Claim Missing Document
Check
Articles

Pelapisan Edible Coating Dengan Penambahan Ekstrak Bawang Putih Sebagai Anti Bakteri Terhadap Dendeng Ikan Gabus Selama Penyimpanan Hendra Mohi; Suryani Une; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.246 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.14864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri dan sifat fisik dendeng ikan gabus dan mengetahui sifat organoleptik dari dendeng ikan gabus setelah di lapisi edible coating yang ditambahkan ekstrak bawang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal dan 4 perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (Dua) bulan di Laboratorium Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo, dimana tahapan pertama adalah persiapan bahan baku yang meliputi pembuatan pati jagung, setelah itu pembuatan ekstrak bawang putih, setelah itu pembuatan dendeng ikan gabus, setelah bahan tersedia dilakukan pelapisan edible coating pada dendeng ikan gabus dengan penambahan ekstrak dari bawang putih. Data analisis dengan uji statistic Anaisis of Variance (ANOVA) menggunakan program Microsoft Excel (2007), dan data anlisis yang berbeda nyata diuji dengan menggunakan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) dan aplikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis terhadap hasil organoleptik (aroma, rasa, warna, tekstur), nilai TPC, nilai TVBN, dan nilai Staphylococcus. Dendeng ikan gabus dengan pelapisan edible coating dengan penambahan ekstrak bawang putih sebagai anti bakteri mengasilkan kadar air berkisar dari 36,27-40,52%, nilai TPC berkisar dari 1,03-7,73 cfu/ml, nilai TVBN berkisar dari 7,93-56,93 mgN/100g, nilai Staphylococcus berkisar dari 1,20-9,50 mm, dan nilai organoleptik meliputi warna berkisar dari 5,0-6,63, aroma berkisar dari 4,73-5,73, rasa berkisar dari 5,00-6,10, tekstur berkisar dari 4,77-5,67.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) YANG DISUBTITUSI DENGAN JANTUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca formatypica) Aprilia Vinola Cahyani mopangga; Marleni Limonu; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.106 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v3i1.7290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karasteristik fisikokimia dan organoleptik pada pembuatan bakso ikan jelawat yang disubtitusi dengan jantung pisang kepok. Pengujian analisis proksimat, organoleptik dan kekenyalan. Data dianalisis dengan uji statistik Analisis of Variance (ANOVA) menggunakan program Microsoft Excel 2007 dan aplikasi SPSS v. 20, bila terdapat perbedaan nyata antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji beda Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi penambahan 60 gr jantung pisang kepok pada bakso ikan jelawat merupakan hasil terbaik, yang meliputi parameter aroma dengan skor 5,3 (agak suka), rasa dengan skor 5,7 (suka), serta keseluruhan dengan skor 5,3 (agak suka). Karasteristik fisik (tekstur analyzer) tingkat kekenyalan bakso ikan jelawat dengan penambahan jantung pisang kepok pada penelitian ini dengan nilai berkisar 341,97 – 515,53 gram/Force. Penambahan jantung pisang kepok dalam pembuatan bakso ikan jelawat pada penelitian memiliki karakteristik fisikokimia yang sesuai dengan standar bakso ikan menurut SNI 7266:2014, dengan hasil terbaik ditunjukkan perlakuan konsentrasi penambahan 60 gr jantung pisang kepok pada bakso ikan jelawat dengan nilai kadar air sebesar 63,9%, protein sebesar 15,71%, serat kasar sebesar 3,3912%.
Uji Kandungan Gizi dan Sensori Kue Kerawang Khas Gorontalo dengan Substitusi Tepung Kulit Pisang Raja (Musa sapientum) Apriany Robin Baso; Marleni Limonu; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.738 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v1i1.7249

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas gizi kue kerawang dan sifat sensori kue kerawang dengan substitusi tepung kulit pisang raja. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 perlakuan yang teridri dari A0= (TT 250 g), A1=(TT 200 g, TKPR 50 g), A2=(TT 150 g, TKPR 100 g), A4=(TT 100 g, TKPR 150 g). Data diolah dengan menggunakan uji statistic analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan formulasi kue kerawang 200 g tepung terigu dan 50 g tepung kulit pisang raja memperoleh nilai tertinggi dengan formulasi terbaik pada uji organoleptik. Dengan hasil analisa kandungan gizi kue kerawang yang tertinggi meliputi kadar air yang 9.76%, kadar abu 3.29%, kadar protein 8.89%, kadar lemak 22.17% kadar karbohidrat 73.57%, dan kadar serat kasar 30.41%, sedangkan nilai terendah meliputi kadar air 4.69%, kadar abu 1.34%, kadar protein 4.95%, kadar lemak 19.43%, kadar karbohidrat 41.90%, dan kadar serat kasar 10.11%. Nilai antioksidan kue kerawang terdapat pada formulasi kue kerawang 100 g tepung terigu dan 150 g tepung kulit pisang raja yaitu 85.25%. Sifat sensori kue kerawang dari formulasi terbaik hasil uji organoleptik terdapat pada perlakuan 200 g tepung terigu dan 50 g tepung kulit pisang raja, meliputi parameter warna, tekstur, aroma, dan rasa dengan nilai berturut-turut adalah 5.03%, 4.93%, 4.7%, dan 5.1%.
PENGARUH LAMA BLANCHING DAN TINGKAT KEMATANGAN DAUN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK TEH CELUP DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) Sukmawati Uday; Zainudin Antuli; Suryani Une
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.608 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i1.15110

Abstract

Sambong leaf contains various active compounds such as essential oils, cineol, limonene, palmitin and myristin acids, tannins, glycosides, saponins, and flavonoids. Sambong leaf can be used as a basic ingredient for making herbal teas. Sambong leaf has a strong and distinctive odor and bitter taste. It is due to the saponin compounds contained in Sambong leaf. This research aimed to determine the effect of blanching time and leaf maturity level on antioxidant activity, tannin, total phenol, and organoleptic of herbal tea made from Sambong leaf using a factorial Completely Randomized Design with two factors. Factor A was the blanching time consisting of treatment levels, namely 0 minute, 3 minutes, S minutes. and 7 minutes at 60°C. Factor B was the leaf maturity level, consisting of 3 treatment levels: young, intermediate, and old Sambong leaf, with each sample weighing 200 g. ment combinations These two types of factors resulted in 12 treatment to obtain 36 experiments. Data were analyzed using the Analysis of Variance repeated three times (ANOVA) with a 0,05 confidence level and advanced Duncan's Multiple Range Test (DMRT) to determine the difference between treatments using the SPSS application. Observation parameters included analysis of total phenol, tannin, antioxidant activity, and organoleptic, Antioxidant activity was described as ICso 56.7 ppm, with total phenol of 219.4 mg GAE/g, tannin analysis in all treatments containing tannins, and the most preferred organoleptic result was the 7-minute blanching treatment with old leaf.
PENGARUH KONSENTRASI DEKSTRIN TERHADAP KUALITAS SERBUK EFFERVESCENT KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Polyrhizus) Nur Alma Ente; Zainudin Antuli; Muh Tahir
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.495 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i1.13898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi dekstrin dalam pembuatan serbuk effervescent kulit buah naga merah terhadap kualitas serbuk yang dihasilkan. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: 3%, 5%, 7% di lakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh di analisis menggunakan Analisis Of Variance (ANOVA), serta dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dengan mengggunakan aplikasi SPSS versi 16.0. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, kadar air 5,34%-10,81%, kadar aktivitas antioksidan 19,49%-20,78%, kadar pH 7,62%-8,18%, warna L 71,50-57,27,  a  3,57-6,33, b 17,23-22,63, kelarutan 80,29%-80,98% dan kadar gula 7,37%-8,87%.
Karakteristik Fisikokimia Kerupuk Tepung Jagung Dengan Penambahan Daging Ikan Betok (Anabas Testudineus) Moh Fhathur Husain; Marleni Limonu; Zainudin Antuli
Jambura Journal of Food Technology Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.491 KB) | DOI: 10.37905/jjft.v4i2.13899

Abstract

Kerupuk merupakan makanan khas Indonesia yang sangat diminati oleh banyak orang baik dari golongan menengah ke bawah hingga menengah ke atas, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Kerupuk dibuat dari bahan-bahan sederhana tetapi membuat setiap makanan terasa lengkap. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh penambahan daging ikan betok terhadap sifat kimia kerupuk tepung jagung. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perlakuan, dan apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan’s dengan tingkat signifikasi. Data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2013 dan apliikasi SPSS 16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kerupuk tepung jagung dengan tambahan ikan betok yaitu hasil analisis sifat fisik menunjukkan bahwa kerupuk memiliki kemekaran dengan nilai sebesar 28.6 – 58.72%. Analisis kimia pada kerupuk ikan betok yaitu, kadar air sebesar 6.68-9.50%, Kadar protein sebesar 12.36 - 19.93%, Kadar lemak sebesar 2.41  - 3.70%; Kadar abu sebesar 1.95 - 3.69%. Hasil Organoleptik menunjukkan nilai skala warna 3.53 - 5.93, skala aroma 3.97 - 4.33., skala rasa 4.40 - 6.33 dan skala kerenyahan 4,73 - 6.17.
Profil gelatinisasi, karakteristik mikrobiologi dan sifat fungsional pati jagung ketan terfermentasi [Gelatinization profile, microbiological characteristics and funtional properties of fermented waxy corn starch] Suryani Une; Rizky Killa; Lisna Ahmad; Zainudin Antuli; Husain Panggi
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 28, No 2 (2023): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v28i2.99-109

Abstract

Waxy corn (AJU1) is widely cultivated in Gorontalo Province, but its utilization is limited to corn on cobs.  A potential diversified product of processed waxy corn to be developed is waxy corn starch. One simple method to improve the functional properties of waxy corn starch is fermentation. This study aimed to determine the effect of different fermentation conditions and fermentation times on the gelatinization profile and functional properties of waxy  corn starch. The research method used a completely randomized factorial design with two treatment factors namely fermentation conditions (aerobic and anaerobic) and fermentation time (3, 6, and 9 days).  Results showed that the fermentation conditions significantly affected property of waxy corn starch.  During fermentation, there was a change in the number of cells of lactic acid bacteria, yeast, and mold. The gelatinization profile of  fermented waxy corn starch was to have resistant to stirring and high temperatures and reduced its retrogradation tendency. The fermentation process also changed the functional properties of glutinous corn starch, namely an increase in solubility, swelling, and acidity (decrease in pH).Keywords: aerobic, anaerobic, fermentation, starch, glutinous corn [AJU1]
VARIASI KONSENTRASI PENAMBAHAN GARAM TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN MIKROBIOLOGI TERASI BUBUK IKAN TONGKOL (Euthynnus Affinis) pakaya, pityaningsi; Limonu, Marleni; Antuli, Zainudin
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 02 (2023): Jurnal Of AgritechScience (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i02.1287

Abstract

Terasi bubuk merupakan pengembangan dari produk terasi pasta yang dikeringkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi garam terhadap nilai sensori dan mutu terasi bubuk ikan tongkol. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor tunggal yakni variasi konsentrasi garam, yang terdiri dari 4 perlakuan, P1, P2, P3 masing-masing perlakuan menggunakan 500 g ikan tongkol, sedangkan perlakuan P0 sebagai kontrol diambil dari terasi yang beredar di pasaran. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali pengulangan sehingga didapatkan 12 unit percobaan. Parameter pengujian meliputi analisis sensori, kadar air, protein, cemaran mikroba salmonella, dan uji kelarutan. Analisis data menggunakan SPSS. Jika berbeda nyata antara taraf perlakuan maka akan dilanjutkan dengan uji Duncan multiple range test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi garam yang berbeda pada terasi bubuk ikan tongkol berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap tingkat kesukaan warna, tekstur, kadar air, protein dan berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap tingkat kesukaan aroma, rasa dan kelarutan. Karakteristik sensori dan mutu terasi bubuk ikan tongkol terbaik terdapat pada pemberian konsentrasi garam 17,5% dengan nilai organoleptik rata-rata pada skala (netral), kadar air 7,24%, kadar protein 19,40%, uji salmonella (negatif), dan uji kelarutan 54,42%.
THE MAKING PROCESS AND ORGANOLEPTIC TEST OF GREEN SPINACH FLAVOR WET NOODLES Unusa, Sri Oyin; Modjo, Ardiyanto Saleh; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.23866

Abstract

A study was conducted to understand the process of making green spinach noodles at K.U.B SRI REZEKI. Experimentation was the method employed in this activity. The preparation of raw materials is the initial stage in producing flavorful green spinach noodles, followed by sorting, washing, grinding, sifting flour, blending ingredients, milling, and finally, packaging. Results from organoleptic tests indicated that in taste evaluation, the panelists favored the 30:5 ratio in green spinach noodles. For color assessment, the highest average score was achieved at the 30:3 ratio, and in texture evaluation, the highest average score was also found at the 30:3 ratio. This differs from the other two ratios, namely 30:5 and 30:2.Keywords: Wet noodles, flavor, green spinach.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN SENSORI NUGGET CUMI-CUMI (Loligi indica) DENGAN SUBTITUSI TEPUNG JAGUNG NIKSTAMAL Tomayahu, Kamarudin Tomayahu; Lasindrang, Musrowati; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.11700

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis komponen gizi dan respon konsumen terhadap nugget cumi-cumi (Loligi indica) dengan subtitusi tepung jagung nikstamal (Zea mays). Penelitan ini dilaksakana selama 3 (tiga) bulan dimana tahapan pertama yaitu dengan persiapan bahan baku yang meliputi daging cumi-cumi dan tepung jagung nikstamal selanjutnya dilanjutkan dengan tahapan penambahan bahan baku, kemudian proses pembuatan nugget cumi-cumi serta pengujian organoleptik, dan analisis kimia. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 (empat) perlakuan yang terdiri dari TT 150g : TJN 0g : TT 100g : TJN 50g, TT 75g : TJN 75g, TT 50g : TJN 100 g dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali ulangan sehingga didapatkan 12 (dua belas) kali percobaan. Data analisis dengan uji statistic Analisis Of Variance (ANOVA) pada taraf α=0,05% menggunakan program SPSS 2016. Dengan ini uji beda nyata Duncan Multi Range Test (DMRT). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kombinasi antara tepung terigu dan tepung jagung nikstamal memberikan pengaruh nyata terhadap nilai organoleptik, dan analisis kimia nugget cumi-cumi. Nugget cumi yang dihasilkan dalam penelitian ini mengandung kadar protein sebesar 0,024 – 0,53 kalsium sebesar 0,00 – 0,03 warna 3,57 – 5,4 aroma 4,47 – 4,90 rasa 3,47 – 4,87 tekstur 3,63 – 4,83.