Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MIE BASAH DENGAN SUBTITUSI TEPUNG TALAS (Calocasia L,.Schoot) YANG TERMODIFIKASI DENGAN SODIUM TRIPOLYPHOSPHATE (STPP) Tahir, Tiyansi; Bait, Yoyanda; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.14023

Abstract

Mie merupakan sumber karbohidrat yang dibuat dari bahan dasar tepung terigu yang dapat dipakai sebagai bahan pengganti beras. Penggunaan tepung terigu di Indonesia mengalami peningkatan khususnya dalam pembuatan mie. Talas merupakan salah satu bahan yang bisa digunakan untuk subtitusi dan tinggi akan karbohidrat selain itu talas juga harganya lebih murah dibanding dengan terigu. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui sifat fisikokimia mie basah tepung talas yang termodifikasi dengan Sodium TriPolyphosphate (STPP). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan perlakuan, dan apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan's dengan tingkat signifikasi α = 0,05. Data diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2010 dan aplikasi SPSS 16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mie basah subtitusi tepung talas menunjukkan, dari empat perlakuan mie basah tepung talas yang termodifikasi dengan STPP didapatkan perlakuan terbaik yang disukai adalah perlakuan P3 yang hasilnya meliputi kadar air 37,61%, kadar protein 9,41%, elastisitas 19,94%, daya serap air 71,37%, cooking loss 6,46%, serta pada uji organoleptik warna 4,85%, aroma 4,43%, rasa 5,27%, dan kekenyalan 6,23% atau berkisar agak suka sampai suka.
UJI KUALITAS PENYIMPANAN SOSIS YANG DILAPISI EDIBLE COATING PATI TALAS (Colocasia Esculenta L. Schoott ) DENGAN PENAMBAHAN EXTRAK DAUN KELOR Taningo, Delviana; Antuli, Zainudin; Liputo, Siti Aisah
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.12517

Abstract

Pengemasan merupakan hal yang harus diperhatikan dalam melindungi makanan atau olahan makanan agar terhindar dari kerusakan. Kemasan yang baik yaitu kemasan yang memilikin sifat ramah lingkungan contonya edible coating. edible coating dapat ditambahkan ekstrak daun keloryang berfugsi sebagai antimikroba. Antimikroba yang terdapat pada ekstrak daun kelor dapat mengurangi tumbuhnya mikroba sehingga kualitas daging selama penyimpanan dapat di netralisir. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kelor terhadap kualitas dan daya simpan sosis. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan dengan konsentrasi pati talas, dan konsentrasi penambahan daun kelor (1 %, 2 % , dan 3 %).Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan daun kelor dapat menekan kerusakan sosis, hal ini dapat dilihat pada penyimpanan 6 hari, nilai TPC, TVBN, PROTEIN dan pH masih memenuhi standar SNI 
Pengaruh Lama Perendaman Terhadap Tingkat Kesukaan, Vitamin C Dan Aktivitas Antioksidan Infused Water Jeruk Nipis, Ketimun Dan Jahe Merah Yusuf, Nur Ain; Antuli, Zainudin; Liputo, Siti Aisa
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i1.14150

Abstract

Infused water  merupakan air yang ditambahkan potongan buah – buahan dan didiamkan selama beberpa jam sampai sari buahnya keluar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap karakteristik fisik dan organoleptik infused water jeruk nipis, ketimun dan jahe merah dan mengetahui pengaruh lama perendaman terhadap aktivitas antioksidan infused water. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu lama perendaman 0 jam, 3 jam ,6 jam 9 jam dan 12 jam. Masing – masing perlakuan diulang 3 kali. Dengan parameter pengujian yang dilakukan adalah uji aktivitas antikosidan, vitamin C dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai aktivitas antioksidan tertinggi pada lama perendaman 12 jam sebesar 40,354 ppm, nilai vitamin c tertinggi pada lama perendaman 12 jam sebesar 1,06%. Pada lama perendaman o jam dari segi organoleptik warna sebesar 5,02 dan rasa sebesar 4,43 sedangkan pada parameter organoleptik aroma yang paling disukai oleh panelis yaitu pada lama perendaman 12 jam saitu sebesar 5,73.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KARAGENAN RUMPUT LAUT JENIS Kappaphycus alvarezii TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK PRODUK ES KRIM Mooduto, Yandi; Lasindrang, Musrowati; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 5, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v5i02.8375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen Fisikokimia es krim dengan penambahan tepung karagenan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 3 perlakuan. Perlakuan A1 (2,5 g), A2 (5 g) dan A3 (7,5 g) dengan 3 kali ulangan. Penelitian uji kimia kadar protein pada A1 14.93%, A2 16.45%, A3 18.21%, uji kadar lemak A1 5.12%, A2 5.21% dan A3 5.27%, uji fisik Viskositas A1 325.67 cp, A2 350.33 cp, dan A3 350.40 cp, Kecepatan pelelehan A1 12.68, A2 12.80, danA3 13.44, Nilai pH A1 7.34, A2 7.38, dan A3 7.38, sedangkan uji organoleptik Warna pada A1 dengan penambahan tepung karagenan 2,5g 5.27, A2 dengan penambahan tepung karagenan 5 g 5.43, A3 dengan penambahan tepung karagenan 7,5 g 5.20. Aroma pada A1 dengan penambahan tepung karagenan 2,5g 5.00, A2 dengan penambahan tepung karagenan 5 g 5.33%, A3 dengan penambahan tepung karagenan 7,5g 5.13. Rasa pada A1 dengan penambahan tepung karagenan 2,5 g 5.33, A2 dengan penambahan tepung karagenan 5g 6.00, A3 dengan penambahan tepung karagenan 7,5g 5.93. Tekstur pada A1 dengan penambahan tepung karagenan 2,5 g 4.37, A2 dengan penambahan tepung karagenan 5g 5.13, dan A3 dengan penambahan tepung karagenan 7,5g 4.90
pengaruh suhu blanching terhadap sifat fisik dan kimia Frozen food sayur terung (solanum melongna L) dan pengamatan penyimpanan Karmila, Karmila; Tahir, Muh; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Food Technology Vol 6, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v6i2.16027

Abstract

Frozen Food is processed frozen instant food that is durable and easy to serve. Frozen food in Indonesia remains limited, while the consumers want practicality in processing food, especially vegetables. The present research aimed to determine the effect of blanching temperature on eggplant quality, namely vitamin C level and sugar content, as well as observe the changes in vitamin C level and sugar content after being stored for seven and 14 days. It applied a completely randomized design (CRD) with one factor, namely blanching temperature with three treatment levels: P1 (50°C), P2 (70°C), P3 (90°C), and each treatment was replicated three times. The results of Analysis of Variance (ANOVA) indicated that the value of vitamin C levels was not significant (p0.05), so it did not continue to Duncan's multiple range test. While the value of sugar content and organoleptic (color, aroma, texture, and taste) denoted a significant effect (p 0.05), so the Duncan's multiple range test signified a significant difference in all treatments. Besides, the descriptive storage observation on day 7 and day 14 was known to have decreased. In detail, the changes from the initial conditions of nutritional content in vitamin C and sugar content before and after being stored at cold temperatures (-20°C) are caused by the long storage time. Furthermore, the highest vitamin C was at the blanching temperature treatment of 2.12 ml/100, and the sugar contem was 10.33°Brix. At the same time, for the organoleptic, it was observable dat treatment 2 (50°C) was the most preferred by the panelists in color, aroma, texture and taste
Pencampuran Maltodekstrin Pada Buah Nanas (Ananas comosus) Sebagai Bubuk Pengempuk Daging Mahaling, Efraim Maletu; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Antuli, Zainudin
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanas sering digunakan untuk pengempuk daging. Hal ini dilakukan agar daging menjadi lebih empuk dan waktu pemasakan menjadi lebih singkat, walaupun ada kesulitan dalam menggunakan buah nanas untuk melunakkan daging karena ketergantungan pada musim panen, akan lebih praktis jika terdapat enzim bromelin yang dapat disimpan dan digunakan kapan saja. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan tambahan pada daging tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan tekstur daging empuk sesuai yang diinginkan. Bahan tambahan yang dapat digunakan yaitu maltodekstrin karena sangat efektif dalam melindungi komponen-komponen penting dalam bahan pangan, terutama komponen volatilnya.  Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisikokimia nanas sebagai bubuk pengempuk daging. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial.
Pengaruh Suhu dan Lama Fermentasi terhadap Kualitas Water Kefir Sari Labu Air (Lagenaria Siceraria) Igirisa, Nurain; Bait, Yoyanda; Antuli, Zainudin
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i2.13149

Abstract

This research aimed to determine the effect of temperature and duration of fermentation on the quality of Water kefir calabash juice. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors, namely temperature (T) (±30oC and ±4oC) and fermentation time (A) (18 hours, 20 hours, 22 hours) which was  repeated 3 times for each treatment. Data were analyzed using Mikrosoft Exel 2010 program. The results of data analysis were tested by statistical analysis of variance (ANOVA) with a level of a = 0.05. The results showed that the temperature and duration of fermentation did not have an effect (P0.05) on the quality of Water kefir water with calabash juice in this research. The characteristics of Water kefir with calabash juice included: pH 4, 0.72% alcohol, 1.7x106 CFU/ml total lactic acid bacteria (LAB), organoleptic testing, which included color 5,2, aroma 5,9, and taste 5,3, the results showed that the best treatment of organoleptic result indicated by treatment with a temperature of ±30oC and a fermentation time of 22 hours.
Analisis Karakteristik Fisikokimia Mayonnaise Dengan Berbagai Jenis Minyak Nabati Dan Emulsifier Lapamona, Oktaningsi; Antuli, Zainudin K; Saman, Widya Rahmawaty
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.29288

Abstract

Mayonnaise adalah emulsi semi padat yang dibuat dengan pencampuran bahan-bahan seperti minyak nabati, kuning telur, dan lain-lain. Seiring perkembangan zaman banyak dilakukan inovasi dalam proses pembuatan mayonnaise. Salah satu contoh inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti jenis minyak nabati yang biasa digunakan dengan jenis minyak nabati lainnya seperti virgin coconut oil, minyak kanola, minyak kelapa sawit, dengan emulsifier dapat diperoleh dari bahan-bahan yang bersifat hidrokoloid dapat menghasilkan mayonnaise dengan karakteristik terbaik, seperti xanthan gum, CMC dan gum arab.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik fisikokimia berbagai jenis minyak nabati dan emulsifier. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Data penelitian ini dianalisis Sidik Ragam atau Analysis of Variance (ANOVA) menggunakan aplikasi SPSS, serta dilakukan uji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian didapatkan kadar air mayonnaise mengalami peningkatan sebesar 29,35-29,93%, sedangkan viskositas menurun sebesar 3837-3402 m,Pa's, kestabilan emulsi menurunan sebesar 90,01-87,34%, kadar lemak mengalami penurunan sebesar 67,45-60,75%, selain itu derajat keasaman (pH) juga mengalami penurunan sebesar 7,19-6,80. dalam uji organoleptik terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur mengalami respon positif dari panelis. Pada warna dari skala 4 (agak suka sampai) 5 (suka), aroma rasa dan tekstur pada skala 4 yaitu (agak suka).
STUDI PEMBUATAN YOGHURT SUSU KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS) DENGAN PENAMBAHAN GULA AREN Usman, Lilis; Liputo, Siti Aisa; Antuli, Zainudin K
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.12929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yoghurt dengan kondisi mutu serta kandungan gizi yang baik. Bahan yang digunakan dalam pembuatan Yoghurt ini yaitu kacang merah (Phaseolus vulgaris) sebagai bahan utama, sedangkan gula aren (Arenga pinnata) sebagai sumber gula. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 konsentrasi penambahan gula aren dan diulang sebanyak 3 kali yang pertama yaitu A0 = sebagai control A1 = 5% A2 =15% dan A3 = 25%. %. Data yang diperoleh dari hasil pengujian sifat fisik, kimia dan organoleptik dianalisis dengan uji statistik Analisis of Variance (ANOVA) menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa penambahan gula aren berpengaruh (P0,05) terhadap nilai organoleptik, pH, total gula, bakteri asam laktat. Perlakuan terbaik yoghurt dengan penambahan gula aren yang dihasilkan adalah 5% penambahan gula aren. Dalam penelitian ini pH memiliki nilai sebesar 4,8, total gula sebesar 10,47%, BAL 1,3%, dan untuk parameter uji organoleptik pada aroma memiliki nilai 4,23, warna 4,2, dan rasa 3,4.
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MINUMAN SERBUK INSTAN FUNGSIONAL SARI BUAH MANGGA ARUMANIS (Mangivera indica L. v arumanis) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MIANA (Coleus scutellariodes Benth) Aprilia, Alma; Antuli, Zainudin K; Limonu, Marleni
Jambura Journal of Food Technology Vol 7, No 02 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjft.v7i02.12072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan tingkat kesukaan minuman serbuk instan sari buah mangga arumanis dan ekstrak daun miana. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal perbandingan antara sari buah mangga (SBM) dan ekstrak daun miana (EDM), yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu 500 ml : 0 ml ; 425 ml : 75 ml ; 400 ml : 100 ml ; 75 ml : 125 ml. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan antara sari buah mangga dan ekstrak daun miana memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, kadar air, kadar abu, dan waktu larut minuman serbuk instan dengan nilai masing masing berturut turut yaitu 35,36 – 57,36 ppm ; 3,07 – 4,2 % ; 0,24 – 0, 43 % ; 20,57 – 36,33 detik. Serta memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis yaitu warna berkisar antara 5,13 – 6, 23 (agak suka - suka) aroma berkisar 4,03 – 6,3 (netral - suka)  rasa berkisar antara 4,63 – 5,6 (netral – agak suka) dan tekstur berkisar 4,7 – 5,7 (netral – agak suka).