Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA SARKASME NETIZEN DI MEDIA SOSIAL TIKTOK SARLI SARLI; NURHADI NURHADI; ESTI SWASTIKA SARI
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v3i1.2191

Abstract

The research aims to describe the form and meaning of the use of the sarcasm language by netizen so that netizens are wiser in language on the Tiktok social media. This research is a type of qualitative descriptive research and the theory used in this research is semantic theory. Data was collecting using listening techniques, collecting data, and taking notes. The results of study are theuse of sarcasm by netizen on the Tiktok social media, various forms of sarcasm are found. Among them, the form of submission of opinion, rejection, form of prohibition, delivery information, orders, and greeting statements. The types of changes in meaning that deviate include 1) coarsening of meaning, 2) expansion of meaning. 3) stricture of meaning ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna penggunaan bahasa sarkasme netizen agar netizen lebih bijak dalam berbahasa di media sosial Tiktok. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semantik. Data yang dikumpulkan menggunakan Teknik menyimak, menggumpulkan data, dan mencatat, Hasil penelitian ini adalah penggunaan gaya bahasa sarkasme oleh netizen di media sosial Tiktok ditemukan berbagai macam bentuk sarkasme. Diantaranya, bentuk penyampaian pendapat, penolakan, bentuk larangan, penyampaian informasi, perintah, dan pernyataan sapaan. Adapun jenis dari perubahan makna yang menyimpang diantaranya 1) pengkasaran makna, 2) perluasan makna, 3) penyempitan makna
MENGANALISIS KRITIS DISKURSUS KONTEMPORER MENGGUNAKAN MODEL RUTH WODAK: KAJIAN KASUS DALAM ISU SOSIAL-POLITIK TERKINI EMBANG ULUK; NURHADI NURHADI
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v3i1.2194

Abstract

The author uses Ruth Wodak's discourse analysis model to analyze various texts related to current socio-political issues, such as news articles, political speeches, and social media. The author shows how discourse analysis can help understand how discourse shapes public perception and opinion on certain socio-political issues, as well as how discourse can be used to strengthen or undermine arguments and narratives in socio-political contexts. The author highlights the importance of critically analyzing discourse and considering the wider socio-political context. The case studies used in this article, such as the discourse on immigration in Europe, provide an illustration of how discourse can influence government policies and public views. Overall, this article makes an important contribution in analyzing discourse in a socio-political context and shows how Ruth Wodak's discourse analysis model can be used to analyze current socio-political issues. This article also provides a more critical look at how discourse can influence public views and government policies, and emphasizes the importance of analyzing discourse critically and considering the wider socio-political context. ABSTRAK Penulis menggunakan model analisis diskursus Ruth Wodak untuk menganalisis berbagai teks yang terkait dengan isu sosial-politik terkini, seperti artikel berita, pidato politik, dan media sosial. Penulis menunjukkan bagaimana analisis diskursus dapat membantu memahami bagaimana diskursus membentuk persepsi dan opini publik tentang isu sosial-politik tertentu, serta bagaimana diskursus dapat digunakan untuk memperkuat atau merusak argumen dan narasi dalam konteks sosial-politik. Penulis menyoroti pentingnya menganalisis diskursus secara kritis dan mempertimbangkan konteks sosial-politik yang lebih luas. Kajian kasus yang digunakan dalam artikel ini, seperti diskursus tentang imigrasi di Eropa, memberikan ilustrasi bagaimana diskursus dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dan pandangan publik. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan kontribusi penting dalam menganalisis diskursus dalam konteks sosial-politik dan menunjukkan bagaimana model analisis diskursus Ruth Wodak dapat digunakan untuk menganalisis isu sosial-politik terkini. Artikel ini juga memberikan pandangan yang lebih kritis tentang bagaimana diskursus dapat mempengaruhi pandangan publik dan kebijakan pemerintah, dan menekankan pentingnya menganalisis diskursus secara kritis dan mempertimbangkan konteks sosial-politik yang lebih luas.
Etnisitas dan Multikulturalitas dalam Novel-Novel Indonesia 2000-an Ethnicity and Multiculturality in The Novels of Indonesia 2000s NN Wiyatmi; NN Nurhadi
SUSASTRA: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya Vol 10, No 1 (2021): Susastra: Jurnal Ilmu Susastra dan Budaya (Juni 2021)
Publisher : HISKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/susastra.v10i1.10

Abstract

Indonesia adalah negara multietnik dan multikultur. Hal tersebut terkespresikan dalam sejumlah novel Indonesia, terutama yang terbit pada periode 2000-an. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan memahami masalah etnisitas dan multikulturalitas yang terdapat dalam novel-novel Indonesia periode 2000-an. Masalah tersebut akan dipahami dnegan menggunakan perpektif sosiologi sastra, yang memahami karya sastra sebagai dokumen sosial budaya. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dipilih secara porpusif dari novel-novel Indonesia periode 2000-an yang mengangkat masalah etnisitas dan multikulturalitas sebagai dasar cerita. Novelnovel tersebut antara lain Perempuan Jogja (Achmad Munif, 2006)), Gelombang (Dee, 2014), Isinga (Dorothea Rosa Herliany, 2015), Tarian Bumi (Oka Rusmini, 2000), 2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu etnisitas dan multikulturalitas yang diangkat dalam novel-novel Indonesia, khsususnya etnis Jawa, Bali, Batak, dan Dani (Papua) di satu sisi masih mempertahankan karakteristik etniknya, tetapi di sisi lain juga telah mengalami pergeseran makna dan fungsi akibat pertemuan antaretnik dalam masyarakat multietnik dan multikultur. Dalam empat judul novel yang dikaji gambaran masyarakat multietnik dan multikultural tersebut tampak pada tampak pada nama orang dan gelar khasnya, agama dan kepercayaan, dan sistem kekerabatan yang diekspresikan dalam struktur dan sarana penceritaan. Masing-masing etnik (Jawa, Bali, Batak, Papua) memiliki karakteristik masing-masing. Dalam interaksinya dengan etnik lainnya dalam konteks nasional dan internasional, novel-novel yang dikaji menunjukkan adanya sikap multikulturalisme yang diekspresikan oleh tokoh-tokohnya yang dianggap mengekspresikan pandangan pengarangnya. Melalui novel yang ditulisnya, para sastrawan Indonesia mengekspresikan pentingnya multikulturalisme untuk mencapai harmonisasi dalam interaksi antaretnik di Indonesia dan dunia internasional.
PANDEMI COVID-19 DAN LITERASI KESEHATAN DALAM CERPEN INDONESIA Nurhadi Nurhadi; Wiyatmi Wiyatmi; M. Rasyid Ridlo
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.95

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir 2019 sampai saat ini telah menimbulkan dampak luar biasa bagi kehidupan manusia. Kondisi tersebut tentu memiliki dampak ikutan yang sangat luas, tidak hanya di bidang kesahatan, terapi juga memperburuk kondisi ekonomi dan proses belajar mengajar di semua lini pendidikan. Hal tersebut telah mendapatkan respon dari para sastrawan yang menciptakan karya bertema pandemi. Beberapa contoh karya tersebut antara lain adalah Pandemi (Arcana, ed., 2020), Wabah (Kumpulan Cerpen) (Udasmoro, dkk, ed., 2021),  dan Kumpulan Cerpen Masa Pandemi Covid-19 (Rasyid, 2020). Penelitian ini mencoba memahami bagaimana sejumlah cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut merepresentasikan Pandemi Covid-19 dengan menggunakan perspektif sosiologi karya sastra dengan asumsi karya-karya sastra tersebut ditulis oleh para sastrawan untuk merspon dan mendokumentasikan kondisi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen-cerpen tersebut tidak hanya merepresentasikan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19, tetapi juga memberikan literasi kesehatan (health literacy) kepada pembaca Indonesia agar terhindar dari wabah yang berbahaya.
HIERARKI KEBUTUHAN TOKOH UTAMA DALAM DUA CERPEN FAISAL ODDANG (Needs Hierarchy of the Central Characters in Two Short Stories by Faisal Oddang) Saharul Hariyono; Nurhadi Nurhadi
SAWERIGADING Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v26i1.680

Abstract

Characters, which described in the story are more interesting aspects as living as a human. Isuri and Hanafi are the central characters in Oddang’s short story who narrate how the character’s inner experiences that are unpleasant as a minority and make various efforts to reach the stage of actualizing themselves as a normal human being. This paper aims to analyze he needs level aspects of the central characters in two short stories Orang-orang dari Selatan harus Mati Malam itu and Di sana, Lima Puluh Tahun yang Lalu, using the Abraham Harold Maslow’s humanistic psychology approach. The data analyzed by using a descriptive qualitative technique with data reduction, data display, and conclusion. Results of the study showed that physiological needs, in particular, Isuri reached his needs through spirituality, while, Hanafi focused on the fulfillment of house; safety needs, Isuri avoided the chasing of state apparatus with hiding in the forest, then Hanafi decided to be Netherlands citizens to protect himself from the trouble. Love needs and belonging, make Isuri maintains his relationship with Upe even though the reality is not occurring as expected, Hanafi then preferred anomaly with having a love for the same-sex named Mapatang. Self esteem needs, Isuri defended his religion Tolotang, Hanafi tried to be a bissu to avoid cursing from his village. For the sefl-actualization needs, Isuri persuaded Uak to obtain civil rights, Hanafi actualized his self to learn the epic I La Galigo of the bissu hoby book.AbstrakTokoh fiksi adalah aspek yang lebih menarik banyak perhatian, seolah-olah hidup seperti manusia. Isuri dan Hanafi adalah tokoh utama dalam cerpen Oddang yang menarasikan bagaimana pengalaman batin tokoh yang tidak menyenangkan sebagai orang minoritas dan melakukan berbagai upaya mencapai tahap mengaktualisasikan diri sebagai manusia normal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis aspek tingkat kebutuhan tokoh utama dalam dua cerpen Orang-orang dari Selatan harus Mati Malam Itu dan Di Sana, Lima Puluh Tahun yang Lalu menggunakan pendekatan psikologi humanistik Abraham Harold Maslow. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan penerapan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan fisiologis, tokoh Isuri memenuhi kebutuhan ini lewat spiritualitas, sementara Hanafi berpusat pada pemenuhan tempat tinggal; kebutuhan rasa aman, Isuri menghindari kejaran aparat negara dengan bersembunyi dalam hutan, lalu Hanafi memutuskan menjadi warga negara Belanda demi melindungi diri dari marabahaya. Kebutuhan cinta dan rasa memiliki membuat, Isuri bersikeras mempertahankan hubungannya dengan Upe walaupun praktiknya tidak terpenuhi, Hanafi memilih anomali, yakni menjalin cinta dengan sesama jenisnya yang bernama Mapatang. Kebutuhan rasa harga diri/penghargaan, Isuri mempertahankan agamanya Tolotang, Hanafi berusaha menjadi bissu demi menghindarkan tulah di kampungnya. Kebutuhan aktualisasi diri, Isuri membujuk Uak memeroleh hak sipil warga negara, Hanafi mengaktualisasi dengan memperdalam mempelajari epos I La Galigo kitab bissu.
Analisis Bahan Ajar Menulis Sastra Pada Aspek Pengetahuan dalam Buku Guru Bahasa Indonesia SMA/MA Thoufanie Barikly; Nurhadi Nurhadi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.3330

Abstract

This study aims to describe aspects of knowledge in literary writing teaching materials in Indonesian language teacher books SMA / MA class X, XI, XII with a qualitative descriptive approach to document analysis. The data sources used in this study are Indonesian language teacher books SMA / MA class X, XI, XII 2013 Curriculum. The technique of data collection is done through reading and recording techniques using instruments that have been validated in the form of document analysis guides. The results showed that aspects of factual, conceptual, and procedural knowledge were fulfilled in the Indonesian language teacher books SMA / MA class X, XI, XII with details: (1) based on literary teaching material aspects of knowledge in class X and XI, more conceptual knowledge aspects dominating rather than factual and procedural knowledge, (2) based on literary teaching material aspects of knowledge in class XII, aspects of procedural knowledge dominate more than factual and conceptual knowledge.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek pengetahuan pada bahan ajar menulis sastra dalam buku guru bahasa Indonesia SMA/MA kelas X, XI, XII dengan pendekatan kualitatif deskriptif jenis analisis dokumen. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku guru bahasa Indonesia SMA/ MA kelas X, XI, XII Kurikulum 2013. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik pembacaan dan pencatatan dengan menggunakan instrumen yang sudah divalidasi berupa panduan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural sudah terpenuhi dalam buku guru bahasa Indonesia SMA/ MA kelas X, XI, XII dengan rincian: (1) berdasarkan bahan ajar sastra aspek pengetahuan pada kelas X dan XI, aspek pengetahuan konseptual lebih mendominasi daripada pengetahuan faktual dan prosedural, (2) berdasarkan bahan ajar sastra aspek pengetahuan pada kelas XII, aspek pengetahuan prosedural lebih mendominasi daripada pengetahuan faktual dan konseptual.
Eksploitasi Perempuan dalam Dwilogi Novel Kelir Slindet dan Telembuk Karya Kedung Darma Romansha Novi Ermawati; Nurhadi Nurhadi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.3699

Abstract

Not a few literary works that contain the relationship between men and women. Women are exploited from various sides. This study aims to describe: (1) the form of female exploitation, (2) the causes of female exploitation, and (3) feminist ideas in the Kelir Slindet and Telembuk novels by Kedung Darma Romansha. This research is descriptive qualitative research. Data analysis is performed by classifying data, interpreting, discussing, and summarizing data. The results of this study indicate that: first, there are seven forms of female exploitation in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely prostitution, child labor, forced marriage, migrant workers, sexual harassment, rape, and premarital sex. Second, four factors causing the exploitation of women in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely poverty, living environment, divorce, and lifestyle. Third, there are four feminist ideas as a struggle against the exploitation of women in the Kelir Slindet and Telembuk novels, namely rejecting applications, defending self-esteem, severing relationships, and leaving the work of prostitutes.Tak sedikit karya sastra yang memuat hubungan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan dieksploitasi dari berbagai sisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud eksploitasi perempuan, (2) faktor penyebab eksploitasi perempuan, dan (3) ide-ide feminis dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk karya Kedung Darma Romansha. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasi data, menginterpretasi, membahas, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, ada tujuh wujud eksploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk, yaitu prostitusi, pekerja anak, paksaan menikah, TKW, pelecehan seksual, perkosaan, dan hubungan seks pranikah. Kedua, faktor penyebab terjadinya eksploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk ada empat, yaitu kemiskinan, lingkungan tempat tinggal, perceraian, dan gaya hidup. Ketiga, ide-ide feminis sebagai perjuangan melawan ekploitasi perempuan dalam dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk ada empat, yaitu menolak lamaran, membela harga diri, memutuskan hubungan, dan meninggalkan pekerjaan pelacur.