Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pastura

STRATEGIC IMPLEMENTATION OF ANIMAL WELFARE IN PROVIDING BALI CATTLE FORAGE M. A. P. Duarsa; I W. Suarna; A. A. A. S. Trisnadewi; I M. Saka Wijaya
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.619 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p11

Abstract

Sesuai amanat sustainable development goals (SDG’s) usaha peternakan wajib mengarusutamakan kaedah-kaedah pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Peningkatan permintaan akan daging sapi harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas sapi untuk memenuhi ketersediaan populasi dan kualitas daging sapi. Kualitas ternak sapi yang dihasilkan sangat tergantung kepada ketersediaan dan kualitas hijauan yang dimakan ternak. Ketersediaan berbagai limbah pertanian dan industri mendorong upaya pengolahan limbah menjadi pakan ternak ruminansia. Limbah yang diolah langsung diberikan kepada ternak ruminansia sebagai pakan alternatif. Limbah biasanya dapat megandung bahan berbahaya, zat anti nutrisi, dan memerlukan biaya yang lebih tinggi untuk mengolahnya. Untuk mengakomodasi kearifan budaya, memelihara harmonisasi spiritualitas bagi petani/peternak, dan menerapkan prinsip-prinsip animal welfare, selayaknya ternak ruminansia seperti sapi bali mendapatkan makanan yang baik yang berasal dari tanaman pakan ternak dengan kualitas yang baik. Dengan demikian limbah harus diolah menjadi pupuk yang berkualitas tinggi sehingga dapat menyediakan hijauan berkualitas bagi ternak sapi bali. Output yang berkualitas menuntut input yang berkualitas juga. Kata kunci: limbah, animal welfare, hijauan berkualitas
KARAKTERISTIK TUMBUH Asystasia gangetica PADA BERBAGAI ARAS PEMUPUKAN UREA I W. Suarna; N. N. Suryani; K.M. Budiasa; I M. Saka Wijaya
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 1 (2019): Pastura Vol. 9 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.285 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v09.i01.p06

Abstract

Asystasia gangetica is a native plant that has the potential as a superior forage. The potential superiority of A. gangetica is not widely known by farmers in Bali. A study has been carried out with the aim to determine the growth and growth characteristics of A. gangetica as a forage. A completely randomized design with 5 levels of urea fertilizer treatment and 4 replications was carried out at Sesetan Denpasar research station. The results showed that the plant growth indicated by the variable number of branches, number of leaves, and shoot root ratio gave the highest yield on the level of urea fertilizer 50 kg ha-1. Variable characteristics of plant growth such as Leaf Area Ratio, Leaf stem ratio, and plant length, have the same tendency, although they do not show significant differences. Observing the growth and growth characteristics of plants, it can be concluded that the use of urea fertilizer as much as 50 kg ha-1 provides the best growth and application of urea fertilizer exceeding 50 kg ha-1 will adversely affect the growth of A. gangetica. Keywords: A. gangetica, urea, growth, growth characteristics
MORPHOLOGICAL CHARACTERISTIC OF SWORD BEAN (Canavalia gladiata (JACQ.) DC.: FABACEAE) AND ITS POTENCY AS FODDER I Made Saka Wijaya; I Wayan Suarna
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 2 (2020): Pastura Vol. 9 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.453 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2020.v09.i02.p12

Abstract

Indonesia memiliki berbagai jenis tumbuhan yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pakanternak, salah satunya adalah kacang pedang (Canavalia gladiata (Jacq.) DC.). Kacang pedang adalah jeniskoro yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Di Indonesia, bahkan dunia, belum banyak penelitianyang menggali potensi kacang pedang sebagai pakan ternak, padahal pengembangannya sebagai pakanternak alternatif cukup menjanjikan. Untuk mengembangkan lebih lanjut, diperlukan kajian mengenaikarakteristik morfologis dari kacang pedang untuk mencegah ambiguitas taksonomik. Maka dari itu penelitianini bertujuan untuk mempelajari karakteristrik morfologis dari kacang pedang serta potensinya sebagai pakanternak. Penelitan dilakukan selama bulan Mei 2019 sampai Maret 2020. Biji mulai disemai pada bulan Mei(sebagai bulan ke-1) dan dilakukan karakterisasi saat terdapat polong yang sudah matang pada bulan Maret(bulan ke-10). Fase vegetatif berlangsung selama 4-5 bulan sebelum tumbuhan mulai mengeluarkan bungapertama. Fase generatif memiliki durasi yang bervariasi, terutama pada pematangan polong. Kematanganpolong berlangsung selama 5-6 bulan, bahkan lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kacang pedang(Canavalia gladiata (Jacq.) DC.) memiliki karakteristik morfologis yang mencolok pada ukuran daun yangbesar, bunga berwarna putih yang harum, polong yang berukuran besar, serta biji yang berwarna merah.Daun dan biji kacang pedang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pakan ternak alternatif. Biji kacangpedang mengandung berbagai senyawa nutrien unggulan sebagai pakan ternak.Kata kunci: Canavalia, karakter morfologis, pakan alternatif, pakan hijauan