Literasi Artikel Penelitian Kimia
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas MIPA, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jc.v7i2.6189

Abstract

Limbah kepala dan kulit udang vaname (Litopenaeus vannamei) berpotensi mencemari lingkungan karena kandungan proteinnya yang tinggi, namun dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku hidrolisat protein yang mengandung peptida bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan hidrolisat protein dari kepala dan kulit udang vaname menggunakan enzim bromelain serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Proses hidrolisis dilakukan dengan variasi konsentrasi enzim bromelain 4%, 5%, dan 6% pada suhu 55 °C selama 4 jam, kemudian produk dianalisis kadar protein, derajat hidrolisis, uji kualitatif protein, serta aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS. Hasil menunjukkan kadar protein meningkat seiring peningkatan konsentrasi enzim, yaitu 45,16% (4%), 48,27% (5%), dan 50,10% (6%). Nilai derajat hidrolisis tercatat 80,74–84,21% yang menandakan tingkat hidrolisis tinggi. Uji kualitatif memberikan reaksi positif terhadap protein, asam amino, senyawa aromatik, dan tirosin. Aktivitas antioksidan hidrolisat terbaik pada konsentrasi enzim 6% dengan nilai IC50 sebesar 3,14 mg/mL, meskipun masih lebih rendah dibandingkan vitamin C (0,12 mg/mL). Simpulan penelitian ini adalah hidrolisat protein kepala dan kulit udang vaname berpotensi sebagai sumber antioksidan alami, meskipun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan untuk aplikasi pangan fungsional. Kata kunci: hidrolisat protein, udang vaname, bromelain, antioksidan
Analisis Motivasi Belajar pada Materi Asam Basa Selama Masa Pandemi Covid-19 Daing, Hardianti; La Kilo, Akram; Iyabu, Hendri; Alio, La
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 4, No 1 (2022): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v4i1.13240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar pada materi asam basa siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Gorontalo selama masa pandemi Covid-19. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Gorontalo. Responden penelitian 150 siswa. Instrumen yang digunakan adalah quesioner dengan wawancara motivasi belajar intrinsik dan motivasi belajar ekstrinsik siswa. Hasil penelitian ditemukan motivasi belajar intrinsik dan ekstrinsik siswa secara keseluruhan memiliki tiga kategori yaitu kategori sangat tinggi, tinggi dan cukup tinggi, untuk aspek motivasi belajar intrinsik siswa yaitu keinginan diri sebesar 84%, kepuasaan sebesar 87%, kebiasaan baik sebesar 84% dan kesadaran sebesar 80%. Untuk rata-rata dari motivasi belajar intrinsik siswa memperoleh nilai 84% dengan kategori sangat tinggi sedangkan untuk aspek motivasi belajar ekstrinsik siswa yaitu pujian sebesar 81%, nesehat sebesar 85%, semangat sebesar 82%, hadiah sebesar 77%, hukuman sebesar 79% dan meniru sesuatu sebesar 86%. Untuk rata-rata dari motivasi belajar ekstrinsik siswa memperoleh nilai 82% dengan kategori tinggi.
Pengaruh Model Pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) dengan Bantuan Multimedia Interaktif Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Laju Reaksi Iyabu, Hendri; Ischak, Netty Ino; Supriadin, Yogi; Alio, La
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v3i2.11897

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dengan bantuan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa pada materi laju reaksi. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA1 dan IPA2 SMA Negeri 1 Telaga Biru, berjumlah 64 siswa, dengan menggunakan rancangan penelitian “Posttest-Only Control Design”. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes essay sebanyak 13 nomor soal yang digunakan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) dengan bantuan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Telaga Biru pada materi laju reaksi. Pengujian hipotesis data pada hasil penelitian diuji menggunakan uji-t. Berdasarkan kriteria pengujian H¬¬0 ditolak jika thitung  ttabel pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian adalah adanya pengaruh model pembelajaran NHT (Numbered Heads Together) dengan bantuan multimedia interaktif terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Telaga Biru pada materi laju reaksi. Berdasarkan pengujian tersebut diperoleh thitung = 5,026  ttabel = 1,999, maka hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima.
Pengembangan Media Pembelajaran Tera-Tera untuk ‎Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Materi Larutan ‎Penyangga Pakuna, Nurpepi; Iyabu, Hendri; Duengo, Suleman
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 3, No 1 (2021): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v3i1.10140

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji validitas media pembelajaran tera-tera untuk meningkatkan minat belajar siswa pada materi larutan penyangga. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Adapun tahap tersebut yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluasi. Namun, dalam penelitian ini hanya sampai tahap development. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar validasi penilaian kelayakan media pembelajaran tera-tera. Kelayakan media tera-tera dinilai oleh 4 orang validator ahli yaitu 3 orang dosen kimia UNG dan 1 orang guru SMA. Hasil validasi pengembangan media pembelajaran tera-tera diperoleh persentase rata-rata 90,00% dengan kriteria sangat valid untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa media pembelajaran tera-tera yang dikembangkan sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran materi larutan penyangga.
Studi Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving Sabora, Ririn S.; Lukum, Astin; Paputungan, Mardjan; Iyabu, Hendri; Aman, La Ode; Alio, La
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v4i2.15781

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk: Mengetahui perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving di SMAT Wira Bhakti. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 siswa yaitu sebanyak 20 siswa pada kelas eksperimen I dan 20 siswa pada kelas eksperimen II. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji t, nilai thitung sebesar 4,9774 dan nilai ttabel pada taraf α = 0,05; dk = 38 diperoleh sebesar 1,68595. Dengan demikian thitung dilihat lebih besar dari ttabel (thitung = 4,9774 ˃ ttabel =1,68595) sehingga H0 ditolak dengan arti lain bahwa H1 diterima. artinya terdapat adanya perbedaan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa pada pokok bahasan hukum-hukum dasar kimia antara kelas yang menerapkan model pembelajaran problem based learning dan kelas yang menerapkan model pembelajaran problem solving di SMA Terpadu Wira Bhakti.
Identifikasi Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Titrasi Asam Basa Rumape, Opir; Adjami, Eka Nur Fadliya; Pikoli, Masrid; Sihaloho, Mangara; Iyabu, Hendri; Abas, Ramona Nintias R.
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjec.v6i1.23392

Abstract

This research was conducted to identify the level of students' conceptual understanding in acid-base titration material for class XI IPA MAN I Gorontalo City. This research is descriptive research, the instrument used in this research is a two-tier multiple choice diagnostic test consisting of 10 item questions. This instrument has been tested for validity with validation results obtained at 100%. The research respondents were 118 students of class XI IPA at MAN I Gorontalo City. Data collection was obtained by means of observation, giving tests and documentation. The results showed that students' understanding of the concept of acid-base titration material in the understanding category was 80%, in the category of misconceptions was 13%, in the category of guessing was 2%, and in the category of not understanding the concept was 5%. So it can be concluded that students' understanding of acid-base titration material tends to understand the concept.
Identifikasi Pemahaman Konsep Tingkat Representasi Makroskopik, Mikroskopik, dan Simbolik pada Materi Ikatan Kimia Musa, Weny J.A; Mantuli, Mohamad Alan; Tangio, Julhim S.; Iyabu, Hendri; Kilo, Jafar La; Kilo, Ahmad Kadir
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v5i1.15201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep siswa tingkat representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik pada materi ikatan kimia di SMAT Wira Bhakti Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang diujikan kepada 57 siswa kelas X SMAT Wira Bhakti Gorontalo. Pengumpulan data menggunakan tes diagnostik tiga tingkat. Level pemahaman siswa dibagi menjadi tiga kategori yaitu paham konsep, tidak paham konsep, dan miskonsepsi, yang terdiri dari tiga tingkat representasi yaitu makroskopik, mikroskopik, dan simbolik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada tingkat representasi makroskopik siswa paham konsep sebesar 9,20%, tidak paham konsep sebesar 23,60%, dan miskonsepsi sebesar 67,20%. Pada tingkat representasi mikroskopik siswa paham konsep sebsar 15,75%, siswa tidak paham konsep sebsar 17%, dan miskonsepsi sebesar 67,25%. Pada tingkat representasi simbolik siswa paham konsep sebsar 7,17%, tidiak paham konsep sebesar 23,17%, dan miskonsepsi sebesar 69,67%. Sehingga dapat ditemukan bahwa ketiga tingkat representasi berada dikategori miskonsepsi dengan kriteria tinggi, yaitu pada makroskopik sebesar 67,20%, mikroskopik sebesar 67,25%, dan simbolik sebesar 69,67%. Sehingga rata-rata totalnya didapatkan sebesar 68,04%. Berdasarkan presentase ditemukan bahwa pengetahuan siswa kelas X SMAT Wira Bhakti Gorontalo termasuk pada kategori miskonsepsi dengan kriteria tinggi.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Sel Volta dan Sel Elektrolisis dengan Menggunakan Tes Open-Ended Problem Mohamad, Erni; Iyabu, Hendri; Wiwiyani, Wiwiyani; Sihaloho, Mangara; Bialangi, Nurhayati; Kilo, Akram La
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 5, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jjec.v5i2.14492

Abstract

This study aims to determine students' creative thinking abilities in the topics of voltaic cells and electrolysis by using open-ended problem tests at SMA Negeri 4 Gorontalo, to understand teachers' responses to the administered open-ended problem tests, and to gauge students' responses to the administered open-ended problem tests. The research approach employed is descriptive qualitative. The subjects of this study were 62 twelfth-grade science students and 2 chemistry teachers at SMA Negeri 4 Gorontalo. The data utilized in the study consist of the results of students' creative thinking ability tests using open-ended problem tests, as well as the responses gathered from questionnaires regarding the test item model. The research findings reveal that students' creative thinking abilities in terms of fluency aspect are at 47.8% categorized as moderately creative, the flexibility aspect at 45.4% categorized as moderately creative, and the originality aspect at 31.9% categorized as less creative. The results from the teachers' questionnaire responses regarding the open-ended problem test model show a positive response rate of 80%, while the results from the students' questionnaire responses indicate a positive response rate of 61%.