Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis merkuri, timbal, kromium dan kadmium pada air minum isi ulang Desa Dulupi menggunakan metode SSA Labuga, Ditawati; Mohamad, Erni; Iyabu, Hendri
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (Inpress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/0qfz5p67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya logam serta jumlah kadar logam berat merkuri, timbal, kromium, dan kadmium pada air minum isi ulang di Desa Dulupi. Air minum merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, namun kualitasnya sering kali terancam oleh pencemaran logam berat yang dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode sampel gabungan tempat (integrated sample) dengan mengambil sampel air baku dan hasil olahan dari depot air minum yang terletak di beberapa titik di Dusun 1 Jambura dan Dusun 3 Sambati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode kualitatif dan kuantitatif. Untuk analisis kualitatif, digunakan 3 reagen, yaitu KI, NaOH, dan H2O2, sedangkan untuk analisis kuantitatif, digunakan instrumen Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji kualitatif, terdapat sampel yang terbukti mengandung logam timbal dan kromium, khususnya pada sampel A2.2 yang diambil dari air olahan depot di Dusun 1 Jambura. Selain itu, pada uji kuantitatif, kadar logam timbal juga terdeteksi pada sampel tersebut dengan kadar 0.0012  mg/L. Penelitian ini menekankan pentingnya pengawasan kualitas air minum isi ulang untuk memastikan bahwa air yang dikonsumsi oleh masyarakat aman dan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
HEAVY METAL CONTAMINATION IN WATER SOURCES IN POHUWATO REGENCY: IMPLICATIONS FOR BIODIVERSITY AND PUBLIC HEALTH IN GOLD MINING AREAS Iyabu, Hendri; Baderan, Dewi Wahyuni K; Hamidun, Marini Susanti; Rahim, Sukirman; Rauf, Asda
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 6 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/j135j237

Abstract

Artisanal and small-scale gold mining (ASGM) can increase the levels of heavy metals in surface water and groundwater sources. This study was conducted to evaluate water quality in Pohuwato Regency, Gorontalo, Indonesia. Sampling was performed at three sites: a reservoir, an irrigation channel, and a well. The concentrations of lead (Pb), cadmium (Cd), iron (Fe), manganese (Mn), and mercury (Hg) were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results indicated that Hg concentrations ranged from 0.00883 to 0.01493 mg/L (≈8.8–14.9× above the WHO guideline value of 0.001 mg/L), Mn concentrations ranged from 0.1309 to 0.543 mg/L (≈1.3–5.4× above the WHO guideline value of 0.1 mg/L), while Pb concentrations ranged from 0.0019 to 0.0048 mg/L, Cd concentrations ranged from 0.0002 to 0.0006 mg/L, and Fe concentrations ranged from 0.0728 to 0.101 mg/L, all of which were below the recommended threshold values for drinking water. The findings emphasize the importance of mitigation strategies based on mining governance, strengthening water safety plans, as well as interventions for household water treatment (adsorption/filtration) and risk communication.
HEAVY METAL CONTAMINATION IN WATER SOURCES IN POHUWATO REGENCY: IMPLICATIONS FOR BIODIVERSITY AND PUBLIC HEALTH IN GOLD MINING AREAS Iyabu, Hendri; Baderan, Dewi Wahyuni K; Hamidun, Marini Susanti; Rahim, Sukirman; Rauf, Asda
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 6 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/j135j237

Abstract

Artisanal and small-scale gold mining (ASGM) can increase the levels of heavy metals in surface water and groundwater sources. This study was conducted to evaluate water quality in Pohuwato Regency, Gorontalo, Indonesia. Sampling was performed at three sites: a reservoir, an irrigation channel, and a well. The concentrations of lead (Pb), cadmium (Cd), iron (Fe), manganese (Mn), and mercury (Hg) were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results indicated that Hg concentrations ranged from 0.00883 to 0.01493 mg/L (≈8.8–14.9× above the WHO guideline value of 0.001 mg/L), Mn concentrations ranged from 0.1309 to 0.543 mg/L (≈1.3–5.4× above the WHO guideline value of 0.1 mg/L), while Pb concentrations ranged from 0.0019 to 0.0048 mg/L, Cd concentrations ranged from 0.0002 to 0.0006 mg/L, and Fe concentrations ranged from 0.0728 to 0.101 mg/L, all of which were below the recommended threshold values for drinking water. The findings emphasize the importance of mitigation strategies based on mining governance, strengthening water safety plans, as well as interventions for household water treatment (adsorption/filtration) and risk communication.
INTERPRETASI DATA DERAJAT KRISTANILITAS DAN UKURAN KRISTAL KARBON AKTIF AMPAS TEBU TERAKTIVASI KOH, H3PO4, Na2S2O3, KMnO4, KSCN, FeCl3 Kunusa, Wiwin; Iyabu, Hendrik; Isa, Ishak
Jurnal Zarah Vol. 8 No. 2 (2020): October, 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v8i2.2390

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pembuatan dan karakterisasi karbon aktif ampas tebu (KAAT) menggunakan metode aktivasi fisik dan aktivasi kimia. Digunakan variasi suhu karbonasi 4500C dan 6500C dan aktivator H3PO4 10%, FeCl3 10%dan KMnO4 10%. Hasil karakterisasi derajat kristanilitas dan ukuran Kristal karbon aktif menggunakan Instrumen pembacaan hasil Difragtogram XRD. Variasi aktivator dan variasi suhu dilakukan tujuannya untuk menghasilkan produk arangaktif yang memiliki permukaan spesifik, porositas, kerapatan dan ketahanan mekanis yangtinggi.Berdasarkan hasil perhitungan derajat kristalinitas sampel secara keseluruhan cenderung meningkat berdasarkan kenaikan suhu.