Claim Missing Document
Check
Articles

PERHITUNGAN KEAUSAN PADA KONTAK ROLLING-SLIDING Eko Saputra; Rifky Ismail; Muhammad Tauviqirrahman; Jamari Jamari Jamari
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.01 KB)

Abstract

Kontak rolling-sliding adalah suatu fenomena kontak yang terjadi pada proses gerak putar antar benda, dimana gerak rolling (pure rolling) disertai dengan sliding. Salah satu efek dari kontak rolling-sliding adalah terjadinya slip dimana kecepatan putar permukaan satu dengan yang lain tidak sama. Kontakrolling-sliding mengakibatkan keausan pada permukaan yang saling kontak. Sebagai contoh, fenomena ini dapat terjadi dalam kontak antar roda gigi, kontak antar roda dengan rel kereta dll. Keausan yang terjadi pada kontak rolling-sliding dapat dihitung menggunakan metode eksperimen, analitik dan numerik. Metode eksperimen dapat dilakukan dengan menggunakan alat twin disc test, metode analitik dilakukan dengan perhitungan matematis, sedangkan metode numerik dapat dilakukan menggunakan FEM (finite element method) dan BEM (boundary element method). Dalam beberapa tahun terakhir, perhitungan keausan menggunakan metode analitik dan numerik berkembang dengan pesat. Penelitian ini akan membahas mengenai perhitungan keausan kontak rolling-sliding dengan metode analitik GIWM (global incrementalwear model) dan metode numerik (FEM dan BEM) dari beberapa literatur. Metode analitik dan numerik menunjukkan hasil yang berimpit dengan perhitungan secara eksperimen. Kelebihan dari penggunaan metode analitik dan numerik adalah adanya penghematan dari segi biaya eksperimen.Kata kunci : kontak rolling-sliding, keausan, perhitungan analitik, simulasi numerik
Pengujian Bearing Pompa Sentrifugal untuk Nelayan Produk Industri Kecil dan Menengah Jamari Jamari
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.6 KB)

Abstract

Pompa air untuk kapal nelayan adalah salah satu jenis pompa sentrifugal yang digunakan sebagai alat pendukung kapal nelayan dalam melaut. Pompa sentrifugal ini berfungsi untuk mengeluarkan air laut yang masuk ke kapal akibat proses menarik jaring, ombak yang  masuk ke kapal dan kebocoran minor pada kapal.  Pada kenyataan di lapangan, pompa kapal nelayan  produk IKM  memerlukan  perbaikan/penggantian pompa setiap 2-3 bulan sekali  sedang produk impor mampu bertahan 1-2 tahun masa pakai tanpa masalah. Peneltian ini bertujuan untuk mencari penyebab kerusakan yang terjadi pada pompa produk IKM dengan melakukan pengujian pompa yang menyerupai kinerja pompa di kapal nelayan saat berlayar. Analisa difokuskan pada komponen sistem bearing: inner raceway dan ball bearing menggunakan pengamatan mikroskop dan SEM. Pompa kapal yang diuji berjumlah 3 buah: 2 buah pompa produk IKM dan 1 buah pompa produk impor. Hasilnya pada hari ke-21 pengujian salah satu pompa produk IKM mengalami kemacetan dan berhenti beroperasi sementara dua pompa lain masih berfungsi. Analisa yang dilakukan terhadap  inner raceway dan ball bearing menunjukkan adanya flaking pada kedua permukaan komponen bearing tersebut.  Penyebab flaking pada awal siklus penggunaan bearing pada pompa kapal IKM ini adalah  akibat  kurangnya pelumas saat bearing berputar akibat bocornya pelumas. Seal yang seharusnya menahan pelumas untuk tetap berada di bejana tidak berfungsi baik sehingga pelumas mengalami kebocoran, menjadikan gesekan berlebih pada bearing dan mengakibatkan flaking.  Langkah perbaikan yang perlu diambil oleh IKM adalah memperbaiki kualitas perencanaan seal pelumas pada pompa kapal produk IKM. Pelumasan yang berfungsi baik sangat vital terhadap kinerja bearing dan memperpanjang umur pakai bearing.
Redesigning of 4 (Four) Blades Propeller Installed in a Wooden Fishing Boat in a Ship Yard in Tegal, Central Java Province Rifky Ismail; Mohammad Tauviqirrahman; Deni Mulyana; Fiki Firdaus; J. Jamari
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 10 No. 2 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.699 KB) | DOI: 10.29244/jmf.v10i2.30845

Abstract

For design of marine propeller, the energy supply from marine engine to the propeller should be converted to thrust force with minimum losses. Furthermore, the unwanted vibration and cavitation due to the overlooking a detail calculation of the propeller should be prohibited for increasing the fuel efficiency and life-span of the propeller. In the last few decades, most of small and medium sized enterprises (SMEs) focusing their work on ship component industry in Central Java Province Indonesia provide the marine propeller to the ship manufacturer and ship repairmen in some shipyards in northern part of Central Java port. The design of the propeller is never been observed and optimized. The aim of the present work is to redesign the installed propeller on a wooden fishing boat with the new optimized design using B-Series propeller theory approach. The reverse engineering method uses three-dimensional scanner to obtain the geometrical data of the installed ship propeller. The new optimized propeller design is obtained from free software calculation based on the boat and engine specification. The comparison shows that the new optimized propeller design has a wider blade and larger pitch and increases 20% of the open water efficiency of the propeller performance at lower engine rotation. Keywords: B-series design, fishing boat, marine propeller, redesign, optimization
Identifikasi Tegangan pada Permukaan Karet SBR-25 saat mengalami Kontak Abrasi: Investigasi Numerik Budi Setiyana; J Jamari; Haryanto Ismoyo; M Munadi
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 14 No 2 (2019): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.426 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v14i2.135

Abstract

Wear due to abrasion on components made of rubber-like material such as on a vehicle tire or seal strongly determines the service life of these components. In rubber material, when the surface is still smooth experiencing abrasion contact, it will form a ridge shaped on abraded surface in a parallel direction perpendicular to the direction of motion of the abrasion. The ridge shaped of the abraded surface will be continuously formed during the abrasion process. Abrasion wear occurs due to stress on the rubber material beyond the fracture stress of the material. However, the analysis of abrasion wear on rubber is still very difficult to discuss analytically due to the non-linear and hyper-elastic properties of rubber material. Using a numerical method, this paper discusses the stresses that occur on the abraded rubber surfaces of SBR-25. As a preliminary study, the analysis was carried out in two dimensions using commercial software ABAQUS 6.14-5 by modeling the rubber in contact with a single rigid indenter. Simulations are carried out with variations in indentation depth, surface roughness and ridge (chip) dimensions. In general, the results show that the large indentation depth and surface roughness increase the maximum stress value. On the other hand, the location of the maximum stress (critical stress) is also strongly influenced by indentation depth, surface roughness and dimensions of the chip.
Simulasi Performa Turbin Propeller Dengan Sudut Pitch Yang Divariasikan Pribadyo Pribadyo; Hadiyanto H; Jamari J
Jurnal Mekanova: Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 6, No 1 (2020): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.908 KB) | DOI: 10.35308/jmkn.v6i1.2257

Abstract

 Propeller turbine performance can be improved by changing the turbine design parameters. One method that was developed is to vary the blade angle on the runner's blades. Analysis of the influence of blade angle on propeller turbine performance is done through numerical simulations based on computational fluid dynamics. The simulation is done with variations of propeller turbine blade angles of 180, 230, and 280 at flow rates of 0.08 m/s to 0.5 m/s. Simulation results show turbines with 250 blade angles have the best performance compared to turbine blade angles of 230 and 280. While the turbine blade angles of 230 tend to have higher performance compared to angles of 280 even though both have peak values for the corresponding power coefficient. Keywords—Propeller turbine, runner blade, pitch angle, CFD simulation
PEMODELAN KEAUSAN KONTAK Sliding ANTARA SILINDER DENGAN BIDANG DATAR I. Syafa’at; Jamari -; S.A. Widyanto; R. Ismail
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Sain, Teknologi, Kimia Sosial dan Humaniora, Kimia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.386 KB)

Abstract

Telah lama para peneliti mempelajari keausan yang terjadi karena kontak dua buah benda, baik secara analitik dan numeris untuk menganalisa secara tepat dalam komponen permesinan. Paper ini membahas tentang pemodelan keausan silinder pada bidang datar menggunakan pendekatan analitik dan simulasi elemen hingga. Pemodelan keausan dikembangkan dari model Hegadekatte untuk kasus line contact secara analitik. Dengan updated geometry dari simulasi software ANSYS, nilai tegangan maksimal yang diperoleh, digunakan untuk menghitung keausan Archard. Hasil kajian ini menunjukkan model analitik dan simulasi elemen hingga memiliki hasil yang bagus.Over the years, many researchers have conducted some studies analytically and numerically dealing with wear on two contacting surfaces due to its important in reliability analysis on mechanical components. This paper presents analytical and numerical wear modeling of sliding contact between a cylinder against flat. The development of Hegadekatte’s analytical model for line contact is obtained to model the wear of the cylinder. The updating geometry is used in finite element software, ANSYS to predict the geometry change of the cylinder due to wear. The prediction is made by using the contact pressure, resulted from finite element simulation as an input in Archard wear equation. The comparison between the analytical and finite element simulation result performs good agreement.Kata kunci: kontak sliding, keausan, silinder
FRICTION ANALYSIS ON SCRATCH DEFORMATION MODES OF VISCO-ELASTIC-PLASTIC MATERIALS Budi Setiyana; Imam Syafaat; Jamari Jamari; DikJoe Schipper
Reaktor Volume 14, No. 3, APRIL 2013
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.225 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.14.3.199-203

Abstract

Understanding of abrasion resistance and associated surfaces deformation mechanisms is of primary importance in materials engineering and design. Instrumented scratch testing has proven to be a useful tool for characterizing the abrasion resistance of materials. Using a conical indenter in a scratch test may result in different deformation modes, like as elastic deformation, ironing, ductile ploughing and cutting. This paper presents the friction analysis of some deformation modes of visco-elastic-plastic behaving polymer materials, especially PEEK (poly ether ether ketone).In general, it is accepted that the friction consist of an adhesion and a deformation component, which can be assumed to be independent to each others. During a scratch test, the friction coefficient is influenced by some parameters, such as the sharpness of indenter, the deformation modes and the degree of elastic recovery. Results show that the adhesion component strongly influences the friction in the elastic and ironing deformation mode (scratching with a blunt cone), friction for the cutting deformation mode (scratching with a sharp cone) is dominantly influenced by the deformation component. From the analysis, it can be concluded that the adhesion friction model is suitable for ironing - elastic deformation mode and the deformation friction model with elastic recovery is good for cutting mode. Moreover, the ductile ploughing mode is combination of the adhesion and plastic deformation friction model. ANALISIS FRIKSI PADA BENTUK DEFORMASI AKIBAT GORESAN PADA MATERIAL VISKO-ELASTIK-PLASTIK. Pemahaman tentang ketahanan abrasi dan deformasi permukaan  yang  menyertainya merupakan hal yang penting dalam rekayasa dan disain material. Peralatan uji gores terbukti ampuh untuk menyatakan ketahanan abrasi dari material. Pemakaian indenter kerucut dalam uji gores akan menghasilkan beberapa bentuk deformasi seperti halnya deformasi elastik, penyetrikaan, plowing dan pemotongan. Paper ini menyajikan analisis friksi dari beberapa bentuk deformasi permukaan dari material visko-elastik-plastik, khususnya pada PEEK (poly ether ether ketone). Secara umum dinyatakan bahwa friksi terdiri dari komponen adhesi dan deformasi yang diasumsikan tidak bergantung satu sama lain. Selama uji gores, koefisien friksi dipengaruhi oleh beberapa parameter, seperti ketajaman indenter, bentuk deformasi dan pemulihan elastik. Hasil menunjukkan bahwa komponen adhesi sangat berpengaruh pada deformasi elastic dan penyetrikaan (uji gores dengan indenter tumpul), sedang untuk pemotongan (uji gores dengan indenter tajam) sangat dipengaruhi oleh komponen deformasi. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa model friksi adhesi cocok untuk deformasi elastic dan penyetrikaan, sedang model friksi deformasi dengan pemulihan elastic, cocok untuk pemotongan. Selain itu, plowing merupakan kombinasi dari model friksi adhesi dan deformasi.
Sliding Wear Modeling of Artificial Rough Surfaces Imam Syafa’at; Budi Setiyana; Muchammad Muchammad; Jamari Jamari
International Journal of Science and Engineering Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.335 KB) | DOI: 10.12777/ijse.4.1.21-23

Abstract

Surface roughness plays an important role in machine design. In the micro-scale when two engineering surfaces are brought into contact, the real contact area occurs at isolated point of asperity. Wear is one of some effects of contacting surfaces. This paper presents a modeling of sliding wear at asperity level on the artificial rough surfaces. The surface roughness is represented by spherical asperities at the hemispherical pin that is developed from the existing model. The wear model is based on the simple analytical solution. The combination of Archard’s wear equation and finite element simulation is performed to predict the wear. Results show that the increasing of sliding distance give the increasing of wear depth, wear scar diameter and wear volume of the asperity. Wear at the center of the contacting rough surface is higher than the its surrounding. [Keywords: Rough Surface; Sliding Wea; Wear Scar Diameter; Wear Volume]
PERANCANGAN BIOMEKANISME SENDI PROTESA UNTUK PASIEN AMPUTASI TUNGKAI DI ATAS LUTUT DENGAN DESAIN ERGONOMI DAN FLEKSIBEL Dody Bactiar; Audy Audy; Jamari Jamari; Iwan Budiwan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umunya manusia memiliki anggota gerak diantaranya adalah Tungkai bawah (Extrimitas Inferior), yang berfungsi untuk menopang tubuh bagian atas dan melakukan aktivitas sehari – hari. Hilangnya sebagian alat gerak akan menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk melakukan aktivitas dalam derajat yang bervariasi, tergantung dari bagian mana alat gerak yang hilang.  Kehilangan alat gerak tersebut dapat disebabkan berbagai hal, seperti penyakit, faktor cacat bawaan lahir, kecelakaan, atau penanganan operasi (amputasi). Untuk membantu mengatasi keterbatasan-keterbatasan aktivitas yang terjadi pada seseorang yang kehilangan kaki akibat amputasi, maka digunakanlah protesa. Protesa yang ada di pasaran saat ini memiliki banyak kekurangan. Kekurangan tersebut antara lain harga yang mahal. Selain itu terdapat juga beberapa kekurangan dari segi kenyamanan, seperti panjang yang tidak sesuai dengan kaki, ankle kaki yang kaku, hingga daya tahan yang rendah. Penelitian dimulai dari tahap persiapan yang terdiri dari studi pendahuluan dan studi literatur. Dari tahap pendahuluan ini diketahui jenis-jenis protesa yang saat ini ada di pasaran, dan kekurangan-kekurangan protesa tersebut. Selanjutnya dilakukan pengambilan data antropometri yang dibutuhkan untuk merancangan protesa dengan dilakukan perhitungan panjang lutut berdasarkan tinggi badan manusia. Untuk melakukan perancangan, ditentukan aspek-aspek desain, konsep-konsep perancangan, dan pengembangan konsep pemodelan produk, evaluasi konsep dan pembuatan prototipe. Evaluasi dan analisis kemudian dilakukan pada prototipe produk Protesa hasil rancangan. Hasil evaluasi dan analisis menunjukkan protesa hasil rancangan lebih baik dari segi biomekanisme lutut, desain ergonomi dan fleksibel, harga terjangkau, dibandingkan dengan protesa yang saat ini ada di pasaran. Kata kunci: Antropometri, Biomekanisme, Perancangan produk, Protesa
ALTERNATING DIRECTION IMPLICIT METHOD FOR SOLVING MODIFIED REYNOLDS EQUATION IN A LUBRICATED SLIDING CONTACT M. Tauviqirrahman; R. Ismail; . Jamari; Schipper D. J.
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reynolds lubrication theory assumes that there is no-slip boundary on the interfaces between solid and lubricant. However, during the past few years, slip boundary has been observed in micro/nanometer gap. In this paper, numerical studies of the Reynolds model with slip boundary are presented for investigating the effect of slip boundary on the pressure distribution  in sliding contact. The modified Reynolds equation is solved numerically by finite difference method with alternating direction implicit algorithm. Line by line algorithm was applied to overcome multidimensional direction. The simulation results indicate that the two-dimensional modified Reynolds equation can predict the dynamic of lubrication process with boundary slip in sliding contact. Keywords : Slip boundary, finite difference method, hydrophobic, hydrophilic
Co-Authors . Ismoyo . Qomaruddin . Sugiyanto . Sugiyanto A R Ismawan A.P. Bayuseno A.P. Bayuseno A.V. Yolanda AA Sudharmawan, AA Aan Burhanudin Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Syakur Achmad Widodo Afif, Ilham Yustar Agung Warsito Ammarullah, Muhammad Imam Andromeda, Trias Anwar, Yusran Arda Yusra Arif, Iqbal Nur Atanasius Priharyoto Bayuseno Audy Audy Awan Raswan Awan Raswan B.S. Hardjuno Bambang S. Hardjuno Bayuseno, A. P. Bayuseno, Athanasius P Berkah F.T.K. Budi Setiyana Budi Setiyana Budi Setiyana C. Ansori Candratama, Aditya D.J. Schipper D.J. Schipper D.J. Schipper Deni Mulyana Deni Mulyana Dian Prabowo Dian Prabowo Didi Dwi Krisnandi DikJoe Schipper Dody Bactiar E. Saputra Eko Armanto Eko Saputra Eko Saputra Emile van der Heide Fajar Hari Priyoga, Fajar Hari Farid Rizayana Fiki Firdaus Fiki Firdaus Gilang Ramadhan Gostsa Khusnun Naufal Gostsa Khusnun Naufal H Hadiyanto Hasan Basri Heide, Emile van der Hendi Giritama Wibowo Hermawan, M. Reza Husaini, Farhan Ali I Syafa’at I. Haryanto I. Syafa’at I. Syafa’at Imam Syafaat Ismoyo Hariyanto Ismoyo Haryanto Iwan Budiwan Iwan Budiwan Anwar J.D. Setiawan J.D. Setiawan Joga D. Setiawan Joga Dharma Setiawan K. R. Widodo K. R. Widodo Kristianto, Henry Kwintarini, Widiyanti Lamura, M. Danny Pratama M. Tauviqirrachman M. Taviqirrahman M.D. Surindra M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Mohamad Izzur Maula Mohammad Tauviqirrahman Muchammad Muchammad Muh. Amin Muhamad Bilal Muhammad Khafidh Muhammad Subri Munadi Munadi Mursyd, Ariq Imam Nana Supriyana Novel Karaman Petrus Londa Pramudtya, Reza Pribadyo Pribadyo R. Ismail R. Ismail R. Ismail R. Ismail R. Ismail R. Ismail R. Ismail R. Winarso Rafli, Muhammad Rama, Leonardo Jalusius Rifky Ismail S. Muryanto S.A. Widyanto S.A. Widyanto Saad, Amir Putra Md Saefudin, Slamet Schipper D. J. Sinarpaska, Steven Yordan Sri Nugroho Sugiyanto - Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sulardjaka Sulardjaka Sumar Hadi Suryo Suprianti, Lilik Susilo Adi Widyanto Syafa’at, Imam Syahrom, Ardiyansyah Syaiful . Syaiful Anwar Tri Indah Winarni Ubaidillah Aqil Wahyudi, A. Imam Wicaksono, Hasyid Ahmad Wiji Mangestiyono Wiwik Handayani Yuris Setyoadi