Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The function of controlling constituents for subject deletion in subordinative constructions in Acehnese Iqbal, Muhammad; Mulyadi; Basaria, Ida; Dardanila
International Journal Linguistics of Sumatra and Malay Vol. 4 No. 1 (2025): International Journal Linguistics of Sumatra and Malay (IJLSM)
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijlsm.v4i1.20360

Abstract

This study aims to find the function of controlling constituents in Acehnese subordinative constructions. The function in question is “places” in the syntactic structure that will be filled with specific categories. This research employs qualitative research methods, incorporating note-taking and document review techniques. The data is presented in written text, rather than numbers or statistics. The data is obtained from various sources, such as sentences in Aceh language books, Aceh grammar books, and Aceh language dictionaries. The results show that controlling constituents in Acehnese subordinative constructions occupy only the functions of subject, object, complement, and adverb. These functions play a crucial role in connecting the main clause and the subordinate clause, thereby determining the overall meaning of the sentence. The subject-controlling constituent, as subject, object, complement, or adverb, plays a direct role in connecting the main clause and the subordinate clause. The subject in the subordinate clause refers to the subject, object, complement, and adverb in the main clause so that the subject in the subordinate clause can be omitted. It can be said that all these syntactic functions play an important role in controlling the subject in the subordinate clause.
Tindak Tutur Ekspresif Warganet dalam Kolom Komentar Akun Instagram @Jennifer Coppen Habeahan, Marta Erinda; Sitohang, Hkodizah Warni; Rianty, Syahvira; Basaria, Ida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh warganet dalam kolom komentar akun Instagram @Jennifer Coppen dan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ekspresif yang muncul dalam interaksi warganet, seperti pujian, dukungan, simpati, penolakan, dan penyalahkan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap komentar yang diambil dari beberapa unggahan akun Instagram @Jenifer Coppen. Data diperoleh dari hasil dokumentasi pada kolom komentar, observasi, dan klasifikasi untuk menentukan jenis tindak tutur yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warganet mengekspresikan beragam sikap psikologis melalui lima jenis tindak tutur ekspresif, yaitu memuji, menyalahkan, mendukung, menaruh simpati, dan menolak. Kelima bentuk tersebut mencerminkan adanya dinamika emosi dan opini publik di ruang media sosial yang berperan dalam membentuk citra figur publik serta hubungan interaksi daring antara pengguna dan tokoh yang dikomentari.
Kajian Distribusi Makna Idiomatik pada Kolom Komentar CNN Indonesia: Aplikasi Metode Agih Teknik Perluas Hutabarat, Gaby Gabriela; Basaria, Ida; Zega, Tasya Dwi L.S; Amalia, Vira
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4360

Abstract

Ungkapan idiomatik merupakan fenomena linguistik yang krusial dalam Bahasa Indonesia karena memiliki sifat non-komposisional, yakni makna keseluruhan tidak dapat diprediksi dari makna unsur pembentuknya secara langsung. Kompleksitas makna ini menuntut pendekatan analitis yang mampu mengungkap bagaimana idiom berperilaku dalam struktur sintaksis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya variasi tingkat keutuhan struktural idiom yang diyakini berhubungan dengan pola kedistribusian maknanya. Beberapa idiom menunjukkan makna yang sangat padu dan tidak dapat diuraikan, sementara idiom lain masih memungkinkan perluasan tertentu tanpa menghilangkan keidiomatisannya. Untuk menelaah fenomena tersebut, penelitian ini menerapkan metode agih dengan teknik perluas sebagai instrumen utama analisis. Data dikumpulkan secara purposif dari berbagai ungkapan idiomatik yang bersumber dari korpus teks media daring dan media sosial, sehingga mencerminkan penggunaan autentik dalam konteks komunikasi kontemporer. Teknik perluas internal dan eksternal digunakan untuk menguji bagaimana idiom merespons intervensi sintaksis yang dimasukkan ke dalam konstruksi kalimat. Hasil analisis mengungkap dua pola dominan kedistribusian makna idiomatik. Pertama, Distribusi Kaku (Holistik), yaitu ketika idiom tidak menerima perluasan internal dan maknanya muncul sebagai satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dari bentuk dasarnya. Kedua, Distribusi Fleksibel (Spesifik), yaitu ketika idiom tetap mempertahankan keidiomatisannya meskipun menerima perluasan eksternal untuk spesifikasi konteks, sehingga maknanya dapat dipersempit tanpa berubah secara fundamental. Temuan ini menegaskan bahwa teknik perluas merupakan pendekatan metodologis efektif untuk memetakan batas keidiomatisan, sekaligus memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian semantik dan sintaksis kontemporer Bahasa Indonesia.
Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam Mention Confess pada Akun X @tanyarlfess Saskia Ramadhani; Alya Syafira Azhar; Nova R. Siregar; Ida Basaria
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tindak tutur ilokusi direktif dalam mention confess pada akun X @tanyarlfess. Permasalahan yang dibahas berfokus pada bentuk dan fungsi tindak tutur yang digunakan pengguna dalam menyampaikan maksud tertentu melalui media sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi direktif yang muncul serta menafsirkan peranannya dalam interaksi warganet. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis sejumlah data tuturan dari unggahan akun @tanyarlfess. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi direktif pada mention confess mencakup bentuk permintaan, perintah, larangan, dan pertanyaan. Tuturan tersebut tidak hanya merepresentasikan maksud komunikatif, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dalam komunitas daring. Kesimpulannya, mention confess menjadi wadah strategis untuk memahami praktik kebahasaan dan interaksi sosial masyarakat digital.
Identitas dan Perbedaan Sosial Melalui Pilihan Bahasa dalam Film Hujan Bulan Juni Arfa Aulia Parinduri; Nayla Lestari; Gressela Sesinta; Ida Basaria
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v3i1.1008

Abstract

This study aims to describe the forms and social functions of code-switching and code-mixing in the film Hujan Bulan Juni and to explain how language choice represents identity and social differences among the characters. The film was chosen because it portrays interactions between characters from different cultural backgrounds Javanese and Manadonese which allows for complex patterns of language contact. The study employed a descriptive qualitative method using observation and note-taking techniques on dialogues containing Indonesian, Javanese, and Manadonese linguistic elements. The data were analyzed using the sociolinguistic frameworks of Gumperz (1982) and Wardhaugh (2015) to uncover the social functions and identity meanings reflected in the speakers’ language choices.The findings reveal that code-switching from Indonesian to Manadonese serves to reinforce ethnic solidarity, emotional closeness, and cultural pride, while switching from Indonesian to Javanese reflects politeness, intimacy, and social hierarchy. Meanwhile, code-mixing between Indonesian and Manadonese marks distinctive speech styles and expresses regional identity, whereas code-mixing between Indonesian and Javanese functions to soften utterances and portray the speakers’ courteous demeanor. Overall, language choice in Hujan Bulan Juni is not merely a communicative tool but also a representation of identity and social differentiation within Indonesia’s multilingual society.
Bentuk dan Fungsi Teknik Ganti dalam Struktur Kalimat Cerpen “Titik Terendah” Karya Fitri Aulia R Darma, Aliza Asyula; Manalu, Florentina Verena; Rahmadani, Nadya Putri; Basaria, Ida
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7641

Abstract

Penelitian ini penting karena teknik ganti dalam struktur kalimat cerpen berperan krusial dalam pembentukan makna serta kohesi narasi, namun belum banyak diteliti secara mendalam dan sistematis dalam konteks sastra Indonesia modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi teknik ganti dalam kalimat cerpen serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kesinambungan dan makna narasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif, di mana data dianalisis mendalam dari kalimat-kalimat yang dipilih dalam cerpen "Titik Terendah" karya Fitri Aulia R. Hasil penelitian mengungkapkan tiga jenis teknik ganti utama: Ganti Sama Tataran (GST) yang menjaga kesinambungan narasi tanpa mengubah makna pokok, Ganti Turun Tataran (GTT) yang menyederhanakan kalimat dengan mengganti unsur kompleks menjadi lebih sederhana, dan Ganti Naik Tataran (GNT) yang memperkaya makna dengan mengganti unsur sederhana menjadi lebih kompleks. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan analisis linguistik sastra khususnya dalam memahami fungsi teknik ganti dalam teks naratif. Implikasi penelitian ini membuka peluang kajian lebih lanjut dalam linguistik terapan dan sastra yang dapat memperdalam pemahaman cara pengelolaan makna dan kohesi dalam karya sastra modern.
Diatesis Pasif dalam Bahasa Arab: Kajian Tipologi Linguistik az-Zahra, Namira; Nasution, Khairina; Basaria, Ida
Ta'limi | Journal of Arabic Education and Arabic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Ta'limi
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tlmi.v5i1.347

Abstract

This study aims to describe the system of passive diathesis in Arabic by highlighting the morphological forms that mark passive constructions and analyzing the relationship between morphological forms and syntactic structures. The research is grounded in Linguistic Typology theory Comrie and Morphosyntactic Diathesis theory Haspelmath. It employs a qualitative approach with a descriptive method through a library research design. The data sources consist of classical and modern Arabic texts, including the Qur’an, literary works, traditional Arabic grammar books (nahwu), and scholarly articles and books on Arabic linguistics. The data comprise sentences or clauses containing passive constructions (al-mabnī lil-majhūl), collected using the note-taking technique. The data were analyzed using the distributional method and the immediate constituent analysis (ICA) technique. The findings reveal that the passive diathesis in Arabic is formed through two main strategies: the synthetic and the analytic. The synthetic strategy is realized through internal vowel alternation within the verb, while the analytic strategy is expressed through constructions involving auxiliary verbs such as qāma and tamma, which have undergone grammaticalization. Syntactically, the formation of the passive diathesis is characterized by the omission of the active subject (fāʿil) and the promotion of the object to the subject position (nāʾib al-fāʿil). This phenomenon demonstrates the close interrelation between morphology and syntax in the Arabic diathesis system and indicates a typological shift from a synthetic to an analytic system as a form of grammatical innovation.
INTERROGATIVE SENTENCES IN TOBA BATAK LANGUAGE FROM A LINGUISTIC TYPOLOGY PERSPECTIVE: AN ANALYSIS BASED ON COMRIE AND PAYNE Ida Basaria; Marniman Jemila Zalukhu; Divya Neila Bulanda Sari; Tamba, Grace
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Indonesian language and literature education program Majapahit Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/matapena.v8i2.4410

Abstract

This study aims to describe the forms, functions, and typological characteristics of interrogative constructions in the Toba Batak language. The analysis employs a syntactic typology and functional construction approach, focusing on structural, morphological, and pragmatic strategies used by native speakers in daily communication. The data were collected through documentation and in-depth interviews with native speakers from the Samosir and Toba regions. The analysis was conducted using intralingual and distributional methods based on the theoretical framework of Sudaryanto (2015) and Payne (2006). The findings reveal that interrogative constructions in Toba Batak can be categorized into three main types: yes–no questions, partial questions, and rhetorical questions. Interrogative markers include particles such as ma, do, and na, as well as rising intonation patterns at the end of sentences. Additionally, word order inversion often occurs in partial interrogatives. Functionally, Toba Batak interrogatives are not limited to seeking information but also serve pragmatic purposes such as expressing requests, irony, or emotional emphasis. This research contributes to the linguistic documentation of local languages and provides valuable insight into Austronesian typology, especially in the grammatical description of regional languages in Indonesia. Keywords: Toba Batak language, interrogative sentences, linguistic typology, questionparticles, syntactic structure
Fenomena Campur Kode dalam Video “Cara Marshanda Merawat Kesehatan Mental Diri Sendiri” pada kanal YouTube Menjadi Manusia Gadis artika; Dian Aurelia; Yupita Aswalia; Ida Basaria
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurribah.v5i1.8330

Abstract

Data was collected through the listening method with the recording technique, then analyzed using mixed code theory in sociolinguistic studies. Data was analyzed using mixed code theory in sociolinguistic studies to reveal language usage patterns in the context of digital media. The research results show that code mixing serves as a multidimensional communicative strategy. First, mixing code is used to express emotions more effectively and authentically. Second, it serves to clarify the meaning of psychological concepts that do not have the right equivalent in Indonesian. Third, build closeness with an audience that has a bilingual background. Fourth, constructing a bilingual identity of speakers that reflects the social reality of Indonesian urban society. This research contributes to the understanding of the language practice of the Indonesian bilingual community in the digital era, especially in the delivery of personal and sensitive issues such as mental health, which requires a flexible and relatable communication strategy for millennial audiences and generation Z.
Makna Kultural dalam Lirik Lagu Batak “Pulo Samosir” Karya Nahum Situmorang: Kajian Antropolinguistik Basaria, Ida; Ramadhani, Saskia; Budiman, Ulfiyah; Rahma, Naiya Ar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38132

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melestarikan lirik lagu tradisional sebagai teks budaya yang menyimpan kekayaan makna kultural, khususnya pada karya musisi legendaris Batak Toba, Nahum Situmorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna kultural dalam lirik lagu “Pulo Samosir” melalui perspektif antropolinguistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak bebas libat cakap dan catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat kategori makna kultural utama: keterikatan mendalam terhadap tanah leluhur, representasi kekayaan alam dan mata pencaharian agraris, peran kuliner tradisional (tuak) dalam interaksi sosial, serta filosofi kematian dan penghormatan leluhur. Simpulannya, lagu ini berfungsi sebagai dokumen kultural yang merekam nilai-nilai filosofis masyarakat Batak Toba. Penelitian ini merekomendasikan integrasi lagu tradisional dalam pembelajaran muatan lokal untuk memperkuat pelestarian budaya daerah.