Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pembelajaran Sejarah Melalui Pelatihan Kesenian Jathilan untuk Meningkatkan Pemahaman terhadap Nilai-Nilai Lokal trisnawati, diana
Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah Vol 1, No 1 (2017): Pembelajaran Sejarah lokal
Publisher : Prodi. Pendidikan Sejarah FPIPS UPI dan APPS (Asosiasi peneliti dan Pendidik Sejarah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.301 KB) | DOI: 10.17509/historia.v1i1.8602

Abstract

Salah satu hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa pembelajaran sejarah memiliki banyak media ataupun metode yang luwes dalam penyampaiannya, salah satunya melalui pelatihan Kesenian Jathilan. Kesenian Jathilan merupakan salah satu kesenian rakyat dengan menggunakan properti kuda kepang, seperti halnya pemain reog atau kuda lumping atau kuda kepang. Kesenian Jathilan Wahyu Turonggo yang ada di Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kesenian rakyat yang sarat akan nilai-nilai lokal. Pembelajaran sejarah melalui pelatihan Kesenian Jathilan untuk meningkatkan nilai-nilai lokal diharapkan mampu memberikan gagasan yang baru dalam pembelajaran sejarah. Hal tersebut karena sejarah tidak terlepas dari kebudayaan-kebudayaan dalam suatu masyarakat. Sementara itu, kesenian merupakan salah satu hasil dari kebudayaan. Pengajaran sejarah pada saat ini juga banyak mengangkat mengenai nilai-nilai lokal dikarenakan Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. Untuk meningkatkan kecintaan terhadap negara Indonesia (nasionalisme) tidak hanya melalui pembelajarah sejarah, terutama materi-materi sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Cara meningkatkan nasionalisme dapat dilakukan dengan meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai lokal. Nilai-nilai lokal yang dapat ditanamkan melalui pelatihan Kesenian Jathilan meliputi nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, nilai-nilai religious berupa rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, nilai-nilai kecintaan pada lingkungan sekitar, nilai-nilai kemandirian yakni memanfaatkan hasil bumi untuk kegiatan dalam masyarakat, dan sebagainya.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN NASIONALISME DI SEKOLAH PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS YAYASAN GIRLAN NUSANTARA Diana Trisnawati
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 11, No 1 (2015): ISTORIA Edisi Maret 2015, Vol. 11, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.534 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v11i1.5762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan sistem dan pola pendidikan karakter di Yayasan Girlan Nusantara, (2) Mendeskripsikan pengembangan modul pembelajaran sejarah berbasis pendidikan karakter untuk meningkatkan nasionalisme, dan (3) Menganalisis efektivitas modul pembelajaran sejarah berbasis pendidikan karakter dalam meningkatkan nasionalisme. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model desain ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pola pendidikan di Sekolah Pendidikan Layanan Khusus tidak menggunakan media dalam pembelajaran, (2) Pengembangan modul pembelajaran sejarah berbasis pendidikan karakter dilakukan melalui tahapan ADDIE dan mengalami 2 kali revisi, serta telah tervalidasi oleh ahli media dan selanjutnya berhasil diujicobakan di Sekolah Pendidikan Layanan Khusus Yayasan Girlan Nusantara Yogyakarta, dan (3) Uji efektivitas modul pembelajaran sejarah berbasis pendidikan karakter dilakukan dengan membandingkan nilai post test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan taraf signifikasi sebesar 5% dan diketahui bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel (8,162 1,734) dan nilai signifikansi lebih kecil dari pada alpha 5%, maka dapat disimpulkan bahwa nilai nasionalisme post test antar kelompok eksperimen yang diberikan modul dengan kontrol yang tidak diberikan tindakan terdapat perbedaan. Kata Kunci: pengembangan, modul pembelajaran sejarah, nasionalisme.
PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI 2 WATES, KULON PROGO Saefur Rochmat; Diana Trisnawati
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 13, No 2 (2017): ISTORIA Edisi September 2017, Vol. 13, No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.627 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v13i2.17736

Abstract

AbstractThis study aims to: (1) Outlining the history of the learning process in SMA Negeri 2 Wates, Kulon Progo, and (2) Describe efforts to inculcate nationalism in the teaching of history in SMA Negeri 2 Wates, Kulon Progo. The method used in this research is descriptive qualitative research method. The data collection is done through in-depth interviews, direct observation and recording of documents. The results showed that the teaching of history in SMA Negeri 2 Wates do in the classroom during school hours and outside the classroom takes place through extra-curricular activities. Teachers deliver material as specified in the curriculum with the methods and media that support student success. Planting the values of nationalism done in several ways, namely to integrate in subjects such as history subjects, and the subjects Civics. In addition, the values of nationalism is also implanted through habituation attitude in the school environment, such as mutual cooperation, courtesy, tolerance, and so on. Keywords: Nationalism, Teaching History, SMA Negeri 2 Wates.
REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952: BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN RAJA FAROUK Diana Trisnawati
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 12, No 1 (2016): ISTORIA Edisi Maret 2016, Vol. 12, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.699 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v12i1.9543

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui kondisi politik, sosial, dan ekonomi Mesir di bawah pemerintahan Raja Farouk, (2) mengungkapkan peran dan kontribusi gerakan Free Officers dan gerakan Ikhwanul Muslimin dalam menggulingkan kekuasaan Raja Farouk, (3) mengetahui proses terjadinya Revolusi Mesir 23 Juli 1952, dan (4) mengetahui kondisi Mesir pasca Revolusi Mesir 23 Juli 1952. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah kritis seperti yang dijabarkan oleh Kuntowijoyo. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keadaan politik Mesir masa pemerintahan Raja Farouk banyak mengalami kekacauan, diantaranya sering terjadi pergantian kabinet dalam waktu yang relatif singkat, dan adanya dominasi Inggris yang berperan dalam setiap pengambilan kebijakan pemerintah. Terjadi ketimpangan sosial yang cukup tajam antara golongan elit yang terdiri dari tuan tanah dan pengusaha dengan petani kecil. Keadaan tersebut membuat munculnya banyak kelompok oposisi dalam masyarakat yang diwakili oleh Free Officers dan Ikhwanul Muslimin. Free Officers dan Ikhwanul Muslimin sama-sama merasa prihatin terhadap kondisi Mesir dan memberikan kontribusi yang besar dalam mewujudkan Revolusi Mesir 23 Juli 1952. Revolusi tersebut berhasil dan sekaligus mengakhiri kekuasaan Farouk di Mesir. Pasca revolusi, pemerintahan Mesir dikendalikan oleh Dewan Mangkubumi. Pada tanggal 18 Juni 1953 sistem pemerintahan monarki Mesir diganti dengan republik, sekaligus pengangkatan Muhammad Naguib sebagai presiden. Kata kunci: Revolusi Mesir 23 Juli 1952, Pemerintahan, Raja Farouk
Pembelajaran Sejarah Melalui Pelatihan Kesenian Jathilan untuk Meningkatkan Pemahaman Terhadap Nilai-Nilai Lokal Diana Trisnawati
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 13, No 1 (2017): ISTORIA Edisi Maret 2017, Vol. 13, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.282 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v13i1.17618

Abstract

AbstractOne of the results of this study aims to clarify that the teaching of history has a lot of media or flexible in its delivery methods, such as through training Jathilan Art. Jathilan Art is one of the folk art using braid horse property, as well as players reog or lumping horse or horses braid. Art Jathilan Revelation turonggo in Kulon Progo Regency is one of folk art will be full of local values. Learning history through Art Jathilan training to improve local values are expected to provide new ideas in history. This is because history can not be separated from the cultures in a society. Meanwhile, art is one of the results of the culture. Teaching history at this point also raised many of the local values because Indonesia is a country rich in culture. To increase the love of the Indonesian state (nationalism) not only through pembelajarah history, especially the material history of the struggle of the Indonesian nation. How to boost nationalism can be done by increasing the understanding of local values. Local values can be instilled through training Art Jathilan include the values of mutual cooperation, kinship, the values of religious form of gratitude to God Almighty, the values of love for the surrounding environment, the values of self-reliance as using crops activities in the community, and so on. Keywords: Learning history, the traditional art “Jathilan”, local values
Pemanfaatan Lahan Milik Pakualaman dan Perubahan Status Kepemilikannya di Pesisir Pantai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo Diana Trisnawati
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 11, No 2 (2015): ISTORIA Edisi September 2015, Vol. 11, No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v11i2.7564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menerangkan perubahan status kepemilikan lahan milik Pakualaman di pesisir pantai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, (2) Menerangkan alasan mengapa lahan milik Pakualaman dijadikan sebagai lahan pertanian dan perumahan, dan (3) Menjelaskan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan status kepemilikan tanah Pakualaman di pesisir pantai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kulatitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari status kepemilikan tanah, tanah tersebut merupakan hak milik Kraton maupun tanah Pakualaman. Namun, tanah tersebut dimanfaatkan oleh rakyat sebagai tempat mata pencaharian bahkan tempat tinggal mereka. Di antara beberapa tanah milik pakualaman, ada juga yang digunakan sebagai tempat tinggal permanen masyarakat. Tanah yang digunakan masyarakat tersebut berstatus magersari, artinya masyarakat boleh menempati tetapi tetap mengakui bahwa tanah tersebut adalah tanah milik Keraton ataupun Pakualaman. Kata Kunci: lahan, Pakualaman, Perubahan status
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR SISTEM PENILAIAN KINERJA TERHADAP KOMITMEN KERJA KOPERASI KARYAWAN REDRYING BOJONEGORO (KAREB) KABUPATEN BOJONEGORO jurnalpps pps; Diana Trisnawati; Mei Indrawati; Hidayat ÔÇÄ
Jurnal Manajerial Bisnis Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajerial Bisnis
Publisher : Prodi Magister Manajemen Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.485 KB) | DOI: 10.37504/jmb.v3i1.356

Abstract

The purpose of this study is to describe a performance appraisal system consisting of work attitudes, work performance, work intelligence and work commitment. Furthermore, to analyze the influence both simultaneously and partially on the performance appraisal system consisting of work attitudes, work performance, work intelligence simultaneously has a significant effect on work commitment in the Redrying Bojonegoro (Kareb) Employee Cooperative in Bojonegoro Regency. This type of research is explanatory research, namely research that aims to test hypotheses using a quantitative research approach. The population in this study were all employees of the Redrying Bojonegoro Employee Cooperative (Kareb) in Bojonegoro Regency, DC Unit, which numbered 31 people. The research sampling technique used saturated sampling (census sampling) so that the sample in this study were 31 people. The results showed that partially or simultaneously the variables of work attitude and work intelligence had a significant effect on employee commitment, while the work performance variable did not significantly affect the commitment of employees of the Bojonegoro (Kareb) Employee Cooperative in Bojonegoro Regency. Among the factors of work attitude, work performance and work intelligence that have a dominant influence on employee commitment are work attitudes.
KSATRIA SORBAN BUMIWIJAYAKUSUMA: Rekam Jejak K.H Sufyan Tsauri Di Majenang Tahun 1898-1948 Diana Trisnawati; Safira Tirtasari; Wahyu Pambudi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v3i2.5745

Abstract

Penelitian tentang KH Sufyan Tsauri membahas mengenai seorang tokoh ulama yang berasal dari daerah Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, beliau merupakan seorang ulama yang menjadi sentra penyebaran agama Islam di daerah Kecamatan Majenang. Penelitian ini adalah penelitian mengenai sejarah biografi tokoh ulama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah yaitu Pemilihan Topik, Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Data yang digunakan dalam mengungkap fakta sejarah berupa data primer seperti arsip, foto, wawancara dengan para saksi sejarah kehidupan tokoh, serta didukung oleh daftar pustaka dan beberapa penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai riwayat kehidupan tokoh ulama bernama KH Sufyan Tsauri yang lahir pada tahun 1989 yang berasal dari keluarga dengan nafas Islam yang kuat dengan paham Ahlu Sunnah Wal Jamaah dan beliau adalah putra asli dari Daerah Cilacap. Dalam perjalanan hidupnya beliau menempuh ilmu di pondok pesantren selama 19 tahun yang kemudian hidupnya didedikasikan untuk mengembangkan pondok pesantren tertua di Majenang yaitu Pondok Pesantren Cigaru karena amanat dari KH Abdulmajid sebagai pendiri pondok tersebut serta memperjuangkan tanah air dengan terlibat pada beberapa peristiwa penting ketika masa revolusi fisik. Akan hal demikian menjadikan beliau sebagai tokoh sentral dan berpengaruh masa itu di daerah Majenang baik dalam bidang sosial, agama ataupun pendidikan. Pengaruh KH Sufyan Tsauri yang dirasakan oleh masyarakat Majenang adalah mengenai ajaran ilmu agama, perjuangan dan toleransi antar sesama manusia. Kata Kunci: Islam; KH Sufyan Tsauri; Majenang; Perjuangan.
Traces of Hadhramaut Intellectualism and Its Influence on The Development of Da'wah of 21st Century in Indonesia Moh Ashif Fuadi; Moh Mahbub; Nor Huda Ali; Muhammad Wahyudi; Diana Trisnawati
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jw.v7i2.17481

Abstract

Hadhramaut Yaman has a tradition of intellectualism that attract students in Indonesia. More and more students plan to deepen their religious knowledge at three pesantren (Islamic boarding schools) in Tarim, Hadhramaut, namely Darul Musthofa, Rubath Tarim, and al-Ahgaff University. This research discusses the historical study of Hadhramaut and traces of intellectualism between Hadhramaut Ulama (scholars) with Indonesian Ulama from the Kitab Kuning (yellow book) commonly studied in pesantren. In addition, it will analyse the role of Tarim Hadhramaut alumni in developing the da'wah movement in Indonesia. This research uses literature studies through a historical approach by collecting previous research through books, articles, online news, and library studies, field observations will also be conducted. This study shows that the genealogy trace between Walisongo and the Alawiyyin in Hadhramaut. In addition, the network of Hadhramaut Ulama with Nusantara has an intellectual impact, such as the book Safinatun najah by Sheikh Salim bin Sumair received appreciation by giving explanations and commentary by Nusantara Ulama. The Habib in Tarim still has a strong da'wah influence in Indonesia, especially after the first 30 students of Darul Musthofa became alumni and established ta'lim assembly or pesantren. Hadhramaut pesantren network is connected through santri (student) who studied at Darul Musthofa, Rubath Tarim, and al-Ahgaff University. The three institutions show an inclusive character suitable for application in Indonesian pesantren.
Strengthening digital citizenship through discourse analysis of presidential and vice-presidential candidates in the 2024 Presidential Election Mulyono, Budi; Trilatifah, Winda; Nasichuddin, Moch. Ari; Syambudi, Irwan; Trisnawati, Diana
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 21, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v21i1.71620

Abstract

With the rapid advancement of information technology and increased internet access in Indonesia, citizens' participation in the digital realm has grown substantially. Digital citizens' presence is crucial in the 2024 Presidential Election, playing a pivotal role in disseminating political information, influencing public opinion, and providing support to candidates. This study examines the digital citizens' discourse on presidential and vice-presidential candidate pairs in the 2024 election in the digital public sphere. The method of issue analysis employs topic modeling with keywords "anies & muhaimin," "ganjar & mahfud," and "prabowo & gibran" on social media platform X. The research findings indicate that the discourse is clustered for each candidate pair. Narratives of support and optimism predominantly characterize the Anies-Muhaimin pair. The Ganjar-Mahfud pair exhibits clusters covering volunteer support, constitutional narratives, development aspirations, uniform buzzer narratives, and support from figures such as Yenny Wahid and advocacy for Palestine. The Prabowo-Gibran pair has clusters discussing support from the younger generation, political dynasty issues, PDIP reactions, and buzzer strategies with massive hashtags. Digital citizens engage in organized and diverse discourses regarding presidential and vice-presidential candidates, emphasizing the importance of understanding these dynamics to ensure responsible participation in the digital political process.