Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

RELIGIOUS AND SOCIAL VALUES IN THE BAJAPUIK TRADITION OF MINANGKABAU WEDDINGS: A COMPARATIVE PERSPECTIVE ON BRIDEWEALTH PRACTICES Syah, Mhd Asrian; Agustinova, Danu Eko; Arfaton; Rizki, Iqbal Ainur
Penamas Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v38i1.841

Abstract

This study explores the Bajapuik tradition in Minangkabau weddings, focusing on its embedded religious and social values. Specifically, it examines how this tradition fosters inter-family bonds while adapting to the pressures of modernization, including changes in social structure, gender roles, and economic challenges. Using a descriptive qualitative method and historical approach, data were collected through interviews with traditional leaders and cultural observers, as well as direct observation of marriage ceremonies in Pariaman. Findings show that Bajapuik is more than just a ceremonial custom; it reflects core Minangkabau values, including cooperation, family honour, justice, and spirituality. As part of a matrilineal society, the bride’s family offers symbolic respect to the groom’s family, an inversion of most bridewealth practices globally. Although the form and amount of Bajapuik have changed due to external influences and economic conditions, its cultural essence remains strong. Comparatively, Bajapuik shares social functions with mas kawin in Islamic tradition, dowry in South Asia, and bride price in African societies. Despite differences in direction and symbolism, these practices serve to affirm kinship ties, reinforce social status, and embody shared cultural values.
The Improving the Professional Competence of High School Teachers in Yogyakarta Through the Development of Classroom Action Research Management (PTK) Based on Android Mobile Applications Danu Eko Agustinova; Nur Lailly Tri Wulansari; Kurnia Nur Fitriana
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v5i2.466

Abstract

The need and skills to write scientific papers through classroom action research are a must for every educator. Classroom action research is part of evaluating a series of learning processes and continuous professional development (PKB) by the law mandate. This study aims to develop an integrated service system for classroom action research based on Android mobile applications to facilitate educators in developing professionalism competencies on an ongoing basis. This research uses the research and development method with the 4D development model, which includes (1) Define, (2) Design, (3) Development, and (4) Disseminate. The advantages of the products developed in this study are (1) open access, (2) adoption of the latest digital platform-based information technology innovations, (3) improving digital literacy, (4) building Penta helix collaboration between government, private, community, non-governmental organizations, universities, and mass media, (5) easy to apply and economical in access, (6) encouraging unlimited creativity, (7) using sustainable materials, (8) developing application-based PTK training management and encouraging the improvement of professional competence of high school teachers in Yogyakarta.
PANCASILA DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 : MENJAGA RELEVANSI NILAI-NILAI PANCASILA DI ERA DIGITAL Agustinova, Danu Eko; Miskawi, Miskawi
JURNAL SANGKALA Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/js.v4i2.596

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia mempunyai peranan mendasar dalam pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila yang meliputi Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial menjadi kompas dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi. Namun pada era Revolusi Industri Keempat terjadi pergeseran paradigma dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penerapan nilai-nilai Pancasila, yang mengindikasikan adanya potensi pergeseran nilai akibat derasnya gelombang digitalisasi dan globalisasi yang mengancam jati diri bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi konkrit menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila di era digital dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kajian tersebut menyoroti perlunya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam teknologi digital untuk memastikan nilai-nilai tersebut tetap menjadi pedoman di tengah perubahan yang cepat. Dengan mengatasi tantangan misinformasi, polarisasi sosial, dan konsumsi budaya konsumtif, penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital, pendidikan adaptif, dan pemerataan akses terhadap teknologi sebagai komponen penting untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat kontemporer. Pada akhirnya, temuan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila ke dalam kemajuan digital sangat penting untuk menumbuhkan masyarakat Indonesia yang inovatif namun berlandaskan budaya yang dapat menavigasi kompleksitas globalisasi sambil tetap menjaga identitas nasionalnya.
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI Agustinova, Danu Eko
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 18 No. 2 (2022): ISTORIA Edisi September, Vol. 18. No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v18i2.52991

Abstract

Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digitalisasi cagar budaya, urgensinya bagi pelestarian cagar budaya, serta berbagai peluang dan tantangan pelestarian cagar budaya melalui digitalisasi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif melalui studi kepuatakaan (library research). Digitalisasi cagar budaya dapat dimaknai sebagai bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam melakukan manajemen pada benda-benda cagar budaya. Pemanfaatan teknologi digital ini akan memberikan efektivitas dan efisiensi dalam upaya pelestarian cagar budaya. Dalam hal ini media digital dapat dimanfaatkan dalam melakukan pendataan, pendokumentasikan, penyimpanan, pengelolaan, hingga diseminasi informasi cagar budaya. Pelestarian cagar budaya melalui digitalisasi penting untuk dilakukan guna menjaga eksistensi benda-benda cagar budaya di masa depan yang terancam rusak atau hilang. Digitalisasi akan memudahkan dalam melakukan promosi kekayaan budaya secara internasional serta dapat menarik lebih banyak keterlibatan masyarakat dalam pelestariannya. Meskipun memiliki banyak peluang, digitalisasi cagar budaya di Indonesia juga memiliki tantangan tersendiri seperti keterbatasan SDM dan sarana prasarana, belum adanya SOP, serta adanya kesulitan untuk mengakses benda cagar budaya pada kondisi tertentu.
FoMO dan Perilaku Phubbing pada Anak: Studi Kualitatif Husen, Mohamad Fauzi; Agustinova, Danu Eko; Sudrajat, Sudrajat
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan manifestasi Fear of Missing Out (FoMO) serta kaitannya dengan perilaku phubbing pada anak usia 4-8 tahun di Kota Mataram Kecamatan Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan sebanyak enam anak yang direkrut melalui observasi lapangan dan wawancara dengan tiga orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO pada anak muncul dalam tiga bentuk, yaitu kognitif, emosional, dan sosial. Anak menunjukkan kecemasan saat tidak terhubung dengan internet, rasa ingin tahu berlebih terhadap aktivitas teman, serta dorongan untuk mengikuti tren digital. FoMO berkontribusi pada munculnya perilaku phubbing, terutama pada anak dengan pola asuh permisif dan literasi digital orang tua yang rendah. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang dinamika sosial-emosional anak di era digital serta menjadi dasar bagi pendampingan digital yang lebih adaptif.
MOOC-Based Digital Teaching Materials with a Case Method Approach for Improving Students’ Understanding of Hindu–Buddhist Kingdom History Agustinova, Danu Eko; Aman, A
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 2 (2026): In Progress June 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i2.9756

Abstract

Digital teaching materials are increasingly needed to support flexible and interactive history learning in higher education. However, the integration of MOOC-based learning with case method pedagogy remains limited, particularly in topics related to the Hindu–Buddhist Kingdoms in Indonesia. This study employed a research and development design using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The developed product was a MOOC-based digital teaching material that integrated historical content, visual media, maps, infographics, simulations, and case-based exercises. The implementation involved 33 students from History Education study programs in state universities in the Yogyakarta and Semarang regions. Data were collected through observation, interviews, focus group discussions, documentation, and pretest-posttest assessments. The quantitative data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings showed an increase in students’ learning outcomes after the intervention. The mean pretest score was 70.00, while the mean posttest score increased to 83.06. The Wilcoxon Signed-Rank Test indicated a statistically significant difference between pretest and posttest scores (p 0.05), suggesting improved understanding of the Hindu–Buddhist Kingdom material after using the MOOC-based digital teaching materials. The findings indicate that MOOC-based digital teaching materials integrated with the case method have potential as an alternative instructional resource for history learning in higher education. However, this study measured learning outcomes rather than critical thinking or 4C skills directly. Further studies using control groups and validated instruments are needed to examine broader competency development.