Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Ekologi Spiritual dalam Novel Glonggong Karya Junaedi Setiyono dan Jatisaba Karya Ramayda Akmal Yudhistira Adi Prasetya; Nurhadi Nurhadi
Indonesian Language Education and Literature Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.051 KB) | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.3318

Abstract

This study aims to describe 1) the ecological dimension of Javanese in the Glonggong by Junaedi Setiyono and the Jatisaba by Ramayda Akmal; 2) the influence of Javanese spirituality in environmental management in the Glonggong and Jatisaba. The technique used in data collection was reading techniques and note-taking techniques. The data analysis technique used was descriptive qualitative. Validity used semantic validity technique. The results of the study, there are two forms of interrelationships between environment and humans, namely 1) humans are subject to nature, and 2) humans master nature. From the two forms of relationship, there is a Javanese spirituality that influences environmental management, including saduluran (kinship), bisa ajer ajur (able to adapt and select), and nrimo ing pandhum (accept all gifts or sincerity). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dimensi ekologi orang Jawa dalam novel Glonggong karya Junaedi Setiyono dan Jatisaba karya Ramayda Akmal serta pengaruh spiritualitas orang Jawa dalam pengelolaan lingkungan pada novel Glonggong dan Jatisaba. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Validasi data menggunakan validitas semantik. Hasil penelitian menunjukkan dua bentuk hubungan lingkungan dengan manusia, yaitu 1) manusia tunduk pada alam, dan 2) manusia menguasai alam. Dari kedua bentuk hubungan tersebut terdapat spiritualitas Jawa yang memengaruhi pengelolaan lingkungan, antara lain saduluran (kekerabatan), bisa ajur ajer (mampu beradaptasi dan menyeleksi), dan nrima ing pandhum (menerima segala pemberian atau ikhlas).
PERAN KIAI DALAM MEMBANGUN PARTISIPASI PEMILIH Nurhadi Nurhadi; Sunarso Sunarso
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.947 KB) | DOI: 10.17977/um019v3i2p169-175

Abstract

This article aims to discuss the role of kiai in building voter participation. The method used is a qualitative approach. Data collection using observation, interviews, and observations. Analysis uses an interactive model. The results of the study show that scholars have 3 (three) roles in politics, namely as political political patrons, political elites, and political mediators. Kiai as political patrons become a reference in making political choices. Kiai are active political elites in the management of political parties and mass mobilization. Kiai as political mediators mediate in political conflicts. 
Analisis kesalahan ejaan, sintaksis, dan persepsi terhadap Indonesia pada naskah mini project mahasiswa Tionghoa Ruwet Rusiyono; Nurhadi Nurhadi
LingTera Vol 5, No 1: May 2018
Publisher : Department of Applied Linguistics, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.501 KB) | DOI: 10.21831/lt.v5i1.15454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia pada aspek ejaan dan sintaksis serta persepsi terhadap Indonesia dalam naskah mini project  mahasiswa Tionghoa. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 13 naskah mini project mahasiswa Tionghoa di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi yang meliputi tahap (1) unitizing, (2) sampling, (3) recording/coding, (4) reducing data, (5) inferring, dan (6) narrating. Hasil penelitian, pertama menunjukkan terdapat kesalahan pada tataran ejaan meliputi (1) kesalahan pemakaian huruf sebanyak 1162 kesalahan, (2) kesalahan penulisan kata sebanyak 122 kesalahan, (3) kesalahan pemakaian tanda baca sebanyak 57, dan (4) kesalahan penulisan unsur serapan sebanyak 36. Total kesalahan ejaan adalah 1337 kesalahan atau 5,26%. Kedua, kesalahan pada tataran sintaksis, meliputi (1) kesalahan subjek sebanyak 103 kesalahan, (2) kesalahan predikat sebanyak 17 kesalahan, (3) kesalahan objek sebanyak 8 kesalahan, (4) kesalahan keterangan sebanyak 1 kesalahan, dan kesalahan pelengkap sebanyak 4 kesalahan. Total kesalahan sintaksis adalah 133 kesalahan atau 45,47%. Ketiga, persepsi mahasiswa Tionghoa terhadap Indonesia meliputi 10 hal, tiga hal yang dominan yaitu (1) stereotip masyarakat Tionghoa terhadap Indonesia, (2) mispersepsi terhadap budaya Indonesia, (3) kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak konsisten di berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, politik, dan pendidikan. The spelling mistakes, syntax, and perception to indonesia manuscript of Chinese mini project AbstractThis study aimned to describe the mistakes of Indonesian language used in the spelling, syntax and perception to Indonesian manuscript of Chinese Mini Project students. This study applied the descriptive qualitative. The research subject was 13 manuscripts of Chinese mini project students at Art and Language Faculty of Yogyakarta State University. The data was collected by the documentation technique. The data analysis technique was content analysis technique which were (1) unitizing, (2) sampling, (3) recording/coding, (4) reducing data, (5) inferring, and (6) narrating. The results of the research were described as follows. First, there were some mistakes in the spelling, (1) including 1162 mistakes of letter use, (2) 122 writing mistakes, (3) mistakes of punctuation use, and (4) 36 applied mistakes. The sum of spelling mistakes were 1337 or 5.26% mistakes. Second, the mistakes of syntax were described as follows. (1) There were 103subject mistakes, (2) 17 verb mistakes, (3) 8 object mistakes, (4) 1 note mistake and there were 4 complement mistakes. The sum of syntax mistakes were 133 or 45.47% mistakes. Third, Chinese students’ perception to Indonesia was described as follows: 10 perception, three dominant of which were (1) Chinese stereotype to Indonesia, (2) misperception to Indonesian culture, (3) the unstable policy of Indonesian government in the economic, social, politic and education fields.
Kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam karya tulis ilmiah mahasiswa KNB tahun akademik 2013/2014 di UNY Istiqamah Istiqamah; Nurhadi Nurhadi
LingTera Vol 4, No 1: May 2017
Publisher : Department of Applied Linguistics, Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.221 KB) | DOI: 10.21831/lt.v4i1.13631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia berdasarkan aspek ejaan, morfologis, dan sintaksis dalam karya tulis ilmiah mahasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang) tahun ajaran 2013/2014 di Universitas Negeri Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 11 karya tulis ilmiah mahasiswa KNB di Universitas Negeri Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesalahan pada aspek ejaan, meliputi (1) kesalahan pemakaian huruf, (2) kesalahan penulisan kata, (3) kesalahan tanda baca, dan (4) kesalahan penulisan unsur serapan. Total kesalahan ejaan adalah 601 kesalahan atau 23,15%. Kesalahan pada aspek morfologis, meliputi (1) kesalahan afiksasi, (2) kesalahan reduplikasi, (3) kesalahan pemajemukan, dan (4) kesalahan morfofonemik. Total kesalahan morfologis adalah 201 kesalahan atau 6,96%. Selanjutnya, kesalahan sintaksis meliputi (1) kesalahan subjek, (2) kesalahan predikat, (3) kesalahan objek, (4) kesalahan keterangan, (5) kesalahan pelengkap, (6) kesalahan subjek dan predikat, dan (7) kesalahan  subjek dan objek. Total kesalahan sintaksis adalah 165 kesalahan Sementara itu, kesalahan yang dominan terjadi pada (1) tataran ejaan adalah pemakaian huruf, (2) tataran morfologis adalah kesalahan pada proses afiksasi, dan (3) tataran sintaksis adalah kesalahan subjek. Selain itu, jika dibandingkan antara ejaan, morfologis, dengan sintaksis, maka kesalahan yang dominan terjadi adalah pada tataran ejaan. The errors in using Indonesian language in the scientific papers of KNB students of UNY in the academic year of 2013/2014 AbstractThis research aims to describe the errors in using the Indonesian language made by the KNB students of Yogyakarta State University in the academic year of 2013/2014 in their scientific papers, including the spelling, morphology, and syntax. This research was qualitative descriptive. The subjects of the research were 11 scientific papers of KNB students of Yogyakarta State University in the academic year of 2013/2014. The data collection technique was content analysis. The results of the research shows there are errors in spelling, including: (1) errors in using letters, (2) errors in writing words, (3) errors in punctuation, and (4) errors in writing loanwords. There are 601 spelling errors or 23.15% in total. Morphological errors include (1) errors in affixation, (2) errors in reduplication, (3) errors in plurality, and (4) errors in morphophonemics. There are 201 morphological errors or 6.96% in total. The syntactical errors include: (1) errors in subjects, (2) errors in verbs, (3) errors in objects, (4) errors in adverbs, (5) errors in complements, (6) errors in subjects and verbs, and (7) errors in subjects and objects. There are 165 syntactical errors. The dominant errors in (1) spelling are in using letters, (2) morphology is in affixation processes, and (3) syntax is in errors in subjects. In addition, if three types of errors are compared, the most dominant error is an error in spelling.
Pembunuhan Massal Etnis Cina 1740 dalam Drama Remy Sylado: Kajian New Historisisme Nurhadi Nurhadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 75 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i75.369

Abstract

Subjek penelitian ini adalah drama 9 Oktober l 740, Drama Sejarah karya Remy Sy/ado terbitan Kepustakaan Populer Gramedia,Jakarta, 2005. Fokus penelitian ini berupa penerapan kajian new historistsme, yang mendekonstruksi sejarah sebagai fakta dan memanfaatkan karya sastra guna mengkonstruksi sejarah. Temuan penelitian: pertama, drama ini berlatarkan peristiw a seputar pembunuhan etnis Cina di Batavia pada 1740 oleh kolonial VOC. Tokoh uiamanya Hein de Wit dan Hien Nio, sepasang kekasih dengan latar belakang seorang Belanda dan Cina. Kedua, tema utamanya peperangan antara balapasukan Cina dengan tentara Belanda yang terjadi aklbat pembantaian Belanda terhadap etnis Cina di Batavia,9 Oktober 1740. Amanatnya kebencian terhadap etnis atau ras lain merupakan suatu konstruksi sosial yang keliru, yang mendatangkan malapetaka. Ketiga, terlepas dari kadar realitas dan fiksinya. setidaknya drama int telah mengangkat peristiwa pembantatan tersebut; peristiwa itu direproduksi kembali. Keempat, lewat drama int Remy Sylado melakukan pembelaan terhadap usaha penyetereotipan etnis Cina. sebagat usaha resistensi terhadap konstruksi sosial anti-Cina.
EKSPLORASI HANTU PEREMPUAN DALAM SIHIR PEREMPUAN KARYA INTAN PARAMADITHA: TELAAH KONSTRUKSI FEMININITAS Mawaidi Mawaidi; Nurhadi Nurhadi
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 48, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.002 KB) | DOI: 10.17977/um015v48i22020p167

Abstract

EXPLORING FEMALE GHOSTS IN INTAN PARAMADITHA’S SIHIR PEREMPUAN: A STUDY ON FEMININITY CONSTRUCTIONAbstract: Ghost stories as myth have been around for hundreds of years, both in oral or written forms. Literature has provided a space for urban legend. The most popular and legendary ghosts are usually female ghosts. These female ghosts appear not only to represent ghosts but they also carry certain feminine values from the authors. This study aims to investigate female ghosts on Sihir Perempuan, a collection of short stories written by Intan Paramaditha using feminist construction approach. Cixous’ (2008) theory of feminist writing and an approach to shift to the center are used as the study’s conceptual framework. The findings of this study include a paradox in the way Intan Paramaditha reconstructs femininity. In the effort of  building femininity, female ghosts are portrayed as legends within patriarchal cultural power. The presence of female ghosts explores female bodies and psychology.Keywords: female ghost, femininity, ghost story, myth, patriarchyEKSPLORASI HANTU PEREMPUAN DALAM SIHIR PEREMPUAN KARYA INTAN PARAMADITHA: TELAAH KONSTRUKSI FEMININITASAbstrak: Cerita hantu sebagai sebuah mitos telah dikonsumsi publik sejak ratusan tahun yang lalu, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam perkembangannya, karya sastra menjadi medium legenda urban. Hantu yang paling mengemuka ke ingatan publik adalah hantu perempuan. Kemunculan sosok hantu perempuan tidak hanya sekadar sebagai hantu tetapi juga sebagai sosok yang membawa nilai-nilai femininitas yang disematkan penulis. Penelitian ini membahas hantu perempuan pada kumpulan cerita pendek berjudul Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha dengan telaah konstruksi femininitas. Kerangka konseptual yang digunakan adalah teori wacana Cixous (2008) tentang menulis feminin dan sebuah upaya pergeseran ke pusat. Temuan dari penelitian ini yaitu adanya paradoks dalam mengonstruksi femininitas yang dilakukan Intan Paramaditha. Dalam upaya melakukan konstruksi femininitas, hantu perempuan dihadirkan sebagai legenda di tengah kuasa budaya patriarki. Kehadiran hantu perempuan mengeksplorasi tubuh dan psikologis hantu perempuan.Kata kunci: cerita hantu, hantu perempuan, femininitas, mitos, patriarki Permalink/DOI: dx.doi.org/10.17977/um015v48i22020p167  
Leksikon Nama Binatang Dalam Peribahasa Indonesia dan Relevansinya Bagi Pengetahuan Kosakata Pemelajar BIPA A1 Sudaryanto Sudaryanto; Suroso Suroso; Nurhadi Nurhadi
Kode : Jurnal Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Kode: Edisi Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.649 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v10i2.25985

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan berupa bahasa dan sastra Indonesia yang berharga nilainya, salah satunya adalah peribahasa Indonesia. Peribahasa Indonesia merupakan ungkapan atau kalimat ringkas padat berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan leksikon atau kosakata nama binatang dalam peribahasa Indonesia dan relevansinya bagi pengetahuan kosakata pemelajar bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) tingkat A1 atau prapemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi data kebahasaan (peribahasa) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V dan buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat A1 terbitan Badan Bahasa pada tahun 2006. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat leksikon nama-nama binatang dalam peribahasa Indonesia, seperti kucing, anjing, kerbau, kambing, nyamuk, gajah, rusa, semut, kutu, dan kumbang. Dengan membaca peribahasa Indonesia yang di dalamnya terdapat nama binatang, pemelajar BIPA tingkat A1 dapat memiliki dan menambah pengetahuan kompetensi bahasa berupa kosakata yang berhubungan dengan nama binatang.Kata Kunci: leksikon, nama binatang, peribahasa Indonesia, kosakata, pemelajar BIPA
Listening Learning of Indonesian for Speakers of Other Languages (BIPA) for Academic Purposes Widi Astuti; Nurhadi Bewe
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Number 2 September 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.632 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v5i2.1985

Abstract

Indonesian is now increasingly in demand to be studied by foreign speakers for various purposes. One of the purposes for foreign speakers to learn Indonesian is related to academic purpose. BIPA learning with academic purposes has different characteristics from BIPA learning in general. This study aims to describe listening learning in the BIPA program for academic purposes at Universitas Negeri Yogyakarta based on the aspects of learning preparation and implementation which includes learning activities, learning materials, learning media, learning assessments, problems, and solutions in learning. The subject of this research is a lecturer of listening skills in the BIPA program for academic purposes in the class of Yunnan Minzu University, China. This research used a descriptive qualitative method. Data collection was carried out by observation, interviews, and document study. Data analysis techniques include data reduction, data display, and verification. The validity of the research data was carried out using triangulation methods. The results showed that the learning preparation was carried out by making a syllabus and developing learning materials. Listening learning activities were carried out through pre-listening, while-listening, and post-listening activities. Listening learning materials tailored the academic needs and adjusted to the speaking skills that learners will learn. The learning media used are handouts, audio, and video that were connected from the laptop to speakers and/or projectors. Learning assessment was carried out at the middle of the semester and the end of the semester. Problems encountered in learning include a technical problem and a non-technical problem. To overcome technical problems, the lecturer reported this to the program manager for improvement, while for non-technical problems, the lecturer was proactive to ask the students. Based on the results of this study, it can be concluded that the planning and implementation of listening learning in the BIPA program for academic purposes is following the principles of learning listening in a second or foreign language. However, some things need attention related to technical and non-technical problems that occur so that they can be minimized.
Tingkat Resepsi Mahasiswa Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Terhadap Budaya Eropa Dian Swandayani; Iman Santoso; Nurhadi Nurhadi
ATAVISME Vol 14, No 2 (2011): ATAVISME, Edisi Desember 2011
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.488 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v14i2.67.170-181

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pemahaman dan tingkat apresiasi mahasiswa FBS UNY terhadap budaya Eropa pada awal abad ke-21. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa FBS UNY yang terdiri atas sebelas program studi pada tahun ajaran 2010/2011. Objek penelitiannya adalah aspek-aspek budaya Eropa. Teknik pengumpulan datanya dengan tes dan angket. Teknik analisis datanya dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa FBS UNY terhadap budaya Eropa abad ke-21 hanya sebesar 22,0%, sedangkan tingkat apresiasinya sebesar 37,5%. Berdasarkan rata-rata, diperoleh angka tingkat pemahaman dan tingkat apresiasi tersebut hanya sebesar 29,75%. Berdasarkan kajian resepsi sastra, tingkat pencapaian tersebut dapat ditelusuri lebih lanjut faktor -faktor penyebabnya. Meskipun demikian, tingkat pemahaman dan apresiasi yang rendah tersebut diperlukan suatu usaha guna lebih mengenalkan budaya Eropa kepada mahasiswa FBS UNY melalui rancangan model dan modul pembelajaran. Model dan modul pembelajaran tersebut tidak hanya pada pengenalan budaya Eropa, tetapi juga dalam rangka mengukuhkan nasionalisme generasi muda Indonesia. Abstract: This article aims to describe the level of understanding and appreciating of students in the Language and Art Faculty, Yogyakarta State University, to European culture in the beginning of 21st century. Subject of this research are students of Language and Art Faculty YSU that consist of eleven study programs in 2010/2011 academic year. The object of this research is European culture’s aspect. The data were collected by test and questionnaire. The data were analyzed by quantitative and qualitative technique. The result of the research indicates that the understanding level of students in the Language and Art Faculty, YSU, to European culture in the beginning 21st century is just 22.0%. The appreciating level is 37.5%. In average, the level of understanding and appreciating is just only 29.75%. This level is low. According to literature reception, that achievement could be examined some factors caused. In other side, to increase this level, it needs some efforts like learning model and module to introduce more on European culture to student of Language and Art Faculty, YSU. Learning model and module is not only to introduce European culture, but also to strengthen nationalism for Indonesian young generation. Key Words: understanding level, appreciating level, European culture, sense of nationalism
Eropa Berdasarkan Tiga Novel Umberto Eco: Pembelajaran Sejarah Bagi Pembaca Indonesia Dian Swandayani; Imam Santoso; Ari Nurhayati; Nurhadi Nurhadi
ATAVISME Vol 16, No 1 (2013): ATAVISME, Edisi Juni 2013
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.862 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v16i1.105.27-41

Abstract

Tiga novel Umberto Eco, The Name of The Rose, Baudolino, dan Foucault’s Pendulum, dengan lingkup latar masing-masing yang dikisahkannya, membantu pembaca Indonesia guna lebih mengenal kondisi Eropa, khususnya kondisi Eropa pada abad pertengahan, suatu rentang waktu dalam sejarah Eropa yang panjang dengan berbagai peristiwa historis lainnya. Meskipun berupa novel, informasi faktual yang disampaikan lewat ketiga novel tersebut dapat memperkaya wawasan pembaca guna mengetahui situasi Eropa pada masa abad pertengahan, meliputi rentangan teritorial yang melampaui kawasan Eropa sekarang, bahkan juga mengisahkan suatu kelompok sosial yang memegang peran penting dalam perjalanan sejarah Eropa. Novel‐novel Eco tampaknya tidak mudah dipahami oleh pembaca Indonesia, apalagi tentang detail yang dipaparkan mengenai sejarah Eropa abad pertengahan, terkait dengan detail situs-­‐situs geografis dan tokoh-tokoh utama yang menjadi titik penting dalam perjalanan sejarah Eropa. Meskipun demikian, hal ini bisa dimanfaatkan sebagai wahana pembelajaran sejarah, khususnya sejarah Eropa abad pertengahan. Abstract: Umberto Eco’s novels, The Name of The Rose, Baudolino, and Foucault’s Pendulum, with each specific setting, can help Indonesian readers to understand Europe, particularly in the Middle Ages, a long period in the European history which has various other historical events. Although the works are imaginary, the factual information in the novels can enrich the readers’ knowledge about the situation of Europe in the period of time, including the territorial extent which exceeded the present European territory. The works, in fact, tell aboutthe social group which played significant roles in the history of Europe. For Indonesian readers, it is not easy to understand the novels, let alone the details related to the history of Europe in the Middle Ages, the geographical sites, and the important people who played significant roles in the European history. However, the novels can be used as a medium for learning history, particularly the Medieval Europe. Key Words: history of Europe; novels; setting; learning; Indonesian readers